<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Desa Besur Sukses Budidayakan Beras Japonicum Koshihikari &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/desa-besur-sukses-budidayakan-beras-japonicum-koshihikari/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Jul 2021 12:20:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Desa Besur Sukses Budidayakan Beras Japonicum Koshihikari &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Anggota TNI Marinir Sukses Budidaya Lebah Madu</title>
		<link>https://memontum.com/anggota-tni-marinir-sukses-budidaya-lebah-madu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2021 12:20:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Cegah Isteri Anggota TNI-Polri Jadi TKI]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Besur Sukses Budidayakan Beras Japonicum Koshihikari]]></category>
		<category><![CDATA[lebah madu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=147802</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Pekarangan rumah Praka Marinir, Rofi Dwi Segara warga Rt 01/Rw 03 Jalan Tambora Kelurahan Kademangan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo memiliki sekitar 450 kotak kayu yang berisi sarang lebah (stup). Hanya bermodal kotak kayu untuk tempat stup lebah, Praka Marinir Rofi bisa meraih omzet hingga jutaan rupiah per bulan, terutama saat musim panen [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Pekarangan rumah Praka Marinir, Rofi Dwi Segara warga Rt 01/Rw 03 Jalan Tambora Kelurahan Kademangan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo memiliki sekitar 450 kotak kayu yang berisi sarang lebah (stup). Hanya bermodal kotak kayu untuk tempat stup lebah, Praka Marinir Rofi bisa meraih omzet hingga jutaan rupiah per bulan, terutama saat musim panen madu tiba.</p>



<p>Agar menghasilkan madu alami, lebah-lebah yang dibudidaya, katanya, tidak perlu dikasih makanan. Dia hanya butuh menunggu frame (tempat bertelur anakan lebah) penuh dan siap panen setiap satu bulan sekali.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-probolinggo-dorong-penerapan-dashboard-monitoring-di-rsud-dr-mohammad-saleh">Wali Kota Probolinggo Dorong Penerapan Dashboard Monitoring di RSUD dr Mohammad Saleh</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jaga-ekosistem-perairan-wali-kota-probolinggo-4-tebar-bibit-ikan-di-ranu-sentong">Jaga Ekosistem Perairan, Wali Kota Probolinggo 4 Tebar Bibit Ikan di Ranu Sentong</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/deteksi-dini-ptm-pemkot-probolinggo-gelar-cek-kesehatan-gratis-bagi-seluruh-asn">Deteksi Dini PTM, Pemkot Probolinggo Gelar Cek Kesehatan Gratis Bagi Seluruh ASN</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Kalau dikasih makan seperti gula, hasil madunya akan jelek, banyak kadar airnya. Kalau punya saya dibiarkan saja, langsung menyerap sari bunga dari tanaman sekitar,&#8221; ujar Rofi saat ditemui, Minggu (11/07).</p>



<p>Pria yang juga anggota Marinir yang berdinas di Sidoarjo ini bercerita, usaha budidaya lebah bisa dikatakan tidak perlu mengeluarkan modal produksi, bila semua bahan pembuatan sarang sudah dimiliki. Pembudidaya hanya cukup membuat kotak sarang dari kayu yang lunak seperti randu dan sengon sebagai sarang lebah.</p>



<p>Selebihnya, hanya menunggu manisnya madu dan anakan lebah yang bisa diracik menjadi kuliner. Dalam budidaya lebah, kata Praka Marinir Rofi, yang perlu diperhatikan harus rutin memanen madu dan frame anakan lebah. Bila tidak dipanen, koloni lebah akan pergi dari sarangnya.</p>



<p>&#8220;Harus rutin dipanen sebulan sekali. Kalau tidak, frame dalam sarang akan penuh, dan lebah dipastikan akan mencari sarang lain,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain itu, agar koloni lebah tidak kabur, hanya perlu memastikan tidak ada semut dan kupu-kupu yang masuk ke dalam sarang. Praka Rofi mulanya hanya seorang yang suka minum madu, alasannya sangat jelas di Alquran juga diterangkan barang siapa yang suka minum madu insyaallah tubuh menjadi sehat dan imun sangat kuat, selain itu juga bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Baru pada tahun 2018-an dia coba membuat stup di sekitar pekarangan rumahnya hingga saat ini.</p>



