<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>desa jenggolo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/desa-jenggolo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Jun 2019 13:09:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>desa jenggolo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Begini Alasan Sukirno Cakades Jenggolo Kepanjen Kedepankan Motto &#8216;Jenggolo Manik Sembodo&#8217;</title>
		<link>https://memontum.com/begini-alasan-sukirno-cakades-jenggolo-kepanjen-kedepankan-motto-jenggolo-manik-sembodo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jun 2019 13:09:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Cakades]]></category>
		<category><![CDATA[desa jenggolo]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkades]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/85965-begini-alasan-sukirno-cakades-jenggolo-kepanjen-kedepankan-motto-jenggolo-manik-sembodo</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Salah satu motto yang diusung oleh Sukirno,Calon Kepala Desa (Cakades) Jenggolo Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang yaitu &#8216;Jenggolo Manik Sembodo&#8217;. Artinya, jika terpilih menjadi Kepala Desa (Kades) Jenggolo untuk periode 2019-2025 mendatang, dia bisa menyembadani masyarakat dengan segala keterbatasan. &#8220;Sebagai manusia biasa,tanpa terlepas dari batas kemampuan, artinya tidak mungkin semua programnya nanti sepenuhnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Salah satu motto yang diusung oleh Sukirno,Calon Kepala Desa (Cakades) Jenggolo Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang yaitu &#8216;Jenggolo Manik Sembodo&#8217;. Artinya, jika terpilih menjadi Kepala Desa (Kades) Jenggolo untuk periode 2019-2025 mendatang, dia bisa menyembadani masyarakat dengan segala keterbatasan.</p>
<p>&#8220;Sebagai manusia biasa,tanpa terlepas dari batas kemampuan, artinya tidak mungkin semua programnya nanti sepenuhnya terealisasi. Mungkin ada sebagian program yang tidak mampu. Karenanya, sebelum melangkah nanti kami minta maaf,manaka ada program yang tidak bisa dijangkau,karena faktor keterbatasan kita sebagai manusia,&#8221; Papar Ainun, isteri Sukirno Cakades Jenggolo Jumat (14/6/2019) kemarin.</p>
<div id="attachment_85967" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-85967" decoding="async" class="size-full wp-image-85967" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190616-WA0058-copy.jpg?resize=650%2C500&#038;ssl=1" alt="Sukirno Cakades Jenggolo" width="650" height="500" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190616-WA0058-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190616-WA0058-copy.jpg?resize=300%2C231&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190616-WA0058-copy.jpg?resize=600%2C462&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190616-WA0058-copy.jpg?resize=200%2C154&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-85967" class="wp-caption-text"><strong>Sukirno Cakades Jenggolo</strong></p></div>
<p>Tambah Ainun yang tercatat sebagai mantan karyawati PLN Distribusi Jawa Timur bagian perluasan jaringan ini, tujuan program sang suami yang juga pensiunan karyawan Perindustrian Angkatan Darat (Pindad) ini tanpa terlelas dari kesejahteraan masyarakat Desa Jenggolo.</p>
<p>Seperti program yang bakal terselenggara tanggal 19/6 hingga 21/6/2019 mendatang, pihaknya akan bagikan sembako sebanyak 7,5 ton yang terdiri dari beras, minyak, gula dan kecap kepada warga Desa Jenggolo.Kendati tidak secara cuma-cuma alias gratis, namun program tersebut dirasa sangat membantu.</p>
<p>Pasalnya, warga hanya bisa tebus dengan uang sebesar Rp 10 ribu, toh nominal sembako itu sebesar Rp 150 ribu. Dan uang Rp 10 ribu nanti akan kembali untuk kas desa, akan disalurkan melalui masing-masing ketua RT, untuk kebutuhan desa toh dalam skala kecil,seperti perbaikan jalan kampung dan sebagainya.</p>
