<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>DAMRI &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/damri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Nov 2020 05:26:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>DAMRI &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Disparbud Sarankan Ubah Titik Penjemputan</title>
		<link>https://memontum.com/disparbud-sarankan-ubah-titik-penjemputan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2020 05:26:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkutan wisata]]></category>
		<category><![CDATA[DAMRI]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud]]></category>
		<category><![CDATA[protes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126791</guid>

					<description><![CDATA[Terkait Protes Sopir Angkutan Terhadap Operasional Damri Memontum Malang &#8211; Bantuan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) dengan mengoperasionalkan Bus Damri, untuk menjangkau tempat-tempat wisata di Jawa Timur, khususnya di wilayah Kabupaten Malang, tidak sepenuhnya berjalan maksimal. Seperti layanan Bus Damri dari Terminal Arjosari ke Pantai Sendang Biru via Balekambang atau sebaliknya, per Jumat (30/10) kemarin, harus berhenti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Terkait Protes Sopir Angkutan Terhadap Operasional Damri</strong></h3>
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bantuan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) dengan mengoperasionalkan Bus Damri, untuk menjangkau tempat-tempat wisata di Jawa Timur, khususnya di wilayah Kabupaten Malang, tidak sepenuhnya berjalan maksimal.</p>
<p>Seperti layanan Bus Damri dari Terminal Arjosari ke Pantai Sendang Biru via Balekambang atau sebaliknya, per Jumat (30/10) kemarin, harus berhenti sementara akibat protes sopir angkutan yang merasa jalurnya diambil oleh bus.</p>
<p>Mensikapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara, akan melakukan koordinasi ulang dengan manajemen bus. Termasuk jika diperlukan, merubah lokasi titik penjemputan penumpang dari sebelumnya Terminal Arjosari atau wisata Pantai Sendang Biru, ke lokasi yang lebih strategis.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya, ada yang perlu dipahami oleh sopir-sopir angkutan. Bahwa, keberadaan bus ini tidak mengganggu trayek mereka. Karena, selama beroperasi, bus ini hanya mengambil penumpang di titik penjemputan. Sementara saat di jalan, bus ini juga tidak diperkenankan untuk mengambil penumpang di jalan. Jadi, untuk aturan mainnya sebenarnya sudah jelas,&#8221; kata Made, Senin (2/11) tadi.</p>
<p>Agar keberadaan bus dan wisatawan yang hendak ke lokasi wisata terwadahi, Made pun menjelaskan, dalam waktu dekat akan berkoordinasi langsung dengan Bus Damri. Sehingga, bisa kembali beroperasi dan tidak dianggap mengganggu trayek angkutan umum.</p>
<p>&#8220;Kita akan berkoordinasi dengan Damri, bagaimana enaknya atau kita akan menyarankan pemindahan titik penjemputan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Titik penjemputan yang akan ditawarkan, ujar Made, bisa jadi tidak dilakukan di Terminal Arjosari. Namun, mengoptimalkan kawasan alun-alun Kota Malang atau wilayah Ibu Kota Kepanjen.</p>
<p>&#8220;Titik penjemputan yang akan ditawarkan, bisa jadi tidak harus di Arjosari. Namun, seperti alun-alun atau sekalian dari Kepanjen. Intinya, titik penjemputan tersebut tidak mengganggu trayek, jika itu yang menjadi protes sopir angkutan lain,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Adanya dua Bus Damri, Made mengungkapkan, sebenarnya jumlah itu masih belum sebanding dengan animo wisatawan yang hendak ke pantai di Malang Selatan. Karenanya, diharapkan semua pihak saling mendukung, terlebih dengan adanya kunjungan wisatawan akan membawa dampak positif untuk masyarakat sekitar.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya, dua bus ini belum signifikan. Tetapi ini kan baru awal. Jadi, semoga nanti kalau memang berhasil dan atensi masyarakat sangat banyak, bisa diperluas. Terlebih, cost untuk bisa berangkat dan kembali lagi, hanya sebesar Rp 50 ribu. Intinya, mengenai ini akan dikoordinasikan kembali,&#8221; katanya. <strong>(riz/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126791</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenhub Standbykan Damri Untuk Rute Sendang Biru Via Balekambang</title>
		<link>https://memontum.com/kemenhub-standbykan-damri-untuk-rute-sendang-biru-via-balekambang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2020 05:50:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Balekambang]]></category>
		<category><![CDATA[DAMRI]]></category>
		<category><![CDATA[kadisarbud]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenhub]]></category>
