<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Desa Kedungpandan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/desa-kedungpandan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Mar 2020 14:05:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Desa Kedungpandan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jembatan Bambu Kedungpandan  Rawan Ambrol, Puluhan Tahun  Menuggu Jembatan Permanen</title>
		<link>https://memontum.com/jembatan-bambu-kedungpandan-rawan-ambrol-puluhan-tahun-menuggu-jembatan-permanen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2020 14:05:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Kedungpandan]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan ambrol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/108033-jembatan-bambu-kedungpandan-rawan-ambrol-puluhan-tahun-menuggu-jembatan-permanen</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Puluhan tahun, warga Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon membutuhkan pembangunan jembatan, berukuran 3 X 4 M sebagai jalur utama penghubung di tiga desa, yakni Desa Kedungpandan, Desa Semambung, Desa Kupang. Saat ini jembatan yang menjadi akses jalur ekonomi, pertanian dan pertambakan, terbuat dari potongan bambu yang mudah patah. Kalau patah, petani sawah dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Puluhan tahun, warga Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon membutuhkan pembangunan jembatan, berukuran 3 X 4 M sebagai jalur utama penghubung di tiga desa, yakni Desa Kedungpandan, Desa Semambung, Desa Kupang.</p>
<p>Saat ini jembatan yang menjadi akses jalur ekonomi, pertanian dan pertambakan, terbuat dari potongan bambu yang mudah patah. Kalau patah, petani sawah dan petani tambak kesulitan jika melintasinya, Jumat (06/3/2020) siang.</p>
<div id="attachment_108034" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-108034" decoding="async" class="size-full wp-image-108034" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200308-WA0001-copy.jpg?resize=740%2C355&#038;ssl=1" alt="Kepala Dusun Kedungpandan, Kusnali menujukkan lokasi jembatan terbuat dari bambu ditengah tambak (gus)" width="740" height="355" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200308-WA0001-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200308-WA0001-copy.jpg?resize=300%2C144&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200308-WA0001-copy.jpg?resize=600%2C288&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200308-WA0001-copy.jpg?resize=200%2C96&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-108034" class="wp-caption-text">Kepala Dusun Kedungpandan, Kusnali menujukkan lokasi jembatan terbuat dari bambu ditengah tambak (gus)</p></div>
<p>Pelaksana Harian (Plh) Kepala Desa Kedungpandan Abdul Manap didampungi Kepala Dusun (Kasun) Kusnali dilokasi menjelaskan, jembatan ini memang perlu pembangunan. Namun besarnya anggaran menelan berkisar ratusan juta itu, tidaklah mungkin Pemerintah Desa untuk membangunnya.</p>
<p>Selain jembatan, Kusnali menyatakan, ada item bangunan yang belum tersentuh pemerintah. Diantaranya plensengan Gelondoro panjang 500 M, pada dua sisi . Paving Gelondoro panjang 500 M, plengsengan sungai 1500 M pada dua sisi di lingkungan RT. 11 RW. 04, paparnya</p>
<p>Selanjutnya Penerangan Jalan Umum (PJU) sebanyak 60 titik, hal itu nantinya bila direalisasikan akan di bagi pada RW. 02 sampai RW 04. &#8220;Sementara pembuatan jembatan di Kali Gendeng, pada RT. 13 RW. 05 serta pavingisasi dengan lebar 2, 5 meter juga kami butuhkan,&#8221; kata Kusnali, Jumat (6/3/2020) siang.</p>
<p>Paket yang disebutkan diatas menelan biaya anggaran besar dan Pemerintah Desa tidak dapat bisa membangunnya karena minimnya dana.Padahal titik tersebut, adalah akses utama untuk meningkatkan perekonomian warga.</p>
<p>&#8221; Lihat dan bayangkan saja dimusim hujan seperti saat ini, jalan masih berupa tanah tidak bisa dilewati. Petani tambak, dan petani sawah kesulitan membawa hasil panen. Pemerintah Desa Kedungpandan berusaha, mencari terobosan melalui poposal pengajuan bantuan, Musrenbangdes, dinas terkait di Kabupaten Sidoarjo. Tetapi sampai sekarang tidak ada realiasisinya,&#8221; keluh Kusnali</p>
