<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Desa Tumpakrejo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/desa-tumpakrejo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Jun 2020 16:30:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Desa Tumpakrejo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tuding Kades Tak Tepat Janji, Puluhan Linmas Tumpakrejo Gedangan Serentak Undur Diri</title>
		<link>https://memontum.com/tuding-kades-tak-tepat-janji-puluhan-linmas-tumpakrejo-gedangan-serentak-undur-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2020 16:30:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tumpakrejo]]></category>
		<category><![CDATA[Linmas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=116906</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Sebanyak 30 orang anggota Pelindung Masyarakat (Linmas) Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang serentak meletakkan jabatan mereka selaku keamanan di desa. Bukti pengunduran diri tersebut seperti tertuang dalam selembar kertas bertuliskan tangan tanggal 14-Mei 2020 lalu yang ditujukan kepada Kepala Desa Tumpakrejo Miselan. Meski dibubuhi dengan tanda tangan di atas kertas bermaterai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Sebanyak 30 orang anggota Pelindung Masyarakat (Linmas) Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang serentak meletakkan jabatan mereka selaku keamanan di desa.</p>
<p>Bukti pengunduran diri tersebut seperti tertuang dalam selembar kertas bertuliskan tangan tanggal 14-Mei 2020 lalu yang ditujukan kepada Kepala Desa Tumpakrejo Miselan.</p>
<p>Meski dibubuhi dengan tanda tangan di atas kertas bermaterai atas nama Imam yang tercatat selaku seorang perwakilan ini, namun tidak disebutkan secara rinci.</p>
<p>Belum jelas latar belakang, terkait alasan pengunduran diri secara serentak pihak-pihak yang sebenarnya sangat berpotensi dalam bidang keamanan di desa ini. Dalam surat tertulis, &#8216;Pak Lurah Tidak Tepat Janji&#8217;.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Tumpakrejo Miselan mengaku pihaknya sudah melayangkan surat jawaban persetujuan dengan tembusan Camat Gedangan dan Ketua BPD Tumpakrejo. Sesuai surat Nomor : 340/502/35.07.29.2007/2020,yang ditujukan kepada Jari selaku Dandon Linmas Desa Tumpakrejo.</p>
<p>&#8220;Alasannya, karena gaji Limas tidak sama dengan RT yang 1 tahun dapat gaji Rp 1 juta. Sedangkan jatah Linmas hanya Rp 300 rb/tahun. Padahal, bunyinya itu bukan gaji, tetapi dana untuk pembinaan karena insentif untuk Linmas juga tidak ada, &#8221; terang Miselan, Kamis (18/6/2020) siang.</p>
<p>Dikatakan Miselan, karena teman-teman Linmas ini sebagai tim keamanan di desa, pengabdian mereka juga harus kami imbangi.</p>
<p>&#8220;Kami sudah beri garapan tanah bengkok seluas 1 hektar untuk 30 anggota Linmas.Toh itu sudah saya serahkan, tetapi teman-teman Linmas belum merespon. Setelah saya sampaikan langsung ke Dantonnya. Tetapi, seusai penjagaan pengamanan Covid-19, mungkin ada pihak yang mempengaruhi, akhirnya serentak mengundurkan diri, &#8221; ulasnya.</p>
<p>Ditambahkan Miselan, dia sadar, karena yang ia atur ini manusia bukan sebuah benda mati, dengan itu pola pikir tak sama.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya itu tidak semua Linmas. Tetapi mungkin karena kelompok Linmas itu kompak. Satu mengundurkan diri akhirnya yang lain juga ikut, &#8221; tandasnya. Pasca pengunduran diri Linmas itu, Kades mengumpulkan Karang Taruna.</p>
<p>&#8220;Ada sekitar 25 orang yang sudah mendaftarkan diri. Mereka siap mengabdikan diri sebagai Linmas. Karena pemuda itu garda terdepan dan penerus cita-cita bangsa. Agar desa mereka menjadi maju, dengan kekosongan Linmas ini mereka bersedia sebagai pengganti,&#8221; paparnya.</p>
<p>Di sisi lain, Miselan juga menjelaskan, untuk tahap pertama, kelompok pemuda yang bernaung di bawah panji Karang Taruna ini akan ia belikan rompi. Hal dilakukan dalam turut pengamanan Pilkada Kabupaten Malang Desember 2020 mendatang.</p>
<p>&#8220;Rompi itu kami tulis Tim Keamanan TPS, itu selama Linmas belum terbentuk. Karena secara teknis, untuk pembentukan Linmas nanti, kami juga harus terima petunjuk Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Trantib Kecamatan Gedangan. Dengan kebersamaan dan kemajuan di desa kami yang saat ini tengah membangun dan pemerataan sudah terwujud, insaaloh Tumpakrejo tetap aman, &#8221; beber Miselan.<strong> (sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">116906</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kades Tumpakrejo Minta Akses Jalan Wisata Diperlebar</title>
