<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Dekranasda &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dekranasda/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Dec 2025 12:45:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Dekranasda &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pengurus Dekranasda Kota Probolinggo Masa Bhakti 2025 hingga 2030 Dikukuhkan</title>
		<link>https://memontum.com/pengurus-dekranasda-kota-probolinggo-masa-bhakti-2025-hingga-2030-dikukuhkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[bhakti]]></category>
		<category><![CDATA[Dekranasda]]></category>
		<category><![CDATA[dikukuhkan]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Pengurus]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228973</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Probolinggo &#8211; Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Probolinggo, dr Evariani Aminuddin, menyematkan pin kepada Wakil Ketua Harian Deskranada, Retno Fajar Winarti. Penyematan pin ini, menjadi simbolis dikukuhkannya Anggota Pengurus Dekranasda Kota Probolinggo masa bhakti 2025–2030 di Puri Manggala Bhakti, Selasa (23/12/2025) tadi. Pengukuhan tersebut, berlangsung khidmat dan dihadiri Pembina Dekranasda, yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Probolinggo</strong> &#8211; Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Probolinggo, dr Evariani Aminuddin, menyematkan pin kepada Wakil Ketua Harian Deskranada, Retno Fajar Winarti. Penyematan pin ini, menjadi simbolis dikukuhkannya Anggota Pengurus Dekranasda Kota Probolinggo masa bhakti 2025–2030 di Puri Manggala Bhakti, Selasa (23/12/2025) tadi.</p>



<p>Pengukuhan tersebut, berlangsung khidmat dan dihadiri Pembina Dekranasda, yang juga Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin, Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), serta perwakilan organisasi wanita se-Kota Probolinggo. Rangkaian acara sendiri, diawali dengan penandatanganan naskah pelantikan dan pakta integritas pengurus Dekranasda. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Harian Dekranasda, Slamet Swantoro, Wakil Ketua Harian, Retno Fajar Winarti, Ketua Bidang Manajemen Usaha dan Daya Saing Produk, Fitriawati, Kepala Bidang Pameran, Perdagangan, dan Kerja Sama Luar Negeri, Diah Sajekti Widowati, Kepala Bidang Promosi, Humas dan Publikasi, Lucya Aries Yuliyanti, Kepala Bidang Pendanaan dan Program, Rey Suwigtyo, serta Kepala Bidang Kreatif, Muhammad Abas.</p>



<p>Dalam arahannya, Evariani Aminuddin menegaskan bahwa pengurus yang dikukuhkan merupakan tim yang menanungi sektor ekonomi kreatif se-Kota Probolinggo dengan dukungan lintas perangkat daerah. Menurutnya, Dekranasda memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi kreatif, khususnya UMKM, melalui kolaborasi, komitmen dan aksi nyata yang terukur.</p>



<p>“Dekranasda bukan sekadar aksesoris bagi pemerintah daerah. Kita memiliki visi dan misi yang inklusif, digital dan berdaya saing untuk memberdayakan UMKM serta meningkatkan daya saing ekonomi lokal,” ujarnya.</p>



<p>Dirinya juga menekankan pentingnya pelaksanaan program yang berjenjang, berbasis data, serta didukung inovasi di setiap wilayah. Produk unggulan daerah, seperti Batik Probolinggo, diharapkan memiliki sentra produksi yang aktif dengan strategi yang jelas, mulai dari kurikulum pengembangan hingga target capaian.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat branding, membangun inovasi dan prestasi, serta menjadikan program Dekranasda sebagai agenda bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri,&#8221; urainya.</p>



<p>Evariani juga membahas sinergi multi pihak, termasuk dunia usaha dan pendidikan, menjadi kunci keberhasilan pengembangan industri kreatif yang inklusif. Integrasi program dengan agenda pembangunan daerah, seperti Probolinggo Bersolek, juga akan dilakukan, termasuk pengembangan potensi wisata, aksesoris dan usaha kreatif lainnya. “Dengan semangat kearifan lokal berdaya saing global, mari kita bersama-sama menggerakkan daya kreatif Probolinggo untuk membangun harapan dan kemandirian kota,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran lengkap unsur pemerintah daerah menunjukkan pentingnya peran Dekranasda. Struktur kepengurusan yang melibatkan unsur ex officio mencerminkan komitmen bersama dalam membina, membentuk dan memasarkan kerajinan khas Kota Probolinggo. “Dekranasda adalah wadah orang-orang yang dipercaya untuk mencari, mengembangkan dan menumbuhkan produk kerajinan khas daerah agar memiliki daya saing UMKM,” jelasnya.</p>



