<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Desa Wonokerto &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/desa-wonokerto/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Mar 2021 14:42:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Desa Wonokerto &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jelang Nyepi, Jalan Menuju Bromo Ditutup</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-nyepi-jalan-menuju-bromo-ditutup</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2021 14:42:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bromo]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wonokerto]]></category>
		<category><![CDATA[Ditutup]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimka]]></category>
		<category><![CDATA[gunung bromo]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya Nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[Hindu]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Memontum.com]]></category>
		<category><![CDATA[Pawai Ogoh-ogoh]]></category>
		<category><![CDATA[protokol kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Suku Tengger]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136803</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Sejumlah ruas akses jalan masuk menuju obyek wisata Gunung Bromo, bakal dilakukan penutupan pada Minggu 14 Maret 2021 hingga Senin 15 Maret. Pasalnya di waktu&#160; itu, merupakan momen Hari Raya Nyepi 1943 Saka/2021 Masehi bagi Umat Hindu Suku Tengger yang tinggal di wilayah lereng Gunung Bromo. Untuk titik akses jalan yang bakal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Sejumlah ruas akses jalan masuk menuju obyek wisata Gunung Bromo, bakal dilakukan penutupan pada Minggu 14 Maret 2021 hingga Senin 15 Maret.</p>



<p>Pasalnya di waktu&nbsp; itu, merupakan momen Hari Raya Nyepi 1943 Saka/2021 Masehi bagi Umat Hindu Suku Tengger yang tinggal di wilayah lereng Gunung Bromo.</p>



<p>Untuk titik akses jalan yang bakal ditutup, yakni jalur dari arah Probolinggo, ditutup di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura. Lalu dari arah Pasuruan, penutupan akses jalan dilakukan di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari. Sedangkan dari arah Lumajang dan Malang, penutupan dilakukan di Jemplang.</p>



<p>Terkait penutupan akses jalan sendiri, dimulai sejak pukul 00.00 WIB, Minggu 14 Maret 2021, lalu dibuka kembali pada pukul 06.00 WIB, Senin 15 Maret 2021. Sejumlah akses jalan yang ditutup, bakal dijaga oleh Forkopimka setempat, yang melibatkan unsur TNI/Polri, kecamatan dan masyarakat adat di daerah masing-masing.</p>



<p>Sementara guna menjaga kesakralan ritual Catur Bratha penyepian, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia, Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto mengatakan, bakal dijaga oleh sekitar 100 orang Jagabaya , yakni petugas keamanan adat Suku Tengger.</p>



<p>Nantinya mereka akan berjaga di desanya masing-masing, sekaligus sesekali berkeliling guna menjaga ritual Catur Bratha penyepian umat Hindu Suku Tengger agar berlangsung khidmat dan lancar.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/136658-khawatir-banjir-susulan-puluhan-warga-di-dua-desa-probolinggo-pilih-bertahan-di-pengungsian#ixzz6p0FEELfL" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Khawatir Banjir Susulan, Puluhan Warga di Dua Desa Probolinggo Pilih Bertahan di Pengungsian</a></strong></p>



<p>“Untuk mereka yang berjaga, tentunya tetap menjalankan protokol kesehatan, karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19,”ujar Bambang, Sabtu (13/03).</p>



<p>Bambang juga menyampaikan, semenjak dua tahun terakhir dampak pandemi Covid-19, serangkaian ritual upacara penyepian umat Hindu Suku Tengger di Bromo, tak semeriah dibanding tahun-tahun sebelumnya atau sebelum adanya pandemi Covid-19.</p>



<p>Itu karena, kegiatan seperti Tawur Agung Kesanga, yang biasanya dimeriahkan pawai ogoh-ogoh, tak bisa digelar secara ramai seperti sebelum adanya pandemi. Salah satu alasannya, yakni mencegah terjadinya kerumunan.</p>



