<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Desa Tlemang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/desa-tlemang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Jan 2022 11:18:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Desa Tlemang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hadiri Sedekah Bumi Mendak Sanggring, Bupati Lamongan Dorong Desa Tlemang jadi Desa Wisata</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-sedekah-bumi-mendak-sanggring-bupati-lamongan-dorong-desa-tlemang-jadi-desa-wisata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jan 2022 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[bupati lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tlemang]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah bumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=161173</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Sejak ribuan tahun lalu, budaya ruwatan Mendak Sanggring, yang merupakan peninggalan leluhur masih terawat hingga sekarang. Tradisi unik itu, masih dijaga dan dilestarikan masyarakat Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. Tradisi ini, semakin kental dengan harmoni balutan musik karawitan dan semakin istimewa dengan hadirnya Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, di tengah-tengah masyarakat Desa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Sejak ribuan tahun lalu, budaya ruwatan Mendak Sanggring, yang merupakan peninggalan leluhur masih terawat hingga sekarang. Tradisi unik itu, masih dijaga dan dilestarikan masyarakat Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan.</p>



<p>Tradisi ini, semakin kental dengan harmoni balutan musik karawitan dan semakin istimewa dengan hadirnya Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, di tengah-tengah masyarakat Desa Tlemang, saat melakukan prosesi Sedekah Bumi Mendak Sanggring Ki Buyut Terik.</p>



<p>Mendak Sanggring sendiri, merupakan ritual adat masyarakat Desa Tlemang, sebagai bentuk tradisi peringatan tahunan atas diwisudanya Ki Buyut Terik oleh Sunan Giri keempat sebagai pemimpin di Desa Tlemang. Pada saat itu, prosesnya dilaksanakan pada setiap tanggal 24 hingga 27 Jumadil Awal Tahun Hijriah. Wujud peringatan tersebut, yakni dengan disajikannya makanan khas Sanggring, yang berisi ayam dan kuah. Keunikannya, semua yang memasak harus laki-laki.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-harga-bahan-pangan-turun">Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-ajak-masyarakat-taat-pajak-dan-tertib-laporan-spt-tahunan">Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/1-270-pedagang-pasar-induk-gadang-direlokasi-swadaya-ke-lahan-sewa">1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-masalah-pendidikan-di-kabupaten-malang-bupati-sanusi-terima-audiensi-bersama-bem">Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tinjau-relokasi-pasar-induk-gadang-pemkot-malang-pastikan-pedagang-pindah-usai-lebaran">Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran</a></li>
</ul>


<p>Secara turun temurun, ritual adat ini setiap tahunnya diperingati oleh masyarakat Desa Tlemang, yang bertepatan dengan upacara sedekah bumi sebagai rasa syukur kepada Allah SWT setelah panen raya. Masyarakat pun sangat antusias dan semakin semangat untuk melestarikannya setelah mendapat pengakuan secara nasional sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional.</p>



<p>Bupati Yuhronur dalam kesempatan itu, menyampaikan bahwa dengan diakuinya budaya Mendak Sanggring sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional, akan terus mendorong pelestariannya dengan menjadikan Desa Tlemang menjadi Desa Wisata. &#8220;Saya harap budaya ini untuk terus dilestarikan dan dipertahankan. Budaya ini sebagai peringatan atas dilantiknya Ki Buyut Terik yang waktu itu dilantik oleh Sunan Praben atau Sunan Giri keempat. Selain itu tradisi ini juga menandakan bahwa Desa Tlemang ini kaya akan budaya. Sehingga Kedepan, kami sepakat untuk menjadikan Desa Tlemang menjadi desa wisata. Termasuk pembangunan sirkuit motocross,” tutur Bupati.</p>



<p>Dengan dijadikannya desa wisata, Bupati Yuhronur berharap, pendapatan masyarakat akan semakin meningkat, sehingga kesejahteraan masyarakat tercukupi. <strong>(zud/zen/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">161173</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sanggring, Tradisi di Desa Tlemang Berusia Ratusan Tahun</title>
		<link>https://memontum.com/sanggring-tradisi-di-desa-tlemang-berusia-ratusan-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2019 13:19:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tlemang]]></category>
		<category><![CDATA[Sanggring]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/76833-sanggring-tradisi-di-desa-tlemang-berusia-ratusan-tahun</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Kabupaten Lamongan rupanya menyimpan banyak tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun silam. Satu diantaranya yakni tradisi Sanggring di Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang. Kepala Desa Tlemang, Aris Pramono menerangkan Sanggring ini pertama kali dimunculkan oleh Ki Buyut Terik, sebagai jamuan untuk para tamu dan sedekah bumi yang diwariskan secara turun temurun dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Kabupaten Lamongan rupanya menyimpan banyak tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun silam. Satu diantaranya yakni tradisi Sanggring di Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang. Kepala Desa Tlemang, Aris Pramono menerangkan Sanggring ini pertama kali dimunculkan oleh Ki Buyut Terik, sebagai jamuan untuk para tamu dan sedekah bumi yang diwariskan secara turun temurun dengan jumlah piring untuk jamuan para tamu, harus sebanyak 44 buah piring.</p>
<p>&#8220;Ceritanya Sanggring ini untuk menjamu. Dulu kan ada seperti prajurit, mengundang teman-teman untuk jamuan makan, mengerahkan anak buahnya atau murid-muridnya untuk memasak Sanggring ini,&#8221; terang Aris, Senin (4/2/2019).</p>
<p><div id="attachment_76835" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-76835" decoding="async" class="size-full wp-image-76835" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190204-WA0022-copy.jpg?resize=500%2C300&#038;ssl=1" alt="Sanggring harus dimasak oleh kaum laki-laki, karena menjadi salah satu ritual pensucian" width="500" height="300" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190204-WA0022-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190204-WA0022-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG-20190204-WA0022-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-76835" class="wp-caption-text"><strong>Sanggring harus dimasak oleh kaum laki-laki, karena menjadi salah satu ritual pensucian</strong></p></div></p>
<p>Uniknya, sambung Aris, Sanggring yang juga dipercayaan bisa sebagai obat ini, harus dimasak oleh kaum laki-laki, karena Sanggring ini juga menjadi salah satu ritual pensucian.</p>
<p>&#8220;Karena orang laki-laki kan nggak punya hadas,” ucapnya. Untuk menentukan yang memasak Sanggring, Aris menyebut tidak ada ritual khusus sebelumnya bagi para juru masak. “Memang nggak ada kriteria tertentu, tapi ada salah satu orang sesepuh yang mendampingi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sanggring ini berupa masakan yang berbahan dasar ayam dengan jumlah ayam yang dimasak disesuaikan dengan jumlah penduduk Desa Tlemang. “Yang ngasih ya warga, tapi setiap keluarga memberi ayam sama bumbu jangkep sama kayunya juga,” kata Yatono, salah satu warga Tlemang turut menambahkan</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">76833</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