<p>Menurutnya, Dekranasda memiliki tugas strategis untuk meningkatkan keahlian perajin, menumbuhkan kepercayaan diri, serta mengangkat industri kreatif sebagai sektor yang bernilai ekonomi tinggi. “Jangan dianggap formalitas. Dengan kepemimpinan yang baru dan semangat yang kuat, saya yakin Dekranasda mampu menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.</p>



<p>Wali Kota Aminuddin mengaitkan peran Dekranasda dengan agenda nasional, khususnya Asta Cita kelima Presiden Prabowo tentang Hilirisasi. Dia berharap Dekranasda mampu menghadirkan nilai tambah ekonomi melalui pembinaan, promosi dan pengembangan produk kerajinan, makanan dan batik. “Dengan kolaborasi dan inovasi, potensi kerajinan Kota Probolinggo dapat tumbuh menjadi produk unggulan yang berdaya saing,” imbuhnya. <strong>(kom/pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228973</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ketua Dekranasda Lumajang Tegaskan Batik sebagai Simbol Identitas Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/ketua-dekranasda-lumajang-tegaskan-batik-sebagai-simbol-identitas-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 10:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dekranasda]]></category>
		<category><![CDATA[identitas]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[simbol]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226494</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa batik Lumajang bukan sekadar kain hias, tetapi simbol identitas budaya yang sarat nilai filosofis dan estetika lokal. Hal itu disampaikannya, saat membuka Pameran Batik Lumajang 2025, di Pendopo Arya Wiraraja, Kamis (02/10/2025) tadi. Even yang diselenggarakan bertepatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa batik Lumajang bukan sekadar kain hias, tetapi simbol identitas budaya yang sarat nilai filosofis dan estetika lokal. Hal itu disampaikannya, saat membuka Pameran Batik Lumajang 2025, di Pendopo Arya Wiraraja, Kamis (02/10/2025) tadi.</p>



<p>Even yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari Batik Nasional, ini menghadirkan pameran beragam motif batik khas Lumajang, yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya lokal, mulai dari Gunung Semeru, hamparan Pasir Lumajang, Pisang Agung, kesenian Jaran Kencak, hingga Tari Topeng Kaliwungu. “Batik Lumajang bukan sekadar Wastra. Setiap motif menyimpan cerita, filosofi dan nilai-nilai kehidupan masyarakat kami. Ini adalah cerminan jati diri dan kebanggaan daerah,” kata Dewi Natalia.</p>



<p>Dirinya menekankan, bahwa pameran ini merupakan momentum strategis untuk meneguhkan batik Lumajang, sebagai warisan budaya yang harus dijaga dan diwariskan lintas generasi. Menurutnya, memahami setiap motif dan maknanya adalah bagian dari menjaga identitas kultural daerah.</p>



<p>“Melalui batik, kita dapat memahami filosofi kehidupan, harmoni dengan alam dan semangat kolektif masyarakat Lumajang. Generasi muda perlu mengenal dan mencintai batik sebagai bagian dari akar budaya mereka,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Penyelenggaraan pameran bertepatan dengan Hari Batik Nasional, juga menegaskan komitmen Lumajang untuk aktif dalam gerakan nasional pelestarian batik, yang telah diakui Unesco sebagai warisan budaya dunia. “Batik adalah warisan bangsa. Dengan merawatnya, kita menjaga keberlanjutan nilai budaya yang membentuk karakter dan identitas masyarakat,” katanya.</p>



<p>Pameran ini, dihadiri jajaran Kepala Perangkat Daerah, TP PKK Kabupaten Lumajang, Ketua GOW dan Ketua Dharma Wanita Kabupaten Lumajang, Ketua TP PKK Kecamatan, yang menunjukkan dukungan lintas sektor dalam menjaga dan memperkenalkan batik Lumajang.</p>



<p>“Setiap helai batik yang dipamerkan adalah simbol harmoni alam dan budaya. Mengajarkan kita untuk menghargai sejarah, estetika dan kearifan lokal. Tugas kita bersama adalah melestarikannya agar tetap hidup di tengah arus modernisasi,” imbuhnya.</p>



