<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Desa Argoyuwono &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/desa-argoyuwono/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Jul 2020 12:32:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Desa Argoyuwono &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jelang Idul Adha, Harga Hewan Kurban Merangkak Naik</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-idul-adha-harga-hewan-kurban-merangkak-naik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2020 12:32:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Argoyuwono]]></category>
		<category><![CDATA[Hewan Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/120267-jelang-idul-adha-harga-hewan-kurban-merangkak-naik</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Tiga hari jelang Hari raya Idul Adha 10 Zulhijah 1441 H mendatang tepatnya hari Jumat (31/7/2020) mendatang, harga hewan kurban mulai merangkak naik. Baik untuk sapi maupun kambing. Kenaikan diprediksi masih akan terus terjadi hingga mendekati hari H. Purnomo, kepala Desa Argoyuwono Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang menjelaskan, kenaikan itu baik untuk hewan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Tiga hari jelang Hari raya Idul Adha 10 Zulhijah 1441 H mendatang tepatnya hari Jumat (31/7/2020) mendatang, harga hewan kurban mulai merangkak naik. Baik untuk sapi maupun kambing. Kenaikan diprediksi masih akan terus terjadi hingga mendekati hari H.</p>
<p>Purnomo, kepala Desa Argoyuwono Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang menjelaskan, kenaikan itu baik untuk hewan qurban jenis sapi maupun kambing.</p>
<p>&#8220;Dalam kondisi pandemi covid-19 saat ini tidak membuat surut umat muslim untuk penyembelihan hewan qurban, &#8221; terang Purnomo yang juga pedagang kambing dan sapi ini, Selasa (28/7/2020) siang.</p>
<p>Dia juga mencontohkan, harga 1 ekor sapi yang biasanya berkisar Rp 18 juta hingga Rp 19,5 juta kini tembus Rp 21 juta per ekor. Kenaikan juga terjadi untuk jenis kambing dan domba yang rata-rata terkerek sekitar Rp 500 ribu.</p>
<p>“Harga domba yang biasanya Rp 2,5 juta sekarang Rp 3 juta,” ulasnya. Dengan wabah virus korona yang terjadi sejak beberapa bulan lalu, menurut Purnomo tidak mempengaruhi harga hewan qurban.</p>
<p>&#8220;Harga tahun ini sama dengan tahun sebelumnya.Tetapi untuk pengirimannya,sesuai permintaan para pemesan di kota Malang dan Lawang dilakukan pas hari raya Idul Adha,&#8221; ulasnya.</p>
<p>Ditemui terpisah, Budiman, salah satu peternak sapi di Desa Argoyuwono membenarkannya. Meski dalam kondisi pandemi harga hewan kurban tetap naik. Pada hari biasa, 1 ekor sapi dibanderol Rp 20 juta per ekor.</p>
<p>“Sekarang bisa tembus Rp 25 juta,” ungkap Budiman.<strong> (Sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">120267</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Argoyuwono Ampelgading Begadang Sambil Cithek Geni Depan Rumah</title>
		<link>https://memontum.com/warga-argoyuwono-ampelgading-begadang-sambil-cithek-geni-depan-rumah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2020 10:57:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Argoyuwono]]></category>
		<category><![CDATA[Pagebluk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=111276</guid>

					<description><![CDATA[Upaya Lokal Jenius Tangkal Pagebluk Memontum Malang &#8211; Indonesia yang terdiri dari ragam suku bangsa dan budayanya punya kearifan lokal yang berbeda. Seperti halnya yang dilakukan warga Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang. Guna memutuskan mata rantai Virus Corona atau Convid-19 yang merebak negeri kita saat ini, pada malam hari,disetiap depan rumah Warga desa yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Upaya Lokal Jenius Tangkal Pagebluk</h2>
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Indonesia yang terdiri dari ragam suku bangsa dan budayanya punya kearifan lokal yang berbeda. Seperti halnya yang dilakukan warga Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang.</p>
<p>Guna memutuskan mata rantai Virus Corona atau Convid-19 yang merebak negeri kita saat ini, pada malam hari,disetiap depan rumah Warga desa yang terletak dilereng kaki Gunung Semeru ini menyalakan api (citek geni-red).</p>
<p>&#8220;Jaman dahulu, apabila terjadi pagebluk (wabah) orang-orang tua melakukan mele&#8217;an (begadang) hampir semalam suntuk sembari citek geni,&#8221; ujar salah seorang warga yang keberatan disebutkan namanya.</p>
<p>Lanjut petani yang nyambi sebagai tukang tambal ban ini,setelah shalat magrib sebagian warga membakar tumpukan kayu yang sudah ia persiapkan sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Maaf, tujuan pastinya saya kurang paham.Ini sekedar melestarikan warisan leluhur nenek moyang. Bagi saya, itu sekedar kepercayaan warga dalam upaya mengusir wabah Corona yang sudah mendunia ini, &#8221; ulasnya.</p>
<p>Sebelumnya, Kepala Desa Argoyuwono Purnomo menjelaskan, budaya cetek geni ini hanya dilakukan oleh warga disebagian pedukuhan.</p>
<p>&#8220;Melestarikan warisan leluhur nenek moyang, setiap malam ada sebagian warga desa melakukan melekan (begadang) hingga larut malam sambil citek geni. Tujuannya sama yaitu untuk mengusir pandemi corona yang sebagian warga menyebutnya dengan pagebluk,&#8221; erang Kades sekaligus pedagang kambing ini Selasa (7/4/2020) siang.</p>
<p>Lanjut Kades di desa berpenduduk 3600 jiwa,terdiri dari 3 pedukuhan 21 RT dan 4 RW ini, pihaknya bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, tim Kesehatan, perangkat desa, tokoh pemuda dan masyarakat sudah melakukan penyemprotan disinfektan.</p>
<p>&#8220;Tahap pertama bersama Muspika Ampelgading.Kemudian yang kedua bersama Komunitas Airo (sepeda motor jenis Yamaha besar). Dan yang ketiga bersama Karang Taruna.Penyemprotan ini juga akan berlanjut keseluruh lingkungan Desa Argoyuwono dan terus kami lakukan hingga situasi kembali normal, &#8221; beber Purnomo dengan nada semangat.</p>
<p>Disinggung mengenai dampak wabah Corona bagi perekonomian warga desa saat ini,papar Purnomo,yang jelas sangat berdampak. Salah satunya seperti petani salak. Dalam kondisi saat ini,petani salak merasa sulit untuk menjual hasil panen mereka ke kota. Selain petani salak juga pengrajin ruji atau tusuk sate.</p>
<p>&#8220;Hasil pertanian tersendat.Selain harga cengkeh anjlok, harga kambing saat ini juga turun drastis, &#8221; ungkapnya.</p>
<p>Tak kalah pentingnya,Pemerintah Desa Argoyuwono saat ini juga sudah mendirikan posko siaga Convid-19 yang dipusatkan dikantor desa setempat. Dengan menetapkan piket setiap hari sebanyak 2 orang<br />
Yang terdiri dari semua unsur mulai dari tokoh masyarkat, tokoh pemuda, BPBD dan LPMD.</p>
<p>&#8220;Untuk sementara waktu kami juga menjatuhkan himbauan kepada warga agar tidak melakukan berbagai kegiatan yang berbasis massa.Seperti tahlil, dziba&#8217; termasuk hajatan, &#8221; pungkas Purnomo.<strong> (sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">111276</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
