<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>depresi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/depresi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Dec 2023 10:22:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>depresi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kota Batu Siapkan Dua Rumah Sakit untuk Antisipasi Caleg Alami Depresi</title>
		<link>https://memontum.com/kota-batu-siapkan-dua-rumah-sakit-untuk-antisipasi-caleg-alami-depresi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Dec 2023 10:21:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202940</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dua rumah sakit di Kota Batu, diantaranya RS Baptis dan RS Karsa Husada, disiapkan untuk menampung Caleg (calon legislatif) yang mengalami depresi selama pelaksanaan Pemilu 2024. Itu dilakukan, karena dua rumah sakit tersebut telah memiliki fasilitas psikiater. Menurut Koordinator Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinas Kesehatan Kota Batu, Susana Indahwati, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Dua rumah sakit di Kota Batu, diantaranya RS Baptis dan RS Karsa Husada, disiapkan untuk menampung Caleg (calon legislatif) yang mengalami depresi selama pelaksanaan Pemilu 2024. Itu dilakukan, karena dua rumah sakit tersebut telah memiliki fasilitas psikiater.</p>



<p>Menurut Koordinator Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinas Kesehatan Kota Batu, Susana Indahwati, bahwa untuk layanan gangguan kejiwaan bagi Caleg Kota Batu, sudah disiapkan langkah antisipasi. Dimana, rumah sakit yang menjadi rujukan adalah RS yang memiliki fasilitas psikiater, yaitu RS Baptis dan RS Karsa Husada.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Di RS Baptis, itu dengan layanan dua dokter dan RS Karsa Husada satu dokter. Dengan pelayanan pada diagnosis, pengobatan dan pencegahan terhadap gangguan emosional, kejiwaan, maupun perilaku,&#8221; jelasnya, Rabu (06/12/2023) tadi.</p>



<p>Susana menambahkan, bahwa pada periode sebelumnya atau saat kontestasi Pemilu 2019 di Kota Batu, memang belum ada laporan Caleg gagal hingga mengalami depreasi atau gangguan jiwa. &#8220;Yang jelas, pada periode Pemilu 2019 di Kota Batu, itu belum ada laporan Caleg yang mengalami gangguan jiwa akibat gagal kontestasi Pemilu,&#8221; ujarnya.<strong> (put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202940</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diduga Depresi Akibat PHK Jadi Satpam, Pria 56 Tahun di Probolinggo Gantung Diri</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-depresi-akibat-phk-jadi-satpam-pria-56-tahun-di-probolinggo-gantung-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 May 2023 05:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[gantung diri]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[PHK]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189700</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Seorang pria berinisial AM (56) warga Desa Suko Mulyo, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, ditemukan meninggal dunia gantung diri di belakang rumahnya. Pria tersebut ditemukan menggantungkan diri ke Pohon Kecirih yang berada di tepi sungai belakang rumah. Informasi Memontum.com, bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (28/05/2023) sekitar pukul 15.00. Korban diduga mengalami depresi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum </strong><a href="https://probolinggo.memontum.com"><strong>Probolinggo</strong> </a>&#8211; Seorang pria berinisial AM (56) warga Desa Suko Mulyo, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, ditemukan meninggal dunia gantung diri di belakang rumahnya. Pria tersebut ditemukan menggantungkan diri ke Pohon Kecirih yang berada di tepi sungai belakang rumah.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (28/05/2023) sekitar pukul 15.00. Korban diduga mengalami depresi hingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.</p>



<p>Kapolsek Pajarakan, Iptu Eko Purwadi, mengatakan bahwa menurut informasi yang diperoleh, sebelumnya korban pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan meminum obat rumput, tepatnya pada Februari 2023 lalu. Namun saat itu, usahanya tersebut berhasil diselamatkan keluarganya.</p>