<p>Dengan semangat Hari Batik Nasional, Dewi Natalia menegaskan bahwa batik Lumajang akan terus menjadi ikon identitas daerah dan kebanggaan masyarakat, sekaligus pengingat akan kekayaan budaya yang harus dijaga dan diwariskan ke generasi berikutnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226494</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Lomba Desain Motif Batik 2025, Dekranasda Lamongan Gelar Workshop Batik untuk Peserta</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-lomba-desain-motif-batik-2025-dekranasda-lamongan-gelar-workshop-batik-untuk-peserta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dekranasda]]></category>
		<category><![CDATA[desain]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[Peserta]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225943</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Dekranasda Kabupaten Lamongan menggelar workshop batik yang berlangsung di Pendopo Lokatantra, Kamis (11/09/2025) tadi. Pelaksanaan yang dikhususkan untuk peserta lomba itu, dimaksudkan untuk persiapan lomba desain motif batik 2025, yang akan digelar 16 September mendatang. Pelaksanaan yang dibuka Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Lamongan, Anang Taufik, bertujuan untuk memberikan wawasan kepada peserta. Yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Dekranasda Kabupaten Lamongan menggelar workshop batik yang berlangsung di Pendopo Lokatantra, Kamis (11/09/2025) tadi. Pelaksanaan yang dikhususkan untuk peserta lomba itu, dimaksudkan untuk persiapan lomba desain motif batik 2025, yang akan digelar 16 September mendatang.</p>



<p>Pelaksanaan yang dibuka Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Lamongan, Anang Taufik, bertujuan untuk memberikan wawasan kepada peserta. Yang mana, bahwa lomba yang akan digelar bukan sekedar mengerahkan kemampuan menggambar, melainkan memahami teknik membatik dengan benar.</p>



<p>Sekedar diketahui, bahwa batik adalah wastra (kain tradisional) warisan budaya Indonesia, yang memiliki kekayaan makna dan keindahan. &#8220;Pada tahun ini workshop batik digelar sebelum pelaksanaan lomba, karena untuk memberikan wawasan teknik membatik sesuai kaidah bagi para peserta. Karena memahami teknik membatik juga bagian dari melestarikan warisan budaya,&#8221; kata Anang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Seperti yang dijelaskan nara sumber workshop batik, Lintu Tulistyantoro, bahwa batik Lamongan masuk kategori batik pesisir, karena memiliki ciri khas. Seperti ragam hias flora dan fauna yang natural, pilihan warna yang cerah dan beragam (terutama merah dan biru), serta motif yang terinspirasi dari lingkungan sekitar pesisir.</p>



<p>Pada kesempatan tersebut, juga dilaksanakan technical meeting kepada 180 peserta yang sudah mendaftar lomba desain motif batik 2025. Diantaranya, adalah peserta harus membuat desain motif tema makanan dan wisata Lamongan. Untuk kategori SD/MI (kelas 1 sampai 3) bisa menggambar secara langsung di Pendopo Lokatantra tanggal 16 September menggunakan pensil warna atau crayon. Sedangkan kategori SD/MI (kelas 4 sampai 6) dan SMP/MTs menggambar menggunakan cat air atau minyak secara langsung di Pendopo Lokatantra tanggal 16 September. Lalu untuk kategori umum (usia 15 sampai 50) bisa menggambar di rumah dan menyediakan tiga desain motif batik.</p>



<p>Semua desain motif batik itu, belum pernah ditampilkan pada semua jenis lomba lainnya. <strong>(kom/son/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225943</post-id>	</item>
		<item>
		<title>10 Desainer Busana dan Perancang dari Dekranasda Kota Malang Meriahkan Malang Fashion Runway</title>
		<link>https://memontum.com/10-desainer-busana-dan-perancang-dari-dekranasda-kota-malang-meriahkan-malang-fashion-runway</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2025 13:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[busana]]></category>
		<category><![CDATA[Dekranasda]]></category>
		<category><![CDATA[Desainer]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[perancang]]></category>
		<category><![CDATA[runway]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223924</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak 10 desainer busana menampilkan hasil karyanya dalam gelaran ‘Malang Fashion Runway‘ (MFR) 2025 di Grand Hall Malang Town Square (Matos) Jalan Veteran Kota Malang, Sabtu (12/07/2025) malam. Tidak ketinggalan, beberapa perancang busana dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Malang, pun menampilkan hasil karyanya. Berbagai busana yang diperagakan para model, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak 10 desainer busana menampilkan hasil karyanya dalam gelaran ‘Malang Fashion Runway‘ (MFR) 2025 di Grand Hall Malang Town Square (Matos) Jalan Veteran Kota Malang, Sabtu (12/07/2025) malam. Tidak ketinggalan, beberapa perancang busana dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Malang, pun menampilkan hasil karyanya.</p>



