<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Desa Sidomulyo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/desa-sidomulyo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Apr 2021 07:37:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Desa Sidomulyo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pedagang Bunga Hias Desa Sidomulyo Batu Turun Omzet</title>
		<link>https://memontum.com/pedagang-bunga-hias-desa-sidomulyo-batu-turun-omzet</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2021 07:37:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Sidomulyo]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[pedagang bunga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=140339</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Kondisi usaha yang masih sepi di awal puasa, ditambah pula kondisi Pandemi Covid-29, berimbas pada pedagang bunga hias di Kota Batu. Seperti salah satunya, dialami pedagang bunga hias, Agus Mustohyani. Pedagang bunga hias asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, ini mengaku mengalami penurunan omzet. Sebab, permintaan bunga hias di Bulan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu </strong>&#8211; Kondisi usaha yang masih sepi di awal puasa, ditambah pula kondisi Pandemi Covid-29, berimbas pada pedagang bunga hias di Kota Batu. Seperti salah satunya, dialami pedagang bunga hias, Agus Mustohyani.</p>



<p>Pedagang bunga hias asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, ini mengaku mengalami penurunan omzet. Sebab, permintaan bunga hias di Bulan Ramadan tahun 2021, menurun drastis.</p>



<p><strong><em>Baca juga:</em></strong> </p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
</ul>


<p>Agus Mustohyani yang mengaku sudah berdagang bunga hias sejak tahun 1993 ini, menyampaikan bahwa salah satu penyebab utama penurunan permintaan dan pendapatan, diakibatkan pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Sehingga, masyarakat masih takut untuk keluar rumah.</p>



<p>“Penghambat penjualan ya lockdown itu tadi. Apalagi, di awal Ramadhan permintaan juga menurun. Mungkin satu minggu setelah Ramadhan, permintaan bisa naik lagi, ya mudah-mudahan ya,” harap Agus.</p>



<p>Diceritakan pula bahwa bunga hias yang dijualnya tidak hanya dari kota Batu, melainkan juga dari Jawa Tengah kecuali untuk bunga mawar, dia mempunyai petani binaan dari Desa setempat dan sekitarnya.</p>



<p>&#8220;Ada beberapa bunga yang saya datangkan dari Jawa Tengah, namun untuk mawar kita produksi sendiri, artinya saya kasih modal petani dan hasil tanamannya saya yang ambil semuanya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, penghobi tanaman hias asal Kota Malang, Nur, mengaku datang bersama suami mampir untuk mencari bunga hias setelah dari Pujon.</p>