<div id="attachment_85966" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-85966" decoding="async" class="size-full wp-image-85966" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190616-WA0059-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt=" SANTUNAN : Bersama Tokoh Masyarakat Dalam Acara Santunan Anak Yatim.(H.Mansyur Usman/Memontum.Com)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190616-WA0059-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190616-WA0059-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190616-WA0059-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190616-WA0059-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/06/IMG-20190616-WA0059-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-85966" class="wp-caption-text"><strong>SANTUNAN : Bersama Tokoh Masyarakat Dalam Acara Santunan Anak Yatim.(H.Mansyur Usman/Memontum.Com)</strong></p></div>
<p>&#8220;Tujuan kami untuk mendidik warga Jenggolo, biar mereka tidak selalu mengandalkan pemberian dari orang lain. Tetapi mereka mampu mengangkat derajatnya sendiri dengan membayar uang sebesar Rp 10 ribu. Program ini akan berlanjut jika Pak Sukirno terpilih jadi Kepala Desa. Sebagai seorang pendamping, kami akan selalu mengingatkanya,&#8221; tambah Ainun.</p>
<p>Di tempat yang sama, Sukirno Cakades Jenggolo memaparkan, jika Tuhan menghendaki menjabat Kepala Desa nanti, akan lebih mengedepankan sarana insfratruktur.</p>
<p>Menurutnya, masyarakat Desa Jenggolo terdiri dari kalangan menengah ke bawah. &#8220;Kita perlu mensejahterakan masyarakat, biar ke depan nanti bisa menikmati jangka panjang. Program ini insyaaloh akan kami lanjutkan. Kami akan lebih mengedepankan sejumlah titik fatal.Kami akan mengabdi sejujur-jujurnya kepada negara melalui Desa Jenggolo,&#8221; tandas Sukirno dengan nada semangat.</p>
<p>Ada program menarik yang selama ini sangat diharapkan oleh masyarakat khususnya kalangan kelompok tani di desa indentik tapak tilas kerajaan ini. Beberapa waktu lalu pihaknya sudah berkumpul bersama sejumlah kelompok tani Desa Jenggolo dalam rencana mendirikan KUD.</p>
<p>&#8220;Jika kami terpilih jadi Kepala Desa nanti, kami akan mendirikan KUD. Sesuai hasil kesepakatan bersama, kami sanggup menebus pupuk dan obat pembasmi hama. Selanjutnya kami hutangkan kepada masyarakat. Mereka bisa bayar setelah panen,&#8221; ulasnya.</p>
<p>Seperti langkah awal yang sudah ia laksanakan, yakni memasang lampu penerangan jalan umum (PJU) dengan menggunakan lampu Led komplit mulai ijin pasang baru PLN, box-Panel kwh, meteran 2 unit dengan daya masing-masing 2.200 VA serta pondasi, tiang lampu, lampu led, kabel dan accesoriesnya.</p>
<p>Total PJU dibangun berjumlah 23 unit senilai Rp 200 juta. Pembangunan PJU ini dipilih material berkualitas premium yakni material terbaik untuk lampu PJU Led.</p>
<p>Program itu pun berlanjut ke barat makam tepatnya di RT2 dan RT4 sebanyak 8 titik,termasuk ke Kalijati, sejumlah titik sumber mata air termasuk renovasi sejumlah musholla.</p>
<p>Juga dijelaskan, untuk DPT Desa Jenggolo sebanyak 3833 calon hak pilih. Adapun untuk tahapan berikutnya Pilkades Jenggolo yang berlangsung serentak di 269 Desa se-Kabupaten Malang yakni acara Kirab yang akan diikuti oleh semua Cakades Jengholo untuk periode 2019-2025 mendatang. <strong>(Sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">85965</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bangun 23 Titik PJU, Komunitas Jenggolo Manik Sembodo Siap Bangun Desa Mandiri</title>
		<link>https://memontum.com/bangun-23-titik-pju-komunitas-jenggolo-manik-sembodo-siap-bangun-desa-mandiri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 May 2019 20:29:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[desa jenggolo]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[PJU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/83657-bangun-23-titik-pju-komunitas-jenggolo-manik-sembodo-siap-bangun-desa-mandiri</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Jenggolo Manik merupakan nama lain Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Nama ini bersifat sejarah lantaran disakrakalkan serta dimitoskan sebagian besar tokoh masyarakat Jenggolo. Jenggolo Manik dimitoskan sebagai desa mandiri, bermartabat, aman, gemah ripah, dan berbudaya bermodalkan filosofi gotong-royong (abot disonggo bareng). Berawal dari filosofi Jenggolo Manik ini, beberapa tokoh masyarakat diantaranya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Jenggolo Manik merupakan nama lain Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Nama ini bersifat sejarah lantaran disakrakalkan serta dimitoskan sebagian besar tokoh masyarakat Jenggolo. Jenggolo Manik dimitoskan sebagai desa mandiri, bermartabat, aman, gemah ripah, dan berbudaya bermodalkan filosofi gotong-royong (abot disonggo bareng).</p>