<p>Berbagai busana yang diperagakan para model, pun berhasil memukau para hadirin dan tamu undangan. Termasuk, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang turut hadir menyaksikan MFR.</p>



<p>Orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang, itu mengungkapkan event yang tidak hanya didominasi para perancang busana muda ini juga menyuguhkan banyak hasil rancang busana berkualitas tinggi. &#8220;Di sini juga menampilkan karya-karya dari para pelaku UMKM dan hal ini sangat luar biasa,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut dirinya mengatakan, jika busana rancangan desainer Kota Malang, tidak kalah dengan desainer dari daerah lain di Indonesia dan bahkan dengan luar negeri. “Kota Malang merupakan kota dengan segudang desainer mode dan bahkan salah satu kiblat dunia mode. Kami yakin, ke depan akan terus bermunculan banyak perancang busana muda bertalenta di Kota Malang, dengan berbagai karya-karyanya yang berkelas nasional serta internasional,” tambahnya.</p>



<p>Dengan sering diadakannya acara seperti ini, ujar Wali Kota Wahyu, maka akan menjadi pemacu untuk melahirkan perancang busana yang lebih banyak lagi nantinya. “Tidak kalah penting, kegiatan seperti ini sejalan dengan program unggulan yaitu program seribu event,” paparnya. <strong>(kom/mlg/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223924</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gunakan Kebaya dan Batik Lumajang, Dewi Natalia Dilantik Jadi Ketua Dekranasda Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/gunakan-kebaya-dan-batik-lumajang-dewi-natalia-dilantik-jadi-ketua-dekranasda-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2025 15:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dekranasda]]></category>
		<category><![CDATA[Dilantik]]></category>
		<category><![CDATA[gunakan]]></category>
		<category><![CDATA[kebaya]]></category>
		<category><![CDATA[natalia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220012</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, dilantik sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lumajang, oleh Ketua Dekranasda Jatim, Arumi Baschin, Jumat (07/03/2025) tadi. Prosesi pelantikan itu, berlangsung di Ruang Hayam Wuruk, Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jatim. &#8220;Yang saya kenakan ini kerajinan lokal. Atasan pake kebaya dan bawahan pakai batik Lumajang. Jangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, dilantik sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lumajang, oleh Ketua Dekranasda Jatim, Arumi Baschin, Jumat (07/03/2025) tadi. Prosesi pelantikan itu, berlangsung di Ruang Hayam Wuruk, Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jatim.</p>



<p>&#8220;Yang saya kenakan ini kerajinan lokal. Atasan pake kebaya dan bawahan pakai batik Lumajang. Jangan malu pakai produk lokal,&#8221; kata Dewi Natalia, saat di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jatim.</p>



<p>Dewi Natalia juga mengungkapkan, bahwa dirinya akan berupaya menjaga eksistensi produk kerajinan lokal. Dirinya juga akan mendorong para pengrajin lokal, agar naik kelas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Lumajang bukan cuma kota pisang tapi banyak ekonomi kreatif yang perlu dikembangkan tergantung bagaimana kita menangkap peluang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Dekranasda Jatim, Arumi menyampaikan apresiasi kepada para ketua Dekranasda yang baru dilantik, baik yang baru menjabat maupun yang kembali mengemban amanah. Dirinya berharap, Dekranasda kabupaten dan kota berkomitmen untuk terus mengembangkan sektor-sektor kerajinan agar semakin kompetitif</p>



<p>“Untuk mewujudkan hal ini, tentu saya tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi dan kerja sama dari seluruh ketua Dekranasda kabupaten/kota di Jawa Timur,” ujar Arumi.</p>



