<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Desa Paowan Panarukan Situbondo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/desa-paowan-panarukan-situbondo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Aug 2021 10:03:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Desa Paowan Panarukan Situbondo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Nelayan Pesisir Panarukan Situbondo Pilih Perbaiki Jaring dan Alat Tangkap</title>
		<link>https://memontum.com/nelayan-pesisir-panarukan-situbondo-pilih-perbaiki-jaring-dan-alat-tangkap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2021 10:03:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Alat Tangkap]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Paowan Panarukan Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Perbaiki Jaring]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=149539</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; &#160;Kondisi Peceklik membuat sejumlah nelayan di Pesisir Panarukan memilih tidak melaut. Mereka lebih memilih memperbaiki jaring dan alat tangkap ikan. Sebab, tangkapan ikan mulai berkurang, dan harganya mulai tidak stabil, Senin (02/08). Selama PPKM Daurat hingga Level 4 ini pengiriman ikan masih mengalami keterlambatan. Karena terjadi penyekatan di jalan, sehingga pengiriman tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; &nbsp;Kondisi Peceklik membuat sejumlah nelayan di Pesisir Panarukan memilih tidak melaut. Mereka lebih memilih memperbaiki jaring dan alat tangkap ikan. Sebab, tangkapan ikan mulai berkurang, dan harganya mulai tidak stabil, Senin (02/08).</p>



<p>Selama PPKM Daurat hingga Level 4 ini pengiriman ikan masih mengalami keterlambatan. Karena terjadi penyekatan di jalan, sehingga pengiriman tidak lancar. Hal ini membuat harga ikan menjadi murah dari harga biasanya.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dprd-situbondo-rapat-paripurna-penandatanganan-berita-acara-persetujuan-empat-raperda">DPRD Situbondo Rapat Paripurna Penandatanganan Berita Acara Persetujuan Empat Raperda</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
</ul>


<p>Salah satu nelayan setempat, Heri (40), mengatakan untuk gelombang laut beberapa hari ini biasa-biasa saja, namun anginnya sedikit kencang. “Hasil tangkapan ikan memang berkurang, hargapun juga murah tidak seperti biasanya, per kilogram harganya Rp. 25 ribu, menjadi Rp. 21 ribu,” terang Heri.</p>



<p>Ia selaku nelayan berharap, agar PPKM Level 4 ini tidak diperpanjang lagi. Agar tidak terjadi keterlambatan pengiriman ikan. Selain berdampak bagi para pedagang ikan, juga berdampak kepada nelayan.</p>



<p>“Biasanya lancar tanpa kendala apapun, karena adanya penyekatan, sehingga menjadi kendala untuk pengiriman. Iya kalau seperti ikan pindang masih bisa bertahan, tapi kalau ikan basah atau ikan segar pengirimannya harus tepat waktu,” tutur Heri.</p>



<p>Hal senada diungkapkan Edi Sutiono (41), sebelum terjadi pandemi Covid-19. Jika angin timur, meski tangkapan ikan sedikit, tapi harga relative mahal. sedangkan untuk angin barat, hal ini sangat disayangkan oleh para nelayan tidak bisa melaut, sebab, cuaca buruk disertai angin kencang. “Saya kerjanya sebagai nelayan, mau tidak mau harus tetap melaut. Meski hanya untuk sebatas biaya hidup. Karena pendapatan nelayan itu tidak tentu, apalagi kalau pendapatan ikan sangat minim,” ungkapnya. Ia berharap pada pemerintah daerah, dimana pada musim Peceklik saat ini, ada uluran tangan bagi para nelayan. “Saya rasa bantuan ada, tapi tidak menyeluruh, hanya tertentu saja yang menerima,” ungkap Edi. <strong>(her/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">149539</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelar Vaksinasi Usia Remaja, Puskesmas Panarukan Situbondo di Serbu Pelajar</title>
		<link>https://memontum.com/gelar-vaksinasi-usia-remaja-puskesmas-panarukan-situbondo-di-serbu-pelajar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2021 12:42:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Paowan Panarukan Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Gelar Vaksinasi Masal]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas]]></category>
		<category><![CDATA[Serbu Pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[Usia Remaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=148633</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Puskesmas Panarukan Situbondo menggelar vaksinasi untuk usia remaja 12 hingga 17 tahun, Kamis (22/07) tadi. Gelaran aksi ini, sontak menjadi perhatian remaja sehingga banyak yang memanfaatkan momen itu untuk turut serta mensukseskan program pemerintah. “Antusias usia remaja mendatangi Puskesmas Panarukan, cukup tinggi. Dalam satu pekan ini, tercatat kurang lebih seratus anak usia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Puskesmas Panarukan Situbondo menggelar vaksinasi untuk usia remaja 12 hingga 17 tahun, Kamis (22/07) tadi. Gelaran aksi ini, sontak menjadi perhatian remaja sehingga banyak yang memanfaatkan momen itu untuk turut serta mensukseskan program pemerintah.</p>



