<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>deflasi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/deflasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Feb 2026 10:50:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>deflasi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kota Malang Alami Deflasi 0,10 Persen di Januari 2026</title>
		<link>https://memontum.com/kota-malang-alami-deflasi-010-persen-di-januari-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 05:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[deflasi]]></category>
		<category><![CDATA[januari]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230002</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Inflasi Januari 2026 di Kota Malang mengalami deflasi sebesar 0,10 persen month to month (mtm). Angka tersebut, tercatat lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat inflasi 0,56 persen (mtm). Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Indra Kuspriyadi, menyampaikan bahwa hal itu berdasarkan dari rilis Badan Pusat Statistik (BPS). Meski terjadi deflasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Inflasi Januari 2026 di Kota Malang mengalami deflasi sebesar 0,10 persen month to month (mtm). Angka tersebut, tercatat lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat inflasi 0,56 persen (mtm).</p>



<p>Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Indra Kuspriyadi, menyampaikan bahwa hal itu berdasarkan dari rilis Badan Pusat Statistik (BPS). Meski terjadi deflasi bulanan, inflasi tahunan Kota Malang masih tercatat sebesar 3,33 persen year on year (yoy).</p>



<p>“Inflasi tahunan Kota Malang berada sedikit di atas inflasi Jawa Timur yang sebesar 3,29 persen (yoy), namun masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,55 persen (yoy),” ujar Indra, Kamis (05/02/2026) tadi.</p>



<p>Deflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari 2026 terutama didorong oleh penurunan harga kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau dengan andil deflasi sebesar 0,34 persen (mtm). Sejumlah komoditas pangan menjadi penahan utama laju harga, antara lain cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang merah.</p>



<p>&#8220;Masing-masing komoditas tersebut memberikan andil deflasi sebesar -0,07 persen, -0,07 persen, -0,07 persen, -0,06 persen dan -0,05 persen (mtm),&#8221; tambahnya.</p>



<p>Menurut Indra, penurunan harga daging dan telur ayam ras dipengaruhi oleh lancarnya pasokan serta berkurangnya permintaan pasca momen Natal dan Tahun Baru. Sementara itu, turunnya harga komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah seiring dengan terjaganya pasokan di tengah musim panen raya di sentra produksi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Namun, deflasi yang lebih dalam tertahan oleh sejumlah komoditas yang masih mencatatkan inflasi. Di antaranya emas perhiasan dengan andil inflasi sebesar 0,22 persen (mtm), diikuti jeruk (0,03 persen), kontrak rumah (0,02 persen), bawang putih (0,02 persen), serta apel (0,01 persen).</p>



<p>“Kenaikan harga emas perhiasan sejalan dengan tren kenaikan harga emas dunia. Sementara kenaikan tarif kontrak rumah dipicu oleh pemberlakuan tarif baru oleh pemilik rumah di awal tahun,” jelasnya.</p>



<p>Adapun kenaikan harga jeruk dan apel dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan. Sementara itu, tekanan harga bawang putih terjadi karena belum terealisasinya impor bawang putih pada Januari, di mana sekitar 90–95 persen kebutuhan nasional masih bergantung pada impor.</p>



<p>Meski begitu, Indra menegaskan bahwa tekanan inflasi Kota Malang masih terkendali dan berada dalam rentang sasaran. Hal ini tidak lepas dari koordinasi solid Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui sinergi lintas sektor.</p>



<p>&#8220;Sejumlah langkah pengendalian inflasi yang telah dilakukan TPID antara lain capacity building TPID pada 29–30 Januari 2026 bersama Bank Indonesia Jawa Timur, pemantauan harga bahan pangan pokok, serta keikutsertaan dalam rapat koordinasi TPID mingguan bersama Kementerian Dalam Negeri,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut, untuk menghadapi potensi tekanan inflasi pada periode Imlek dan Ramadhan, TPID Kota Malang akan meningkatkan intensitas pemantauan harga dan siap menggelar operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.</p>



