<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>dealer &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dealer/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Dec 2023 09:44:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>dealer &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pelaku Pembunuhan di Lokasi Bekas Dealer Kota Malang Terungkap</title>
		<link>https://memontum.com/pelaku-pembunuhan-di-lokasi-bekas-dealer-kota-malang-terungkap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Dec 2023 05:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[dealer]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[terungkap,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202605</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang kakek berinisial ST atau Sutomo (71), yang bekerja sebagai pengamen, warga Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, dibekuk petugas Polresta Malang Kota. Tersangka ditangkap, karena diduga sebagai pelaku tunggal kasus pembunuhan terhadap pria yang dikenal bernama Madi, di depan bekas dealer motor di Jalan Karel Sadsuitubun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang kakek berinisial ST atau Sutomo (71), yang bekerja sebagai pengamen, warga Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, dibekuk petugas Polresta Malang Kota. Tersangka ditangkap, karena diduga sebagai pelaku tunggal kasus pembunuhan terhadap pria yang dikenal bernama Madi, di depan bekas dealer motor di Jalan Karel Sadsuitubun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Senin (27/11/2023) dini hari.</p>



<p>Terungkapnya kasus ini, setelah petugas Polsek Sukun dan Polresta Malang Kota, melakukan pemeriksaan terhadap para saksi. Dari sinilah, akhirnya terungkap dari salah satu saksi yakni Sutomo, adalah pelaku yang telah tega menghabisi nyawa Madi dengan cara memukul pelipis dan kepala belakang Madi dengan menggunakan batu paving.</p>



<p>Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto, menjelaskan kronologi ungkap kasus tersebut. &#8220;Saat kami temukan, korban diduga sudah meninggal 6 sampai 7 jam sebelumnya. Ada delapan saksi yang kami periksa. Dari pemeriksaan itu, mengerucut menemukan tersangkanya,&#8221; ujar Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto, Jumat (01/12/2023) tadi.</p>



<p>Saat menjadi saksi, ST sempat membuat keterangan bohong. Dirinya mengatakan, bahwa korban memiliki masalah dengan seseorang warga Dampit, Kabupaten Malang. Sehingga terjadi perselisihan. ST juga cerita akibat perselisihan tersebut, kepala korban dipukul dengan menggunakan linggis. Namun petugas tidak percaya begitu saja.</p>



<p>&#8220;Ada kejanggalan-kejanggalan terhadap cerita tersangka. Kita dalami hingga ST kita ketahui sebagai pelakunya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dijelaskan Kompol Danang, bahwa sebelumnya, korban sempat membeli HP seharga Rp 200 ribu. Korban sendiri hanya memiliki uang Rp 170 ribu. Sehingga kekurangannya yakni Rp 30 ribu, meminjam kepada tersangka.</p>



<p>Kejadian bermula pada Senin (27/11/2023) dini hari, korban Madi curhat kepada tersangka, kalau HP yang dibelinya tidak sesuai yang diharapkan. &#8220;Di saat itulah, korban ingin mengembalikan HP tersebut ke penjual, karena kondisinya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Lalu, tersangka ST ini menasehati korban, namun dibalas korban dengan kata-kata yang membuatnya tersinggung,&#8221; urainya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari situ, ujarnya, kemudian membuat tersangka emosi. Sehingga, langsung mengambil paving dan memukulkannya dua kali ke kepala korban hingga tewas bersimbah darah. Usai memukul, tersangka mengambil uang Rp 15 ribu serta rokok dua batang milik korban.</p>



<p>&#8220;Usai melakukan pembunuhan, tersangka kemudian mencuci paving tersebut dengan bersih untuk menghilangkan jejak,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Atas perbuatannya tersebut, tersangka ST terancam mendekam di penjara dalam waktu yang lama. &#8220;Tersangka ST dijerat dengan Pasal 338 KUHP subsider Pasal 340 KUHP atau Pasal 351 ayat 3 KUHP. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup,&#8221; terangnya.</p>



<p>Disinggung terkait identitas korban, hingga kini Satreskrim Polresta Malang Kota, masih berupaya melakukan identifikasi. &#8220;Dari informasi yang kami dapat, korban diduga berasal dari Banyumas, Jawa Tengah. Namun saat identifikasi memakai alat Mambis, ternyata tidak tercatat. Kami masih terus melakukan pencarian identitas korban,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang pria yang dikenal dengan nama Madi, ditemukan tewas bersimbah darah di depan bekas dealer motor di Jalan Karel Sadsuitubun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Senin (27/11/2023) pagi. Belum diketahui secara pasti penyebabnya, namun di sekitaran Madi tergeletak, banyak terdapat genangan darah. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202605</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bus Karina Double Deaker Trayek Jakarta-Madura Terbakar di Pamekasan</title>
		<link>https://memontum.com/bus-karina-double-deaker-trayek-jakarta-madura-terbakar-di-pamekasan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Nov 2023 03:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pamekasan]]></category>
		<category><![CDATA[deaker]]></category>
		<category><![CDATA[dealer]]></category>
		<category><![CDATA[double]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta-madura]]></category>
		<category><![CDATA[karina]]></category>
		<category><![CDATA[Terbakar]]></category>
		<category><![CDATA[Trayek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202398</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pamekasan &#8211; Bus Karina Double Deaker jurusan Jakarta &#8211; Madura, ludes terbakar di Jalan Raya Jokotole, Kelurahan Barurambat Kota, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Selasa (28/11/2023) pukul 04.00. Bus dengan Nomor Polisi B 7036 PRN, yang dikemudikan oleh Henki Narfii (34), warga asal Buntung Bengkong Batam, Kepulauan Riau, itu rencananya akan perjalanan ke Kabupaten Sumenep [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Pamekasan</strong> &#8211; Bus Karina Double Deaker jurusan Jakarta &#8211; Madura, ludes terbakar di Jalan Raya Jokotole, Kelurahan Barurambat Kota, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Selasa (28/11/2023) pukul 04.00. Bus dengan Nomor Polisi B 7036 PRN, yang dikemudikan oleh Henki Narfii (34), warga asal Buntung Bengkong Batam, Kepulauan Riau, itu rencananya akan perjalanan ke Kabupaten Sumenep Madura dari Jakarta.</p>



