<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Desa Tlekung &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/desa-tlekung/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Apr 2023 11:22:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Desa Tlekung &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Belum Terekspos Maksimal, Kolam Renang Petirtaan Kaygun Desa Tlekung Kota Batu Minim Wisatawan</title>
		<link>https://memontum.com/belum-terekspos-maksimal-kolam-renang-petirtaan-kaygun-desa-tlekung-kota-batu-minim-wisatawan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Apr 2023 09:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tlekung]]></category>
		<category><![CDATA[kolam]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=187504</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dibandrol dengan harga tarif masuk (HTM) Rp 5 ribu, Kolam Renang Kaygun, yang berada di Desa Tlekung RT02 RW03, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, yang dikelola oleh pemerintah desa (Pemdes) Tlekung, ternyata masih belum terlalu diminati pengunjung luar Kota Batu. Bahkan, sejak pertama dibuka atau awal Maret 2023 hingga 27 April 2023, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Dibandrol dengan harga tarif masuk (HTM) Rp 5 ribu, Kolam Renang Kaygun, yang berada di Desa Tlekung RT02 RW03, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, yang dikelola oleh pemerintah desa (Pemdes) Tlekung, ternyata masih belum terlalu diminati pengunjung luar Kota Batu. Bahkan, sejak pertama dibuka atau awal Maret 2023 hingga 27 April 2023, dari tiket yang terjual baru laku sebanyak 250 lembar.</p>



<p>Salah seorang penjaga kolam renang Petirtaan Kaygun, Rudiyono, mengatakan bahwa selama libur Lebaran dan sekolah, kondisi kolam renang sepi dari pengunjung. Padahal, untuk harga tiket hanya Rp 5 ribu perorang</p>



<p>&#8220;Saat libur Lebaran juga liburan sekolah, Kolam Renang Petirtaan Kaygun, tergolong sangat sepi. Kalaupun ada pengunjung yang datang untuk berenang, itu bukan orang luar kota. Tapi, memang kebanyakan saudara dari warga Tlekung, saat berkunjung dirumahnya lalu dikenalkan dan diajak kesini,&#8221; terangnya, saat ditemui di tempat loket Kolam Renang Petirtaan Kaygun Desa Tlekung, Kamis (27/04/2023) tadi.</p>



<p>Sedangkan, ujarnya, untuk mulai beroperasinya kolam renang Petirtaan Kaygun, menurutnya baru dua bulan lalu atau awal Maret 2023. Dan, pada tanggal 6 Maret 2023 sampai sebelum puasa, baru terjual 200 tiket. Sementara, mulai 17 April 2023 sampai 27 April 2023 ini, hanya 50 tiket yang terjual. Kalau total hitungannya, dari awal buka pada awal Maret 2023 sampai hari ini 27 April 2023, baru terjual tiket sebanyak 250 lembar.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Sepinya kolam renang ini, imbuh Rudiyono, karena masih banyak orang yang belum mengenali. Meskipun, sudah dipublikasikan lewat Medsos atau bisa jadi saat liburan lebaran pengunjung lebih mengutamakan silaturahmi ke saudaranya.</p>



<p>&#8220;Kolam renang ini sekarang dikelola Pemdes Tlekung. Untuk, memperkenalkan kolam renang Petirtaan Kaygun, ini sudah dilakukan di Medsos. Tentunya, saya berharap dengan adanya pengunjung yang dikenalkan oleh keluarganya di Desa Tlekung ini, bisa membawa pengunjung lain untuk datang. Sehingga, ke depan kolam renang Petirtaan Kaygun ini bisa lebih dikenal oleh orang di luar Kota Batu,&#8221; jelas mantan Satpam ini.</p>



<p>Pengunjung asal Sampang Madura, Wahyono (32), menjelaskan sebenarnya di Kolam Renang Petirtaan Kaygun, ini sudah memenuhi syarat dan aman untuk anak-anak yang bermain. Bahkan, sarana prasarana seperti tempat ganti toilet juga bersih.</p>



<p>&#8220;Sebenarnya, di sini enak untuk berenang. Tempatnya sejuk, sepi dan nyaman sehingga anak-anak saya bisa bebas bermain air karena sepi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kedatangannya di kolam itu, diakuinya, memang diarahkan saudaranya yang berada di Desa Tlekung, untuk berlibur di tempat itu sebelum pulang ke Sampang Madura. &#8220;Memang saya tadi dikasih arah sama saudara yang ada di dusun, untuk mengajak anak-anak saya bermain di kolam ini dan setelah itu pulang ke Madura,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">187504</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lima Tahun, Jalan Larmani Desa Tlekung Rusak Parah</title>
		<link>https://memontum.com/lima-tahun-jalan-larmani-desa-tlekung-rusak-parah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2020 01:54:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tlekung]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Larmani]]></category>
		<category><![CDATA[PAK Rp 198 juta]]></category>
		<category><![CDATA[Rusak Parah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=123816</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Kondisi Jalan Larmani Desa Tlekung Kota Batu hampir sudah lima tahun mengalami kerusakan yang cukup parah. Kondisi ini dikeluhkan oleh warga Dusun Gangsiran sebab bisa membahayakan pengendara, khususnya roda dua terlebih pada waktu malam hari. Dari pantauan memontum di lokasi, jalan berlubang dan mengelupas hampir di setiap bagian. Ketika pengendara melintas, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Kondisi Jalan Larmani Desa Tlekung Kota Batu hampir sudah lima tahun mengalami kerusakan yang cukup parah. Kondisi ini dikeluhkan oleh warga Dusun Gangsiran sebab bisa membahayakan pengendara, khususnya roda dua terlebih pada waktu malam hari.</p>
<p>Dari pantauan memontum di lokasi, jalan berlubang dan mengelupas hampir di setiap bagian. Ketika pengendara melintas, debu bisa dipastikan sangat menganggu. Apalagi saat musim hujan, selain adanya luberan air, jalan sangat licin dan membahayakan. Kondisi ini sudah terjadi sekitar 5 tahunan.</p>
<p>&#8220;Sudah cukup lama kondisi jalan rusak parah, bahayanya kalau hujan jalan pasti licin. Harapan warga, pemerintah segera merespon agar jalan segera diperbaiki. Supaya pengendara yang melintas merasa aman. Jalan ini merupakan akses antar dusun,&#8221; kata salah satu warga, yang melintas, Rabu (16/9/2020).</p>
<p>Menanggapi itu, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu Agung Sedayu membenarkan kondisi jalan rusak parah. Pihaknya pun langsung merespon keluhan warga dan menganggarkan Rp.198 juta untuk peningkatan jalan hot mix (aspal) di lokasi tersebut.</p>
<p>&#8220;Untuk pelaksanaan pembangunan kita masih menunggu pengesahan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2020. Intinya dalam waktu dekat ini harus segera terealisasi,&#8221; ungkap Agung yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu.</p>
<p>Selain pengaspalan dengan total panjang 400 meter dan lebar 2,5 meter, samping kanan kiri juga bakal dibangun drainase terlebih dahulu. Tujuannya supaya aspal tidak rusak terkena air, apalagi persiapan nanti saat musim hujan.</p>
<p>&#8220;Agar jalan tak cepat rusak akibat luberan air, kita bangun dulu drainasenya selebar 60&#215;60 centimeter dengan panjang 133,5 meter. Baru kita lakukan pengaspalan. Kami juga sudah anggarkan dalam PAK Rp 198 juta,&#8221; ujar Agung. <strong>(bir/syn)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123816</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