<p>“Sinergi kebijakan antara pemerintah pusat, daerah, dan Bank Indonesia akan terus diperkuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) serta penguatan program 4K, agar inflasi tetap terjaga pada sasaran 2,5 ± 1 persen (yoy),” imbuh Indra. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230002</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penurunan Harga Bawang Merah, Cabai Rawit dan Telur Ayam Ras Bawa Lumajang Deflasi selama Februari</title>
		<link>https://memontum.com/penurunan-harga-bawang-merah-cabai-rawit-dan-telur-ayam-ras-bawa-lumajang-deflasi-selama-februari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Feb 2025 09:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Bawang]]></category>
		<category><![CDATA[deflasi]]></category>
		<category><![CDATA[februari,]]></category>
		<category><![CDATA[merah,]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan]]></category>
		<category><![CDATA[selama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219433</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kabupaten Lumajang menunjukkan tren harga yang relatif terkendali sepanjang 2024, dengan indeks perkembangan harga (IPH) lebih banyak mengalami deflasi dibanding inflasi. Dari 12 bulan, tujuh di antaranya tercatat mengalami penurunan harga. Memasuki awal 2025, tren inflasi sempat mendominasi di Januari, tetapi kembali terkendali dengan deflasi yang terjadi selama dua minggu berturut-turut di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Kabupaten Lumajang menunjukkan tren harga yang relatif terkendali sepanjang 2024, dengan indeks perkembangan harga (IPH) lebih banyak mengalami deflasi dibanding inflasi. Dari 12 bulan, tujuh di antaranya tercatat mengalami penurunan harga.</p>



<p>Memasuki awal 2025, tren inflasi sempat mendominasi di Januari, tetapi kembali terkendali dengan deflasi yang terjadi selama dua minggu berturut-turut di Februari. Badan Pusat Statistik (BPS) Lumajang mencatat bahwa kenaikan harga beras, cabai rawit dan cabai merah, menjadi faktor utama inflasi di Januari, dengan angka yang masih terjaga di bawah tiga persen.</p>



<p>“Inflasi Januari tertinggi ada di minggu kelima, yaitu 2,86 persen. Namun, angkanya masih dalam batas wajar,” kata Statistisi Madya BPS Lumajang, Yudi Kurnain, Selasa (18/02/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebaliknya, awal Februari membawa kabar baik dengan dua minggu berturut-turut mengalami deflasi. Penurunan harga bawang merah, cabai rawit, dan telur ayam ras menjadi faktor utama yang membuat harga lebih stabil. “Minggu pertama Februari deflasi 1,14 persen, dan di minggu kedua 1,17 persen,” tambah Yudi.</p>



<p>Pemantauan harga melalui IPH, dilakukan setiap minggu di pasar-pasar utama Lumajang, meskipun kabupaten ini tidak termasuk dalam delapan daerah di Jawa Timur yang menghitung inflasi dengan metode Indeks Harga Konsumen (IHK). “Kami tetap bisa memantau fluktuasi harga lewat IPH yang mengukur 20 komoditas pangan di pasar-pasar kredibel Lumajang,” jelas Yudi.</p>



<p>Dengan adanya deflasi di awal Februari, diharapkan stabilitas harga terus berlanjut sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Pemerintah bersama pihak terkait akan terus memantau dan mengupayakan kestabilan harga kebutuhan pokok agar tetap terjangkau bagi masyarakat. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219433</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ingin Investasi Aman dari Inflasi dan Deflasi, OCBC Indonesia Tawarkan Tabungan Emas</title>
		<link>https://memontum.com/ingin-investasi-aman-dari-inflasi-dan-deflasi-ocbc-indonesia-tawarkan-tabungan-emas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Nov 2024 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[deflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tabungan]]></category>
		<category><![CDATA[tawarkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216970</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Situasi yang tak menentu seperti sekarang, cenderung memicu inflasi hingga deflasi. Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam suatu perekonomian selama periode waktu tertentu. Ketika inflasi terjadi, daya beli mata uang menurun, yang berarti konsumen perlu mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli barang dan jasa yang sama. Sedangkan deflasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Situasi yang tak menentu seperti sekarang, cenderung memicu inflasi hingga deflasi.</p>