<p>Arumi optimistis bahwa dengan kerja sama yang solid antara Dekranasda, pemerintah daerah, dan sektor lainnya, industri kreatif di Jawa Timur akan semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan para pengrajin. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220012</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kembali Dilantik Jadi Ketua Dekranasda Malang, Hj Anis Zaidah Siap Bawa Pelaku Usaha dan UMKM Melejit</title>
		<link>https://memontum.com/kembali-dilantik-jadi-ketua-dekranasda-malang-hj-anis-zaidah-siap-bawa-pelaku-usaha-dan-umkm-melejit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2025 14:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dekranasda]]></category>
		<category><![CDATA[Dilantik]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melejit]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[zaidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220015</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, mendampingi istri, Hj Anis Zaidah Sanusi, mengikuti prosesi Pelantikan serentak Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kabupaten dan Kota se Jawa Timur Periode 2025-2030, di Ruang Hayam Wuruk Gedung Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya, Jumat (07/03/2025) tadi. Pelaksanaan yang dipimpin langsung Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Bachsin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, mendampingi istri, Hj Anis Zaidah Sanusi, mengikuti prosesi Pelantikan serentak Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kabupaten dan Kota se Jawa Timur Periode 2025-2030, di Ruang Hayam Wuruk Gedung Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya, Jumat (07/03/2025) tadi. Pelaksanaan yang dipimpin langsung Ketua Dekranasda Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, itu berdasarkan SK Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur Nomor : 125/01.01/DEKRAN.JATIM/SK/III/2025 Tanggal 3 Maret 2025.</p>



<p>Dalam kesempatan ini, Gubernur Jawa Timur sekaligus menjabat Pembina Dekranasda Jatim, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, hadir menyaksikan prosesi pelantikan sejak awal hingga akhir. Gubernur Khofifah dalam sambutannya, mengucapkan selamat atas dilantiknya dan dikukuhkannya 32 Ketua Dekranasda dari berbagai Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Jawa Timur.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8221;Selamat atas dilantiknya Ketua Dekranasda Kabupaten Malang oleh Ketua Dekranasda Jawa Timur. Seperti yang sudah berjalan selama ini, Dekranasda Kabupaten Malang nanti agar terus mensupport dan mengembangkan ekonomi kerakyatan dan UMKM di Kabupaten Malang. Serta, untuk bisa memfasilitasi para UMKM, seperti yang sudah berjalan dalam hal ekspor dan yang dipesankan Ibu Ketua Dekranasda Jawa Timur,&#8221; kata Bupati Malang, menyampaikan pesan Gubernur.</p>



<p>Sementara itu, Hj Anis Zaidah seusai dilantik kembali menjadi Ketua Dekranasda Kabupaten Malang, menyampaikan siap mengemban tugas. Tidak terkecuali juga siap berkolaborasi dengan Dekranasda Jatim, dalam mengantarkan para pelaku usaha ekonomi kreatif dan UMKM, yang ada di Kabupaten Malang. Tidak hanya eksis di tingkat nasional, namun juga melejit hingga level internasional.</p>



<p>&#8221;Kabupaten Malang siap berkolaborasi dalam menggeliatkan para pelaku usaha ekonomi kreatif, termasuk juga para UMKM. Mari bersama-sama penuh semangat memperkenalkan dan menjunjung tinggi produk-produk asal Kabupaten Malang agar dapat dan semakin dikenal oleh pihak luar,&#8221; kata Hj Anis Zaidah. <strong>(pro/mlg/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220015</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pusat Oleh-Oleh Dekranasda Probolinggo Hadir di Kompleks Gerbang Wisata Sukapura Bromo Tengger Semeru</title>
		<link>https://memontum.com/pusat-oleh-oleh-dekranasda-probolinggo-hadir-di-kompleks-gerbang-wisata-sukapura-bromo-tengger-semeru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Dec 2024 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dekranasda]]></category>
		<category><![CDATA[gerbang]]></category>
		<category><![CDATA[kompleks]]></category>
		<category><![CDATA[oleh-oleh]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[sukapura]]></category>
		<category><![CDATA[tengger]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217982</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Tepat sepekan setelah soft launching Pusat Oleh-Oleh Le Olena di Rest Area Tongas, kali ini kembali dibuka Pusat Oleh-Oleh GWS Cafe Dekranasda Kabupaten Probolinggo, Senin (30/12/2024) tadi. Soft launching tersebut, dihadiri Pj Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto, didampingi Pj Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo, yang juga Pj Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Probolinggo, Rita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Tepat sepekan setelah soft launching Pusat Oleh-Oleh Le Olena di Rest Area Tongas, kali ini kembali dibuka Pusat Oleh-Oleh GWS Cafe Dekranasda Kabupaten Probolinggo, Senin (30/12/2024) tadi. Soft launching tersebut, dihadiri Pj Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto, didampingi Pj Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo, yang juga Pj Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Probolinggo, Rita Erik Ugas Irwanto.</p>