		<link>https://memontum.com/kades-tumpakrejo-minta-akses-jalan-wisata-diperlebar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jan 2020 15:44:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tumpakrejo]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan jalan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/104933-kades-tumpakrejo-minta-akses-jalan-wisata-diperlebar</guid>

					<description><![CDATA[Malang, Memontum &#8211; Desa Tumpakrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang, dulu termasuk desa tertinggal dengan kondisi infrastruktur jauh dibawah sempurna. Tetapi kini, citra desa itu semakin berubah seiring dengan berkembang pesatnya pariwisata di desa berpenduduk hampir 6000 jiwa ini. Satu hal yang dirasakan warga desa ujung selatan Kabupaten Malang saat ini, hampir sepanjang jalan disana sudah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Malang, Memontum</strong> &#8211; Desa Tumpakrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang, dulu termasuk desa tertinggal dengan kondisi infrastruktur jauh dibawah sempurna.</p>
<p>Tetapi kini, citra desa itu semakin berubah seiring dengan berkembang pesatnya pariwisata di desa berpenduduk hampir 6000 jiwa ini.</p>
<div id="attachment_104934" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-104934" decoding="async" class="size-full wp-image-104934" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200126-WA0061-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="PELEBARAN : Kondisi Jalan Tumpakrejo yang layak dilebarkan. (sur)" width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200126-WA0061-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200126-WA0061-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200126-WA0061-copy.jpg?resize=600%2C360&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200126-WA0061-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200126-WA0061-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200126-WA0061-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-104934" class="wp-caption-text">PELEBARAN : Kondisi Jalan Tumpakrejo yang layak dilebarkan. (sur)</p></div>
<p>Satu hal yang dirasakan warga desa ujung selatan Kabupaten Malang saat ini, hampir sepanjang jalan disana sudah berasapal, toh dengan kostur berbukit. Tetapi sayangnya, akses jalan menuju wisata sepanjang 13 Km, mulai dari Desa Bantur hingga Tumpakrejo perlu diperlebar. Kenapa?</p>
<p>Berikut ungkapan Kepala Desa Tumpakrejo, Miselan Rabu (22/1/2020) lalu. Dikatakan Miselan,Untuk lebar jalan saat ini hanya 3 m. Dengan kondisi jalan yang masih sempit itu, setiap Sabtu dan Minggu jalur menuju pantai pasti macet.</p>
<p>Untuk itu Kades yang jabatannya baru masuki enam bulan ini berharap, jalan tersebut dilebarkan hingga 5 meter.</p>
<p>&#8220;Secara lisan, pernah kami sampaikan ke Pak Bupati dan dinas terkait. Karena jika itu nantinya terealisasi yang jelas kesejahteraan warga akan bertambah.Karena dengan semakin padatnya wisatawan yang melintas disini, warga bisa jual makanan dan produk unggulan Desa Tumpakrejo, &#8221; urainya.</p>
<p>Hal yang tak kalah penting masih kata Miselan,dengan dilebarkan jalan nanti juga akan meningkatkan perekonomian,pendidikan dan kesehatan warga.</p>
<p>Disisi lain, Miselan juga menjelaskan untuk wisata yang sudah berjalan di Tumpakrejo saat ini yaitu pantai Nganteb. Selain itu juga ada pantai Wonogoro yang diharapkan menjadi wisata unggulan Malang Selatan.</p>
<p>Ada hal menarik di Desa Tumpakrejo yakni dengan keberadaan sungai terpanjang di Malang Selatan hingga mencapai 1 Km dengan kelebaran 50 m.</p>
<p>&#8220;Saat ini masih dalam tahap pemulihan, kami akan mengajukan penanaman cemara udang kepada Perhutani. Karena jika wisata pantai Wonogoro nantinya berjalan, kesejahteraan warga betul-betul terwujud dan menyerap tenaga kerja,&#8221; paparnya.</p>
<p>Sebagai program terkini, Kades yang puluhan tahun pernah berkecipung dalam bisnis proyek di Papua ini, juga akan membangun sumber mata air di Dusun Poh Kecik. Sebagai tahap awal, pihaknya sudah layangkan proposal ke Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang.</p>
<p>&#8220;Dari Cipta Karya sendiri sudah melakukan survei lokasi. Katanya, sumber mata air itu sangat layak untuk dialirkan ke rumah penduduk. Dengan terealisasinya proyek air bersih ini nanti, warga Dusun Poh Kecik tidak lagi kekurangan air, khususnya saat musim kemarau seperti kemarin, &#8221; pungkas Miselan mengakhiri wawancara. <strong>(sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">104933</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
