<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>dapat &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dapat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Jul 2023 08:31:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>dapat &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pertahankan Nilai Cagar Budaya, Pesawat Mig 17 Fresco di Kota Malang dapat Pemeliharaan Rutin</title>
		<link>https://memontum.com/pertahankan-nilai-cagar-budaya-pesawat-mig-17-fresco-di-kota-malang-dapat-pemeliharaan-rutin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jul 2023 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cagar]]></category>
		<category><![CDATA[dapat]]></category>
		<category><![CDATA[fresco]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[nilai]]></category>
		<category><![CDATA[pemeliharaan]]></category>
		<category><![CDATA[pertahankan]]></category>
		<category><![CDATA[pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[rutin]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193047</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Objek yang Diduga Cagar Budaya (ODCB), yakni monumen pesawat Mig 17 Fresco TNI AU yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, kini dilakukan maintenance (pemeliharaan,red) oleh jajaran Pemkot Malang, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), Skadron Teknik (Skatek) 022 Lanud Abdurahman Saleh dan Polri, Rabu (12/07/2023) tadi. Sekretaris TACB, Rakai Hinno Galeswangi, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Objek yang Diduga Cagar Budaya (ODCB), yakni monumen pesawat Mig 17 Fresco TNI AU yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, kini dilakukan maintenance (pemeliharaan,red) oleh jajaran Pemkot Malang, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), Skadron Teknik (Skatek) 022 Lanud Abdurahman Saleh dan Polri, Rabu (12/07/2023) tadi.</p>



<p>Sekretaris TACB, Rakai Hinno Galeswangi, menyampaikan jika monumen pesawat tersebut telah berusia lebih dari 50 tahun dan tentunya memiliki nilai-nilai penting perjuangan dan patriotisme. &#8220;Kalau kita runtut dari historisnya dahulu, intinya ini bukti antara Indonesia dan Soviet menjalin kerja sama yang bagus. Salah satunya, yakni ada andil bagi kejayaan bangsa kita karena ikut kegiatan operasi Dwi Kora dan berperan langsung secara aktif,” ujar Rakai saat di lokasi tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkan jika untuk pemeliharaan dari masing-masing ODCB sendiri juga bermacam-macam. Jika pada pesawat tersebut, yang terbuat dari besi maka pemeliharaannya sendiri dari Skatek 022 Lanud Abd Saleh, karena kalau dibebankan pada pihak lain akan keliru atau salah.</p>



<p>“Pembersihan pada ODCB itu istilahnya konservasi dan itu macam-macam. Tergantung dari bendanya. Kalau batu ada sendiri pemeliharaannya, kalau ini dari besi juga ada sendiri. Makanya sinergitas seperti ini yang kita butuhkan,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Waktu ideal untuk dilakukan pemeliharaan ODCB sendiri, menurutnya yaitu satu tahun sekali. Dengan melibatkan semua pihak yang ada, Rakai berharap jika monumen tersebut dapat membangun nilai-nilai historis, nilai edukasi yang ada di Kota Malang.</p>



<p>“Pemeliharaan monumen pesawat ini rutin dilakukan. Cuma baru kali ini melibatkan TACB,” ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, Kasi Lamja Skatek 022 Lanud Abd Saleh, Kapten Deddy Yahya Khristanto, menyampaikan bahwa pemeliharaan tersebut bukan momen pertama kali yang dilakukan. Namun, rutin setiap tahunnya.</p>



<p>“Pada hari ini kami melibatkan 22 personel dari Skatek 022 yang turun secara langsung melakukan pemeliharaan ini. 20 orang anggota dan 2 orang perwira. Ini rutin kita lakukan,” ujar Kapten Deddy Yahya.</p>



<p>Untuk pemeliharaan yang dilakukan pun juga tidak berhenti sampai pada monumen pesawat tersebut saja. Namun, juga dilakukan pemeliharaan pada monumen yang lainnya.</p>