<p>Selain itu, hadir pula Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Heri Sulistyanto, seluruh Kepala OPD dan Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Kemudian, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Probolinggo, Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo, perwakilan pimpinan Bank Jatim Cabang Kraksaan, perwakilan PT PLN Nusantara Power UP Paiton, PT POMI, pemerhati dan pegiat UMKM Jawa Timur dan Kabupaten Probolinggo.</p>



<p>Pusat Oleh-Oleh GWS Cafe Dekranasda Kabupaten Probolinggo sendiri, berada di dalam kompleks Gerbang Wisata Sukapura (GWS) Bromo Tengger Semeru di Desa Sukapura, Kecamatan Sukapura. Kehadiran pusat oleh-oleh itu, semakin melengkapi fasilitas di Gerbang Wisata Sukapura yang merupakan salah satu Paket Penataan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang telah diserahterimakan oleh pemerintah pusat kepada Pemkab Probolinggo. Beragam produk UMKM Kabupaten Probolinggo, dijual di tempat ini. Mulai dari makanan ringan, minuman, makanan olahan, kerajinan tangan hingga kain batik khas Kabupaten Probolinggo.</p>



<p>Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP), Taufik Alami, mengungkapkan bahwa kehadiran pusat oleh-oleh tersebut merupakan jawaban atas keresahan UMKM Kabupaten Probolinggo yang selama ini kesulitan untuk memasarkan produknya. “Kehadiran pusat oleh-oleh ini, semakin membuka kesempatan kepada UMKM Kabupaten Probolinggo untuk mempromosikan dan memasarkan produk-produknya,” kata Taufik Alami.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Pj Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran pusat oleh-oleh GWS Cafe Dekranasda Kabupaten Probolinggo. Dijelaskannya, kehadiran pusat oleh-oleh tersebut merupakan salah satu langkah strategis dan komitmen pemerintah daerah dalam pembinaan dan pemberdayaan UMKM di Kabupaten Probolinggo.</p>



<p>&#8220;Kegiatan hari ini bukanlah sekedar seremoni dan euforia semata. Namun, hendaknya bisa menjadi tonggak kebangkitan UMKM Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.</p>



<p>Pj Bupati Ugas juga menjelaskan tentang Gerakan Bela Beli Produk UMKM melalui instruksi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Terutama ASN untuk membeli produk UMKM setiap bulannya. “Belinya tidak menggunakan uang gaji, tapi dari TPP,” imbuhnya.</p>



<p>Sempat dijelaskan pula tentang rincian minimal belanja untuk ASN berdasarkan jenjang jabatan. Untuk staf, minimal Rp 50 ribu, Pejabat Eselon IV/Pejabat Fungsional minimal Rp 75 ribu, Pejabat Eselon III/Pejabat Administrator minimal Rp 100 ribu, Pejabat Eselon III Kepala OPD (Kabag dan Camat) minimal Rp 150 ribu dan Pejabat Eselon II/Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama minimal Rp 200 ribu.</p>



<p>“Gerakan Bela dan Beli Produk UMKM ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi berbasis sektor unggulan dan sebagai wujud nyata komitmen dan dukungan pemerintah daerah kepada UMKM,” jelasnya.</p>