<p>Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam suatu perekonomian selama periode waktu tertentu. Ketika inflasi terjadi, daya beli mata uang menurun, yang berarti konsumen perlu mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli barang dan jasa yang sama.</p>



<p>Sedangkan deflasi adalah keadaan yang menunjukkan daya beli uang meningkat dalam angka tertentu. Dalam artian sederhana, deflasi yaitu penurunan harga barang dan jasa.</p>



<p>Jika kita memiliki uang atau kekayaan tertentu, inflasi maupun deflasi yang terjadi terus menerus dalam jangka waktu lama, maka akan sangat merugikan. Kalau terjadi inflasi, maka nilai uang kita menurun. Sebaliknya, kalau terjadi deflasi, mata uang kita naik karena semua harga barang dan jasa jadi jauh lebih murah.</p>



<p>Salah satu aset yang telah lama dianggap sebagai perlindungan terhadap inflasi, adalah emas. Emas sendiri, saat ini juga menjadi pilihan bagi investor dalam menjaga stabilitas nilai kekayaan di tengah ketidakpastian ekonomi. Emas memiliki kemampuan unik untuk mempertahankan nilai kekayaan dari inflasi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ketika harga aset-aset lain cenderung naik, emas dapat berfungsi sebagai penyimpan nilai yang tetap. Investasi dalam emas memberikan jaminan bahwa setelah kalian menghitung inflasi, nilai kekayaan tidak akan tergerus oleh penurunan daya beli mata uang akibat inflasi.</p>



<p>Dalam situasi deflasi, harga emas bisa turun. Namun, emas tetap menjadi aset lindung nilai yang relatif stabil dalam lingkungan deflasi ini.</p>



<p>Untuk melakukan investasi emas, kalian kini bisa memanfaatkan fasilitas yang diberikan perbankan. Sebut saja, OCBC Indonesia yang sudah memiliki produk tabungan emas. Selain tabungan biasa, juga ada tabungan berjangka hingga deposito. Tentunya, produk dari OCBC Indonesia ini bisa kalian manfaatkan untuk investasi emas.</p>



<p>Apa saja sih keuntungan tabungan emas di OCBC Indonesia? Mengutip dari web resmi <a href="http://www.ocbc.id" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><mark style="background-color:#ffffff" class="has-inline-color has-vivid-red-color">OCBC</mark></a>, kalian bisa menabung emas mulai nilai Rp 10 ribu. Tabungan sangat aman karena fisik emas 100 persen dijamin oleh pegadaian. Proses jual beli emas sangat mudah karena ada fasilitas online di mobile OCBC.</p>



<p>Keuntungan lain tabungan emas di OCBC, tentunya terlindungi dari suasana deflasi dan inflasi. Memiliki risiko rendah karena tidak memiliki penyusutan dalam jangka panjang, tabungan emas bisa dicetak menjadi emas batangan di Pegadaian dan ada bonus saldo emas hingga Rp 250 ribu. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216970</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kota Malang Alami Deflasi 0,14 Persen, Pj Wali Kota Iwan Sebut Inflasi Tetap Terkendali</title>
		<link>https://memontum.com/kota-malang-alami-deflasi-014-persen-pj-wali-kota-iwan-sebut-inflasi-tetap-terkendali</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Oct 2024 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[deflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[terkendali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214895</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat inflasi Month to Month (M to M) bulan September 2024, mengalami deflasi sebesar 0,14 persen atau lebih rendah dibandingkan inflasi pada September tahun 2023 lalu. Merespon hal itu, Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, mengatakan bahwa angka itu menunjukkan bahwa semua terjaga dan terkendali. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat inflasi Month to Month (M to M) bulan September 2024, mengalami deflasi sebesar 0,14 persen atau lebih rendah dibandingkan inflasi pada September tahun 2023 lalu.</p>



<p>Merespon hal itu, Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, mengatakan bahwa angka itu menunjukkan bahwa semua terjaga dan terkendali. Di kelompok makanan, minuman dan tembakau, memberikan andil terbesar terhadap deflasi M to M Kota Malang, yakni sebesar 0,18 persen. Kemudian, diikuti kelompok transportasi sebesar 0,02 persen.</p>