<p>&#8220;Ini merupakan perbuatan korban yang kedua kalinya,&#8221; ujarnya, Senin (29/05/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Diuraikannya, sebelum ditemukan itu, korban berpamitan ke keluarganya untuk mencari rumput di belakang rumah. Hanya saja, sekitar pukul 15.00, korban kemudian ditemukan telah menggantungkan diri oleh tetangganya bernama Sri Musrifah. Saat itu, saksi tersebut berteriak meminta pertolongan kepada warga setempat.</p>



<p>&#8220;Korban kemudian dievakuasi oleh warga setempat dan dibawa ke rumah duka yang berjarak sekitar 100 meter,&#8221; katanya.</p>



<p>Dari informasi yang diperoleh, korban dikabarkan depresi lantaran mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai satpam di Kecamatan Kraksaan tepatnya di tahun 2022 lalu. Tepatnya, sebagai Satpam Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan. &#8220;Informasi yang kami terima memang demikian (depresi, red) dan ini merupakan perbuatan korban yang kedua kalinya,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Humas PN Kraksaan, Nasrul Kadir, mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui informasi tersebut. &#8220;Saya masih belum tahu informasi ini, mas. Saya masih baru di sini. Selama saya di sini, ya saya belum paham. Saya Desember baru di PN Kraksaan, nanti saya cari info lagi,&#8221; terangnya. <strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189700</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Idap Depresi, Pria Dampit Terbakar di atas Ranjang</title>
		<link>https://memontum.com/idap-depresi-pria-dampit-terbakar-di-atas-ranjang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2019 16:40:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[polsek dampit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/75895-idap-depresi-pria-dampit-terbakar-di-atas-ranjang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Idap depresi, seorang pria terbakar di atas ranjang tempat tidurnya, Selasa (29/1/2019) siang. Gempar warga Dusun Krajan RT34/RW06, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Musibah menimpa Sugiono (48) warga setempat. Kali pertama, sekitar pukul 10.00, kepulan asap diketahui Saiful Wibowo (33) saat berada di kebun belakang rumah korban. Jaraknya sekitar 200 meteran. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Idap depresi, seorang pria terbakar di atas ranjang tempat tidurnya, Selasa (29/1/2019) siang. Gempar warga Dusun Krajan RT34/RW06, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.</p>
<p>Musibah menimpa Sugiono (48) warga setempat. Kali pertama, sekitar pukul 10.00, kepulan asap diketahui Saiful Wibowo (33) saat berada di kebun belakang rumah korban. Jaraknya sekitar 200 meteran.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/WhatsApp-Image-2019-01-29-at-23.15.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-75898" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/WhatsApp-Image-2019-01-29-at-23.15.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/WhatsApp-Image-2019-01-29-at-23.15.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/WhatsApp-Image-2019-01-29-at-23.15.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/WhatsApp-Image-2019-01-29-at-23.15.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/WhatsApp-Image-2019-01-29-at-23.15.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/WhatsApp-Image-2019-01-29-at-23.15.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Tuginah (66) sang ibu korban juga melihat kepulan asap itu. Ia juga berada di kebun saat kejadian. Tak terperi duka dialami keluarga Tuginah ini saat menyaksikan rumahnya terbakar habis.</p>
<p>Si jago merah melahap bagian dapur dan naasnya, ruang tempat tidur korban Sugiono. Puing-puing genteng menutupi tubuh korban. Sulit dikenali wajahnya. Kulitnya terkelupas.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/WhatsApp-Image-2019-01-29-at-23.15b.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-75897" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/WhatsApp-Image-2019-01-29-at-23.15b.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/WhatsApp-Image-2019-01-29-at-23.15b.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/WhatsApp-Image-2019-01-29-at-23.15b.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/WhatsApp-Image-2019-01-29-at-23.15b.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/WhatsApp-Image-2019-01-29-at-23.15b.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/WhatsApp-Image-2019-01-29-at-23.15b.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Anggota Reskrim Polsek Dampit dan anggota Koramil Dampit mendatangi lokasi kejadian. Begitu juga tim medis dan perangkat desa setempat. Lokasi dipadati warga yang penasaran ingin melihat lokasi kejadian.</p>