<p>Dalam soft launching itu, juga ditandai dengan pemotongan pita di pintu masuk pusat oleh-oleh GWS Cafe Dekranasda oleh Pj Bupati Ugas didampingi Pj Sekda, Heri dan Pj Ketua Dekranasda Kabupaten Probolinggo, Rita Erik Ugas Irwanto. <strong>(kom/pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217982</post-id>	</item>
		<item>
		<title>HUT dan UMKM, Dekranasda Probolinggo Gelar Gebyar Merah Putih Fashion Show Batik, Bordir dan Payet</title>
		<link>https://memontum.com/hut-dan-umkm-dekranasda-probolinggo-gelar-gebyar-merah-putih-fashion-show-batik-bordir-dan-payet</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Aug 2024 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[bordir]]></category>
		<category><![CDATA[Dekranasda]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[gebyar]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213363</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Probolinggo menggelar Gebyar Merah Putih dalam bentuk fashion show batik, bordir dan payet, yang berlangsung di Alun-alun Kota Kraksaan, Sabtu (24/08/2024) malam. Kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, juga sekaligus untuk mempromosikan batik, bordir dan payet di Kabupaten Probolinggo. Pelaksanaan sendiri, diikuti sekitar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Probolinggo menggelar Gebyar Merah Putih dalam bentuk fashion show batik, bordir dan payet, yang berlangsung di Alun-alun Kota Kraksaan, Sabtu (24/08/2024) malam. Kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, juga sekaligus untuk mempromosikan batik, bordir dan payet di Kabupaten Probolinggo. Pelaksanaan sendiri, diikuti sekitar 61 orang yang terdiri dari Kepala Perangkat Daerah dan Camat di Pemkab Probolinggo serta lintas sektor dan perusahaan.</p>



<p>Dalam gelaran itu, peserta dinilai dari kriteria keserasian, corak batik dan bordir serta kesesuaian tema serta proses pembuatan bordir (manual atau komputer). Selaku dewan juri, terdiri dari Content Maker Tiara Adinda Sari, pengurus Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Trusti Dhiani Henartiwi dan Ketua Asosiasi Pengrajin Batik Jawa Timur, Wirasno.</p>



<p>Gelaran Gebyar Merah Putih ini, dihadiri langsung Pj Bupati Probolinggo, H Ugas Irwanto bersama Pj Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo, Hj Rita Erik Ugas Irwanto, yang juga selaku Ketua Dekranasda Kabupaten Probolinggo. Kemudian, Dandim 0820 Probolinggo, Letkol Arm Heri Budiasto bersama istri, Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Oki Ahadian Purwono bersama istri, Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana bersama istri dan Ketua Pengadilan Negeri Kraksaan Putu Agus Wiranata bersama istri.</p>



<p>Fashion show sendiri diawali dengan penampilan Tari Adhara Wigar dari SMPN 1 Kraksaan. Dilanjutkan, dengan peragaan busana batik oleh Adhie Model Management serta Febby Olla pemenang lomba fashion batik evening gown dalam Pekan Batik Daerah Jawa Timur 2024 dengan designer by Umar Collection.</p>



<p>Penampilan fashion show sendiri, dibagi menjadi dua tahap yang masing-masing diikuti oleh 30 pasang peserta. Diantara dua tahap tersebut itu, ada penampilan Forkopimda yang dipimpin oleh Pj Bupati Ugas didampingi Pj Ketua TP PKK Rita Erik menggunakan busana dengan tema Burung Kasmaran. Dimana busana dan payet adalah Umar Collection serta bordir dari Cindy Bordir.</p>



<p>Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo, Taufik Alami, selaku ketua panitia mengaku sangat bersyukur karena Gebyar Merah Putih ini telah berjalan dengan sukses dan lancar. “Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, para pembatik, para pembordir, pengrajin payet dan ahli rias. Wabil khusus kepada Bapak Pj Bupati dan Ibu serta seluruh Forkopimda yang telah memberikan support yang luar biasa atas kesuksesan kegiatan gebyar merah putih,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Taufik juga mengatakan, bahwa kegiatan ini sangat bermakna, terharu dan bangga melihat karya anak bangsa yang ada di Kabupaten Probolinggo. Itu karena, bisa memberi warna dan corak yang luar biasa akan kekayaan Nusantara. “Harapan kami tahun depan, Gebyar Merah Putih ini akan lebih berbobot, lebih berkualitas dan lebih meriah. Salam UMKM, cinta produk dalam negeri,” tegasnya.</p>



<p>Sementara itu, Pj Bupati Ugas mengatakan bahwa Gebyar Merah Putih ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dimana dalam peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, salah satunya adalah gebyar merah putih.</p>