<p>“Terkait inflasi untuk Kota Malang tetap terjaga dan terkendali dengan baik. Di posisi saat ini, inflasi year to yearnya itu 1,62 persen itu menunjukkan sangat terkendali dengan baik,” kata Pj Wali Kota Iwan, Rabu (02/10/2024) tadi.</p>



<p>Terkendalinya inflasi tersebut, menurut Pj Wali Kota Iwan, karena adanya kerja sama, kolaborasi dan sinergi yang baik dari berbagai pihak. Dirinya juga berharap, kinerja apik pengendalian inflasi ini dapat dipertahankan hingga akhir tahun 2024.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saya berharap pengendalian inflasi dari semua lini mulai pemerintah pusat hingga daerah untuk tetap konsen dan waspada. Ada beberapa catatan, sektor-sektor yang sangat mempengaruhi inflasi, ini juga perlu menjadi perhatian kita bersama untuk menjaga dan mengendalikan inflasi agar terus berjalan dengan baik,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menyampaikan jika deflasi yang terjadi di Kota Malang dipengaruhi oleh komoditas bahan pangan yang mengalami penurunan harga pada bulan September. Seperti cabai rawit, beras, tomat, cabai merah, telur ayam ras dan daging ayam ras.</p>



<p>&#8220;Komoditas cabai rawit telah mengalami perununan harga pada bulan September, hal ini bisa terjadi karena saat ini sedang pada musim panen yang menyebabkan stok melimpah. Namun, berbanding terbalik dengan komoditas bawang merah yang mengalami inflasi di pasaran karena stoknya yang langka,&#8221; ujar Umar.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk komoditas yang mengalami inflasi year on year pada September 2024, antara lain emas perhiasan, sigaret kretek mesin, kopi bubuk, tarif uang kuliah perguruan tinggi, tarif rumah sakit, tempe, udang basah, gula pasir dan cabai rawit. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214895</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiga Bulan Berturut-turut Deflasi, Diskopindag Kota Malang Pastikan Daya Beli Tetap Stabil</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-bulan-berturut-turut-deflasi-diskopindag-kota-malang-pastikan-daya-beli-tetap-stabil</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Aug 2024 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berturut-turut]]></category>
		<category><![CDATA[deflasi]]></category>
		<category><![CDATA[diskopindag]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[stabil,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213163</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tiga bulan berturut-turut Kota Malang mengalami deflasi. Realita ini, pun mendapat perhatian Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi. Disampaikannya, bahwa deflasi yang terjadi tidak berdampak pada penurunan daya beli. Sebab, tingkat konsumen di Kota Malang cukup besar, sehingga tidak berpengaruh signifikan. Apalagi, dalam hal ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tiga bulan berturut-turut Kota Malang mengalami deflasi. Realita ini, pun mendapat perhatian Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi.</p>



<p>Disampaikannya, bahwa deflasi yang terjadi tidak berdampak pada penurunan daya beli. Sebab, tingkat konsumen di Kota Malang cukup besar, sehingga tidak berpengaruh signifikan.</p>



<p>Apalagi, dalam hal ini juga dilakukan beberapa upaya untuk meningkatkan daya beli. Diantaranya, seperti promosi kegiatan berupa event. Sehingga, mempunyai pengaruh yang cukup besar.</p>



<p>“Termasuk juga untuk kebutuhan sembako, itu kita lakukan peningkatan daya beli,” kata Eko, Selasa (20/08/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa terjadinya deflasi tersebut karena Kota Malang melakukan intervensi harga melalui operasi pasar, Warung Tekan Inflasi (WTI) hingga Kerja Sama Antar Daerah (KAD). &#8220;Kerja sama antar daerah sudah kita lakukan dengan Probolinggo dan Lumajang. Dengan Probolinggo itu bawang merah dan Lumajang untuk cabai. Kalau telur masih belum, karenakan harganya masih stabil,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mengenai besaran komoditi yang akan diambil dalam KAD, menurutnya akan menyesuaikan harga yang terjadi di pasar. Apabila terus melambung tinggi, maka Kota Malang akan membeli banyak dan langsung kerja sama dengan daerah tersebut.</p>