<p>Berdasar keterangan saksi-saksi, kondisi rumah dalam keadaan sepi. Sugiyono sendirian di tempat tidurnya. Ada dugaan, ia menyulut api di tungku dapur. Tungku itu memakai kayu bakar. Tempatnya tidur berdekatan dengan dapur.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">75895</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Depresi, Tukang di Jabung Kendat</title>
		<link>https://memontum.com/depresi-tukang-di-jabung-kendat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Jan 2019 10:04:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=73282</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang&#8211;Sebulan sudah dua kali, warga nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Selasa (15/1/2019) siang, giliran warga Jabung gempar terkait nekatnya seorang warga melakukan aksi bunuh diri. Ponidi (45) warga Dusun Borojabung RT06/RS06, Desa/Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, sekitar pukul 10.00, tengah terbelit tali di belakang rumah saat ditemukan sang istri. Histeris melihat kondisi sang suami, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="auto"><strong>Memontum Malang&#8211;</strong>Sebulan sudah dua kali, warga nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Selasa (15/1/2019) siang, giliran warga Jabung gempar terkait nekatnya seorang warga melakukan aksi bunuh diri.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Ponidi (45) warga Dusun Borojabung RT06/RS06, Desa/Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, sekitar pukul 10.00, tengah terbelit tali di belakang rumah saat ditemukan sang istri.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Histeris melihat kondisi sang suami, teriakan minta tolong Siti (35) langsung mengundang perhatian warga. Sekejap saja, warga berkerumun di lokasi kejadian. Informasi tersebut kemudian diketahui Polsel Jabung.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Anggota datang ke lokasi kejadian. Diantaranya turut memintai keterangan saksi-saksi termasuk istri korban. Siti, ibu 2 anak itu menyebutkan, sang suami masih dalam kondisi baik-baik saja saat ditinggal mengantarkan anak ke sekolah.</p>
<p dir="auto"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190115-WA0038-e1547546478593.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-73272" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190115-WA0038-e1547546478593.jpg?resize=500%2C281&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="281" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p dir="auto">Informasi diterima <a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noopener" data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?q=http://memontum.com&amp;source=gmail&amp;ust=1547632688580000&amp;usg=AFQjCNGIGI_kLwoxVbF8YQl_OE0Zc9mgwQ">memontum.com</a>, Ponidi bekerja sebagai tukang. Kehidupannya sederhana. Ia juga terbilang sehat. Dugaan muncul, korban nekat mengakhiri hidupnya karena persoalan ekonomi atau kebutuhan hidup.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Sebab pasti motif korban bunuh diri, masih diselidiki pihak Polsek Jabung. Petugas kemudian menyita barang bukti alat yang dipakai korban. Petugas juga mencermati lokasi kejadian atau olah kejadian perkara.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Hasilnya, dari keterangan saksi-saksi, anggota Reskrim Polsek Jabung mendapat keterangan bahwa sebulan terakhir, korban mengalami gangguan kejiwaan. &#8220;Diduga depresi, musibah ini murni kecelakaan, tidak ada tanda yang janggal,&#8221; urai Bripka Tatag, Kanit Reskrim Polsek Jabung.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Sepekan lalu, gantung diri juga dilakoni warga sepuh di Krebet Bululawang. Korban mengalami penyakit lama yang tak kunjung sembuh. Guna meminimalisir adanya perbuatan itu, masyarakat dihimbau agar lebih peduli terhadap sanak saudara yang mengalami kecenderungan bunuh diri dan depresi. (sos)</p>
<p class="yj6qo">
<p class="adL" dir="auto">
<p class="adL" dir="auto">
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">73282</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Depresi, Pria di Trenggalek Kendat</title>