<p>Berawal dari filosofi Jenggolo Manik ini, beberapa tokoh masyarakat diantaranya Miskat, Riyanto, Jemain, Suntoro, Rawandi, Sukirno, Suparman, Suprapto, termasuk seorang tokoh pengusaha sukses asal Desa Jenggolo dari sidoarjo Ir H Sugiono MM membentuk komunitas Jenggolo Manik Sembodo. Tujuannya secara bersama-sama membangun desa dengan konsep gotong-royong dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk memberikab kontribusi tenaga, material, uang, sumbang dan saran, serta lainnya untuk membangun desa yang lebih mandiri.</p>
<p>&#8220;Sebagai langkah awal kiprah komunitas Jenggolo Manik Sembodo membangun lampu penerangan jalan umum (PJU) menggunakan lampu Led komplit mulai ijin pasang baru PLN, box-Panel kwh, meteran 2 unit dengan daya masing-masing 2.200 VA serta pondasi, tiang lampu, lampu led, kabel dan accesoriesnya. Total PJU dibangun berjumlah 23 unit senilai Rp 200 juta. Pembangunan PJU ini dipilih material berkualitas premium yakni material terbaik untuk lampu PJU Led,&#8221; terang Ir H Sugiono MM kepada Memo X, Minggu (05/05/2019).</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-83658" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/Ft-Panjen-4-copy.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="400" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/Ft-Panjen-4-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/Ft-Panjen-4-copy.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/Ft-Panjen-4-copy.jpg?resize=600%2C369&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/Ft-Panjen-4-copy.jpg?resize=200%2C123&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sugiono menguraikan pembangunan PJU ini awalnya diusulkan warga dan tokoh masyarakat Dusun Sumedang Kamulyan dan Dusun Jenggolo Kulon. Selanjutnya, disampaikan ke Cakades Sukirno. Selanjutnya dibahas komunitas Jenggolo Manik Sembodo. Pembahasan atas usulan ini diseriusi anggota komunitas utama Sukirno dan Ir H Sugiono. Hal ini karena menyangkut hajat hidup orang banyak.</p>
<p>&#8220;Kalau malam gelap bisa jadi daerah terisolasi dan rawan kejahatan. Apalagi menjelang bulan Ramadhan 1440 H. Kami harap masyarakat sekitar kalau mau pergi sholat ke masjid (sholat tarawih dan lainnya) jalanya sudah tidak gelap lagi,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Pengusaha lampu bermerek Bandell ini menguraikan sponsor utama pembangunan lampu PJU Led ini adalah Sukirno dan Ir H Sugiono MM. Pembangunanya secara gotong-royong oleh warga setempat. Sedangkan biaya konstruksi pembangunan PJU ini dari komunitas Jenggolo Manik Sembodo. Warga setempat berkontribusi membayar beban tagihan listrik PJU setiap bulan kepada PLN Rayon Kepanjen.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">83657</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sukirno Siapkan 21 Unit Lampu LED Untuk PJU</title>
		<link>https://memontum.com/sukirno-siapkan-21-unit-lampu-led-untuk-pju</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 May 2019 16:09:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Cakades]]></category>
		<category><![CDATA[desa jenggolo]]></category>
		<category><![CDATA[PJU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/83624-sukirno-siapkan-21-unit-lampu-led-untuk-pju</guid>

					<description><![CDATA[Mengabdi Pada Negara Melalui Desa Jenggolo &#160; Memontum Malang &#8211; Minimnya penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Dusun Sumedang Kamulyan Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen akhir-akhir ini banyak dikeluhkan warga setempat. Pasalnya, jalan penghubung antar dusun di Desa Jenggolo tersebut menjadi salah satu jalan yang sering digunakan warga untuk melakukan akitifitas sehari-hari. Hal itulah yang membuat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Mengabdi Pada Negara Melalui Desa Jenggolo</strong></h2>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Minimnya penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Dusun Sumedang Kamulyan Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen akhir-akhir ini banyak dikeluhkan warga setempat. Pasalnya, jalan penghubung antar dusun di Desa Jenggolo tersebut menjadi salah satu jalan yang sering digunakan warga untuk melakukan akitifitas sehari-hari.</p>