<p>“Antusias usia remaja mendatangi Puskesmas Panarukan, cukup tinggi. Dalam satu pekan ini, tercatat kurang lebih seratus anak usia remaja yang telah divaksin Covid-19 Sinovac di Puskesmas Panarukan,” jelas Kepala Puskesmas Panarukan, dr. H. Imam Hariyono .</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dprd-situbondo-rapat-paripurna-penandatanganan-berita-acara-persetujuan-empat-raperda">DPRD Situbondo Rapat Paripurna Penandatanganan Berita Acara Persetujuan Empat Raperda</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
</ul>


<p>Lebih lanjut dr. Imam Hariyono mengatakan, bahwa tingkat kehadiran usia remaja untuk melakukan vaksinasi, sangat bagus. Karenanya, dirinya optimis jika remaja di Situbondo, akan memberikan peran besar terhadap pencegahan Covid-19.</p>



<p>“Vaksin hari kemarin yang berlangsung di Kantor Desa Sumberkolak ada 16 peserta vaksin usia remaja. Hadirnya mereka untuk vaksin atas kesadaran diri sendiri dan tidak atas paksaan,&#8221; kata dr Imam, panggilan akrab Imam Hariyono.</p>



<p>Imam Hariyono menjelaskan, bahwa layanan vaksin untuk usia remaja di Puskesmas Panarukan, akan terus berlanjut selama ketersediaan vaksin ada. “Rencananya pelayanan vaksinasi akan terus dibuka selama ketersediaan vaksin ada. Alhamdulillah, selama pelaksanaan vaksinasi usia remaja belum ditemukan adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi,” kata dr Imam.</p>



<p>Tidak hanya itu yang disampaikan dr. Imam, namun diarinya juga menjelaskan, bahwa jumlah total masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Panarukan yang telah divaksin Covid-19, sudah sebanyak 1891 orang. &#8220;Kami berharap animo masyarakat untuk melakukan vaksinasi terus meningkat. Karena vaksin aman dan halal, masyarakat tidak usah ragu dan takut untuk vaksin,&#8221; papar dr. Imam Hariyono.</p>



<p>Sementara itu, MH Maulana (15) warga KP Dam Bantungan, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, mengatakan dirinya melakukan vaksin Covid-19, atas inisiatif sendiri dan mendapat dukungan dari ke dua orang tuanya.</p>



<p>“Vaksin bagi saya bukan hal yang menakutkan, tapi merupakan salah satu kebutuhan sebagai upaya untuk meningkatkan herd immunity dalam menghadapi pandemic Covid-19 ini,” jelas HM Maulana, siswa kelas X SMAN 1 Panji, Situbondo. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">148633</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DBD Meningkat, Kepala Puskesmas Panarukan Situbondo Himbau Masyarakat Aktif Bersihkan Rumah</title>
		<link>https://memontum.com/dbd-meningkat-kepala-puskesmas-panarukan-situbondo-himbau-masyarakat-aktif-bersihkan-rumah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2021 13:24:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[DBD Meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Paowan Panarukan Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Jaksa Periksa Kepala Puskesmas se-Gresik]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolsek Singosari Ikut Bersihkan Rumah Warga]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat Aktif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=146023</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Kecamatan Panarukan, Situbondo menjadi perhatian Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Panarukan. Dalam catatan PKM Panarukan setengah semester ini, kasus DBD sudah melebihi batas yakni sebanyak 48 kasus DBD, Rabu (23/06). Untuk itu, masyarakat diminta mewaspadai penyakit yang disebabkan, gigitan nyamuk&#160;Aedes Aegypti, dengan cara mengubur barang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Kecamatan Panarukan, Situbondo menjadi perhatian Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Panarukan. Dalam catatan PKM Panarukan setengah semester ini, kasus DBD sudah melebihi batas yakni sebanyak 48 kasus DBD, Rabu (23/06).</p>



<p>Untuk itu, masyarakat diminta mewaspadai penyakit yang disebabkan, gigitan nyamuk&nbsp;Aedes Aegypti, dengan cara mengubur barang bekas, menguras bak mandi dan membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk tersebut.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dprd-situbondo-rapat-paripurna-penandatanganan-berita-acara-persetujuan-empat-raperda">DPRD Situbondo Rapat Paripurna Penandatanganan Berita Acara Persetujuan Empat Raperda</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
</ul>


<p>Keterangan yang disampaikan Kepala PKM Panarukan, dr Imam Haryono, menjelaskan di setengah semester ini, peningkatan kasus DBD cukup tinggi. Hal ini dipicu adanya peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.</p>



<p>“Saya imbau kepada masyarakat untuk waspada dengan kasus DBD. Bersihkan rumahnya masing-masing, jangan menunggu kader untuk mencari jentik nyamuk tersebut. Kuras bak mandi secara rutin, kubur barang-barang yang tidak terpakai dan kuras genangan-genangan yang berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk demam berdarah,” imbau dr Imam Haryono usai mengikuti Lokakarya mini Lintas Sektor di ruang pertemuan PKM Panarukan.</p>



<p>Lebih lanjut, dr Imam Haryono menjelaskan, apabila kasus DBD itu diakumulasi sejak Januari hingga April 2021, jumlah ada 48 kasus. Jumlah ini, lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020 lalu, yang mencapai dibawah batas rendah kasus.</p>



