<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>deras, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/deras/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 31 Oct 2025 08:22:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>deras, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jatuh ke Selokan saat Hujan Deras, Seorang Nenek di Kota Malang Ditemukan Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/jatuh-ke-selokan-saat-hujan-deras-seorang-nenek-di-kota-malang-ditemukan-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 15:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[deras,]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[selokan]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227277</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang nenek diketahui bernama Gutik (64), warga Jalan Industri Timur, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, terperosok masuk ke dalam selokan pinggir Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Kecamatan Blimbing, Kamis (30/10/2025) sekitar pukul 16.00. Seorang saksi mata, Misnayu, mengatakan bahwa kejadian itu terjadi saat wilayah Kota Malang, sedang diguyur hujan deras. Sehingga, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang nenek diketahui bernama Gutik (64), warga Jalan Industri Timur, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, terperosok masuk ke dalam selokan pinggir Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Kecamatan Blimbing, Kamis (30/10/2025) sekitar pukul 16.00. Seorang saksi mata, Misnayu, mengatakan bahwa kejadian itu terjadi saat wilayah Kota Malang, sedang diguyur hujan deras. Sehingga, keberadaan selokan kala itu tidak terlihat karena kondisi air meluap di jalan.</p>



<p>&#8220;Korban jalan kaki bawa payung dan baru belanja dari toko lalu menyeberang jalan. Posisi selokan ini lebih rendah dibandingkan posisi jalan. Sehingga, korban ini terperosok lalu disusul payungnya juga ikut hanyut terbawa arus,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Saat kejadian, lanjutnya, identitas korban awalnya tidak diketahui. Sebaliknya, kejadian itu membuat geger warga sekitar. Sehingga, kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Blimbing dan SAR.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari laporan itu, petugas kemudian melakukan pencarian dengan menyisir selokan area lokasi. Setelah dilakukan pencarian oleh tim relawan SAR gabungan selama 2,5 jam, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 19.54. Korban ditemukan tersangkut di dalam selokan sejauh 40 meter dari lokasi kejadian.</p>



<p>Camat Blimbing, I Ketut Widi Eika Wirawan, mengatakan jika identitas korban terungkap setelah dilakukan proses identifikasi lebih lanjut. Dijelaskan, korban bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) hendak pulang ke rumah.</p>



<p>&#8220;Korban ini menyeberang dari arah timur ke barat lalu terpeleset jatuh ke dalam selokan atau gorong-gorong. Saat itu, korban berlari menyeberang jalan dan diduga tidak menyadari bahwa lokasi tersebut adalah selokan karena airnya meluap ke jalan. Alirannya di selokan deras, sehingga korban langsung terbawa arus,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Setelah mengetahui identitas korban, pihaknya telah menghubungi cucu korban langsung datang ke lokasi kejadian. &#8220;Cucunya langsung datang ke lokasi untuk melihat. Dan ternyata benar, korban adalah neneknya. Jenazah dibawa ke Kamar Jenazah RS Saiful Anwar (RSSA) dan diserahkan ke pihak keluarga untuk kemudian segera dimakamkan,&#8221; tambahnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227277</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diguyur Hujan Deras, Tebing Bendungan Bagong Trenggalek Longsor</title>
		<link>https://memontum.com/diguyur-hujan-deras-tebing-bendungan-bagong-trenggalek-longsor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Feb 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bagong,]]></category>
		<category><![CDATA[Bendungan]]></category>
		<category><![CDATA[deras,]]></category>
		<category><![CDATA[diguyur]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[tebing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219632</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bagong Trenggalek mengalami longsor di bagian aksesoris dinding. Diketahui, luasan longsor mulai 1.500 sampai 2.000 meter persegi. Sesuai rencana awal, PSN Bendungan Bagong Trenggalek ini ditargetkan selesai di tahun 2025. Namun, hal itu molor hingga ditargetkan ulang selesai pada tahun 2026 mendatang. Berdasarkan video yang beredar luas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bagong Trenggalek mengalami longsor di bagian aksesoris dinding. Diketahui, luasan longsor mulai 1.500 sampai 2.000 meter persegi.</p>



<p>Sesuai rencana awal, PSN Bendungan Bagong Trenggalek ini ditargetkan selesai di tahun 2025. Namun, hal itu molor hingga ditargetkan ulang selesai pada tahun 2026 mendatang. Berdasarkan video yang beredar luas di media sosial, longsor terjadi usai hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.</p>