<p>“Seperti bawang merah kemarin kan melambung naik, maka Kota Malanv langsung kerjasama dan beli di sana. Kalau sekarang kan sudah turun. Artinya kita jaga kestabilan harga dengan membuat KAD,” ucapnya.</p>



<p>Sehingga, dalam hal ini menurutnya penting adanya peran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan komoditas. Termasuk juga Diskopindag Kota Malang akan terus memantau perkembangan harga dan siap mengambil langkah apabila ada gejolak harga yang signifikan.</p>



<p>“Kami terus melakukan monitoring dan evaluasi dalam pelaksanaan KAD. Sehingga harapannya perekonomian di Kota Malang ini tetap stabil ditengah berbagai tantangan ekonomi,” imbuh Eko. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213163</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kota Malang Alami Deflasi -0,01 Persen, Pj Wali Kota Wahyu Minta Tetap Waspadai Gejolak Komoditas</title>
		<link>https://memontum.com/kota-malang-alami-deflasi-001-persen-pj-wali-kota-wahyu-minta-tetap-waspadai-gejolak-komoditas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Aug 2024 07:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[deflasi]]></category>
		<category><![CDATA[gejolak]]></category>
		<category><![CDATA[Komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[waspadai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212534</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Inflasi Kota Malang pada Juli 2024, secara month to month (m-to-m) tercatat mengalami deflasi -0,01 persen atau secara year on year (y-on-y) 1,83 persen. Angka itu, lebih rendah dibandingkan Jawa Timur yang tercatat mengalami inflasi 0,04 persen, sementara secara nasional tercatat mengalami deflasi -0,18 persen. Atas capaian itu, Pj Wali Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Inflasi Kota Malang pada Juli 2024, secara month to month (m-to-m) tercatat mengalami deflasi -0,01 persen atau secara year on year (y-on-y) 1,83 persen. Angka itu, lebih rendah dibandingkan Jawa Timur yang tercatat mengalami inflasi 0,04 persen, sementara secara nasional tercatat mengalami deflasi -0,18 persen.</p>



<p>Atas capaian itu, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memberikan apresiasi karena inflasi Kota Malang terus mengalami penurunan. Walaupun terhitung aman, namun dirinya tetap mengimbau pada semua pihak agar tetap mewaspadai gejolak harga beberapa komoditas yang bisa mempengaruhi laju inflasi di Kota Malang.</p>



<p>“Tentu kita harus tetap waspada, sebab dalam Rakornas TPID hari Senin lalu disebutkan beberapa komoditas seperti minyak goreng, beras dan cabai rawit mengalami kenaikan harga,” kata Pj Wali Kota Wahyu, Sabtu (03/08/2024) tadi.</p>



<p>Untuk mengantisipasi gejolak kenaikan harga pada komoditas tersebut, ujarnya, Pemkot Malang akan melakukan beberapa upaya. Seperti, dengan melakukan penandatanganan Kerja Sama Antar Daerah (KAD).</p>



<p>“Dalam waktu dekat, kita akan KAD bersama dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang dan itu terkait dengan komoditi cabai rawit. Jadi, kita tetap melakukan pemantauan harga komoditas di pasar-pasar oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menyampaikan bahwa pada kelompok makanan, minuman dan tembakau memiliki andil pada deflasi Juli (m to m) 2024, -0,13 persen. Untuk komoditas yang memberikan andil dalam deflasi, terbesar yakni bawang merah dan cabai merah.</p>



<p>“Kemudian juga ada tomat, pepaya, telur ayam ras, labu siam, sawi pitih, jeruk, kol putih, daging ayam ras, terong, brokoli, ikan mujair, bawang bombay, bayam,” ucap Umar.</p>



<p>Meski begitu, ada juga beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dan berpengaruh pada inflasi. Seperti, beras, cabai rawit, jagung manis, gula pasir, tempe dan kentang.</p>



<p>&#8220;Pada Juli ini harga rata-rata beras naik 1,56 persen dibandingkan harga di bulan Juni. Sehingga beras ini memberikan andil terhadap inflasi 0,49 persen. Itu paling tinggi, kemudian cabai rawit memiliki andil inflasi 0,12 persen,” tambahnya.</p>



