<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Desa Sekapuk &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/desa-sekapuk/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Oct 2019 03:26:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Desa Sekapuk &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Ibu-ibu di Gresik Ubah Limbah Kain Batik Jadi Produk Kreatif</title>
		<link>https://memontum.com/ibu-ibu-di-gresik-ubah-limbah-kain-batik-jadi-produk-kreatif</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Oct 2019 03:26:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Batik]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Sekapuk]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Batik Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Produk Kreatif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://memontum.com/95542-ibu-ibu-di-gresik-ubah-limbah-kain-batik-jadi-produk-kreatif</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Gresik &#8211; Sekolompok ibu-ibu yang tergabung dalam PKK Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur mengubah limbah menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomis tinggi. Hal ini sebagai cara para ibu-ibu memperingati Hari Batik Nasional. Beberapa produk yang dihasilkan para ibu-ibu itu adalah dompet dari sisa potongan kain batik yang sudah menjadi limbah. Mereka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Gresik </strong>&#8211; Sekolompok ibu-ibu yang tergabung dalam PKK Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur mengubah limbah menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomis tinggi.</p>
<p>Hal ini sebagai cara para ibu-ibu memperingati Hari Batik Nasional.</p>
<p>Beberapa produk yang dihasilkan para ibu-ibu itu adalah dompet dari sisa potongan kain batik yang sudah menjadi limbah.</p>
<p>Mereka mengkreasikan limbah tersebut menjadi aneka dompet serta tas menarik.</p>
<p>Mengerjakan ini pun tidak terlalu sulit. Namun dibutuhkan ketelitian dan juga ketelatenan yang cukup.</p>
<p>Ketua PKK Rif&#8217;atul Mubarokah mengungkapkan jika ide membuat produk kreatif ini bertujuan untuk memberdayakan ibu rumah tangga. Setelah dilatih, mereka diajarkan cara untuk membuat dompet dari limbah kain.</p>
<p>&#8220;Kreasi tersebut juga dibikin dari barang bekas, tentunya dengan harapan untuk mengurangi sampah,&#8221; katanya, Rabu (2/9/2019).</p>
<p>Hasil hiasan-hiasan kreatif ini dikatakan Rif&#8217;atul kemudian dipasarkan secara daring. Bahkan tidak sedikit, para ibu-ibu memasarkan sendiri hasil kreasinya.</p>
<p>Selain bentuk dompet, tambah Rif&#8217;atul PKK yang dipimpinnya itu juga memproduksi batik. Batik tersebut bernama Setigi, atau nama wisata yang ada di Sekapuk.</p>
<p>&#8220;Ini diharapkan bisa membuat masyarakat utamanya ibu-ibu lebih berdaya dan bisa mandiri,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Abdul Halim mendukung apa yang telah dilakukan ibu-ibu di desanya. Melalui pembuatan produk kreatif ini, Halim berharap bisa mengurangi limbah.</p>
<p>Dikatakan Halim, desanya memang fokus menjadi desa wisata nan berdaya. Beberapa program pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) dijalankan dan terprogram dengan baik.</p>
<p>&#8220;Ini bagian untuk membagun desa, semoga segala target yang telah dicanangkan dulu bisa tercapai,&#8221; ujarnya. <strong>(sgg/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">95542</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