<p>Hal itulah yang membuat Sukirno, salah satu warga yang juga sebagai calon kades Jenggolo berinisiatif untuk membangun PJU. Hal tersebut ia lakukan juga berdasarkan warga yang kerap kali mengeluhkan bahwa jalan tersebut gelap saat tiba malam hari.</p>
<div id="attachment_83626" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-83626" decoding="async" class="size-full wp-image-83626" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190503-WA0094-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="MENGABDI: Proses pemasangan PJU sebagai bentuk pengabdian Sukirno. Ia tak segan untuk turun langsung memasang PJU" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190503-WA0094-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190503-WA0094-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190503-WA0094-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190503-WA0094-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190503-WA0094-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-83626" class="wp-caption-text"><strong>MENGABDI: Proses pemasangan PJU sebagai bentuk pengabdian Sukirno. Ia tak segan untuk turun langsung memasang PJU</strong></p></div>
<p>Sebanyak 21 unit lampu LED beserta tiang penyangganya, telah disiapkan untuk dipasang di 21 titik yang tersebar hampir merata di wilayah Dusun Sumedang Kamulyan pada Jumat (3/5) siang. Bersama masyarakat desa dan beberapa tokoh masyarakat desa setempat, Sukirno tak segan untuk turun langsung membantu proses pemasangan lampu.</p>
<p>&#8220;Ya memang awalnya juga berdasarkan keluhan warga, yang mengatakan kalau jalan di Dusun Sumedang Kamulyan ini gelap. Ya warga kan jadi takut untuk keluar di malam hari. Terlebih, warga juga berharap sebelum Bulan Ramadan tiba pekan depan, jalan tersebut sudah dilengkapi oleh PJU,&#8221; ujar Sukirno, Jumat (3/5/2019).</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-83625" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190503-WA0101-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190503-WA0101-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190503-WA0101-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190503-WA0101-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190503-WA0101-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/05/IMG-20190503-WA0101-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Adapun jenis lampu yang digunakan untuk PJU tersebut adalah lampu jenis LED yang berdaya 40-60 watt. Untuk menyiapkan lampu tersebut, Sukirno harus merogoh kocek pribadinya hingga kurang lebih Rp 200 juta.</p>
<p>Sukirno mengatakan, hal itu ia lakukan sebagai salah satu bentuk pengabdiannya kepada tanah kelahirannya. &#8220;Ya gak masalah mas, itung-itung sodaqoh, selain itu kan juga untuk masyarakat. Dan bisa digunakan bersama sama warga desa yang lain,&#8221; imbuh Sukirno.</p>
<p>Terlepas dari keikutsertaannya dalam kontestasi pilkades pada 30 Juni mendatang, Sukirno mengatakan, siapa pun yang nantinya terpililih menjadi Kades Jenggolo, diharapkan bisa benar-benar mengabdi untuk masyarakat. &#8220;Ya harus bisa menjalankan amanat warga. Yang penting itu, mengabdi pada negara melalui Desa Jenggolo,&#8221; ujar Sukirno.</p>
<p>Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Desa Jenggolo, Riyanto mengapresiasi langkah yang diambil oleh Sukirno yang telah berinisiatif untuk menyediakan PJU di Dusun Sumedang Kamulyan.</p>
<p>&#8220;Ya tentunya sebagai salah satu warga dan tokoh masyarakat di Desa Jenggolo, terlepas dari kontestasi Pilkades pada 30 Juni mendatang, segala bentuk niat baik yang ditujukan untuk Desa Jenggolo harus kita apresiasi bersama-sama. Seperti kali ini yang dilakukan oleh Pak Sukirno,&#8221; jelas Riyanto.</p>
<p>Selain upaya membangun infrastruktur dalam bentuk PJU seperti yang dilakukan oleh Sukirno, Riyanto juga berharap pembangunan juga dilakukan pada sumber daya manusia (SDM) yang ada di Desa Jenggolo.</p>
<p>&#8220;Kalau PJU untuk peneranangan jalan, juga tidak kalah penting penerangan hati. Karena membangun SDM itu juga tidak kalah penting,&#8221; ujar Riyanto.</p>