<p>“Kalo dulu itu ramainya, biasanya pas pawai ogoh-ogoh dijadikan satu di daerah Sumber, yakni di Jurang Kendil. Tapi kalo sekarang, meski ada ya, paling di desanya sendiri-sendiri. Selama upacara nyepi ini, serangkaian ritualnya tetap dilakukan tapi jumlah umatnya dikurangi,&#8221; imbuhnya</p>



<p>Meski demikian, Bambang menyebut, kondisi tersebut tak mengurangi kesakralan dan kehidmatan umat hindu Suku Tengger, dalam melangsungkan serangkaian upacara ritual penyepian.</p>



<p>“Harapan kami dimomen nyepi kali ini, semoga pandemi Covid-19 segera berakhir. Agar masyarakat di seluruh dunia, bisa hidup secara normal seperti sebelumnya,” harap Bambang.</p>



<p>Sekadar informasi, serangkaian upacara ritual penyepian sendiri meliputi Melasti yang digelar di Goa Widodaren, Tawur Agung Kesanga di Jurang Kendil, Catur Bratha Peyepian di rumah masing-masing dan Ngembak Geni di pura desa. <strong>(geo/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136803</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gubernur Jatim Kunjungi Petani Buah hingga Beri Bantuan Masker</title>
		<link>https://memontum.com/gubernur-jatim-kunjungi-petani-buah-hingga-beri-bantuan-masker</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2020 10:02:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wonokerto]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[mangga alpukat]]></category>
		<category><![CDATA[pemprov jatim]]></category>
		<category><![CDATA[sekda jatim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=126741</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan ke salah satu kebun milik petani mangga alpukat di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (31/10) tadi. Kunjungan orang nomor satu di pemerintah Provinsi Jatim itu, selain untuk menikmati masa panen buah Alpukat atau buah yang menjadi buah khas Kabupaten Pasuruan, juga untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan ke salah satu kebun milik petani mangga alpukat di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (31/10) tadi.</p>
<p>Kunjungan orang nomor satu di pemerintah Provinsi Jatim itu, selain untuk menikmati masa panen buah Alpukat atau buah yang menjadi buah khas Kabupaten Pasuruan, juga untuk memberikan bantuan masker dan sembako, kepada warga sekitar.</p>
<p>Dalam kunjungannya itu, Gubernur juga didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jatim, Heru Tjahjono. Sementara di lokasi kebun, Gubernur bersama warga atau pengunjung, langsung menikmati panen Alpukat dari pohonnya.</p>
<p>Disampaikan Gubernur Jatim, mangga alpukat adalah salah satu komoditas buah unggulan di Jawa Timur. Yang mana, saat ini menjadi tren di kalangan pecinta buah tanah air.</p>
<p>Selain rasanya yang legit dan tekstur buah yang bagus, cara makan mangga alpukat, pun menurut Khofifah sangat unik. Karena, tak perlu dikupas sampai terlihat daging buahnya. Tetapi, cukup diiris di bagian tengah kemudian diputar hingga terbelah dua dan dimakan dengan menggunakan sendok.</p>
<p>“Cukup higienis, karena kita tak perlu menggunakan sarung tangan atau alat bantu lain. Cukup dibelah, diputar dan dimakan dengan sendok,” ujarnya.<br />
Di hadapan petani buah, Khofifah menyampaikan, akan membantu dalam memperluas jaringan ekspor. Sehingga, mangga alpukat semakin dikenal luas di seluruh wilayah tanah air maupun luar negeri.</p>
<p>“Varietas mangga di Indonesia, sesungguhnya memiliki tingkat keunggulan yang luar biasa. Seperti mangga alpukat dari Kabupaten Pasuruan ini. Cara mengupasnya yang berbeda dan ini yang bisa dijual. Mudah mudahan menjadi bagian dari ikhtiyar penguatan kepada petani mangga. Kita akan membangun akses market hingga ekspor. Sehingga, ketika musim mangga seperti sekarang, harga jualnya tidak jatuh,” jelasnya.