<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Desa Sidoasri &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/desa-sidoasri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Oct 2020 10:07:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Desa Sidoasri &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>24 Rumah Warga Sumawe Terendam Banjir</title>
		<link>https://memontum.com/24-rumah-warga-sumawe-terendam-banjir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2020 10:07:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Sidoasri]]></category>
		<category><![CDATA[sumawe]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126166</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Hujan deras yang mengguyur kawasan Desa Sidoasri Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang, sejak Senin (19/10), mengakibatkan 24 rumah warga terendam banjir setinggi satu meter. Sekertaris BPBD Kabupaten Malang, Bagyo Setiono, mengungkapkan bahwa banjir tersebut diakibatkan oleh hujan lebat sejak Senin siang hingga sampai sekitar pukul 21.00 WIB. &#8220;Debit air sungai naik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Hujan deras yang mengguyur kawasan Desa Sidoasri Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang, sejak Senin (19/10), mengakibatkan 24 rumah warga terendam banjir setinggi satu meter.</p>
<p>Sekertaris BPBD Kabupaten Malang, Bagyo Setiono, mengungkapkan bahwa banjir tersebut diakibatkan oleh hujan lebat sejak Senin siang hingga sampai sekitar pukul 21.00 WIB.</p>
<p>&#8220;Debit air sungai naik sehingga meluap ke dataran. Banjir tersebut mulai masuk ke rumah-rumah warga, sekitar pukul 18.00 WIB,&#8221; ujar Bagyo saat dikonfirmasi, Rabu (21/10) siang.</p>
<p>Akibat banjir tersebut, juga mengakibatkan jembatan penghubung RT 05 dan RT 04 serta tanggul penahan air pertanian di RT 33, mengalami kerusakan. Dampak lainnya, ada lima RT yang terendam banjir. Yakni, RT 18 RW 03 Dusun Tambaksari Wetan, Desa Sidoasri.</p>
<p>Sembilan rumah di RT 24 RW 03 Dusun Tambakasri Wetan Desa Sidoasri, lima rumah RT 15 RW 02 Duaun Tambaksari Kulon Desa Sidoasri ada 6 rumah, RT 19 RW 03 Dusun Tambaksari Wetan Desa Sidoasri ada 3 rumah dan RT 21 RW 03 Dusun Tambakasri Wetan Desa Sidosari ada 1 rumah.</p>
<p>&#8220;Saat ini, intensitas hujan juga masih naik turun jadi harus tetap waspada. Material banjir juga sudah dibersihkan oleh tim BPBD dan masyarakat sekitar,&#8221; tutupnya. <strong>(riz/sit)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126166</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cara Warga Sidoasri Cegah Virus Corona, Gelar Ritual, Pakai Gelang Kulit Kayu Gendong</title>
		<link>https://memontum.com/cara-warga-sidoasri-cegah-virus-corona-gelar-ritual-pakai-gelang-kulit-kayu-gendong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2020 11:47:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Sidoasri]]></category>
		<category><![CDATA[Ritual]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/111992-cara-warga-sidoasri-cegah-virus-corona-gelar-ritual-pakai-gelang-kulit-kayu-gendong</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Berbagai cara yang dilakukan masyarakat di seluruh Indonesia untuk memerangi virus Corona yang mewabah saat ini. Mereka berjuang dengan cara mereka masing-masing. Itu dilakukan untuk mencegah penularan penyakit pernapasan yang mematikan ini. Seperti yang dilakukan sebagian warga di Desa Sidoasri Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Kabupaten Malang. Selain Pemerintah Desa berpenduduk 5000 jiwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Berbagai cara yang dilakukan masyarakat di seluruh Indonesia untuk memerangi virus Corona yang mewabah saat ini. Mereka berjuang dengan cara mereka masing-masing. Itu dilakukan untuk mencegah penularan penyakit pernapasan yang mematikan ini.</p>