<p>Ratusan stup yang dibuatnya, tidak langsung bisa ditempati koloni lebah. “Caranya, memasuki bulan September sampai Oktober menghadapi musim hujan, sebagian besar lebah melakukan hijrah untuk mencari sarang baru,Stup-stup yang sudah dibuat harus ditebar di kebun-kebun agar cepat ditempati lebah. Baru kemudian dipindahkan di dekat pekarangan rumah,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Baru pada bulan November sampai Februari saat musim madu, Rofi sudah bisa langsung panen raya. Selama empat bulan masa panen, produktivitas madu akan meningkat setiap bulannya, satu stup bisa menghasilkan hingga 3 liter. Dari 450 stup yang dimiliki, rata-rata&nbsp; bisa mendapatkan 1.200 liter madu siap dikonsumsi.</p>



<p>Ke depan, Praka Rofi menginginkan diwilayahnya bisa menjadi wisata budidaya lebah yang bisa menjadi tempat edukasi. Hanya saja, sebagian besar masyarakat masih suka memilih mencari madu di hutan dengan cara konvensional. &#8220;Cita-cita saya di sini bisa jadi tempat jujukan edukasi. Kemarin sempat ada perusahaan yang siap menerima dalam jumlah besar, tapi saya belum sanggup, karena di sini masih sedikit yang budidaya lebah,&#8221; ujar Rofi. <strong>(geo/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">147802</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dikelola Organik Tanpa Zat Kimia, Desa Besur Sukses Budidayakan Beras Japonicum Koshihikari</title>
		<link>https://memontum.com/dikelola-organik-tanpa-zat-kimia-desa-besur-sukses-budidayakan-beras-japonicum-koshihikari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2018 10:51:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Besur Sukses Budidayakan Beras Japonicum Koshihikari]]></category>
		<category><![CDATA[Dikelola Organik Tanpa Zat Kimia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=50929</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan&#8212;-Beras premium dari jepang, Japonicum Koshihikari, rupanya sukses dibudidayakan oleh petani Desa Besur Kecamatan Sekaran/Lamongan. Mereka bahkan membudidayakannya secara organik, tanpa zat kimia. Japonicum Koshihikari adalah salah satu jenis beras dari Jepang yang sangat populer di Negara Sakura. Karakter berasnya yang manis dan lengket, sehingga menjadi pilihan favorit untuk membuat sushi. Petani Besur seperti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan&#8212;-</strong>Beras premium dari jepang, Japonicum Koshihikari, rupanya sukses dibudidayakan oleh petani Desa Besur Kecamatan Sekaran/Lamongan. Mereka bahkan membudidayakannya secara organik, tanpa zat kimia.</p>
<p>Japonicum Koshihikari adalah salah satu jenis beras dari Jepang yang sangat populer di Negara Sakura. Karakter berasnya yang manis dan lengket, sehingga menjadi pilihan favorit untuk membuat sushi.</p>
<p>Petani Besur seperti dijelaskan Nuning, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Sekaran, juga tidak mengalami kesulitan soal pemasaran beras ini. Karena sudah ada perusahaan yang siap menampung berapapun hasil panennya.</p>
<p>Dia menuturkan awalnya ada perusahaan yang memberikan benih Japonicum Koshihikari untuk dicoba dibudidayakan petani Besur. Perusahaan ini melirik Besur karena dikenal sukses bercocok tanam secara organik.</p>
<p>Uji coba budidaya beras Japonicum Koshihikari ini rupanya sukses. Sehingga kini petani Desa Besur dipercaya menjadi penyuplai beras Japonicum Koshihikari bagi perusahaan tersebut.</p>
<p>Kesuksesan petani Desa Besur bercocok tanam padi secara organik diawali dengan inisiatif membuka Sekolah Lapang Pertanian melalui Dana Desa.</p>
<p>Camat Sekaran Yuli Wahyuono menjelaskan, Sekolah Lapang Pertanian tersebut menjadi embrio Program Tanaman Sehat di wilayahnya.</p>
<p><a href="https://memontum.com/50929-dikelola-organik-tanpa-zat-kimia-desa-besur-sukses-budidayakan-beras-japonicum-koshihikari/jugo7-copy" rel="attachment wp-att-50933"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-50933" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/jugo7-copy.jpg?resize=500%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="333" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/jugo7-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/jugo7-copy.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/jugo7-copy.jpg?resize=270%2C180&amp;ssl=1 270w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></a><br />
Saat ini Sekolah Lapang Pertanian serupa dibuka lagi di lima desa lainnya. Yakni Desa Porodeso, Bulutengger, Kembangan, dan Kebalankulon.</p>