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, selain panen juga memberikan bantuan sedikitnya 5 ribu masker dan 150 paket bantuan sembako kepada warga sekitar Desa Wonokerto. Bantuan itu, diberikan setelah Gubernur Jatim melakukan gowes bersama para petani mangga alpukat. <strong>(kom/sit)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">126741</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Penyebaran Virus Corona Pemdes Wonokerto Bantur Dirikan 40 Posko</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-penyebaran-virus-corona-pemdes-wonokerto-bantur-dirikan-40-posko</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2020 13:08:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wonokerto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/113788-antisipasi-penyebaran-virus-corona-pemdes-wonokerto-bantur-dirikan-40-posko</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pemerintah Desa Wonokerto Kecamatan Bantur Kabupaten Malang mendirikan sebanyak 40 titik Posko percepatan penanganan Covid-19 yang tersebar di 4 pedukuhan. Dalam Posko tersebut terdapat 2 orang petugas jaga dengan sistem sip siang dan malam. &#8220;Semua Posko itu melibatkan Linmas,Bhabinkamtibmas, Babinsa, BPD, LPMD termasuk tim kesehatan, &#8221; terang Tirmidi Kuswanto Kepala Desa Wonokerto [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Pemerintah Desa Wonokerto Kecamatan Bantur Kabupaten Malang mendirikan sebanyak 40 titik Posko percepatan penanganan Covid-19 yang tersebar di 4 pedukuhan. Dalam Posko tersebut terdapat 2 orang petugas jaga dengan sistem sip siang dan malam.</p>
<p>&#8220;Semua Posko itu melibatkan Linmas,Bhabinkamtibmas, Babinsa, BPD, LPMD termasuk tim kesehatan, &#8221; terang Tirmidi Kuswanto Kepala Desa Wonokerto Selasa (5/5/2020) siang.</p>
<p><div id="attachment_8549" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-8549" decoding="async" class="size-full wp-image-8549" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2017/11/Untitled-1-copy-5.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Tirmidi Kuswanto Kepala Desa Wonokerto. (sur) " width="740" height="395" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-8549" class="wp-caption-text">Tirmidi Kuswanto Kepala Desa Wonokerto. (sur)</p></div></p>
<p>Jelas Ketua Gusgas Desa Wonokerto ini, Posko Covid-19 di desa berpenduduk sekitar 7000 jiwa ini juga memeriksa kesehatan warga yang baru pulang dari luar Negeri maupun dari luar kota.</p>
<p>&#8220;Kami juga sudah gratiskan ribuan masker kepada masyarakat dan para pedagang di pasar tradisional Wonokerto.Selain itu juga melakukan penyemprotan dengan cairan anti bakteri diseluruh masjid, musala dan pasar.Kami minta juga minta, warga jangan panik, pemerintah desa sebagaimana kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Malang telah melakukan langkah-langkah antisipasi berkaitan dengan virus corona ini, &#8220;,ulas Tirmidi menghimbau.</p>
<p>Disinggung terkait rencana pemerintah untuk locdown selama dua minggu kedepan sejumlah pasar tradisional termasuk di Wonokerto? Pihaknya siap mendukung program tersebut.Menurutnya, pasar adalah sebagai pusat kerumunan masyarakat dari berbagai desa.</p>
<p>&#8220;Untuk locdown pasar itu memang harus dilakukan.Karena jaringan Covid-19 ini memang harus kita putus.Salah satu cara, kita tak perlu beriteraksi, berkontak sesama individu.Kalau masyarakat itu nanti tidak sadar, bukan hanya Desa Wonokerto yang terdampak,tapi itu bisa melebar ke wilayah lain, &#8221; tandasnya.</p>
<p>Diakuinya,hampir setiap minggu Kades bersama lembaga yang ada juga masuk pasar.Selain melakukan penyemprotan juga sosialisasi masalah pemakaian masker, mengenai bahanya Covid-19 termasuk cara mengantisipasinya.</p>
<p>&#8220;Kami terus akan memberikan sosialisasi agar himbauan dari pemerintah pusat tersampaikan.Karena masyarakat itu tidak semuanya sadar.Ada juga sebagian yang belum mematuhi himbauan dari pemerintah.Kami juga menghimbau kepada seluruh warga Desa Wonokerto khususnya untuk bersama-sama antisipasi dalam melawan agar Covid-19 ini segera lenyap dari bumi Republik kita tercinta ini, &#8221; beber Tirmidi. <strong>(Sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">113788</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tirmidi Kuswanto Kades Wonokerto Bantur</title>
		<link>https://memontum.com/tirmidi-kuswanto-kades-wonokerto-bantur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2019 10:14:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wonokerto]]></category>
		<category><![CDATA[kades]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/92427-tirmidi-kuswanto-kades-wonokerto-bantur</guid>