<p>Seperti yang dilakukan sebagian warga di Desa Sidoasri Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Kabupaten Malang. Selain Pemerintah Desa berpenduduk 5000 jiwa ini sudah melakukan social distancing, physical standing, pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hingga lockdown, ada juga sebagian warga di desa pesisir pantai Perawan ini masih melestarikan warisan leluhur nenek moyang.</p>
<div id="attachment_5967" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-5967" decoding="async" class="size-full wp-image-5967" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/11/Untitled-1-copy-3.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Sriminto W tunjukkan gelang kulit kayu Gendong. (sur) " width="740" height="395" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-5967" class="wp-caption-text">Sriminto W tunjukkan gelang kulit kayu Gendong. (sur)</p></div>
<p>Selain menggelar ritual dengan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan sang pencipta semesta alam, ada diantaranya juga mengenakan gelang dari kulit kayu jenis gendong yang ia dapat dari kawasan hutan sekitar.</p>
<p>&#8220;Kulit kayu ini untuk penyembuhan berbagai macam penyakit, itupun tidak spontan. Jika kita pake gelang dari kulit kayu gendong ini selama dua bulan saja, semua penyakit yang ada ditubuh kita akan terasa hilang, &#8221; terang Sriminto W tokoh masyarakat setempat.</p>
<p>Lain halnya dengan ungkapan Sriadi, seorang petugas Linmas Desa Sidoasri. Menurutnya, kulit kayu gendong ini dipercayai oleh sebagian warga sebagai penolak wabah.</p>
<p>&#8220;Oleh orang-orang terdahulu, kulit kayu gendong ini untuk kalung hewan yang terserang penyakit. Dengan dikalungi kulit kayu ini, penyakit pada hewan itu akan hilang dengan sendirinya. Karena itu, dalam kondisi seperti ini,kulit kayu ini dipake gelang oleh banyak warga.Itu sekedar kepercayaan.Kami berharap,virus Corona ini tidak merebak di Desa Sidoasri, &#8221; urai Sriadi berharap.</p>
<p>Sebelumnya, Kepala Desa Sidoasri Andiek Ismanto mengungkapkan, pemakaian kulit kayu gendong itu merupakan kearifan lokal yang dihidupkan kembali. Mereka menyakini, dengan mengenakan kulit kayu tersebut dan berkat pertolongan Tuhan pencipta semesta alam, kampung mereka akan terbebas dari penyakit.</p>
<p>Tambah Andiek, sejak merebaknya Covid-19 ini pihaknya sudah menugaskan perangkat desa dan Linmas untuk standby di pintu masuk desa.</p>
<p>&#8220;Kami menetapkan piket selama 24 jam dengan sistem sip termasuk persiapan obat untuk penanggulangan virus Corona ini, &#8221; ujar Andiek Selasa (14/4/2020) siang.</p>
<p>Dikatakannya, dalam kesehariannya,diDesa Sidoasri ini dilintasi warga yang kebanyakan asal luar derah.</p>
<p>&#8220;Tujuan penjagaan di pintu masuk desa ini, kami tidak menginginkan warga kami terditeksi virus yang sangat membahayakan ini, &#8221; ulasnya.</p>
<p>Tidak kalah pentingnya, Kades juga melarang masuk pihak- pihak yang mengakibatkan kerumunan massa. Seperti, wisatawan,<br />
Dep kolektor, bank titil, leasing dan koperasi. Ada sebagian pihak berkepentingan yang diperbolehkan masuk seperti, bakul sayur, sales kebutuhan rumah tangga atau warung.</p>
<p>&#8220;Kami mohon kesadaran kepada semua pihak berkepentingan yang mengakibatkan berkerumunan masa, selama kondisi seperti ini agar itu jangan dilakukan, &#8221; pungkas Andiek. <strong>(sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">111992</post-id>	</item>
		<item>
		<title>2 Tahun Jembatan Sidoasri Sumawe Rusak Berat, Dimana Perhatian Pemerintah?</title>
		<link>https://memontum.com/2-tahun-jembatan-sidoasri-sumawe-rusak-berat-dimana-perhatian-pemerintah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Dec 2019 10:33:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Sidoasri]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan rusak]]></category>