		<link>https://memontum.com/depresi-pria-di-trenggalek-kendat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Dec 2018 05:16:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[Pria di Trenggalek Kendat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=67515</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek&#8212;Sering murung dan berdiam diri selama beberapa hari terakhir, seorang pria di Kota Keripik Tempe ditemukan tewas gantung diri. Diketahui korban yakni Sukidjo (60) seorang warga asal Dusun Pesu RT 42 RW 13 Desa Karangrejo Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek. Penemuan mayat Sukidjo ini, sontak saja mengegerkan warga Desa Karangrejo Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek. Dikonfirmasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek&#8212;</strong>Sering murung dan berdiam diri selama beberapa hari terakhir, seorang pria di Kota Keripik Tempe ditemukan tewas gantung diri. Diketahui korban yakni Sukidjo (60) seorang warga asal Dusun Pesu RT 42 RW 13 Desa Karangrejo Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek. Penemuan mayat Sukidjo ini, sontak saja mengegerkan warga Desa Karangrejo Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek.</p>
<p>Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kasubag Humas Polres Trenggalek, Iptu Supadi mengatakan bahwa korban ditemukan dalam keadaan menggantung menghadap ke barat dengan leher terikat tali tampar.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181207-WA0118-e1544245752110.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-67490" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181207-WA0118-e1544245752110.jpg?resize=500%2C281&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="281" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>&#8220;Korban ditemukan dalam keadaan gantung diri menggunakan tali tampar dengan pangkal tali diikatkan di batang pohon manggis panjang 70 cm, jarak kaki dengan tanah 10 cm, &#8221; ungkap Supadi, Jumat (7/12/2018).</p>
<p>Menurut keterangan pihak keluarga, korban sering murung, tidak banyak bicara selama beberapa hari terakhir. Diduga korban mengalami tekanan psikologis namun keluarga tidak mengetahui penyebab korban mengalami depresi.</p>
<p>Dikatakan Supadi, sebelum kejadian korban berpamitan kepada istrinya untuk buang hajat di jamban belakang rumah. Namun, selang beberapa saat korban tak kunjung kembali.</p>
<p>&#8220;Saat istrinya mencari korban di tempat ia berpamitan, ternyata korban tidak ada. Tak hanya itu, istri korban juga meminta tolong kepada saudaranya untuk membantu mencari korban, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan, terdapat luka jeratan di leher korban, leher tidak patah, kemaluan Korban mengeluarkan sperma, mulut keluar air liur, mata terpejam, lidah tidak menjulur, dubur tidak mengeluarkan kotoran. Dapat dipastikan tidak di temukan tanda &#8211; tanda penganiayaan di tubuh korban. Dapat disimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat gantung diri.</p>
<p>Atas kejadian ini, pihak keluarga korban sudah menerima kejadian tersebut sebagai takdir dan tidak akan menuntut secara hukum kepada siapapun serta menolak untuk diotopsi. &#8220;Saat ini jenazah korban sudah dikembalikan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dilakukan pemakaman, &#8221; tegas Supadi. (mil/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">67515</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Depresi, Kuli Singosari Kendat</title>
		<link>https://memontum.com/depresi-kuli-singosari-kendat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jul 2018 08:59:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[Kuli Singosari Kendat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=47547</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212;Diduga depresi masalah keluarga dan hidup tanpa pendamping, seorang kuli di Singosari, Senin (16/7/2018) siang ditemukan mengakhiri hidupnya. Tidak ada tanda kekerasan yang janggal saat anggota Polsek Singosari mengecek kondisi jenazah. Musibah dialami Bambang Suryaatmojo (38) warga Jalan Tumapel Barat II, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Sekitar pukul 10.00, seorang warga musti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id=":np" class="ii gt">
<div id=":mh" class="a3s aXjCH m164a74e09f5129fc">
<div dir="auto">
<p dir="auto"><strong>Memontum Malang &#8212;</strong>Diduga depresi masalah keluarga dan hidup tanpa pendamping, seorang kuli di Singosari, Senin (16/7/2018) siang ditemukan mengakhiri hidupnya. Tidak ada tanda kekerasan yang janggal saat anggota Polsek Singosari mengecek kondisi jenazah.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Musibah dialami Bambang Suryaatmojo (38) warga Jalan Tumapel Barat II, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Sekitar pukul 10.00, seorang warga musti memanjat atap genteng rumah korban untuk mengintip situasi dalam rumah.</p>
