<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Desa Tanggung &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/desa-tanggung/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Aug 2020 06:28:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Desa Tanggung &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Peringati HUT ke-75 Republik Indonesia,  Pemdes Tanggung Turen Istiqosah di Makam Para Leluhur</title>
		<link>https://memontum.com/peringati-hut-ke-75-republik-indonesia-pemdes-tanggung-turen-istiqosah-di-makam-para-leluhur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2020 06:28:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tanggung]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI]]></category>
		<category><![CDATA[Istiqosah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/121079-peringati-hut-ke-75-republik-indonesia-pemdes-tanggung-turen-istiqosah-di-makam-para-leluhur</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Banyak hal baru yang akan dilakukan pada peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-75 RI di tengah kondisi negara yang tengah menghadapi pandemi Covid-19. Seperti yang tengah dirancang oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Tanggung Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Salah satu rangkaian yang bakal dilakukan oleh Pemdes berpenduduk sekitar 5000 jiwa ini yakni akan menggelar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Banyak hal baru yang akan dilakukan pada peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-75 RI di tengah kondisi negara yang tengah menghadapi pandemi Covid-19. Seperti yang tengah dirancang oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Tanggung Kecamatan Turen Kabupaten Malang.</p>
<p>Salah satu rangkaian yang bakal dilakukan oleh Pemdes berpenduduk sekitar 5000 jiwa ini yakni akan menggelar istiqosah di makam mbah Kyai Romo Brojo Danu dan Nyai.Ratu Dewi Sri. Pasangan suami istri ini diyakini sebagai bedah karawang desa setempat dan berlanjut di prasasti Watu Godek.</p>
<p>&#8220;Tujuannya,selain mengenang jasa beliau dengan do&#8217;a bersama ini, kami berharap agar desa ini tetap aman serta terlepas dari segala marabahaya,&#8221; terang H.Duriadi, Kepala Desa Tanggung Senen(10/8/2020)siang.</p>
<p>Hal yang tak kalah penting, tambah Duriadi, semua itu dilakukan tanpa lepas dengan penerapan protokol kesehatan. Selain jaga jarak juga gunakan masker.</p>
<p>&#8220;Selain itu, kami bersama perangkat dan tokoh masyarakat dan agama juga akan menggelar tasyakuran saat malam peringatan HUT RI ke-75 nanti,&#8221; ulasnya.</p>
<p>Disinggung mengenai kegiatan lain dalam merayakan peringatan HUT RI ke-75 nanti,tandas Duriadi, juga ada gerak jalan. Toh itu hanya berlangsung dalam di masing-masing lingkungan saja,namun ia wajibkan penerapan protokol kesehatan sesuai aturan yang diterbitkan pemerintah saat ini.</p>
<p>&#8220;Dalam kondisi pandemi covid-19 saat ini, peringatan HUT RI ke-75 nanti tidak ada yang istimewa,namun kita harus tetap semangat,&#8221; pungkasnya.  <strong>(sur/syn)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">121079</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemdes Tanggung Turen Programkan Bangun Wisata Desa dan Religi, Menuju Desa Wisata dan Menengok Sejarah</title>
		<link>https://memontum.com/pemdes-tanggung-turen-programkan-bangun-wisata-desa-dan-religi-menuju-desa-wisata-dan-menengok-sejarah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jan 2020 09:35:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tanggung]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/104761-pemdes-tanggung-turen-programkan-bangun-wisata-desa-dan-religi-menuju-desa-wisata-dan-menengok-sejarah</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pemerintah Desa (Pemdes) Tanggung Kecamatan Turen Kabupaten Malang saat ini tengah menggagas program pembangunan desa wisata alam dan religi. Dengan terealisasinya pembangunan destinasi wisata nanti,selain tercipta lapangan pekerjaan baru sekaligus menengok sejarah panjang di desa ujung barat wilayah Kecamatan Turen ini. Kepala Desa Tanggung H Duriadi memaparkan, secara geografis Desa Tanggung sangat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Pemerintah Desa (Pemdes) Tanggung Kecamatan Turen Kabupaten Malang saat ini tengah menggagas program pembangunan desa wisata alam dan religi.</p>