		<category><![CDATA[sumawe]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/101141-2-tahun-jembatan-sidoasri-sumawe-rusak-berat-dimana-perhatian-pemerintah</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Akibat rusaknya jembatan &#8216;Mbok Ger&#8217; sejak tahun 2016 lalu di Desa Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang, membuat akses menuju pantai perawan dan kawasan pertanian di desa setempat terhambat Kepala Desa Sidoasri Andiek Ismanto menjelaskan, akibat rusaknya jembatan sepanjang 12 m dengan lebar 4 m ini, selain berdampak bagi pengguna jalan menuju [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Akibat rusaknya jembatan &#8216;Mbok Ger&#8217; sejak tahun 2016 lalu di Desa Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang, membuat akses menuju pantai perawan dan kawasan pertanian di desa setempat terhambat</p>
<p>Kepala Desa Sidoasri Andiek Ismanto menjelaskan, akibat rusaknya jembatan sepanjang 12 m dengan lebar 4 m ini, selain berdampak bagi pengguna jalan menuju pantai perawan juga bagi masyarakat kawasan pertanian di desa berpenduduk 5100 jiwa ini.</p>
<div id="attachment_101142" style="width: 188px" class="wp-caption alignleft"><img aria-describedby="caption-attachment-101142" decoding="async" class="size-full wp-image-101142" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191204-WA0140.jpg?resize=178%2C244&#038;ssl=1" alt="Andiek Ismanto Kepala Desa Sidoasri. (sur) " width="178" height="244" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-101142" class="wp-caption-text">Andiek Ismanto Kepala Desa Sidoasri. (sur)</p></div>
<p>&#8220;Untuk sementara waktu memang masih bisa dilewati, namun kondisinya agak membahayakan. Kami juga sudah layangkan proposal untuk dana perbaikan ke Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang. Namun, hingga kini belum juga terealisasi, &#8221; terang Andiek Ismanto didampingi Sumarmo Adi Sekdes Sidoasri Rabu (4/12/2019) siang.</p>
<p>Selain meminta perhatian dari PU Bina Marga, Kades juga berharap agar pelebaran jalan sepanjang 1,5 km menuju kantor Kecamatan Sumawe ini dilakukan.</p>
<p>Menurutnya, dengan kondisi jalan yang sempit saat ini, untuk jenis kendaraan roda 4 tidak bisa berpapasan.</p>
<p>&#8220;Kita berharap adanya pelebaran jalan. Selain itu akses perekonomian warga menuju Kota Dampit juga merupakan jalan poros menuju Kecamatan Sumawe.Dan yang terjadi saat ini, jika berpapasan antar kendaraan roda 4, salah satu harus mengalah dan itu sangat berbahaya. Apalagi dengan kondisi jalan yang sangat terjal, &#8221; ulas Andiek.</p>
<p>Di sisi lain, Desa Sidoasri, sebelumnya merupakan pedukuhan dari Desa Tambakasri yang kemudian mengalami pemekaran Desa pada tanggal 14 Agustus 2007 silam.Desa dengan baku pajak sebesar Rp 156 juta ini ternyata juga pemecah prestasi.</p>
<p>Betapa tidak, desa yang terletak di dataran rendah sekitar 0-100 meter ini juga potensi dengan tanaman kopi.Luas areal tanaman kopi di desa yang hanya terdiri dari 2 pedukuhan ini hingga mencapai 1000 hektar.</p>
<p>Dengan produk unggulan kopi tersebut,Desa Sidoasri masuk juara 1 dalam festival wedang kopi antar GKJW se-Jawa Timur di Mojowarno Jombang beberapa waktu lalu.</p>
<p>Tak hanya itu, Desa Sidoasri juga pernah meraih juara ketiga pada kategori B melalui program Pengembangan Ekowisata Bahari yang berlangsung di Ijen Suites Malang dalam acara pelaksana program pengabdian dosen kepada masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UB Malang sebulan lalu. <strong>(sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">101141</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