<p>Penyebab meningkatnya harga beras itu menurutnya karena berkurangnya panen dan saat ini mulai masuk musim tanam. Meski begitu, Umar menyebut bahwa angka inflasi Kota Malang hingga Juli 2024 masih dalam kondisi aman. Sebab, jika dilihat dari angka inflasi tahunan atau (y on y) tercatat sebesar 1,83 persen. Angka itu masih berada di bawah target pemerintah sebesar 2,5 persen plus minus 1. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212534</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Komoditas Turun, Kota Kediri di Mei 2024 Deflasi</title>
		<link>https://memontum.com/harga-komoditas-turun-kota-kediri-di-mei-2024-deflasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Jun 2024 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[deflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[turun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210525</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri &#8211; Indeks Harga Konsumen (IHK) m-to-m (month to month) Bulan Mei 2024 di Kota Kediri berada pada angka -0,20 persen atau menurun bila dibandingkan dengan inflasi April 2024, yakni 0,54 persen. Hal tersebut, disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Kota Kediri, Pardjan, dalam Meeting Press Release Berita Resmi Inflasi secara daring, Senin (03/06/2024) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> &#8211; Indeks Harga Konsumen (IHK) m-to-m (month to month) Bulan Mei 2024 di Kota Kediri berada pada angka -0,20 persen atau menurun bila dibandingkan dengan inflasi April 2024, yakni 0,54 persen. Hal tersebut, disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Kota Kediri, Pardjan, dalam Meeting Press Release Berita Resmi Inflasi secara daring, Senin (03/06/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa hal serupa juga terjadi pada inflasi y-on-y (year to year) Bulan Mei 2024 sebesar 2,28 persen atau lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya, sekaligus menjadi urutan terendah inflasi y-on-y se-Jawa Timur. “Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, memberikan andil inflasi m-to-m tertinggi sebesar 0,5 persen. Sedangkan pada inflasi y-on-y, kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil inflasi tertinggi sebesar 1,50 persen,” kata Pardjan.</p>



<p>Dirinya juga menyebut, beberapa komoditas penyumbang inflasi di Bulan Mei, antara lain seperti telur ayam ras sebesar 0,06 persen, emas perhiasan sebesar 0,04 persen, sawi hijau sebesar 0,03 persen, cabai merah, bawang merah hingga Sigaret Kretek Mesin (SKM). Kemudian, juga ada terong, kangkung, bayam, bawang putih, alpukat, dan semangka masing-masing 0,02 persen; daun bawang, kol putih/kubis, jagung manis, tahu telor/tahu tek-tek, kue kering berminyak, bakso siap santap, apel, anggur, kentang, dan sabun mandi masing-masing 0,01 persen.</p>



<p>Sementara itu, lanjutnya, terdapat pula komoditas yang memberikan andil penghambat inflasi di Bulan Mei. Yaitu, seperti beras mengalami deflasi sebesar -0,29 persen, tomat -0,09 persen, daging ayam ras sebesar -0,08 persen, cabai rawit sebesar -0,06 persen, pepaya sebesar -0,03 persen, angkutan antar kota sebesar -0,02 persen. Lalu, tarif kereta api, angkutan udara, ikan nila, buncis, ayam hidup, nangka muda, dan kacang panjang masing-masing sebesar -0,01 persen.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir dengan ketersediaan pasokan bahan pangan di Kota Kediri. Karena TPID Kota Kediri telah berupaya melakukan pemantauan harga komoditas di pasar dan menggelar Operasi Pasar Murni (OPM) secara berkala,” terang Pardjan.</p>



<p>Dengan demikian, ujarnya, diharapkan harga komoditas di pasar bisa terkendali dan terpenuhi dengan baik.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Kota Kediri selaku Sekretaris TPID Kota Kediri, Tetuko Erwin Sukarno, di kesempatan terpisah menyampaikan bahwa pada Mei ini inflasi negatif atau deflasi sedang dialami semua kota dan kabupaten yang menjadi objek penghitungan indeks harga konsumen (IHK) oleh BPS. Itu karena, banyak komoditas bahan pokok yang mulai kembali ke harga normal setelah mengalami kenaikan pada lebaran kemarin. Sementara untuk Kota Kediri berada pada posisi yang aman dengan deflasi yang tidak terlalu dalam dan berharap dengan penurunan harga rata-rata ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat.</p>