<p>Dengan terealisasinya pembangunan destinasi wisata nanti,selain tercipta lapangan pekerjaan baru sekaligus menengok sejarah panjang di desa ujung barat wilayah Kecamatan Turen ini.</p>
<div id="attachment_104762" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-104762" decoding="async" class="size-full wp-image-104762" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200123-WA0089-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="H Duriadi di Makam Ky Romo Brojo Danu. (Sur) " width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200123-WA0089-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200123-WA0089-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200123-WA0089-copy.jpg?resize=600%2C360&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200123-WA0089-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200123-WA0089-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200123-WA0089-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-104762" class="wp-caption-text">H Duriadi di Makam Ky Romo Brojo Danu. (Sur)</p></div>
<p>Kepala Desa Tanggung H Duriadi memaparkan, secara geografis Desa Tanggung sangat diuntungkan karena berada pada jalur protokol menuju pusat pemerintahan Kabupaten Malang di Kepanjen.</p>
<p>Ditambahkannya, selain didukung dengan keadaan alam, Desa Tanggung juga jadi tuan rumah program Kota Tanpa Kumuh(Kotaku)dari Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman Dan Ciptakarya (DPKPCK) Kabupaten Malang<br />
beberapa waktu lalu.</p>
<p>&#8220;Paska terealisasinya program Kotaku ini,kedepan akan kami manfaatkan menjadi desa wisata,&#8221; ungkap Duriadi Kamis (23/1/2020) siang.</p>
<p>Juga dijelaskan Duriadi, lokasi tersebut sebelumnya masuk kawasan kumuh padat<br />
penduduk dengan luas 1,79 Ha, dihuni oleh 161 KK, terdiri dari RT3 dan 4 RW7.</p>
<p>Selain kawasan Kotaku, Pemdes Tanggung juga memprogramkan kali Jaruman menjadi wisata arum jeram.</p>
<p>Terlepas dari 2 wisata alam, desa berpenduduk sekitar 5000 jiwa ini juga akan membuat dua wisata religi yaitu prasasti Watu Godek dan makam KY Romo Brojo Danu dan Ny.Ratu Dewi Sri yang diyakini selaku bedah karawang Desa Tanggung.</p>
<p>&#8220;Kami tengah melaksanakan pembangunan jalan menuju makam dua leluhur itu sepanjang 189 meter dari ADD tahun 2019,&#8221; ulas Duriadi.</p>
<p>Seperti diketahui, Desa Tanggung merupakan bagian anak wilayah Kecamatan Turen sebagai pusat aktivitas masyarakat untuk menengok sejarah yang sangat panjang.</p>
<p>Salah satunya prasasti Watu Godek. Konon, menyebutkan bahwa Turen adalah daerah yang didirikan oleh Mpu Sindok pada abad ke-10 kepada seorang bernama Turian Tapadha.</p>
<p>Jika berpatokan pada isi prasasti tersebut, maka Turen sudah menjadi tempat permukiman jauh sebelum Kerajaan Kediri, Singasari, dan Majapahit berdiri.</p>
<p>Namun, nama Turen baru tercatat dalam sejarah peradaban modern sejak pemerintah kolonial Belanda membangun pabrik tepung tapioka di daerah tersebut pada akhir abad ke-19. Masuknya pengaruh Belanda itu pula yang diduga membawa bibit-bibit peradaban kota besar ke Turen.</p>
<p>Mereka, misalnya, membangun gedung pertemuan besar yang difungsikan sebagai ballroom untuk dansa-dansi para pegawai Belanda tepat di depan pabrik.</p>
<p>Hingga kini, bangunan yang disebut kamar bola oleh penduduk setempat itu masih difungsikan sebagai gedung pertemuan bernama Balai Pertemuan Soedali. <strong>(sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">104761</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gebrakan Awal Kades Tanggung Turen, Bedah Rumah Berantas Kemiskinan</title>
		<link>https://memontum.com/gebrakan-awal-kades-tanggung-turen-bedah-rumah-berantas-kemiskinan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jan 2020 12:35:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Bedah Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tanggung]]></category>