<p>Kedepan, Kusnali berharap bantuan segera direalisasikan, agar dapat merasakan pemerataan pembangunan. Karena letak Desa Kedungpandan paling timur Kabupaten Sidoarjo, berbatasan langsung dengan Kabupaten Pasuruan. <strong>(gus/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">108033</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Sidoarjo Minta Warga Kedungpandan Pertahankan Tradisi Larung Saji</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-sidoarjo-minta-warga-kedungpandan-pertahankan-tradisi-larung-saji</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Sep 2019 08:36:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Kedungpandan]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah bumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://memontum.com/94741-bupati-sidoarjo-minta-warga-kedungpandan-pertahankan-tradisi-larung-saji</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Ratusan warga Dusun Telocor, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon menggelar larung saji (sedekah bumi). Tradisi budaya jawa sebaga rasa wujud puji syukur kehadirat Alloh SWT, Acara itu dihadiri, Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH. M.Hum, Wakil Bupati, H. Nur Ahmad Syaifuddin SH, Forkopimka Jabon, Kepala Desa, Perangkat Desa se-Kecamatan Jabon, Toga dan Tomas, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Ratusan warga Dusun Telocor, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon menggelar larung saji (sedekah bumi). Tradisi budaya jawa sebaga rasa wujud puji syukur kehadirat Alloh SWT, Acara itu dihadiri, Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH. M.Hum, Wakil Bupati, H. Nur Ahmad Syaifuddin SH, Forkopimka Jabon, Kepala Desa, Perangkat Desa se-Kecamatan Jabon, Toga dan Tomas, Jumat ( 27/9/2019).</p>
<p>Pada larung saji itu warga membawa berbagai macam makanan, hasil bumi, replika hewan dan burung. Selanjutnya , bersama tokoh pewayangan Hanoman di arak dengan berjalan kaki menuju dermaga wisata Bahari Telocor.</p>
<div id="attachment_94743" style="width: 860px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-94743" decoding="async" class="size-full wp-image-94743" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/Screenshot_2019-09-28-10-54-05-87-copy.jpg?resize=740%2C367" alt="Warga Dusun Telocor, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon memadati lokasi dermaga wisata bahari melihat prosesi larung saji. (gus)" width="740" height="367" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/Screenshot_2019-09-28-10-54-05-87-copy.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/Screenshot_2019-09-28-10-54-05-87-copy.jpg?resize=300%2C149&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/Screenshot_2019-09-28-10-54-05-87-copy.jpg?resize=768%2C381&amp;ssl=1 768w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-94743" class="wp-caption-text">Warga Dusun Telocor, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon memadati lokasi dermaga wisata bahari melihat prosesi larung saji. (gus)</p></div>
<p>Bupati Sidoarjo yang akrab disapa Abah Ipul dalam sambutanya mengatakan, tradisi budaya jawa bersih desa atau larung saji perlu di pertahankan, dan di lestarikan. Tidak hanya itu giat masyarakat ini perlu di dukung, dan sekaligus untuk memperkenalkan tempat wisata bahari lebih luas.</p>
<p>Sehingga kedepan area ini menjadi wahana potensi tempat wisata, yang kerap di kunjungi wisatawan domestik maupun manca negara. “ Diharapkan kepada seluruh lapisan elemen masyarakat, bekerjasama untuk mengelola, mengembangkan wisata ini lebih baik dan lebih maju,”ucapnya.</p>
<p>Menurutnya, pengembangan asset wisata di Kabupaten Sidoarjo, sangat perlu dilakukan serta menumbuhkan daya tarik bagi pengunjung. Ini bertujuan meningkatkan taraf perekenomian masyarakat, sebab selain berkunjung di dermaga wisata bahari Telocor, lokasi ini terdapat ribuan hektar lahan tambak.“ Potensi wisata banyak sekali, yang kini menjadi ikon Kabupaten Sidoarjo”, ungkap abah Saiful</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-94742" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG20190927165123-copy.jpg?resize=740%2C367" alt="" width="740" height="367" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG20190927165123-copy.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG20190927165123-copy.jpg?resize=300%2C149&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/09/IMG20190927165123-copy.jpg?resize=768%2C381&amp;ssl=1 768w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Sementara itu, H.Kasum Tokoh Masyarakat setempat menjelaskan, kegiatan larung saji adalah ungwujud bentuk syukur kehadirat Alloh SWT. Atas rezeki yang mana telah diberikanNya, sekaligus menghormati,mengenang jasa para leluhur.</p>
<p>“ Larung saji,adalah salah satu tradisi peninggalan nenek moyang terdahulu. Dan di gelar setiap tahun, Alhamdulillah kegiatan ini lebih marak daripada tahun-tahun sebelumya,” terangnya</p>
<p>Seperti dinyatakan Sekretaris Desa Kedungpandan, Abdul Manab di dampingi Kepala Dusun Telocor, Baidowi. Menurutnya, kegiatan larung saji digelar setiap tahun semakin semarak, dan sudah berjalan selama 7 tahun. Tujuan sedekah bumi ini, mendapatakan berkah, hidup tentram, sejahtera, dan rezeki berlimpah.</p>