<p dir="auto"><a href="https://memontum.com/47547-depresi-kuli-singosari-kendat/img-20180716-wa0064" rel="attachment wp-att-47550"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-47550" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180716-WA0064-e1531817943812.jpg?resize=500%2C375&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="375" data-recalc-dims="1" /></a> <a href="https://memontum.com/47547-depresi-kuli-singosari-kendat/img-20180716-wa0073" rel="attachment wp-att-47551"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-47551" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180716-WA0073-e1531817934490.jpg?resize=500%2C375&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="375" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p dir="auto">Berdasar rilis Pers Kasubaghumas Polres Malang, AKP Farid Fathoni, Senin sore, bahwa saat anggota Polsek Singosari mendatangi lokasi, tubuh korban telah diturunkan warga atau saksi-saksi. Namun, masih ada bukti dan keterangan saksi yang menguatkan penyelidikan.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Dimintai keterangan sebagai saksi kejadian,</p>
<p dir="auto">Yuyun (32), Samian (59) dan Purnomo (38). Ketiganya adalah kerabat korban. Purnomo adalah saksi pertama yang melihat korban tergantung memakai udeng atau kain pengikat kepala.  Korban memakai kaos hijau, celana jeans dan celana pendek.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Samian, Yuyun dan Purnomo, mulanya curiga karena korban tidak keluar kamar. Pintu kamarnya tertutup. Sebab itulah, Purnomo berinisiatif melihat kondisi korban dengan memanjat genteng. Siapa sangka, korban yang biasanya menyendiri dan murung itu melakukan aksi bunuh diri.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Di lokasi kejadian, keluarga enggan melanjutkan proses penyelidikan dan menandatangai surat pernyataan penolakan visum et repertum. Surat tersebut diketahui dan disaksikan perangkat desa setempat. Jenazah kemudian dikebumikan hari itu juga. (sos)</p>
<p class="yj6qo">
<p class="adL" dir="auto">
</div>
<p class="adL">
</div>
</div>
<div id=":q7" class="hq gt">
<p class="hp">
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">47547</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Depresi, Gadis 17 Tahun asal Bojonegoro Tewas Gantung Diri</title>
		<link>https://memontum.com/depresi-gadis-17-tahun-asal-bojonegoro-tewas-gantung-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Apr 2018 07:37:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[Gadis 17 Tahun asal Bojonegoro Tewas Gantung Diri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=38974</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo- Seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT), Ratnasari, Dusun Negoro, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro tewas mengenaskan. Perempuan muda berusia 17 tahun ini, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamar lantai III milik Agus Triono Dusun Payan, Desa Pabean Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Senin (23/04/2018) malam. Diduga, korban nekad mengakhiri hidupnya dengan kain selendang (jarik) warna hitam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo-</strong> Seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT), Ratnasari, Dusun Negoro, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro tewas mengenaskan. Perempuan muda berusia 17 tahun ini, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri</p>
<p>di kamar lantai III milik Agus Triono Dusun Payan, Desa Pabean Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Senin (23/04/2018) malam.</p>
<p>Diduga, korban nekad mengakhiri hidupnya dengan kain selendang (jarik) warna hitam putih dibantu batu (pot) bunga sebagai panjatan ini, karena mengalami depresi (tekanan berat). Yakni terutama masalah keluarga.</p>
<p>&#8220;Tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban. Dugaan sementara korban bunuh diri karena ada masalah keluarga,&#8221; terang Kapolsek Sedati, AKP Hardyantoro kepada Memo X, Senin (23/4/2018) malam.</p>
<p>Lebih jauh, Hardyantoro menceritakan berdasarkan keterangan dari tuan rumah, Ny Kusnul Khotimah, korban sering mengeluh dan curhat, baik secara langsung maupun melalui pesan singkat (SMS). Isinya kurang adanya kasih sayang dari orang tua.</p>