<p>Pengawas Utama Paket II Bendungan Bagong, Sri Wahyudi, mengatakan bahwa longsor yang terjadi pada Jumat (21/02/2025) itu, dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan proyek. “Longsor terjadi pada hari Jumat. Curah hujan yang tinggi menjadi faktor utama penyebabnya,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (25/02/2025) tadi.</p>



<p>Longsor ini, tambahnya, berdampak pada bagian aksesoris bendungan ambrol. Sehingga, kondisi beton Shotcrete yang digunakan untuk menahan tanah rusak.</p>



<p>“Lokasi longsor terjadi diantara bangunan Main Dam dan Spillway, tepatnya di atas bangunan pengelak terowongan,” imbuhnya.</p>



<p>Meski luasan longsor hingga ribuan meter persegi, lanjutnya, namun kejadian itu tidak mengganggu progress pembangunan bendungan yang memakan anggaran hingga Rp 1,6 triliun ini. Karena, area yang longsor bukan termasuk bangunan inti dari Bendungan Bagong.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Meski longsor, tetap tidak memengaruhi bangunan inti bendungan. Dan proyek akan tetap berjalan sesuai rencana,” kata Sri Wahyudi.</p>



<p>Guna antisipasi kerusakan bangunan akibat longsor, imbuhnya, sebelumnya di lokasi tersebut telah dilakukan pemasangan Shotcrete atau pelapisan beton cor pada dinding tebing. Namun, bangunan tersebut tetap rusak akibat bencana longsor pada Jumat kemarin. “Sebenarnya Shotcrete ini sudah diperhitungkan. Namun, intensitas hujan yang tinggi membuatnya tidak mampu menahan tekanan,” tegasnya.</p>



<p>Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya masih akan melakukan kajian lebih lanjut terhadap kondisi tanah di area terdampak. Dengan target penyelesaian pada 2026, semua pihak berharap tidak ada lagi kendala berarti yang menghambat progres pembangunan Bendungan Bagong ini.</p>



<p>“Tim masih akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk menentukan langkah penanganan yang diperlukan, termasuk seberapa dalam stabilisasi tanah harus dilakukan,” jelas Sri Wahyudi.</p>



<p>Perlu diketahui, Bendungan Bagong merupakan bendungan kedua di Trenggalek terbesar yang hanya berjarak 10 kilometer dari pusat kota Trenggalek. Bendungan ini dipastikan menerima suplai Sungai Bagong dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 39,95 kilometer persegi. Sementara itu, untuk karakteristik Bendungan Bagong ini sengaja didesain dengan tipe Urugan Zonal. Dimana mempunyai tinggi puncak inti tegak 82 meter serta panjang 678 meter. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219632</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Roboh Akibat Hujan Deras, Petugas Gabungan Trenggalek Lakukan Pembongkaran Rumah</title>
		<link>https://memontum.com/roboh-akibat-hujan-deras-petugas-gabungan-trenggalek-lakukan-pembongkaran-rumah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jan 2024 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[deras,]]></category>
		<category><![CDATA[gabungan]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[pembongkaran]]></category>
		<category><![CDATA[petugas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204682</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Hujan deras yang melanda kawasan Kabupaten Trenggalek, mengakibatkan salah satu rumah warga di Desa Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, roboh. Bahkan, rumah semi permanen yang ditempati Simon (45), ini diketahui rata dengan tanah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Saat kejadian, penghuni rumah diketahui sedang tidak berada di tempat. Warga kemudian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Trenggalek</strong> &#8211; Hujan deras yang melanda kawasan Kabupaten Trenggalek, mengakibatkan salah satu rumah warga di Desa Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, roboh. Bahkan, rumah semi permanen yang ditempati Simon (45), ini diketahui rata dengan tanah.</p>



<p>Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Saat kejadian, penghuni rumah diketahui sedang tidak berada di tempat. Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada petugas BPBD Trenggalek hingga segera mendatangi lokasi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Triadi Atmono, mengatakan usai kejadian pihaknya sudah mendatangi lokasi. &#8220;Petugas BPBD Trenggalek bersama TNI/Polri juga masyarakat bergotong royong melakukan evakuasi material rumah yang roboh. Selain itu, karena rumah yang berdempetan itu kondisinya membahayakan, maka juga ikut dirobohkan,&#8221; ungkapnya, Jumat (19/01/2024) siang.</p>



<p>Menurut Triadi, pasca kejadian, penghuni rumah terpaksa mengungsi di rumah RT setempat. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp 25 juta.&nbsp;</p>



<p>Diketahui, Simon menempati rumah itu seorang diri dan lahan yang ditempati bukanlah lahan miliknya. Tempat itu, oleh pemiliknya dipinjam pakai kepada Simon, karena memang sudah tidak ditempati. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204682</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
