<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>desa sukodono &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/desa-sukodono/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Jul 2020 04:53:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>desa sukodono &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Taati Perbup Malang Nomor 20 tahun 2020</title>
		<link>https://memontum.com/taati-perbup-malang-nomor-20-tahun-2020</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2020 04:53:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[desa sukodono]]></category>
		<category><![CDATA[New Normal]]></category>
		<category><![CDATA[Perbup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/120255-taati-perbup-malang-nomor-20-tahun-2020</guid>

					<description><![CDATA[Giat Masyarakat Sukodono Dampit Tertunda Memontum Malang &#8211; Mentaati Peraturan Bupati (Perbup) Malang nomor 20 tahun 2020 tentang pedoman tatanan new normal pandemi covid-19,seluruh kegiatan masyarakat di Desa Sukodono Kecamatan Dampit Kabupaten Malang untuk sementara waktu harus ditunda. Kepala Desa Sukodono Suharto menjelaskan,tertundanya kegiatan masyarakat saat ini,selain menta&#8217;ati Perbub Malang nomor 20 tahun 2020 juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Giat Masyarakat Sukodono Dampit Tertunda</h2>
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Mentaati Peraturan Bupati (Perbup) Malang nomor 20 tahun 2020 tentang pedoman tatanan new normal pandemi covid-19,seluruh kegiatan masyarakat di Desa Sukodono Kecamatan Dampit Kabupaten Malang untuk sementara waktu harus ditunda.</p>
<p>Kepala Desa Sukodono Suharto menjelaskan,tertundanya kegiatan masyarakat saat ini,selain menta&#8217;ati Perbub Malang nomor 20 tahun 2020 juga dalam penerapan masa new normal.</p>
<p>&#8220;Untuk giat masyarakat terbanyak saat ini yaitu pengajuan pesta hajatan baik untuk perkawinan maupun khitanan.Tetapi untuk sementara waktu kami tolak.Karena Kabupaten Malang saat masih dalam penerapan new normal, &#8221; terang Suharto, Selasa (28/7/2020) siang.</p>
<p>Selain penundaan hajatan,tambah Suharto, juga berbagai kegiatan lainnya seperti upacara peringatan HUT RI ke-75 tanggal 17-Agustus 2020 mendatang yang tahun sebelumnya berlangsung dilapangan olahraga Sukodono. Namun,dalam kondisi pandemi covid-19 saat ini,upacara bersama ratusan warga ini untuk sementara waktu harus ditiadakan.</p>
<p>&#8220;Khusus untuk acara hajatan,kegiatannya boleh-boleh saja, tetapi tidak harus dikemas dalam bentuk resepsi yang memicu kerumunan dan itu juga harus menerapkan protokol kesehatan,salah satunya dengan menggunakan masker, &#8221; ulasnya.</p>
<p>Juga diakui Suharto, bahwa pihaknya sudah menghadiri rapat koordinasi bersama pihak Kecamatan Dampit,terkait masih belum normalnya situasi pandemi covid-19 ini.Sesuai hasil rapat memutuskan, apapun jenis kegiatan yang memicu kerumunan massa, untuk sementara waktu sepakat ditunda.</p>
<p>Disinggung mengenai kegiatan struktur pemerintahan desa,terang Suharto,untuk kegiatan rapat, jika sifatnya penting,itu tetap ia laksanakan,tetapi tanpa dengan penerapan protokoler kesehatan.</p>
<p>&#8220;Untuk giat rutin yang kami lakukan bersama perangkat desa yaitu operasi masker di depan kantor desa.Kami juga sudah beberapa kali bagi-bagi masker secara cuma-cuma kepada masyarakat. Alhamdulilah, untuk ketaatan warga mengenai penerapan protokol kesehatan disini hampir mencapai angka 90%, &#8221; pungkas Suharto bersyukur. <strong>(Sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">120255</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Hasil Panen Kopi, Pemdes Sukodono Dampit Kedepankan Pupuk Organik</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-hasil-panen-kopi-pemdes-sukodono-dampit-kedepankan-pupuk-organik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2020 10:46:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[desa sukodono]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk organik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=108559</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Untuk tetap mempertahankan nama kopi yang kini sudah menduduki sejumlah pasar di luar negeri, kini Pemerintah Desa (Pemdes) Sukodono Kecamatan Dampit Kabupaten Malang terus &#8220;beredukasi&#8221; bersama petani sekitar. Selain menekankan petik kopi merah juga melakukan pengurangan penggunaan pupuk kimia yakni dengan mengedepankan pupuk organik baik dalam bentuk padat maupun cair. Suharto, Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Untuk tetap mempertahankan nama kopi yang kini sudah menduduki sejumlah pasar di luar negeri, kini Pemerintah Desa (Pemdes) Sukodono Kecamatan Dampit Kabupaten Malang terus &#8220;beredukasi&#8221; bersama petani sekitar.</p>