<p><div id="attachment_38962" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/38954-tabrak-pantat-motor-pelajar-krembung-klenger/img-20180424-wa0042-copy" rel="attachment wp-att-38962"><img aria-describedby="caption-attachment-38962" decoding="async" class="size-full wp-image-38962" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180424-WA0042-copy.jpg?resize=500%2C888&#038;ssl=1" alt="TEWAS - Diduga tertekan seorang pembantu rumah tangga, Ratnasari (17) gantung diri di kamar lantai III milik Agus Triono Dusun Payan, Desa Pabean Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Senin (23/04/2018) malam." width="500" height="888" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180424-WA0042-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180424-WA0042-copy.jpg?resize=169%2C300&amp;ssl=1 169w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180424-WA0042-copy.jpg?resize=200%2C355&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-38962" class="wp-caption-text">TEWAS &#8211; Diduga tertekan seorang pembantu rumah tangga, Ratnasari (17) gantung diri di kamar lantai III milik Agus Triono Dusun Payan, Desa Pabean Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Senin (23/04/2018) malam.</p></div></p>
<p><a href="https://memontum.com/38954-tabrak-pantat-motor-pelajar-krembung-klenger/img-20180424-wa0040-copy" rel="attachment wp-att-38961"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-38961" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180424-WA0040-copy.jpg?resize=500%2C300&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="300" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180424-WA0040-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180424-WA0040-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180424-WA0040-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180424-WA0040-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></a><br />
&#8220;Bahkan belakangan sebelum korban nekad gantung diri korban suka (sering) murung dan menjadi pendiam,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Awalnya, kata mantan Kapolsek Wonoayu ini sekira pukul 19.00 WIB, korban bersama saksi Siti Amaroh bersama-sama jaga toko meubel milik Agus Triono. Tanpa memberitahu saksi, korban pergi masuk kedalam rumah. Selama 1 jam korban tidak kembali lagi. Akhirnya saksi mencari ke kamar korban akan tetapi tidak dapat ditemukan. Selanjutnya korban dicari ke lantai III (tempat jemuran baju). Seketika saksi mendapati korban menggunakan kain jarik (selendang) menggantung di bawah pilar joglo. Sementara sebagai panjatan korban menggunakan tempat pot bunga yang terbuat dari batu.</p>
<p>&#8220;Seketika saksi terkejut dan berteriak-teriak memanggil orang yang berada di toko. Kemudian saksi lainnya bersama-sama menuju ke lokasi. Selanjutnya menurunkan korban ke lantai dengan harapan korban masih hidup. Akan tetapi korban sudah dalam kedaan meninggal dunia,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Kemudian sekitar pukul 21.00 WIB, kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Sedati guna penanganan lebih lanjut. Usai dievakuasi, jenazah korban dibawa ke rumah sakit, petugas melaksanakan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.</p>
<p>&#8220;Paska divisum di rumah sakit, jenazah korban diambil keluarga untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) asalnya,&#8221; pungkasnya. (wan/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">38974</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Depresi, Kakek di Pakisaji Loncat ke Gerbong KA Penataran</title>
		<link>https://memontum.com/depresi-kakek-di-pakisaji-loncat-ke-gerbong-ka-penataran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Apr 2018 14:19:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[tertabrak kereta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/35654-depresi-kakek-di-pakisaji-loncat-ke-gerbong-ka-penataran</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Tragis nasib Rahmat Yasin (61) warga Jalan Sidodadi RT34, Dusun Sememek, Desa Kebonagung, Kabupaten Malang. Diduga depresi, Jumat (6/4/2018) sore ia nekat meloncat ke laju gerbong KA Penataran yang lewat kencang. Sontak, tubuhnya terpental dan mengalami luka parah. Ia meninggal seketika di lokasi kejadian. Gemparlah lingkungan sekitar kejadian. Korban dikenal hidup sendirian. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8212; Tragis nasib Rahmat Yasin (61) warga Jalan Sidodadi RT34, Dusun Sememek, Desa Kebonagung, Kabupaten Malang. Diduga depresi, Jumat (6/4/2018) sore ia nekat meloncat ke laju gerbong KA Penataran yang lewat kencang. </p>