					<description><![CDATA[Tingkatkan Taraf Hidup Perekonomian Masyarakat &#160; Memontum Malang &#8211; Sejak dilantik bersama 268 Kades terpilih oleh Plt Bupati Malang Drs.HM.Sanusi MM beberapa waktu lalu,Termidi Kuswanto resmi menjabat Kades Wonokerto Kecamatan Bantur untuk periode 2019-2025 mendatang. &#8220;Mudah-mudahan kedepan saya bisa pimpin Desa Wonokerto lebih baik,lebih maju dan taraf hidup perekonomian masyarakat lebih meningkat, &#8221; ujar Termidi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Tingkatkan Taraf Hidup Perekonomian Masyarakat</strong></h2>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Sejak dilantik bersama 268 Kades terpilih oleh Plt Bupati Malang Drs.HM.Sanusi MM beberapa waktu lalu,Termidi Kuswanto resmi menjabat Kades Wonokerto Kecamatan Bantur untuk periode 2019-2025 mendatang.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan kedepan saya bisa pimpin Desa Wonokerto lebih baik,lebih maju dan taraf hidup perekonomian masyarakat lebih meningkat, &#8221; ujar Termidi beberapa waktu lalu.</p>
<p>Disinggung, mengenai program kedepan, Tirmidi mengaku belum terpikirkan. Pasalnya, sebagai Pejabat baru di desa berpenduduk 6500 jiwa ini, dia perlu banyak belajar dan beradaptasi dengan masyarakat.</p>
<p>Namun yang jelas, amanah sebagai kepala desa akan dilaksanakan sebaik-baiknya, sesuai visi misi awal yaitu ingin meningkatkan taraf hidup perekonomian masyarakat.</p>
<p>Seperti diketahui, dalam Pilkades Wonokerto yang digelar tanggal 30-Juni 2019 lalu dan diikuti 5 calon termasuk Tirmidi sebagai pemenang dengan perolehan terbanyak yaitu 2575 suara.</p>
<p>Dengan keberhasilan Termidi dalam berkompetisi untuk perebutan jabatan orang nomor satu di desa ini, dia tercatat sebagai Kades ke-12. Sesuai data yang di dapat Memontum.com, Kades Wonokerto masa penjajahan Belanda hingga era Orde Baru di jabat oleh Kasan Mustari, berlanjut kepemimpinan Bowo, H.Nursidik, Djamad.<br />
Djoyodinomo, Soleh, Rachmad dan HM Kastari (1978-1999).</p>
<p>Kemudian untuk periode 1999-2007,Kades Wonokerto dijabat oleh H Ali Mas&#8217;ud. Berlanjut kepemimpinan H Mujiono periode 2007-2013. Kembali dijabat oleh H Ali Mas&#8217;ud untuk periode 2013-2019. Selanjutnya, Termidi Kuswanto sebagai Kades Wonokerto untuk periode 2019-2025 mendatang.<strong> (sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">92427</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