		<category><![CDATA[kades]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/103573-gebrakan-awal-kades-tanggung-turen-bedah-rumah-berantas-kemiskinan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Sebagai gebrakan awal H Duriadi Kepala Desa Tanggung Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Di usia jabatannya yang baru masuk 5 bulan ini,Duriadi menterapkan program bedah dengan tujuan untuk pengentasan kemiskinan. &#8220;Kami melakukan bedah Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di dua titik atas nama yang sama yaitu Jumaiyah. Ada satu lagi rumah Ngateni warga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Sebagai gebrakan awal H Duriadi Kepala Desa Tanggung Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Di usia jabatannya yang baru masuk 5 bulan ini,Duriadi menterapkan program bedah dengan tujuan untuk pengentasan kemiskinan.</p>
<p>&#8220;Kami melakukan bedah Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di dua titik atas nama yang sama yaitu Jumaiyah. Ada satu lagi rumah Ngateni warga RT02/RW09, tetapi itu program dari Basnaz Kabupaten Malang. Ketiganya tercatat sebagai warga kurang mampu yang harus kita perhatikan, &#8221; terang Duriadi, Selasa (7/1/2020) siang.</p>
<div id="attachment_103574" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-103574" decoding="async" class="size-full wp-image-103574" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0080-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="Kegiatan Bedah Rumah di Desa Tanggung. (sur) " width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0080-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0080-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0080-copy.jpg?resize=600%2C360&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0080-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0080-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200107-WA0080-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-103574" class="wp-caption-text">Kegiatan Bedah Rumah di Desa Tanggung. (sur)</p></div>
<p>Dengan mengusung slogan, Desa Tanggung harus lebih maju dari tahun sebelumnya,Duriadi yang juga tercatat selaku mantan tim Tagana ini akan terus mengagendakan program bedah rumah.Karena menurutnya, di Desa Tanggung masih ada beberapa RLTH, toh program serupa juga dilakukan oleh Kades sebelumnya.</p>
<p>Ada program menarik yang bakal dilakukan Kades periode 2019-2025 mendatang ini yakni pembangunan rabat beton akses jalan menuju kawasan persawahan dan yang jelas, hal itu dilakukan demi kelancaran masyarakat tani.</p>
<p>&#8220;Selain jalan rabat beton kawasan perswahan, kami juga tengah memprogramkan membangun sumur bor di 7 titik. Semua itu kami lakukan untuk kepentingan petani. Alhamdulilah, dari 7 titik itu, satu diantaranya sudah terealisasi, &#8221; beber Duriadi mengakhiri wawancara.</p>
<p>Sejarah singkat tentang desa Tanggung. Dihimpun dari cerita rakyat, konon di Desa Tanggung terdapat sebuah prasasti Turriyan atau yang lebih di kenal Prasasti “Watu Godek” adalah salah satu situs sejarah di wilayah Malang Selatan.</p>
<p>Prasasti yang populer dengan nama Watu Godek ini merupakan peninggalan dari Raja Empu Sendok yang pada masa pemerintahannya dahulu ia mengintruksikan untuk membangun sebuah bangunan/tempat ibadah di sebelah barat desa turriyan (sekarang Turen).</p>
<p>Atas perintah tersebut, dibangunlah sebuah tempat ibadah suci dengan modal satu kati plus tiga suwarna emas. Salah satu alasan pemberian nama “watu godek” sendiri adalah begitu sulitnya jika kita kita ingin membaca tulisan aksara jawa di batu/prasasti tersebut, sehingga kita hanya bisa godek-godek (menggeleng-gelengkan) kepala ketika membacanya.</p>
<p>Versi yang lain adalah karena di dekat batu tersebut terdapat batu lingga dan yoni, yang mana jika batu lingga dimasukkan pada batu yoni maka batu yoni tersebut bisa bergerak/godek-godek.</p>
<p>Prasasti yang dibuat pada Tahun 24 Juli 929 M, bertepatan dengan tahun 851 saka ini dilestarikan oleh masyarakat sekitar secara turun-temurun.</p>
<p>Sekitar tahun 2007 prasasti ini mulai mendapat perhatian serius dari pihak pemerintah, pada saat itu sang penjaga prasasti ini (suami dari bu Nia) mendapat apresiasi/penghargaan dari Dinas Pelestarian Cagar Budaya Trowulan Kabupaten Mojokerto.</p>
<p>Kini prasasti Turriyah atau Watu Godek ini terletak di Empu Sindok RT02/RW1, Desa Tanggung, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. <strong>(Sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">103573</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
