<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Desa Barengkrajan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/desa-barengkrajan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Jul 2020 06:16:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Desa Barengkrajan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Cegah Penularan Covid -19, Kampung Tangguh Barengkrajan Edukasi Warga</title>
		<link>https://memontum.com/cegah-penularan-covid-19-kampung-tangguh-barengkrajan-edukasi-warga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2020 06:16:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Barengkrajan]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Tangguh]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Sidoarjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/119463-cegah-penularan-covid-19-kampung-tangguh-barengkrajan-edukasi-warga</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Bersamaan diterimanya bantuan dari Polresta Sidoarjo berupa sepasang alat pengeras suara oleh Pemerintah Desa Barengkrajan Kecamatan Krian, Kamis (16/7/ 2020 ), unsur tiga pilar desa tersebut merumuskan edukasi warganya terkait pelaksanaan protokol kesehatan. Kepala Desa Barengkrajan Asmono menyatakan harus ada inovasi untuk membantu warga menghadapi pandemi covid &#8211; 19. Dikatakannya bahwa bantuan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Bersamaan diterimanya bantuan dari Polresta Sidoarjo berupa sepasang alat pengeras suara oleh Pemerintah Desa Barengkrajan Kecamatan Krian, Kamis (16/7/ 2020 ), unsur tiga pilar desa tersebut merumuskan edukasi warganya terkait pelaksanaan protokol kesehatan.</p>
<p>Kepala Desa Barengkrajan Asmono menyatakan harus ada inovasi untuk membantu warga menghadapi pandemi covid &#8211; 19. Dikatakannya bahwa bantuan alat pengeras suara itu sangat membantu untuk mengedukasi warga .</p>
<p>&#8220;Bantuan sepasang alat pengeras suara dari Polresta Sidoarjo akan sangat membantu para relawan untuk keliling dengan mobil mengedukasi warga agar sadar dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Lebih lebih Pemda. Sidoarjo sudah mengeluarkan Perbup. No 44 tahun 2020 sebagai peringatan dan lengkap dengan sanksinya ,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Speaker tersebut akan dipasang di mobil siaga desa. Sebanyak 40 orang relawan akan bergantian terjadwal untuk mengedukasi warga dengan keliling kampung . Ilyasak, Sekretaris Desa Barengkrajan menyatakan akan mengoptimalkan edukasi kepada warga di empat pedukuhan.</p>
<p>&#8220;Dengan speaker di mobil siaga para relawan akan terjadwal untuk keliling ke empat dusun mengedukasi warga agar tetap melaksanakan protokol kesehatan, dengan harapan semua warga sehat,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sementara Babinkamtipmas Desa Barengkrajan, Aipda Sugiono yang menyerahkan bantuan dari Polresta Sidoarjo mengharap alat pengeras suara itu dapat bermanfaat kususnya untuk mengedukasi masyarakat.</p>
<p>&#8221; Mudah mudahan alat pengeras suara tersebut dapat dimanfaatkan dengan optimal untuk mengedukasi warga, agar warga tetap disiplin melaksanakn protokol kesehatan, sehingga tidak ada lagi yang terpapar covid &#8211; 19. Lebih -lebih Barengkrajan adalah Kampung Tangguh,&#8221; harapnya.<strong> (par/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">119463</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jumlah Terbatas, Warga Barengkrajan Minta Tambah Kuota PTSL</title>
		<link>https://memontum.com/jumlah-terbatas-warga-barengkrajan-minta-tambah-kuota-ptsl</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jan 2020 03:16:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Barengkrajan]]></category>
		<category><![CDATA[PTSL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/105216-jumlah-terbatas-warga-barengkrajan-minta-tambah-kuota-ptsl</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Banyaknya warga Desa Barengkrajan yang menginginkan tanahnya disertifikatkan melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) menunjukkan semakin baik kesadaran warga akan pentingnya sertfikat tanah. Sayangnya jumlah kuota yang diterima desa tersebut sangat terbatas , yakni hanya dapat kuota 1000 bidang sehingga tak sebanding dengan besarnya minat warga. Dengan terbatasanya bidang yang disediakan sehingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Banyaknya warga Desa Barengkrajan yang menginginkan tanahnya disertifikatkan melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) menunjukkan semakin baik kesadaran warga akan pentingnya sertfikat tanah. Sayangnya jumlah kuota yang diterima desa tersebut sangat terbatas , yakni hanya dapat kuota 1000 bidang sehingga tak sebanding dengan besarnya minat warga.</p>