<p>Program Tanaman Sehat tersebut bisa lebih cepat diadaptasi petani di desa lainnya karena menunjukkan hasil nyata. Dengan bertani secara organik, rata-rata produktivitasnya bisa mencapai 9,8 ton perhektare.</p>
<p>Sementara ongkos produksi juga jauh berkurang. karena ongkos pupuk kimia yang biasanya Rp 2 juta perhektare, kini dengan pupuk organik hanya Rp 600 ribu perhektare.</p>
<p>Sementara ongkos untuk pestisida maupun pengendali hama menjadi nol, karena diproduksi sendiri. Selain itu petani juga memanfaatkan bunga refugia dan burung hantu sebagai pembasmi hama.</p>
<p><a href="https://memontum.com/50929-dikelola-organik-tanpa-zat-kimia-desa-besur-sukses-budidayakan-beras-japonicum-koshihikari/jugo9-copy" rel="attachment wp-att-50934"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-50934" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/jugo9-copy.jpg?resize=500%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="333" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/jugo9-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/jugo9-copy.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/jugo9-copy.jpg?resize=270%2C180&amp;ssl=1 270w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></a> <a href="https://memontum.com/50929-dikelola-organik-tanpa-zat-kimia-desa-besur-sukses-budidayakan-beras-japonicum-koshihikari/jugo2-copy" rel="attachment wp-att-50931"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-50931" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/jugo2-copy.jpg?resize=500%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="333" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/jugo2-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/jugo2-copy.jpg?resize=300%2C200&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/jugo2-copy.jpg?resize=270%2C180&amp;ssl=1 270w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></a><br />
Secara manajemen, saat ini sedang dilakukan penataan pemasaran agar beras Besur dan sekitarnya yang organik itu bernilai lebih tinggi. Salah satunya dengan mengajukan sertifikasi Prima kepada Otoritas Kompetensi Kemanaan Pangan Daerah (OKKPD) dan Otoritas Keamanan Pangan Pusat (OKKPP).</p>
<p>Saat ini beras produksi petani Desa Besur dan sekitarnya sudah mengantongi sertifikat Prima 3, yang menjamin produknya aman dari pestisida. Mereka kini tengah mengajukan sertifikasi Prima 2 yang selain aman pestisida juga terjamin mutunya.</p>
<p>Bupati Fadeli saat menghadiri Panen Tanaman Sehat di Desa Jugo/Sekaran menyampaikan apresiasinya atas inovasi yang dilakukan petani. Selain berasnya sehat, produktivitas yang tinggi sudah bisa dicapai dengan menggunakan varietas non hibrida.</p>
<p>“Ini sesuai dengan visi kami untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui Nilai Tukar Petani (NTP). Yakni dengan mengurangi biaya produksi dan menaikkan harga jual,&#8221; ujar Fadeli saat di Desa Jugo Kecamatan Sekaran, Kamis (9/8/2018).</p>
<p>Karena itu kedepan dia menganjurkan agar dibuka pula lahan percontohan untuk varietas hibrida yang ditanam secara organik.</p>
<p>Dia juga mengarahkan agar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bisa berperan lebih besar untuk peningkatan kesejahteraan petani.</p>
<p>Terkait upaya mengalirkan air Sungai Bengawan Solo ke wilayah pertanian Lamongan, pengerukan yang dilakukan di sejumlah pintu sluis sudah menunjukkan hasil.</p>
<p>Sungai-sungai di kawasan Bengawan Jero yang biasanya sudah kering, saat ini masih teraliri air. Sehingga bisa menyelamatkan lahan pertanian yang terancam kekeringan.</p>
<p>Pengerukan ini dilakukan dengan mengerahkan 14 backhoe di Pintu Sluis Dusun Mungus Desa Sugihwaras Kecamatan Kalitengah dan Desa Palangan Kecamatan Karangbinangun. Juga di Pintu Sluis Dusun Melik Kecamatan Kalitengah, Desa Banjarejo, Banyuurip, Watangpanjang, Windu dan Bogobabadan di Karangbinangun.</p>
<p>Sementara di Kecamatan Sekaran, mereka bekerjasama dengan Perum Jasa Tirta untuk mengalirkan air dari Sungai Bengawan Solo ke wilayah Sekaran dan sekitarnya. Juga sudah dilakukan normalisasi salurana air sepanjang 6 kilometer sehingga mampu menyelamatkan 400 hektar lahan pertanian dari ancaman kekeringan.</p>
<p>Berdasar data Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Lamongan, sampai akhir Juli ini produksi padi Lamongan sudah mencapai 814.512 ton dengan rata-rata produktivitas 7,2 ton perhektare. (Ifa/zen/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">50929</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