<p>Sontak, tubuhnya terpental dan mengalami luka parah. Ia meninggal seketika di lokasi kejadian. Gemparlah lingkungan sekitar kejadian. Korban dikenal hidup sendirian. Pernah jatuh sakit dan ditinggal sang istri. </p>
<p>Sang istri pulang ke Pasuruan bukanlah tanpa sebab. Pasalnya, menurut warga, korban sering kasar dan keras saat tinggal berdua. Korban diduga depresi pula karena hidup sendirian, tanpa perhatian keluarga. </p>
<p>Kurangnya perhatian keluarga juga disebabkan peringai serta tabiat korban sendiri. Informasi lain didapat Memontum.com, warga menyebut korban sudah beberapa kali melakoni usaha bunuh diri. Sekitar pukul 16.00, usahanya tak dapat terhindarkan di KM 53-54 jalur rel. </p>
<p>Selang beberapa menit kemudian, anggota PMI Kabupaten Malang langsung ke lokasi. Sore pukul 17.00, datang ke lokasi kejadian, anggota Reskrim Polsek Pakisaji juga anggota Forensik Reskrim Polres Malang. Jenazah sempat dibawa menuju kamar mayat RSU Dr Saiful Anwar Malang.</p>
<p>Sementara itu, Kapolsek Pakisaji, AKP Novian, menjelaskan bahwa kecelakaan di jalur kereta api itu merupakan aksi bunuh diri murni. Terkait motif korban bunuh diri karena kurang perhatian keluarga dan depresi, pihaknya masih mendalami keterangan saksi-saksi. <strong>(sos) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">35654</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Depresi Terlilit Hutang, Terbelit Sabuk di Leher</title>
		<link>https://memontum.com/depresi-terlilit-hutang-terbelit-sabuk-di-leher</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2018 11:46:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[gantung diri]]></category>
		<category><![CDATA[kendat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/35292-depresi-terlilit-hutang-terbelit-sabuk-di-leher</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Depresi memikirkan hutangnya, seorang pengusaha mobil rentalan nekat mengakhiri hidupnya. Rabu (4/4/2018) pukul 03.38, korban tergantung dengan kain merah muda dan sabuk di ruang tamu rumahnya. Tragis dialami Leo Mahardika (30) warga Perumahan Emerald Garden No 37,RT04/RW16, Dusun Bugis Krajan, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Korban ditemukan Annisa Rosemalina (31), sang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Depresi memikirkan hutangnya, seorang pengusaha mobil rentalan nekat mengakhiri hidupnya. Rabu (4/4/2018) pukul 03.38, korban tergantung dengan kain merah muda dan sabuk di ruang tamu rumahnya. </p>
<p>Tragis dialami Leo Mahardika (30) warga Perumahan Emerald Garden No 37,RT04/RW16, Dusun Bugis Krajan, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.  </p>
<p>Korban ditemukan Annisa Rosemalina (31), sang istri di antara ruang tengah dan ruang tamu. Posisinya terbujur kaku dan terbelit tali. Annisa yang terkejut segera memberi tahu Romti (16), pembantunya. </p>
<p><div id="attachment_13574" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-13574" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-04-at-6.37b.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="TKP : AKP Hartono di lokasi kejadian. (ist) " width="650" height="366" class="size-full wp-image-35293" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-04-at-6.37b.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-04-at-6.37b.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-04-at-6.37b.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-04-at-6.37b.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-13574" class="wp-caption-text"><em><strong>TKP : AKP Hartono di lokasi kejadian. (ist)</strong> </em></p></div></p>
<p>Tubuh korban diturunkan dan diletakkan di atas kasur. Annisa kemudian memberitahu Nasution dan Romti menyampaikan musibah itu ke ketua RT setempat. Praktis, sekitar lokasi kejadian mendadak ramai. </p>
<p>Informasi adanya korban tergantung itu segera diketahui Polsek Pakis. Anggota meluncur ke lokasi kejadian. Guna penyelidikan petugas, jenazah korban sempat dibawa menuju Instalasi Forensik RSU Dr Saiful Anwar Malang. </p>
<p>Pemeriksaan visum luar, menunjukkan ciri-ciri korban merupakan gejala kematian murni karena bunuh diri. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau tanda yang janggal di tubuh korban.  </p>
<p>Adapun keterangan saksi didapat, korban tengah mengalami masalah keuangan terkait persoalan bisnis rental mobil. Ada indikasi, korban mengalami depresi sejak memiliki masalah itu.<strong> (sos)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">35292</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
