<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Desa Gelang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/desa-gelang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Mar 2020 13:43:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Desa Gelang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Darurat! 5 Rumah Warga Desa Gelang &#8211; Sumberbaru Terancam Longsor</title>
		<link>https://memontum.com/darurat-5-rumah-warga-desa-gelang-sumberbaru-terancam-longsor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2020 13:43:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Gelang]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/107797-darurat-5-rumah-warga-desa-gelang-sumberbaru-terancam-longsor</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Lima rumah yang berdiri di atas tebing yang berada di RT02/RW09 Dusun Krajan, Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, terancam hancur pasalnya tanah tempat berdirinya bangunan rumah sedikit demi sedikit longsor, karena terkikis air hujan deras, Rabu (4/2/2020) siang. Sejarahnya, diceritakan salah satu tokoh nasyarakat Desa Gelang, H.Wahid bahwa 5 rumah yakni [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Lima rumah yang berdiri di atas tebing yang berada di RT02/RW09 Dusun Krajan, Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, terancam hancur pasalnya tanah tempat berdirinya bangunan rumah sedikit demi sedikit longsor, karena terkikis air hujan deras, Rabu (4/2/2020) siang.</p>
<p>Sejarahnya, diceritakan salah satu tokoh nasyarakat Desa Gelang, H.Wahid bahwa 5 rumah yakni milik Simah (65) seorang janda, Srakiah (60), bersama keluarga Satrawi, Mat Ziseh dan Rifai.</p>
<p>Tanah yang posisinya berada di belakang rumah, sudah 2 X mengalami longsor di musim penghujan. Parahnya longsoran mulai mendekati bangunan rumah.</p>
<p>H Wahid mengatakan bahwa longsor yang terjadi kali ini adalah yang kedua kali, sedangkan yang pertama 2019 dan longsor disebabkan air yang ada di lingkungan sekitar larinya menyatu ke daerah yang kini longsor.</p>
<p>&#8220;Sehingga lambat laun tanah di sini tergerus air ketika musim hujan dan kebetulan tanah di belakang kelima rumah ini berupa tebing dan ahirnya longsor,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia juga mengatakan kejadian longsor pertama (Tahun 2019) pernah didatangi perangkat desa dan juga dari pegawai dari kecamatan namun hingga saat ini, sampai terjadi longsor kembali.</p>
<p>&#8220;Masih belum ada penanganan sama sekali, warga hanya bisa mencegah sebisanya dengan menancapkan kayu dan bambu. Dengan harapan longsor tidak melebar,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia berharap agar supaya tanah longsor segera ada perhatian dan penanganan dari pihak terkait baik dari pemerintah desa maupun pemerintah Kecamatan serta pemerintah Kabupaten.</p>
<p>”Apa dikasih bronjong atau apa saja yang sekiranya dapat mencegah longsor sehingga sehingga penghuni dari kelima rumah yang menempati merasa ketakutan, apalagi kalau malam hari, rumah itu tidak ditempati pemiliknya, &#8221; pungkasnya. <strong>(bud/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107797</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Petani Gogol Gelang, Blokir Akses Perumahan Modern Land</title>
		<link>https://memontum.com/petani-gogol-gelang-blokir-akses-perumahan-modern-land</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jan 2020 11:09:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Demo]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Gelang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/103143-petani-gogol-gelang-blokir-akses-perumahan-modern-land</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Puluhan petani gogol gilir Desa Gelang Kecamatan Tulangan menggelar aksi demo menutup akses Perum Modern Land, yang berada di Dusun Karang Ploso, Desa Gelang, Kecamatan Tulangan, Rabu (1/01/2020) pagi. Mereka menutup 3 pintu akses kedalam perumahan, menuntut uang pelunasan atas tanah tersebut. Lantaran pengembang mengingkari kesepakatan dalam perjanjian yang jatuh per-tanggal 31 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Puluhan petani gogol gilir Desa Gelang Kecamatan Tulangan menggelar aksi demo menutup akses Perum Modern Land, yang berada di Dusun Karang Ploso, Desa Gelang, Kecamatan Tulangan, Rabu (1/01/2020) pagi. Mereka menutup 3 pintu akses kedalam perumahan, menuntut uang pelunasan atas tanah tersebut. Lantaran pengembang mengingkari kesepakatan dalam perjanjian yang jatuh per-tanggal 31 Desember 2019.</p>
<p>Prasetyo Imam Turmudzi Perwakilan petani Gogol mengatakan alasan 28 warga Gogol gilir menutup jalan masuk perumahan adalah bentuk kekesalan, dan untuk meminta haknya kembali.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-103144" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/Screenshot_2020-01-01-14-53-34-96-copy.jpg?resize=740%2C416&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="416" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/Screenshot_2020-01-01-14-53-34-96-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/Screenshot_2020-01-01-14-53-34-96-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/Screenshot_2020-01-01-14-53-34-96-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/Screenshot_2020-01-01-14-53-34-96-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Pasalnya sawah mereka yang belum dilunasi oleh pengembang perumahan Modern Land. Dalam isi perjanjian kesempakatan, antara pengembang dan petani Gogol, jika pengembang tak sanggup melunasi pembayaran 28 sawah milik gogol, maka pengembang akan mengembalikan sawah itu ke petani. &#8220;Perjanjian itu jatuh tempo kemarin, per tanggal 31 Desember 2019,&#8221; katanya</p>
<p>Hal sama dikatakan Dedi Dwi Nugroho yang tergabung dalam panitia pelepasan tanah gogol. Dia sudah berupaya maksimal untuk menjembatani antara pengembang dan petani pemilik gogol, namun belum membuahkan hasil yang terbaik. &#8220;Kita sudah koordinasi dengan pengembangan, tapi kemarin saat jatuh tempo belum ada pembayaran,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Menurutnya, jual beli sawah Gogol itu berawal pada tahun 2017. Ada 49 sawah petani gogol yang dijual ke pengembang, seluas 7,3 hektar. Dan status sawah ini masih gogol gilir. Sawah milik 21 gogol seluas 3,1 Hektar sudah di lunasi. Dan 28 sawah milik petani gogol seluas 4,2 hektar belum dilunasi, sampai jatuh tempo 31 Desember 2019. <strong>(gus/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">103143</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