<p>&#8220;Saya dari Malang, kesini bersama suami karena tadi ke Dewi Sri Pujon untuk membeli bibit jeruk Sunkist, ya sekalian mampir untuk cari bunga hias disini,&#8221; kata Nur.<strong> (bir/pin/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">140339</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gotong Royong, Jurus Utama Sidomulyo Raih Penghargaan Nasional</title>
		<link>https://memontum.com/gotong-royong-jurus-utama-sidomulyo-raih-penghargaan-nasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Sep 2019 02:46:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Sidomulyo]]></category>
		<category><![CDATA[Gapura Cinta Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Penghargaan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Prestasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/91794-gotong-royong-jurus-utama-sidomulyo-raih-penghargaan-nasional</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dimana ada harapan, impian akan menjadi kenyataan. Hal itulah yang dialami oleh warga Desa Sidomulyo, Kota Batu yang bisa bertemu dan berjabat tangan langsung dengan President RI Joko Widodo, Senin kemarin (2/9/2019), karena sebuah prestasi. Ya, prestasi membanggakan itu usai perwakilan dari Kota Batu ini masuk dalam 10 besar dalam Lomba [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Dimana ada harapan, impian akan menjadi kenyataan. Hal itulah yang dialami oleh warga Desa Sidomulyo, Kota Batu yang bisa bertemu dan berjabat tangan langsung dengan President RI Joko Widodo, Senin kemarin (2/9/2019), karena sebuah prestasi.</p>
<p>Ya, prestasi membanggakan itu usai perwakilan dari Kota Batu ini masuk dalam 10 besar dalam Lomba Festival Gapura Nasional 2019. Ketua RW 11 sekaligus Korlap pembuatan gapura Garuda Raksasa 4 Dimensi, Roni Sintiu mengaku sangat bangga mimpinya mengunjungi Istana Kepresidenan dan berjabat tangan langsung dengan Jokowi terwujud.</p>
<p>&#8221; Ngak percaya wong ndeso (orang desa) bisa salaman dengan orang nomor 1 di Indonesia. Ini adalah bentuk kerja keras, kekompakan dan gotong royong, bangga desa kita satu-satunya wakil dari Jatim,&#8221; ungkap Roni, Selasa (3/9/2019).</p>
<p><strong>Baca :</strong> <a href="https://kabardesa.memontum.com/3286-gapura-warga-sukorembug-wakili-kota-batu-masuk-10-besar-nasional" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Gapura Warga Sukorembug Wakili Kota Batu, Masuk 10 Besar Nasional</a></p>
<p>Ia berharap Gapura Cinta Negeri menjadi wisata baru yang mampu menyedot animo wisatawan. Roni mengaku sangat berterima kasih kepada seluruh warga dan pendukung suksesnya pembuatan Gapura.</p>
<p>&#8221; Jujur tujuan kami bukan hanya bisa menang, tapi meningkatkan rasa kebersamaan dan gotong royong warga yang wajib dipertahankan sesuai Pancasila sila ke tiga,&#8221; tutupnya. <strong>(gal/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91794</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Sidomulyo-Krian Bongkar Bangunan Gudang Untuk Jalan Antar Dusun</title>
		<link>https://memontum.com/warga-sidomulyo-krian-bongkar-bangunan-gudang-untuk-jalan-antar-dusun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Aug 2019 04:25:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Sidomulyo]]></category>
		<category><![CDATA[protes warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/91191-warga-sidomulyo-krian-bongkar-bangunan-gudang-untuk-jalan-antar-dusun</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Krian, Sidoarjo terpaksa membongkar bangunan gudang yang ada di Dusun Patuk penghubung Dusun Sidotemu, Desa Sidomulyo, Minggu (25/8/2019). Warga menduga bangunan gudang milik salah satu pengusaha itu menyalahi sempadan sungai. Selain itu, warga didampingi Kades Sidomulyo, Kunadi dan anggota DPRD Sidoarjo, M Nizar itu terpaksa membongkar bangunan untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Krian, Sidoarjo terpaksa membongkar bangunan gudang yang ada di Dusun Patuk penghubung Dusun Sidotemu, Desa Sidomulyo, Minggu (25/8/2019). Warga menduga bangunan gudang milik salah satu pengusaha itu menyalahi sempadan sungai.</p>
<p>Selain itu, warga didampingi Kades Sidomulyo, Kunadi dan anggota DPRD Sidoarjo, M Nizar itu terpaksa membongkar bangunan untuk membuka jalan desa penghubung antar dusun di kampung itu.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-91193" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190825-WA0010-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190825-WA0010-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190825-WA0010-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190825-WA0010-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190825-WA0010-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190825-WA0010-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Pembongkaran ini untuk pembukaan jalan selebar 4 meter. Rinciannya 1,5 meter milik warga dan 2,5 meter sempadan sungai yang dibangun gudang itu,&#8221; terang Kades Sidomulyo, Kunadi.</p>
<p>Lebih jauh, Kunadi menguraikan paska pembongkaran itu, pihaknya bakal langsung berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) untuk tindaklanjut pemanfataan sempadan sungai itu untuk jalan antar dusun itu.</p>
<p>&#8220;Hasilnya bakal kami koordinasikan juga dengan Forkopimka Krian tidak hanya dengan Dinas PU Bina Marga dan SDA,&#8221; tegasnya.</p>