<p>Menurut Riyanto, salah satu upaya membangun SDM yang dimaksud adalah dengan mengadakan Perpustakaan Desa (PerpusDes). <strong>(kik/ono)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">83624</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemdes Jenggolo Kepanjen Pugar Makam Syeh Abdurrohman, Bentuk Penghormatan Atas Perjuangan &#038; Jasa Leluhur</title>
		<link>https://memontum.com/pemdes-jenggolo-kepanjen-pugar-makam-syeh-abdurrohman-bentuk-penghormatan-atas-perjuangan-jasa-leluhur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2019 12:31:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[desa jenggolo]]></category>
		<category><![CDATA[makam]]></category>
		<category><![CDATA[pemugaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/72579-pemdes-jenggolo-kepanjen-pugar-makam-syeh-abdurrohman-bentuk-penghormatan-atas-perjuangan-jasa-leluhur</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan dan jasa leluhur, Pemerintah Desa (Pemdes) Jenggolo Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang melakukan pemugaran makam Syeh Abdurrohman (Pangeran Samber Nyowo) yang kini tengah berlangsung. Kepala Desa Jenggolo, H Lisdyanto menjelaskan, Syekh Abdurrachman adalah salah satu Panglima Perang Pangeran Diponegoro yang turut menyebarkan ajaran Agama Islam di Pulau Jawa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan dan jasa leluhur, Pemerintah Desa (Pemdes) Jenggolo Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang melakukan pemugaran makam Syeh Abdurrohman (Pangeran Samber Nyowo) yang kini tengah berlangsung.</p>
<p>  Kepala Desa Jenggolo, H Lisdyanto menjelaskan, Syekh Abdurrachman adalah salah satu Panglima Perang Pangeran Diponegoro yang turut menyebarkan ajaran Agama Islam di Pulau Jawa sisi tenggara. </p>
<div id="attachment_72580" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-72580" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190110-WA0022-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="H Lisdyanto Kades Jenggolo. (H.Mansyur Usman/Memontum.Com)" width="650" height="366" class="size-full wp-image-72580" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190110-WA0022-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190110-WA0022-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/IMG-20190110-WA0022-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-72580" class="wp-caption-text"><strong>H Lisdyanto Kades Jenggolo. (H.Mansyur Usman/Memontum.Com)</strong></p></div>
<p>&#8220;Jadi, sekitar tahun 1830 tepatnya setelah Perang Diponegoro berakhir, beliau beralih ke sini (Desa Jenggolo) untuk menyebarkan agama dan hingga akhirnya bermukim,&#8221; ujar Lisdiyanto Kamis (10/1/2019) siang tadi.</p>
<p>Dikatakan, sampai saat ini, warga Masih  melakukan ziarah ke Makam Syekh Abdurrachman. Tepatnya di areal Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat. Selain itu dilakukan oleh warga setempat, juga warga luar Kabupaten Malang, bahkan luar pulau jawa.</p>
<p>&#8220;Tujuan dipugarnya makam ini agar peziarah yang datang lebih merasa nyaman.Karena peziarahnya  tak hanya  dari Malang saja Mas, banyak juga yang dari luar Malang, bahkan luar pulau Jawa, &#8221; bebernya.</p>
<p>Juga dijelaskan, hingga saat ini, masyarakat meyakini, sosok Syekh Abdurrachman masih dirasakan aura dan karismanya.Itu salah satu faktor sehingga muncul kesepakatan oleh warga dengan Pemdes Jenggolo untuk memugar Makam tersebut.</p>
<p>&#8220;Warga meyakini, karisma beliau (Syekh Abdurracman) hingga kini masih ada. Itu  yang melatarbelakangi pemugaran makam tersebut. Apalagi, itu juga atas nasehat dari tokoh agama juga masyarakat, akhirnya kami lakukan rembuk (musyawarah), hingga akhirnya muncul  kesepakatan  memugarnya, &#8221; ulasnya.</p>
<p>Disinggung, tentang besarnya biaya pemugaran? Diperkirakan<br />
 hingga  mencapai Rp 200 juta.Selain bersumber dari  swadaya masyarakat juga hasil dari tanah kas desa.</p>
<p>&#8220;Pemugaran makam ini berjalan  selama 3 bulan, Insaalah 2 bulan  ke depan selesai. Seusai pemugaran nanti, kami ada rencana  mengajukan areal Makam Syekh Abdurrachman ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang.Itu agar  bisa dijadikan sebagai salah satu wisata religi di Kabupaten Malang, &#8221; bebernya kembali. <strong>(sur/oso)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">72579</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