<p>“Di dalam Gebyar Merah Putih ini didalamnya ada unsur UMKM. Dimana UMKM ini kita bagi menjadi UMKM dalam bentuk makanan dan UMKM dalam produk batik, bordir maupun payet,” katanya.</p>



<p>Ditambahkannya, dalam gebyar ini pihaknya juga ingin mengangkat UMKM ini melalui lomba fashion. Sehingga dengan lomba fashion, para UMKM termasuk desainer, penjahit, pembordir dan pengrajin payet ini akan terangkat dan menambah pasar.</p>



<p>“Saya mengajak para pejabat termasuk Forkopimda ini salah satunya bagaimana kita terlibat langsung untuk mengangkat UMKM. Jadi bukan hanya kita mengandalkan wisatawan, tetapi para pengusaha lokal, para pejabat lokal dan para donator lokal juga terlibat. Di satu sisi saya mengucapkan terima kasih karena gebyar merah putih ini ternyata mendapatkan banyak dukungan dari berbagai perusahaan dan sponsor beberapa BUMN,” jelasnya.</p>



<p>Pj Bupati Ugas menegaskan, bahwa kegiatan Gebyar Merah Putih ini hampir tiap tahun diadakan. Oleh karena itu, pihaknya berharap ingin UMKM ini bukan hanya diangkat produktivitasnya dan disupport ketrampilannya, tetapi bisa dibantu untuk pemasarannya. Salah satunya, melalui lomba-lomba maupun event-event yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo.</p>



<p>“Banyak hal yang kita lakukan selain dari Gebyar Merah Putih ini. Sekali lagi jangan pernah berhenti untuk terus meningkatkan UMKM. Karena Pemerintah Daerah akan terus mengawal, mendampingi dan membantu pemasarannya. Salah satunya di Pusat Oleh-oleh yang akan kita selesaikan dan kita bantu pemasarannya,” tambahnya. <strong>(kom/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213363</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ikuti Rakorda Dekranasda Jatim, Dekranasda Lumajang Sebut Kontinuitas Jaga Produk Jadi Kunci Sukses</title>
		<link>https://memontum.com/ikuti-rakorda-dekranasda-jatim-dekranasda-lumajang-sebut-kontinuitas-jaga-produk-jadi-kunci-sukses</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Nov 2023 16:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dekranasda]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[kontinuitas]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[Rakorda]]></category>
		<category><![CDATA[sukses,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201530</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Menjaga kontinuitas produk merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh setiap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) setelah mengikuti pameran produk. Hal tersebut, disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lumajang, Rahayu Agus Triyono, saat dimintai keterangan seusai mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Dekranasda se-Jatim, yang berlangsung di Surabaya, Senin (13/11/2023) tadi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Menjaga kontinuitas produk merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh setiap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) setelah mengikuti pameran produk. Hal tersebut, disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lumajang, Rahayu Agus Triyono, saat dimintai keterangan seusai mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Dekranasda se-Jatim, yang berlangsung di Surabaya, Senin (13/11/2023) tadi.</p>



<p>Ketua Dekranasda Lumajang juga menyampaikan, bahwa menjaga kontinuitas produk menjadi hal yang paling utama dalam upaya mendapatkan manfaat maksimal dari pameran produk yang diikuti. Menurutnya, pameran produk adalah kesempatan yang berharga bagi UMKM untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas, membangun jaringan bisnis baru dan meningkatkan penjualan.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Namun, ujarnya, setelah pameran berakhir, UMKM seringkali menghadapi kesulitan dalam menjaga momentum dan kontinuitas produknya. &#8220;Partisipasi dalam pameran produk adalah langkah awal yang penting bagi UMKM untuk mempromosikan produknya. Sering kali, usai mengikuti pameran, konsumen melakukan order produk UMKM yang ditemuinya di pameran, namun produknya sudah tidak ada lagi,&#8221; kata Rahayu.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Lumajang juga mengungkapkan bahwa pihaknya berterima kepada pemerintah daerah. Karena saat ini, Pj Bupati Lumajang mengeluarkan kebijakan agar jajaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang, berbelanja produk UMKM minimal Rp100 ribu untuk setiap minggunya.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah. Kebijakan ini, bisa meningkatkan omset pelaku UMKM di Lumajang. Semoga, kedepannya UMKM di Lumajang bisa berkembang,&#8221; ungkapnya.<strong> (kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201530</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