<p>“Di Kota Batu juga sudah kita survey dan rencananya akan kami lakukan perawatan monumen pesawat di tanggal 13 Juli besok. Ada treatment tertentu tapi kita sesuaikan kondisinya dengan prosedur yang ada di kita,” tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya monumen tersebut termasuk salah satu situs budaya maupun sejarah yang harus dilestarikan dan diabadikan. Sehingga, pihaknya berharap kedepan para generasi muda bisa mengetahui sejarah monumen tersebut.</p>



<p>“Harapannya bisa merangkul generasi mudah untuk mengetahui sejarahnya monumen ini dan juga supaya kita bisa meregenerasi insan dirgantara terutama yang ada di Kota Malang,” imbuh Kapten Deddy.<strong> (rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193047</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hari Bhayangkara Ke-77, Mbah Sriana dapat Bangunan Rumah Baru dari Polresta Malang Kota</title>
		<link>https://memontum.com/hari-bhayangkara-ke-77-mbah-sriana-dapat-bangunan-rumah-baru-dari-polresta-malang-kota</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jun 2023 09:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[baru]]></category>
		<category><![CDATA[bhayangkara]]></category>
		<category><![CDATA[dapat]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[ke-77,]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mbah]]></category>
		<category><![CDATA[polresta]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[sriana]]></category>
		<category><![CDATA[uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192186</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wajah bahagia terpancar dari Nenek Sriana (75), warga Jalan Bandulan Gang IV RT09 RW03, Kecamatan Sukun, Kota Malang, saat didatangi Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, Jumat (30/06/2023) siang. Bagaimana tidak, menjelang Hari Bhayangkara Ke-77, dirinya mendapat bangunan baru hasil Program Bedah Rumah Polresta Malang Kota. Proses pembangunannya sendiri, terbilang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wajah bahagia terpancar dari Nenek Sriana (75), warga Jalan Bandulan Gang IV RT09 RW03, Kecamatan Sukun, Kota Malang, saat didatangi Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, Jumat (30/06/2023) siang. Bagaimana tidak, menjelang Hari Bhayangkara Ke-77, dirinya mendapat bangunan baru hasil Program Bedah Rumah Polresta Malang Kota.</p>



<p>Proses pembangunannya sendiri, terbilang cukup cepat. Sebab pada Jumat (16/06/2023) lalu, rumahnya masih rata dengan tanah dan sekarang sudah berdiri kokoh menjadi bangunan layak huni.</p>



<p>Janda istri pensiunan polisi ini, sama sekali tidak menyangka di masa tuanya bakal memiliki bangunan rumah baru. Apalagi, perabotannya seperti beberapa kasur springbed dan beberapa barang lainnya, juga dibawakan langsung oleh Kombes Pol Budi Hetmanto dan anggota.</p>



<p>Nenek Sriana terlihat tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang perduli dengannya. &#8220;Almarhum suami saya dahulu, adalah polisi di Malang. Saya sangat bahagia. Terima kasih kepada Pak Kapolresta dan pihak-pihak yang telah peduli dengan saya,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Rasa bahagia juga dirasakan pasangan Roni Wijaya (45) dan Widyawati (30), yang rumahnya juga berada tidak jauh dari Nenek Sriana. Dirinya juga memiliki bangunan rumah baru dari Program bedah rumah Polresta Malang Kota.</p>



<p>Bahkan, Widyawati terlihat beberapa kali meneteskan air mata saat bertemu dengan Kombes Pol Budi Hermanto dan beberapa pihak swasta yang ikut membangunkan rumahnya. Sehingga, sekarang menjadi rumah layak huni yang lebih baik.</p>



<p>Kebahagiaan serupa, juga dirasakan Suwadi, warga Jalan Klayatan Gang III, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Dirinya terlihat bahagia saat didatangi Kombes Pol Budi Hermanto. Pria ini, juga mendapatkan program bedah rumah. Kini, rumahnya terlihat kokoh dengan berisikan barang-barang baru.</p>