<p>Sopir Bus, Henki, mengatakan bahwa sebelumnya kondisi bus dalam keadaan stabil. Namun, sesampai di Simpang Empat Jalan Jokotole Pamekasan, dirinya melihat ada asap yang keluar dari bagian tengah bus.</p>



<p>&#8220;Bus kemudian saya parkir di pinggir jalan sebelah Utara, lalu saya cek dan ternyata ada api. Sempat dipadamkan menggunakan Apar, namun api semakin membesar,&#8221; ujarnya, Selasa (28/11/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Sementara itu, Kasatlantas Polres Pamekasan melalu Kasi Humas Polres Pamekasan, Iptu Sri Sugiarto, mengatakan bahwa bus tersebut ditumpangi tiga orang yang hendak menuju ke Kabupaten Sumenep. Hanya saja, di tengah perjalanan mengalami kebakaran.</p>



<p>&#8220;Bus itu hanya berisi tiga orang, sopir atas nama Henki Narfii, Kondektur Bus, Warsidi dan sopir cadangan, Abdul Mutollib,&#8221; katanya.</p>



<p>Menurut Iptu Sri, anggota piket fungsi Polres Pamekasan mendengar laporan adanya kebakaran itu, kemudian menghubungi pemadam kebakaran (Damkar) Pamekasan. Petugas kemudian tiba di lokasi melakukan pemadaman.</p>



<p>&#8220;Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian materil ditafsir mencapai Rp 2 miliar. Sementara, hasil olah TKP serta keterangan saksi dan bukti, kebakaran bus diduga disebabkan karena korsleting mesin,&#8221; tambahnya.<strong>&nbsp;(azm/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202398</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seorang Pria di Kota Malang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Depan Bekas Dealer</title>
		<link>https://memontum.com/seorang-pria-di-kota-malang-ditemukan-tewas-bersimbah-darah-di-depan-bekas-dealer</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Nov 2023 11:24:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bersimbah]]></category>
		<category><![CDATA[dealer]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202376</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang pria yang dikenal dengan nama Madi, ditemukan tewas bersimbah darah di depan bekas dealer motor di Jalan Karel Sadsuitubun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Senin (27/11/2023) tadi. Belum diketahui secara pasti penyebabnya, namun di sekitaran Madi tergeletak banyak didapati darah. Informasi Memontum.com, bahwa warga sekitar tidak ada yang mengenal jelas identitas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Seorang pria yang dikenal dengan nama Madi, ditemukan tewas bersimbah darah di depan bekas dealer motor di Jalan Karel Sadsuitubun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Senin (27/11/2023) tadi. Belum diketahui secara pasti penyebabnya, namun di sekitaran Madi tergeletak banyak didapati darah.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa warga sekitar tidak ada yang mengenal jelas identitas dan alamat korban. Namun sehari-harinya, warga sekitar mengetahui hanya nama panggilannya saja, yakni Madi. Sementara jenazahnya , ditemukan dalam kondisi tergeletak memakai pakaian lengkap dan bersarung. Darah tersebut, diduga berasal dari area kepala Madi.</p>



<p>Terang saja, penemuan jenazah Madi ini membuat geger warga sekitar. Apalagi, banyak genangan darah hingga ada dugaan Madi tewas dalam kondisi tidak wajar. Kejadian ini, selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sukun hingga diteruskan ke Polresta Malang Kota.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Jenazah Madi kemudian dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang untuk diautopsi. Sementara itu, petugas kepolisian juga memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian. Petugas kepolisian masih terus melakukan penyelidikan.</p>



<p>Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto, membenarkan penemuan jenazah tersebut. &#8220;Iya, memang benar. Ditemukan jenazah pria tanpa identitas dengan luka di atas telinga dan pelipis. Dari informasi sementara yang kami dapat, korban biasa dipanggil dengan nama Madi. Untuk usianya, perkiraan 50 tahun lebih,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dirinya menjelaskan, bahwa luka yang dialami korban disebabkan karena benturan benda keras. &#8220;Lukanya tersebut, akibat benturan benda keras. Kami masih melakukan penyelidikan,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202376</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