<p>Erwin juga menyampaikan, beberapa langkah seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Operasi Pasar (OP) dilaksanakan secara tematik selama Mei kemarin. &#8220;Kami melaksanakan GPM bawang merah dan OP minyak goreng serta gula pasir secara tematik, sesuai dengan komoditas yang harganya masih di atas harga acuan untuk memastikan keterjangkauan harga di tingkat konsumen&#8221; jelasnya, Rabu (05/06/2024) tadi.</p>



<p>Meskipun secara umum bahan pokok mengalami penurunan harga, pihaknya terus memonitor kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran terutama menjelang Hari Raya Idul Adha nanti. &#8220;Kami akan pantau dan kendalikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga bahan pokok, Semoga warga Kota Kediri dapat merayakan Idul Adha tahun ini dengan khusyu, lancar, dan aman&#8221; terangnya. <strong>(kom/pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210525</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Komoditas Beras Jadi Penyokong Deflasi 0,08 Persen di Mei 2024</title>
		<link>https://memontum.com/komoditas-beras-jadi-penyokong-deflasi-008-persen-di-mei-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jun 2024 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[deflasi]]></category>
		<category><![CDATA[Komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[penyokong]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210223</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang merilis bahwa inflasi di Mei 2024 mengalami deflasi month to month (mtm) sebesar 0,08 persen dan tingkat year to date (ytd) sebesar 0,93 persen. Angka tersebut, masih lebih rendah dibandingkan dengan Provinsi Jawa Timur dan Nasional. Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menyampaikan bahwa perkembangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang merilis bahwa inflasi di Mei 2024 mengalami deflasi month to month (mtm) sebesar 0,08 persen dan tingkat year to date (ytd) sebesar 0,93 persen. Angka tersebut, masih lebih rendah dibandingkan dengan Provinsi Jawa Timur dan Nasional.</p>



<p>Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menyampaikan bahwa perkembangan harga dari berbagai komoditas di Mei 2024 secara umum menunjukkan adanya penurunan. Termasuk, pendukung terjadinya deflasi itu dari kelompok makanan, minuman dan tembakau.</p>



<p>“Kelompok makanan, minuman dan tembakau ini memiliki andil 0,19 persen. Di dalamnya ada komoditas beras yang mengalami penurunan harga sekitar 5,41 persen dengan andil deflasi 0,2 persen. Tomat mengalami penurunan harga 19,32 persen dengan andil 0,04 persen. Daging ayam ras mengalami penurunan harga sebesar 2,76 persen dengan andil inflasi 0,04 persen. Termasuk cabai rawit, udang dan tiket kereta api,” jelas Umar, Selasa (04/06/2024) tadi.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa harga beras saat ini secara rata-rata berkisar diantara Rp 14 ribu perkilogram sampai Rp 15 ribu perkilogram. Itu mengalami penurunan harga karena saat ini masih sedang dilakukan proses panen padi.</p>



<p><strong>Baca juga</strong></p>





<p>“Beras ini di bulan Mei 2024 mengalami penurunan, berbeda dengan di bulan April atau Maret 2024, itu menjadi penyumbang inflasi. Karena pada saat itu memang masih ada Ramadan, menjelang Idul Fitri dan Pasca Idul Fitri,” kata Umar.</p>



<p>Secara umum, disebutkan bahwa dari 11 kota atau kabupaten di Jawa Timur pada Mei 2024 ini memang mengalami deflasi dan tidak ada yang inflasi. Dari data BPS, deflasi tertinggi ada di Sumenep yakni 0,87 persen dan terendah di Banyuwangi dengan angka 0,05 persen.</p>



<p>“Secara year on year (yoy) kalau kita lihat inflasi di Jawa Timur yang paling tinggi ada di Kabupaten Bojonegoro 3,44 persen dan yang terendah ada di Kediri 2,28 persen. Untuk secara ytd, Kabupaten Gresik yang tertinggi yakni di angka 1,17 persen dan Kota Malang yang terendah 0,93 persen,” tuturnya.</p>