<p>Dengan terbatasanya bidang yang disediakan sehingga panitia PTSL dan Pemdes setempat mengambil kebijakan tanah yang ada rumahnya memjadi prioritas. Asmono, Kepala Desa Barengkrajan menyatakan jika desanya adalah desa terluas dari 21 desa di wilayah Kecamatan Krian , sehingga tanah warga amat banyak yang butuh disertifikatkan .</p>
<p>“ Dengan kuota 1000 bidang masih jauh dari jumlah yang dibutuhkan, maka untuk memberikan rasa adil bagi warganya yang terbagi di empat dusun, kami memprioritaskan tanah yang ada rumahnya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Walaupun hanya tanah yang ada bangunannya yang berkesempatan ikut PTSL, namun masih banyak bidang tanah serupa yang masih menunggu giliran . &#8221; Saking banyaknya warga yang ingin hadir pada sosialisasi walaupun kami mengundang warga tertentu, terpaksa kami adakan dua sesi sosialisasi pada hari yang sama. Saat ini saja sudah 1250 warga yang menyatakan siap ikut PTSL ,&#8221; katanya.</p>
<p>Atas keterbatasan kuota tersebut, Marzuki, ketua tim 3 PTSL, BPN Sidoarjo, mengharap agar panitia mengoptimalkan kuota yang ada . &#8221; Kuota 60 ribu harus dibagi 48 desa se Sidoarjo, alangkah baiknya panitia mengoptimalkan kuota yang ada agar dapat diserap,” katanya.</p>
<p>Adapun warga lain yang berminat dapat jatah sertifikat diupayakan sisa kuota dari desa lain yang tidak terserap. Dan perlu diketahui program PTSL dari pusat rencanya akan berlangsung sampai tahun 2024, jadi masih ada kesempatan berikutnya. <strong>(par/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">105216</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Belum Sebulan Diperbaiki, Jalan Barengkrajan Kembali Rusak Parah</title>
		<link>https://memontum.com/belum-sebulan-diperbaiki-jalan-barengkrajan-kembali-rusak-parah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jan 2020 14:59:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Barengkrajan]]></category>
		<category><![CDATA[jalan rusak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/104434-belum-sebulan-diperbaiki-jalan-barengkrajan-kembali-rusak-parah</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Beberapa saat setelah diperbaiki, jalan Desa Barengkrajan Kecamatan Krian kembali rusak parah. Hal ini membuat warga kecewa. Pasalnya tak genap sebulan kondisinya sudah banyak mengalami kerusakan. Beberapa titik bidang badan jalan mengalami jebol . Hal tersebut disinyalir cara pengerjaannya asal asalan. Padahal jalan itu biasa dilewati kendaraan bermuatan berat. Karena dikerjakan asal-asalan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo </strong>&#8211; Beberapa saat setelah diperbaiki, jalan Desa Barengkrajan Kecamatan Krian kembali rusak parah. Hal ini membuat warga kecewa. Pasalnya tak genap sebulan kondisinya sudah banyak mengalami kerusakan. Beberapa titik bidang badan jalan mengalami jebol .</p>
<p>Hal tersebut disinyalir cara pengerjaannya asal asalan. Padahal jalan itu biasa dilewati kendaraan bermuatan berat. Karena dikerjakan asal-asalan, beberapa titik kembali rusak. Budi, warga setempat mengaku kecewa dengan pelaksana proyek dari Dinas Bina Marga dan Sumber Gaya Air Pemkab Sidoarjo.</p>
<p>&#8220;Kami mengharap Pemda Sidoarjo memperbaiki jalan yang rusak itu, karena hasil perbaikan saat ini sudah banyak yang rusak. Bagaimana warga bisa melakukan aktifitas dengan nyaman kalau kondisi jalan seperti itu,&#8221; gerutu pengusaha di Dusun Badas itu.</p>
<p>Sebelumnya warga juga kecewa dengan perbaikan yang hanya separuh dari panjang ruas jalan yang rusak tersebut. Diruas itu , sekitar sepanjang 150 meter mengalami kerusakan berat, bahkan muncul kubangan air setelah hujan turun.</p>
<p>Namun dalam perbaikan dari selatan ke utara, dititik kerusakan terberat hanya separuh yang diperbaiki, separuhnya lagi masih tetap rusak dengan kubangan air. &#8221; Kenapa kerusakan terberat hanya separuh yang diperbaiki, sementara diselatannya yang masih layak dilewati juga diperbaiki, toh disitu juga ada proyek saluran yang juga berfungsi sebagai penahan jalan . Agar dapat dilewati, kami warga desa dengan swadaya menguruk kubangan itu dengan sirtu,&#8221; tuturnya. <strong>(par/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">104434</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ibu-ibu Bareng Krajan Ciptakan Wirausaha Batik</title>
		<link>https://memontum.com/ibu-ibu-bareng-krajan-ciptakan-wirausaha-batik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Dec 2019 05:21:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Barengkrajan]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/101572-ibu-ibu-bareng-krajan-ciptakan-wirausaha-batik</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Menciptakan peluang wirausaha ditengah masyarakat menjadi upaya Pemerintah Desa Barengkrajan Kecamatan Krian dalam mensejahterahkan warganya. Kali ini sasarannya para perempuan yang mempunyai waktu senggang dengan diberi ketrampilan membatik. Kepala Desa Barengkrajan Kecamatan Krian Asmono menyatakan Desa mempunyai program agar warga mempunyai kegiatan menciptakan peluang usaha. ” Saat ini para ibu yang menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Menciptakan peluang wirausaha ditengah masyarakat menjadi upaya Pemerintah Desa Barengkrajan Kecamatan Krian dalam mensejahterahkan warganya. Kali ini sasarannya para perempuan yang mempunyai waktu senggang dengan diberi ketrampilan membatik.</p>
