<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Desa Becirongengor &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/desa-becirongengor/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 Sep 2018 13:48:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Desa Becirongengor &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Becirongengor Gebyar 1001 Tumpeng</title>
		<link>https://memontum.com/becirongengor-gebyar-1001-tumpeng</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Sep 2018 13:48:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[1 Muharram]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Becirongengor]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/55285-becirongengor-gebyar-1001-tumpeng</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Menyambut tahun baru 1440 Hijriah, warga Desa Becirongengor Kecamatan Wonoayu tumpengan bersama. Pada malam 1 Muharram tersebut seluruh warga turun ke jalan desa duduk berhadapan dengan kenduri 1001 tumpeng di depannya . Mereaka duduk berjajar sepanjang 800 meter dari balaidesa sampai masjid Roudlotul Jannah di sisi barat desa. Pada kesempatan itu w [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Menyambut tahun baru 1440 Hijriah, warga Desa Becirongengor  Kecamatan Wonoayu tumpengan bersama.  Pada malam 1 Muharram tersebut  seluruh warga  turun ke jalan desa duduk berhadapan dengan kenduri 1001  tumpeng di depannya .</p>
<p> Mereaka duduk berjajar  sepanjang 800 meter dari balaidesa sampai masjid Roudlotul Jannah di sisi barat desa. Pada kesempatan itu w arga  memunajatkan do&#8217;a keberkahan dan bersyukur kepada Yang Maha Kuasa . </p>
<p>Warga desa yang Islami sangat menjaga tali silaturahmi dan  kebersamaan , sebagaimana disampaikan oleh H. Musbihin Chozin, takmir masjid. Menuurtnya, kenduri tumpeng adalah bentuk rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang telah diterima. Adapun 1 Muharram adalah tahun baru Islam yang menjadi salah satu momen silaturahmi dan  simbul kerukunan umat yang harus dijaga.</p>
<p>Kepala Desa Becirongengor. H. M. Nurrohman menyatakan , gebyar 1001 tumpeng tersebut  satu dari serangkain acara gebyar Muharram di Becirongengor. Sebelumnya digelar, kegiatan sosial untuk warga yang tidak mampu dialnjutkan  pengajian. Ini  menjadi cermin kehidupan sosial warga desa . </p>
<p> Sementara jalan sehat dengan hadiah  yang menarik menjadi hiburan di  setiap tahun baru hijriah. Semua menjadi wujud kebersamaan. </p>
<p>&#8221; Seperti yang anda lihat sendiri. Warga sangat antusias mengikuti tumpengan. Mereka swadaya mengeluarkan biaya setiap keluarga untuk syukuran . Saya senang, ini wujud kebersamaan  warga dalam menjalin gotong royong di kehidupan kampung. Cermin seperti ini adalah modal utama melaksanakan pembangunan yang partisipatif di desa, &#8221; ungkapnya bangga. <strong>(par/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">55285</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