<p><div id="attachment_91192" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-91192" decoding="async" class="size-full wp-image-91192" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190825-WA0017-copy-1.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="BONGKAR - Warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Krian, Sidoarjo membongkar bangunan liar (bangli) gudang yang diduga melanggar sempadan Sungai Patuk bersama anggota DPRD Sidoarjo, M Nizar dan Kades, Kunadi, Minggu (25/8/2019)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190825-WA0017-copy-1.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190825-WA0017-copy-1.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190825-WA0017-copy-1.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190825-WA0017-copy-1.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/08/IMG-20190825-WA0017-copy-1.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-91192" class="wp-caption-text"><strong>BONGKAR &#8211; Warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Krian, Sidoarjo membongkar bangunan liar (bangli) gudang yang diduga melanggar sempadan Sungai Patuk bersama anggota DPRD Sidoarjo, M Nizar dan Kades, Kunadi, Minggu (25/8/2019)</strong></p></div></p>
<p>Sementara anggota DPRD Sidoarjo, M Nizar menegaskan pembongkaran bangunan yang diduga melanggar sempadan sungai itu penting. Alasannya, agar bangunan lain yang melanggar sempadan sungai yang dibiarkan hingga manjamur seperti di Kali Buntung yang membentang sepanjang Desa Bungurasih, Kecamatan Waru. Karena itu penertiban (pengbongkaran) ini sebagai peringatan saja.</p>
<p>&#8220;Kalau bangunan liar melanggar sempadan sungai sudah menjamur seperti di Kali Buntung Waru bakal susah penertibannya. Kami mendukung warga karena selain untuk pembukaan jalan jual beli lahan sempadan sungainya tidak memiliki kekuatan hukum dan tidak jelas pembeliannya dari siapa,&#8221; tandasnya. <strong>(Wan/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91191</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gapura Warga Sukorembug Wakili Kota Batu, Masuk 10 Besar Nasional</title>
		<link>https://memontum.com/gapura-warga-sukorembug-wakili-kota-batu-masuk-10-besar-nasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Aug 2019 06:02:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Sidomulyo]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/91021-gapura-warga-sukorembug-wakili-kota-batu-masuk-10-besar-nasional</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Penyelenggaraan Festival Gapura Cinta Negeri 2019 menetapkan 10 besar nominasi terbaik untuk kategori umum dari 1.793 peserta dari seluruh Indonesia. Kota Batu patut berbangga sebab Gapura Garuda Raksasa buatan warga RW 11, Dusun Sukorembug, Desa Sidomulyo berhasil lolos dalam ajang tingkat nasional gagasan Kemendagri RI, Kemensesneg dan Bekraf. Setelah melewati proses [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Penyelenggaraan Festival Gapura Cinta Negeri 2019 menetapkan 10 besar nominasi terbaik untuk kategori umum dari 1.793 peserta dari seluruh Indonesia. Kota Batu patut berbangga sebab Gapura Garuda Raksasa buatan warga RW 11, Dusun Sukorembug, Desa Sidomulyo berhasil lolos dalam ajang tingkat nasional gagasan Kemendagri RI, Kemensesneg dan Bekraf.</p>
<p>Setelah melewati proses kurasi oleh para kurator dan penilaian oleh tim juri dan juri kehormatan, perwakilan Kota Batu ini terpilih menjadi salah satu pemenang gapura cinta negeri kategori umum.</p>
<p>Sebelumnya, kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan Rl ke-74. Festival ini digelar untuk menguatkan nasionalisme dan menumbuhkan semangat gotong royong dengan menunjukkan kreativitas dan perkuat kebersamaan serta gotong royong.</p>
<p>Menurut Ketua RW 11 yang juga menjadi korlap pembuatan Gapura Garuda Raksasa 4 Dimensi, Roni Sitiu menjelaskan, untuk pembuatan gapura tersebut membutuhkan waktu sekitar 14 hari. Dua hari untuk menentukan konsep dan 12 hari proses pengerjaannya. Lalu untuk biaya warga mengumpulkan secara swadaya. Total anggaran pembangunan mencapai Rp 5,8 juta untuk pembelian cat, dll.</p>
<p>&#8221; Untuk konsep gapura, warga mempergunakan bahan daur ulang ranting pohon dll. Biasanya bahan itu sama warga dibakar/dibuang tapi sekarang kita manfaatkan,&#8221; ungkap Roni, Sabtu (24/8/2019).</p>
<p>Alasan bahan ranting yang dipilih yaitu mayoritas warga menjadi petani tanaman hias. Hal tersebut mempermudah, karena mengambil dan mencarinya lebih dekat sehingga membuat pekerjaan cepat hingga terbentuklah bangunan seperti sekarang ini.</p>
<p>&#8221; Arti sila ketiga Persatuan Indonesia itulah pedoman kami dalam mengerjakan, semua warga terlibat, bersatu gotong royong, kebersamaan warga berperan aktiflah yang bisa mewujudkan gapura garuda ini,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Karena terbentur waktu dan kesibukan, warga bergantian. Ada dua sift pagi hingga sore digilir setiap RT. Total ada 5 RT di RW 11, mereka bahu membahu. Misalnya ada warga yang tidak bisa mengerjakan akan membantu konsumsi, begitu sebaliknya.</p>
<p>&#8221; Kan di RW 11 ada 5 RT jadi kita bagi siftnya, pagi dan sore. Setiap pekerjaan ada 10-15 orang, jadi total sehari yang mengerjakan di lokasi mencapai 30 orang. Ketika hari terakhir yaitu finishing pekerjaan, semua RT terlibat mengangkut burung garuda raksasa,&#8221; jelas Roni.</p>
<p>Lalu jika berhasil lolos tiga besar, tanggal 29-30 Agustus pemenang diundang ke Jakarta untuk menemui Presiden RI menerima penghargaan.</p>
<p>&#8221; Tapi sepertinya 10 besar nominasi semua dipanggil ke istana, tapi bisa saja regulasi berubah hanya 3 besar. Semoga bisa menjadi juara karena kami ingin membanggakan Kota Batu,&#8221; harap dia.</p>
<p>Proses penjurian, pihaknya mengirimkan foto dan video pengerjaan mulai awal hingga selesai. Ia pun melibatkan tim IT pemuda RW 11 yang memang memiliki skill mengambil video dan foto.</p>
<p>Kepala Desa Sidomulyo, Suharto mengatakan bahwa pembutan gapura empat dimensi berbentuk lambang negara atau burung Garuda tersebut sebagai bentuk partisipasi festival gapura dan mengisi HUT ke 74 RI.</p>
<p>&#8220;Ini bentuk kreatifitas warga Sidomulyo. Untuk lolos atau menang kalahnya bukan hal penting. Yang jelas ini sebagai wujud cinta kami dalam mengisi Hari Kemerdekaan dengan kreatifitas. Serta tetap menjaga semangat gotong royong agar tetap terjaga,&#8221; ucap Harto. <strong>(bir/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91021</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