		<category><![CDATA[kspn]]></category>
		<category><![CDATA[sendang biru]]></category>
		<category><![CDATA[Terminal Arjosari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126396</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kementrian Perhubungan bersama Damri, terhitung sejak tanggal 15 Oktober 2020, resmi merilis angkutan umum bis yang melayani rute Terminal Arjosari &#8211; Sendang Biru via Balekambang. Armada bis yang melayani jalur baru ini merupakan salah satu armada hasil program pelayanan angkutan umum pada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Kementrian Perhubungan bersama Damri, terhitung sejak tanggal 15 Oktober 2020, resmi merilis angkutan umum bis yang melayani rute Terminal Arjosari &#8211; Sendang Biru via Balekambang.</p>
<p>Armada bis yang melayani jalur baru ini merupakan salah satu armada hasil program pelayanan angkutan umum pada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara, menyambut baik langkah positif yang dilakukan pemerintah pusat. Dengan alasan, potensi-potensi pariwisata di Kabupaten Malang, memang masih membutuhkan promosi dan sentuhan yang kuat.</p>
<p>&#8220;Pengoperasionalan armada Bus Damri tersebut, memang salah satu program dari Kementrian Perhubungan untuk mendukung Pariwisata. Secara umum, dukungan itu diberikan di seluruh Jatim. Untuk DAMRI Malang, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan program usaha untuk mendukung promosi pariwisata di Kabupaten Malang,&#8221; ujar Made, Minggu (25/10) tadi.</p>
<p>Made juga menyebutkan, salah satu usaha DAMRI tersebut, yakni membantu untuk membuka trayek perjalanan dari Arjosari ke sepanjang Jalur Lintas Selatan (JLS). &#8220;Selama melayani jalur tersebut, untuk SOP Protokol Kesehatan, pasti dilakukan. Dari mulai jaga jarak, pengecekan suhu badan hingga handsanitizer sudah disiapkan semua,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Dijelaskannya, untuk jadwal keberangkatan, semua terkonsentrasi di Terminal Arjosari pukul 07.00 WIB dan 08.00 WIB. Sedangkan untuk rute kembali, dari Sendangbiru pukul 16.00 WIB dan 17.00 WIB.</p>
<p>&#8220;Untuk kapasitas kuota, sekitar 30 orang dan untuk harganya sendiri dari Terminal Arjosari menuju Sendangbiru via Balekambang sebesar Rp 25 ribu. Begitu juga, untuk rute kembali ke Malang,&#8221; tutupnya. <strong>(riz/sit)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126396</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Damri Standbykan Delapan Angkutan Gratis di Wisata Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/damri-standbykan-delapan-angkutan-gratis-di-wisata-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2020 09:38:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[DAMRI]]></category>
		<category><![CDATA[wisata banyuwangi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126253</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi – Kementerian Perhubungan bersama Perum Damri, telah menyediakan layanan angkutan wisata gratis rute ke Taman Nasional (TN) Alas Purwo, Pantai Pulau Merah, Kawah Ijen, dan TN Baluran. Sejumlah titik tujuan tersebut, merupakan kawasan wisata yang ada di wilayah Banyuwangi. General Manager Damri Banyuwangi, Resta Mahardika, mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan perintah dari Direktorat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> – Kementerian Perhubungan bersama Perum Damri, telah menyediakan layanan angkutan wisata gratis rute ke Taman Nasional (TN) Alas Purwo, Pantai Pulau Merah, Kawah Ijen, dan TN Baluran. Sejumlah titik tujuan tersebut, merupakan kawasan wisata yang ada di wilayah Banyuwangi.</p>
<p>General Manager Damri Banyuwangi, Resta Mahardika, mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan perintah dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) akibat pandemi covid-19.</p>
<p>Perintah tersebut, yakni agar Damri menyediakan armada angkutan gratis bagi wisatawan pada kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) di Banyuwangi.</p>
<p>“Program ini sudah jalan sejak 15 Oktober 2020 lalu dan akan berlanjut hingga akhir tahun,” kata Resta.<br />
Untuk memuluskan program itu, Damri menyiapkan delapan armada. Yakni, empat unit medium bus masing-masing berkapasitas 20 orang dan empat unit Hiace berkapasitas 14 orang per armada.</p>
<p>“Layanan ini setiap hari ada dan gratis. Untuk penumpang, tidak dikenakan biaya apapun. Sementara untuk operasionalnya, menggunakan standar protokol kesehatan covid. Jadi, baik petugas maupun penumpang wajib dicek suhu tubuhnya, menggunakan masker, jaga jarak, dan rutin menggunakan hand sanitizer. Ini wajib dilakukan agar kita semua terhindar dari covid-19,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Secara teknis, ungkapnya, angkutan wisata gratis ini akan berangkat dari halaman parkir Taman Sritanjung menuju 4 destinasi. Yakni, Taman Nasional (TN) Alas Purwo, Pantai Pulau Merah, Kawah Ijen dan Taman Nasional Baluran.</p>