<p>“ Memang ini sudah tradisi dan adat warga kami. Kegiatan larung saji di pusatkan dermaga wisata bahari. Menurut sesepuh adalah tempat danyangnya desa Kedungpandan, “ tutupnya. <strong>(gus/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">94741</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Uri-Uri Pertahankan Tradisi, Warga Telocor Larung Saji</title>
		<link>https://memontum.com/uri-uri-pertahankan-tradisi-warga-telocor-larung-saji</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Sep 2018 14:34:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Kedungpandan]]></category>
		<category><![CDATA[larung saji]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/57628-uri-uri-pertahankan-tradisi-warga-telocor-larung-saji</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Ratusan warga Dusun Telocor, Desa Kedungpandan,Kecamatan Jabon. Berbondong-bondong mendatangi dan memadati dermaga kini menjadi aikon Wisata Bahari Jabon. Kedatangan mereka ini,Kamis (27/09) siang tidak hanya sekadar menikmati wisata. Melainkan larung saji sebagai tradisi,dengan mengarak puluhan tumpeng,hasil bumi yang digelar secara rutin setiap tahun. Menurut H.Kasum tokoh masyarakat mengatakan,kegiatan larung saji pada Tahun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Ratusan warga Dusun Telocor, Desa Kedungpandan,Kecamatan Jabon. Berbondong-bondong mendatangi dan memadati dermaga kini menjadi aikon Wisata Bahari Jabon. Kedatangan mereka ini,Kamis (27/09) siang tidak hanya sekadar menikmati wisata. Melainkan larung saji sebagai tradisi,dengan mengarak puluhan tumpeng,hasil bumi yang digelar secara rutin setiap tahun.</p>
<p>Menurut H.Kasum tokoh masyarakat mengatakan,kegiatan larung saji pada Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H,wujud bentuk kepedulian warga rasa puji syukur kehadirat Alloh SWT.Atas rezeki yang mana telah diberikanNya, sekaligus menghormati,mengenang jasa para leluhur,ucapnya</p>
<div id="attachment_1652" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-1652" decoding="async" src="https://i0.wp.com/kabardesa.memontum.com/wp-content/uploads/sites/7/2018/09/IMG_20180927_133504-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="H.Kasum tokoh masyarakat Dusun Tlocor (kiri) , melepas rombongan pawai budaya dalam rangka larrung saji (gus) " width="650" height="333" class="size-full wp-image-1652" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-1652" class="wp-caption-text"><em><strong>H.Kasum tokoh masyarakat Dusun Tlocor (kiri) , melepas rombongan pawai budaya dalam rangka larrung saji (gus)</strong></em></p></div>
<p>Dikarenakan larung saji,adalah salah satu juga tradisi peninggalan nenek moyang terdahulu. Pada intinya, tidak lain mendapatkan berkah Alloh SWT.Kegiatan setiap tahun ini,semuanya diberikan keselamatan dalam masa pekerjanya,petani dan tambak agar dapat memenui targetnya di masa panen.Sebab penduduknya mayoritas,berpenghasilan dari tambak,maupun laut ungkap,H.Kasum</p>
<p>Kepala Dusun Tlocor, Desa Kedungapandan, Baidowi menjelaskan, Kegiatan larung saji atau sedekah bumi ini sudah berjalan ke lima kalinya.Alhamdulillah larung saji ini,cukup meriah dan semarak dari pada tahun-tahun sebelumnya. Kami sengaja pusatkan larung saji di dermaga wisata bahari,menurut sesepuh adalah tempat danyangnya,jelasnya</p>
<div id="attachment_1653" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-1653" decoding="async" src="https://i0.wp.com/kabardesa.memontum.com/wp-content/uploads/sites/7/2018/09/IMG_20180927_152525-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="H. Kasum tokoh masyarakat Dusun Tlocor, melihat prosesi larung saji di dermaga wisata bahari (gus)" width="650" height="333" class="size-full wp-image-1653" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-1653" class="wp-caption-text"><em><strong>H. Kasum tokoh masyarakat Dusun Tlocor, melihat prosesi larung saji di dermaga wisata bahari (gus)</strong></em></p></div>
<p>Terpisah,pasrah sesaji,Kanjeng Raden Aryo Tumenggung M.Nur Kholid Baswara Pudjanegara (Kraton Surakarta) mengungkapkan,sejaji yang diberikan itu,semuanya mengandung makna dan arti.Tradisi ini sebenarnya, sudah dilakukan pada eyang-eyang  di setiap 1 Muharram.Memang saat itu hilang,dan kita sebagai cucu atau generasi untuk menghidupkan kembal bersifat menguri-uri.Sedangkan danyangan ada dua,yakni satu babat alas (berupa manusia),dan kedua Danyang (tempat sakral), tandasnya.<strong>(gus/yan) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">57628</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