<p>“Ketika lihat data itu angkanya lebih tinggi dari tahun lalu. Artinya sudah melebihi batas. Oleh karena itu, saya himbau masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan kasus DBD di wilayah Kecamatan Panarukan, mudah-mudahan di setengah semester kedepan kasus DBD dapat turun,” jelas dr Imam.</p>



<p>Pemerintah, sambung dr Imam, menyediakan layanan pengasapan atau fogging salah satu usaha dari tim kesehatan untuk menurunkan penularan virus DBD tersebut, tapi disarankan tidak sering memanfaatkan layanan fogging tersebut dan itu ada jatah mengingat setengah semester saja sudah melampaui batas&nbsp; oleh karenanya pihak PKM Panarukan meminta bantuan dari desa masing-masing membantu memikirkan cara untuk melakukan foging, karena dirasa foging kurang efektif. “Gerakan membasmi jentik nyamuk yang efektif yakni melakukan satu rumah satu jumantik. Satu orang di rumah ditunjuk untuk mengurusi kebersihan rumah, sehingga bisa dipastikan dan yakin tidak ada jentik nyamuk yang bersarang di rumah tersebut,” sarannya. Menurut dr Imam Hariyono, kasus DBD yang tertinggi ada di Desa Sumberkolak dengan jumlah 14 kasus. “Mari kita bersama-sama kembali ke gerakan membersihkan rumah masing-masing agar terhindar dari kasus demam berdarah,” ajak dr Imam. <strong>(her/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146023</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Desa Paowan Panarukan Situbondo, Gempar !</title>
		<link>https://memontum.com/desa-paowan-panarukan-situbondo-gempar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Feb 2019 07:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Paowan Panarukan Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Gempar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=77577</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Seorang kakek yang biasa di sapa Kei Mimin berusia 60 tahun, yang tinggal di Dusun Bukkolan, jalan raya Paowan arah Surabaya, Kecamatan Panarukan di temukan tak bernyawa di ruang tengah dalam rumahnya, Sabtu (9/2/2019) siang. Salah satu tetangga korban bernama Hamsin (42) saat ditemui Wartawan Memontum.com mengatakan, yang meninggal seorang Kakek tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo &#8211;</strong> Seorang kakek yang biasa di sapa Kei Mimin berusia 60 tahun, yang tinggal di Dusun Bukkolan, jalan raya Paowan arah Surabaya, Kecamatan Panarukan di temukan tak bernyawa di ruang tengah dalam rumahnya, Sabtu (9/2/2019) siang. Salah satu tetangga korban bernama Hamsin (42) saat ditemui Wartawan Memontum.com mengatakan, yang meninggal seorang Kakek tersebut bernama Asmin, warga dusun Bukkolan RT. 3 / RW. 1, Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190210-WA0015-e1549781653237.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-77556" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190210-WA0015-e1549781653237.jpg?resize=500%2C375&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="375" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Kata dia, korban diketahui sudah meninggal dunia saat anaknya hendak mengirimkan nasi. Namun pintunya tertutup dari dalam serta tercium bau menyengat dari dalam kamar tengah, Kemudian anaknya minta tolong pada tetangga lain untuk membuka pintunya. &#8220;Kematian Kei Mimin bermula dari anaknya hendak memberikan nasi kemarin, dan pintunya tertutup dari dalam serta ditemukan sudah telentang tak bernyawa oleh anaknya sendiri ,&#8221; katanya.</p>
<p>Sambung Hamsin, setelah pintunya dicongkel dari luar, seketika itu pula anaknya menjerit histeris melihat bapaknya telentang kaku dan sudah meninggal dunia, pada saat itu tetangga sekitar berjubel melihat Kei Mimin yang sudah jadi mayat. Menurutnya, Kei Mimin pada hari Kamis sore masih terlihat mondar mandir di depan rumahnya, dan sebelumnya korban pernah mengeluh sakit di bagian dadanya.</p>
<p>&#8220;Pengamatan saya hari Kamis sore dia masih terlihat jalan di depan rumahnya, dan beberapa hari sebelumnya memang sakit-sakitan. Namun hari ini (Sabtu) dia ditemukan sudah meninggal oleh anaknya sendiri, &#8220;ungkap Hamsin.</p>
<p>Ditambahkan Hamsin, sekitar pukul 10.40 saat para tetangga memadati rumah dan melihat mayat korban, saya menghubungi salah satu anggota BPD Paowan untuk menghubungi pihak kepolisian setempat, tidak lama akhirnya petugas dari Polsek Panarukan dan Koramil Panarukan datang mengevakuasi mayat korban.</p>
<p>Lanjut dia, lalu mayatnya di bawa oleh pihak kepolisian untuk di lakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kematiannya, pungkasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kapolsek Panarukan Iptu Sudpendi,SH pun membenarkan adanya warga dusun Bukkolan, Desa Paowan ditemukan sudah jadi mayat, dan meninggal dunia di dalam rumahnya sendiri. &#8220;Iya benar ada,&#8221;ujarnya kepada Memontum.com. Sabtu (09/02/2019) siang. (im/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">77577</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