<p>&#8220;Penumpang silakan mendaftar ke petugas. Saat ini kami tengah menyiapkan aplikasi pendaftaran online-nya. Kedepannya, penumpang cukup mendaftar lewat Damri Apps, untuk menyesuaikan jadwal dan kuota yang ada,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ada pun jadwal untuk sejumlah rute, yakni untuk rute Kawah Ijen, berangkat pukul 09.00 WIB, 15.00 WIB, 21.30 WIB. Untuk pulangnya, sekitar pukul 09.00 WIB, 15.00 WIB, 21.30 WIB. Sedangkan rute Baluran, berangkat sekitar 07.30 WIB, 12.00 WIB, 15.00 WIB dan pulang sekitar pukul 09.00 WIB, 11.00 WIB, 17.00 WIB. Rute TN Alas Purwo, mulai berangkat pukul 07.00 WIB, 08.30 WIB dan pulang sekitar pukul 14.30 WIB, 15.30 WIB.</p>
<p>“Rute Pulau Merah ada dua, yakni berangkat pukul 09.00 WIB dan 11.00 WIB. Kepulangan sekitar pukul 15.00 WIB dan 17.00 WIB,” ujar Resta.</p>
<p>Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda, menanggapi hal itu sangat menyambut baik program Kemenhub. Dengan layananbtersebut, diharapkan bisa mendorong geliat ekonomi lewat sektor pariwisata daerah. <strong>(kom/sit)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126253</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Damri Tawarkan Harga &#8216;Murah&#8217; Pengunjung Bromo</title>
		<link>https://memontum.com/damri-tawarkan-harga-murah-pengunjung-bromo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2020 07:40:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[DAMRI]]></category>
		<category><![CDATA[gunung bromo]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Murah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=124401</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Akses menuju tempat wisata Gunung Bromo, dipastikan kian mudah dan murah. Itu karena, pemerintah akan mensiapkan layanan transportasi dengan menggunakan Bus Damri, guna menjangkau lokasi wisata itu. Perencanaan ini, sebenarnya sudah dicanangkan sejak awal Tahun 2019, oleh Pemerintah Pusat sebagai layanan akomodasi ke 10 destinasi di Indonesia. Khusus Kota Malang, tepatnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Akses menuju tempat wisata Gunung Bromo, dipastikan kian mudah dan murah. Itu karena, pemerintah akan mensiapkan layanan transportasi dengan menggunakan Bus Damri, guna menjangkau lokasi wisata itu.</p>
<p>Perencanaan ini, sebenarnya sudah dicanangkan sejak awal Tahun 2019, oleh Pemerintah Pusat sebagai layanan akomodasi ke 10 destinasi di Indonesia. Khusus Kota Malang, tepatnya destinasi Gunung Bromo, mulai berjalan sejak 1 Maret 2020.</p>
<p>Informasi itu, disampaikan General Manager Damri Kota Malang, Zuryani, saat diwawancarai awak media di Terminal Madyopuro, menjelang akhir pekan kemarin (23/9). Dirinya menjelaskan, bahwa berdasarkan data survey, jumlah pengunjung destinasi wisata Indonesia, tiap bulan mencapai 1600 orang. Karena alasan itu, pemerintah mendorong untuk mewujudkan keinginan masyarakat, yang hendak berkunjung ke Gunung Bromo, dengan mudah dan biaya terjangkau.</p>
<p>&#8220;Seperti yang kita tahu, Bromo merupakan salah satu tujuan objek wisata di Indonesia dan Gunung Bromo merupakan salah satu destinasi dari 10 destinasi Indonesia yang terpilih untuk dilayani angkutan KSPN atau Kawasan Strategis Pusat atau Nasional,&#8221; kata wanita kelahiran Kota Mataram itu.</p>
<p>Ditambahkan, karena saat ini masih masa pandemi Covid-19 dan jumlah pengunjung dibatasi, maka membuat jumlah penumpang tidak terlalu banyak. Dari data sementara, berada di kisaran 100 sampai 150 pengunjung. &#8220;Kita tetap optimis untuk meningkatkan kunjungan wisata dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,&#8221; lanjut Zuryani.</p>
<p>Disinggung mengenai jalur penjemputan, dirinya mengurai, saat ini ada beberapa titik penjemputan. Diantaranya, Kota Malang, Abdur Rahman Saleh, Stasiun Gubeng, Stasiun Pasar Turi, Juanda dan perbatasan Probolinggo.</p>
<p>&#8220;Kedepan, kita juga akan buka penjemputan dari Batu. Khusus yang Batu, tinggal menunggu waktu. Karena, alasan titik penjemputan di sana dibuat, untuk melayani permintaan dari masyarakat di sana (Batu),&#8221; tuturnya.</p>
<p>Masih menurut Zuryani, untuk biaya penjemputan, seperti dari Juanda-Surabaya, dikenakan biaya Rp 46 ribu. Sedangkan dari Pasar Turi, dikenakan biaya Rp 50 ribu. &#8220;Penumpang akan diantar sampai rest area Tosari. Dari situ, pengunjung bisa meneruskan naik kendaraan yang disiapkan masyarakat, untuk ke Gunung Bromo,&#8221; tambahnya. <strong>(mg1/sit)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">124401</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