<p>Kepala Desa Barengkrajan Kecamatan Krian Asmono menyatakan Desa mempunyai program agar warga mempunyai kegiatan menciptakan peluang usaha. ” Saat ini para ibu yang menjadi sasaran. Agar dapat membantu penghasilan keluarga. Lebih lebih bagi yang menjadi kepala rumah tangga, pasti butuh penghasilan lebih,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Tak kurang 60 orang ibu ibu tekun mengikuti pelatihan batik ikat di Balaidesa. Mereka bersemangat karena merasa dengan pelatihan akan memilik ketrampilan membatik dengan cara yang sederhana. Sri Rohani salah seorang peserta mengaku senang dengan pelatihan batik ikat ini, caranya sederhana jadi mudah dipraktekkan.</p>
<p>“ Lebih Hasilnya bisa dipakai untuk bahan pembuatan ketrampilan pelengkap rumah seperti sprei, korden, taplak meja, asesoris bahkan pakaian. Itu akan kami upayakan sebagai kerajinan bersama,&#8221; harapnya.</p>
<p>Ketua Tim Penggerak PKK Desa Barengkrajan Ningsih, menyambut baik semangat rekan- rekannya. Istri Kades itu akan terus memberi peluang pengembangan kemampuan serta bersama sama memberdayagunakan yang dihasilkan untuk kesejahteraan keluarga.</p>
<p>&#8221; Bersama Pemerintah Desa kami akan berupaya mencari peluang agar hasil kerajinan para ibu bisa bermanfaat secara ekonomis bagi keluarganya. Dan melalui PKK akan kami upayakan memberi ketrampilan pendukung agar keahliannya semakin lengkap,&#8221; ucapnya.<strong> (par/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">101572</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disentuh  Jalin Matra,  18 Janda Barengkrajan Buka Wirausaha</title>
		<link>https://memontum.com/disentuh-jalin-matra-18-janda-barengkrajan-buka-wirausaha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Nov 2019 03:29:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Barengkrajan]]></category>
		<category><![CDATA[jalin matra]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100741-disentuh-jalin-matra-18-janda-barengkrajan-buka-wirausaha</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Melalui Jalin Matra ( Jalan Lain Menuju Kesejahteraan Keluarga) program Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan ( JM &#8211; PFK ) 18 orang kepala rumah tangga perempuan ( KRTP ) Desa Barengkrajan Kecamatan Krian diajak berwirausaha. Program dari Provinsi Jawa Timur tersebut bertujuan agar mereka mempunyai usaha yang sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo </strong>&#8211; Melalui Jalin Matra ( Jalan Lain Menuju Kesejahteraan Keluarga) program Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan ( JM &#8211; PFK ) 18 orang kepala rumah tangga perempuan ( KRTP ) Desa Barengkrajan Kecamatan Krian diajak berwirausaha.</p>
<p>Program dari Provinsi Jawa Timur tersebut bertujuan agar mereka mempunyai usaha yang sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki, sehingga apa yang diupayakan selama ini dapat diteruskan .</p>
<p>Sebagaimana disampaikan Kepala Desa Barengkrajan , Asmono, Menurutnya para penerima program Jalinmatar usahanya bisa berkesinambungan dan bagi pemula dapat mempunyai usaha sendiri sehingga dapat mencukupi kebutuhan keluarga.</p>
<p>Hal yang sama diucapkan Kasmuin, koordinator pendamping Jalin Matra Kabupaten Sidoarjo . Menurutnya masing masing KRTP mendapat bantuan modal usaha berupa barang dagangan dan kelengkapanya senilai Rp 2, 5 juta .</p>
<p>Atau mungkin dari 2, 5 juta itu 10% nya ( Rp 250.000 ) direalisasikan dalam bentuk sembako , dimaksudkan untuk kebutuhan hidup selama usahnya belum menghasilkan. Itu tergantung permintaan penerima bantuan .</p>
<p>Cermin perasaan berhasil terlontar dari Endang Suliati, penerima bantuan KRTP Desa Barengkrajan &#8221; Bantuan kios dan isinya ini mudah mudahan bisa berkembang, karena barang dagangan saya lebih banyak,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu H. Sutrisno Ketua Panitia penerima KRTP menyatakan , 18 orang yang ditetapkan sebagai penerima itu, sebelumnya melalui survey dan verifikasi , sehingga mereka adalah yang benar- benar berhak menerima. “Setelah ditetapkan sebagai penerima, kami mendatangi dan menanyakan barang apa yang dibutuhkan untuk usahanya dan kami berupaya menyediakan sesuai permintaanya,&#8221; pungkasnya. <strong>(par/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100741</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