<p>Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan bahwa bedah rumah yang dilakukan adalah rangkaian Hari Bhayangkara Ke-77. Kegiatan itu adalah hasil kerja sama pihak kepolisian dan beberapa pihak swasta.</p>



<p>&#8220;Ada tiga bedah rumah. Rumah Pak Suwadi sudah selesai 100 persen. Rumah Bu Sriana masih kurang pada MCK. Lalu, rumah Pak Roni sudah selesai dan tinggal mengeluarkan barang-barangnya yang lama. Untuk Masjid yang di Klayatan Gang III, akan dilakukan pengecoran di bagian atap,&#8221; jelas Kombes Pol Budi Hermanto.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa pihaknya juga sangat memperhatikan ventilasi rumah. Memastikan rumah tersebut layak huni dan menjadi rumah sehat. &#8220;Kami membangun bukan karena rumah mereka sebelumnya tidak layak, namun kami bangun agar lebih sehat,&#8221; jelasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192186</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jalin Kerja Sama PKN STAN, Pemkab Jember Dapat Kuota 10 Calon Mahasiswa Jalur Pembibitan</title>
		<link>https://memontum.com/jalin-kerja-sama-pkn-stan-pemkab-jember-dapat-kuota-10-calon-mahasiswa-jalur-pembibitan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jun 2023 13:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[calon]]></category>
		<category><![CDATA[dapat]]></category>
		<category><![CDATA[jalin]]></category>
		<category><![CDATA[jalur]]></category>
		<category><![CDATA[kerja,]]></category>
		<category><![CDATA[kuota]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[pembibitan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[PKN]]></category>
		<category><![CDATA[sama]]></category>
		<category><![CDATA[STAN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192073</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten Jember menjalin kerja sama dengan Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN dalam rangka penerimaan mahasiswa baru jalur pembibitan. Penandatanganan kerja sama, dilakukan langsung Bupati Jember, Hendy Siswanto dan Direktur PKN STAN, Rahmadi Murwanto di Pendopo Wahyawibawagraha Jember, Senin (26/06/2023) tadi. Seusai pelaksanaan acara, Bupati Hendy menyampaikan bahwa Kabupaten Jember akan mendapatkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Jember menjalin kerja sama dengan Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN dalam rangka penerimaan mahasiswa baru jalur pembibitan. Penandatanganan kerja sama, dilakukan langsung Bupati Jember, Hendy Siswanto dan Direktur PKN STAN, Rahmadi Murwanto di Pendopo Wahyawibawagraha Jember, Senin (26/06/2023) tadi.</p>



<p>Seusai pelaksanaan acara, Bupati Hendy menyampaikan bahwa Kabupaten Jember akan mendapatkan kuota 10 calon mahasiswa PKN STAN, untuk jalur pembibitan. “Para pelajar Jember dapat kesempatan masuk ke PKN STAN jalur pembibitan. Tentunya, kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” kata Bupati Hendy Siswanto.</p>



<p>Bupati Hendy menambahkan bahwa melalui kerja sama ini, pelajar dari Jember akan mendapatkan prioritas. Namun, itu  tidak serta merta dapat diterima begitu saja. Tetapi, harus melalui semua rangkaian yang telah ditetapkan oleh pihak PKN STAN.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati Hendy berharap, bahwa pelajar Jember dapat meraih kuota 10 calon mahasiswa. “Kalau sudah diterima, nantinya tentu jangan dilupakan Jember. Jadi, harus janji lulus dari PKN STAN, kemudian mau mengabdi di Jember,” tambah Bupati Hendy.</p>



<p>Sekedar diketahui, jalur pembibitan adalah jalur penerimaan mahasiswa baru lulusan pendidikan menengah atas. Baik itu di bawah Kemendikbudristek dan Kementerian Agama, melalui mekanisme kerja sama PKN STAN dengan pemerintah daerah.</p>



<p>Nantinya, mahasiswa yang telah dinyatakan lulus pendidikan dari sekolah kedinasan di bawah naungan Kementerian Keuangan, itu akan ditempatkan pada instansi pemerintah daerah asal. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192073</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