<p>Selain menekankan petik kopi merah juga melakukan pengurangan penggunaan pupuk kimia yakni dengan mengedepankan pupuk organik baik dalam bentuk padat maupun cair.</p>
<div id="attachment_108561" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-108561" decoding="async" class="size-full wp-image-108561" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200315-WA0049-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Suharto Kepala Desa Sukodono. (Sur) " width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200315-WA0049-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200315-WA0049-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200315-WA0049-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200315-WA0049-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-108561" class="wp-caption-text">Suharto Kepala Desa Sukodono. (Sur)</p></div>
<p>Suharto, Kepala Desa Sukodono mengatakan, untuk sistem yang ia terapkan saat ini yakni dengan melakukan peneliharaan kambing dalam kawasan kebun kopi.</p>
<p>&#8220;Dengan pemeliharaan kambing dalam kawasan kebun kopi itu cukup menguntungkan para petani. Pertama, kulit kopi paska giling determentasi untuk makanan kambing.Sedang dari kotoran kambing itu bisa difungsikan untuk pupuk, &#8221; terang Suharto, Minggu (15/3/2020) siang.</p>
<p>Program tersebut sudah berjalan di desa yang terdiri dari 2000 KK dengan lahan tanaman kopi seluas 800 hektar ini. Hal yang dianggap perlu, sebagai pelindung tanaman kopi itu, petani juga menyertakan berbagai tanaman sosial seperti pisang, alpukat, durian dan jahe.</p>
<p>&#8220;Dengan produk unggulan kopi, kami berharap Sukodono kedepan menjadi desa kopi organik yang bekerjasama dengan BUMDes Raharja yang ada disini,&#8221; ulas Suharto.</p>
<p>Seperti diketahui, BUMDes Raharja Sukodono Dampit didapuk Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) di ajang Kampung Kreasi 2019 lalu di Royal Plaza Surabaya.</p>
<p>Dengan mengusung produk andalannya Kopi Robusta, Bumdes Raharja menjadi satu-satunya wakil untuk Provinsi Jawa Timur di ajang pameran produk unggulan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat itu.</p>
<p>Koordinator Pendamping Desa (PD) Kecamatan Dampit Moch. Sutanto mengatakan, dipilihnya Bumdes Raharja merupakan bagian dari dari tindak lanjut Program Inkubasi Inovasi Desa Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID PEL) Kemendesa PDTT.</p>
<p>Hal ini juga merupakan perwujudan dari ruang lingkup Program Inovasi Desa yang dituliskan pada dokumen Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 48 tahun 2018 tentang Pedoman Umum Program Inovasi Desa. Program PIID-PEL dimaksudkan untuk memberikan dana stimulan dan technical assistant kepada Desa terpilih agar dapat mengembangkan produktivitas perekonomiannya.</p>
<p>&#8220;Mendorong pengembangan mata rantai kopi robusta untuk dapat menjalin kemitraan dengan sektor swasta dalam pemasaran dengan pendekatan nilai rantai kopi yang berkelanjutan,” katanya.</p>
<p>Lanjut Sutanto, BUMDes Raharja juga melakukan kerjasama dengan Koperasi Sridonoretno Makmur Bersama dalam hal budidaya kopi, pengolahan paska panen dan pemasaran bersama.</p>
<p>Kerjasama ini merupakan bentuk kemitraan strategis di tingkat akar rumput untuk perbaikan posisi tawar yang lebih baik terhadap aktor-aktor kunci dalam penentuan harga dan peningkatan mutu kopi.</p>
<p>Kopi dari Sukodono lebih dikenal nama Kopi Java Robusta Dampit. Karena berada di kawasan lereng gunung api Semeru dan terletak di sisi laut pantai selatan.</p>
<p>&#8220;Kopi Sukodono memiliki keunggulan tersendiri dengan proses petik merah (pemetikan selektif). Dengan proses basah (Full Washed) dan proses kering (Natural) membuat kopi SDR beraroma lebih kuat, biji sudah<br />
digrade, dan bercita rasa cokelat karamel,” urainya.</p>
<p>Ditambahkannya, saat ini ada kurang lebih 121 kepala keluarga (KK) yang tersebar di lima kelompok tani bergabung dengan Bumdes Raharja Desa Sukodono. Mereka juga telah mendapatkan pelatihan SLPHT (Sekolah Lapang Pengendalihan Hama Terpadu) dimulai pada tahun 2000-2003.</p>
<p>&#8220;Pada saat ini yang mengikuti paska panen Petik merah kurang lebih 30% dari jumlah anggota yang bergabung di kelompok tani,” pungkasnya. <strong>(sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">108559</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