<p>Sementara itu, untuk penyumbang inflasi (ytd) 0,93 persen di Kota Malang, itu dipengaruhi oleh beberapa kelompok. Terutama yang paling tinggi dari komoditas emas perhiasan, kemudian bawang merah yang sampai dengan saat ini masih memiliki harga cukup tinggi Rp 35 ribu.</p>



<p>“Kemudian ada telur ayam ras, cabai merah, bawang bombay hingga transportasi melalui angkutan udara,” ujarnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210223</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Februari Kota Malang Alami Deflasi 0.01 Persen</title>
		<link>https://memontum.com/februari-kota-malang-alami-deflasi-0-01-persen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2021 08:02:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BPS Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[deflasi]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135729</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Februari 2021, Kota Malang mengalami deflasi sebesar 0.01 persen. Hal tersebut, didorong karena penurunan harga pada kelompok transportasi dan kelompok makanan, monuman dan tembakau. Sementara, pada Januari 2021 lalu, Kota Malang mengalami inflasi 0.06 persen. Kepala BPS Kota Malang, Sunaryo, mengatakan penurunan kelompok transportasi tercatat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com/tag/kota-malang">Memontum</a> Kota Malang</strong> – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Februari 2021, Kota Malang mengalami deflasi sebesar 0.01 persen.</p>



<p>Hal tersebut, didorong karena penurunan harga pada kelompok transportasi dan kelompok makanan, monuman dan tembakau. Sementara, pada Januari 2021 lalu, Kota Malang mengalami inflasi 0.06 persen.</p>



<p>Kepala BPS Kota Malang, Sunaryo, mengatakan penurunan kelompok transportasi tercatat paling tinggi.</p>



<p>&#8220;Untuk penurunan tertinggi terjadi pada kelompok transportasi mencapai 0.72 persen. Sedangkan penurunan pada kelompok makanan, minuman dan tembakau, sebesar 0.01 persen,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Selama 3 tahun berturut-turut, pada Februari ini Kota Malang satu kali mengalami inflasi dan dua kali mengalami deflasi.</p>



<p>“Tercatat pada bulan Februari 2019, terjadi deflasi sebesar 0.42 persen. Lalu pada tahun 2020 mengalami inflasi sebesar 0.28 persen. Dan di tahun 2021 ini deflasi,&#8221; paparnya dalam rilis Inflasi Kota Malang, Senin (01/03) tadi.</p>



<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://memontum.com/133694-januari-kota-malang-alami-inflasi-0-06-persen">Januari Kota Malang Alami Inflasi 0.06 Persen</a></strong></p>



<p>Terdapat 10 komoditas utama penyumbang deflasi, tercatat angkutan udara turun sebesar 6.294 persen.</p>



<p>Daging ayam ras turun sebesar 2.07 persen, sedangkan tahu mentah turun 4.06 persen. Jeruk mengalami penurunan harga sebesar 5.6 persen, tarif kereta api sebanyak 7.67 persen, emas perhiasan sejumlah 1.3 persen.</p>



<p>Disusul kelapa yang turun 6.82 persen, ayam hidup 4.28 persen, daging sapi 0.72 persen, dan tomat 6.59 persen. &#8220;Ada juga kelompok pengeluaran yang menunjukkan inflasi,” terangnya.</p>



<p>Sementara itu, pengeluaran yang mengalami inflasi adalah kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,11 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar lainnya sebesar 0.1 persen. </p>



<p>Kemudian kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0.5 persen, kelompok kesehatan sejumlah 0.09 persen.</p>



<p>Selanjutnya ada kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebanyak 0.01 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebanyak 0.16 persen. Terakhir kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sejumlah 0.25 persen.</p>



<p>&#8220;Sedangkan bulan ini Jawa Timur alami inflasi sebesar 0.22 persen. Sedangkan inflasi Years on Years (YoY) Kota Malang sendiri sebesar 0.77 persen,” tuturnya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135729</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
