<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Desainer &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/desainer/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Nov 2025 13:14:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Desainer &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tampil Menawan di Surabaya Fashion Parade 2025, Kota Probolinggo Hadirkan Kolaborasi 9 Desainer</title>
		<link>https://memontum.com/tampil-menawan-di-surabaya-fashion-parade-2025-kota-probolinggo-hadirkan-kolaborasi-9-desainer</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2025 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Desainer]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[menawan]]></category>
		<category><![CDATA[parade]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[tampil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227743</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Kota Probolinggo kembali menegaskan eksistensinya di panggung mode bergengsi Surabaya Fashion Parade (SFP) 2025, yang digelar di Convention Hall Tunjungan Plaza Surabaya, Jumat (14/11/2024) tadi. Tahun ini, untuk kedua kalinya, Dekranasda bersama desainer lokal unjuk keberanian mempromosikan batik khas Kota Probolinggo yang dikemas lebih modern, ekspresif dan berkarakter. Dalam SFP 2025 yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Kota Probolinggo kembali menegaskan eksistensinya di panggung mode bergengsi Surabaya Fashion Parade (SFP) 2025, yang digelar di Convention Hall Tunjungan Plaza Surabaya, Jumat (14/11/2024) tadi. Tahun ini, untuk kedua kalinya, Dekranasda bersama desainer lokal unjuk keberanian mempromosikan batik khas Kota Probolinggo yang dikemas lebih modern, ekspresif dan berkarakter.</p>



<p>Dalam SFP 2025 yang mengusung tema &#8216;Rebellion&#8217;, Kota Probolinggo menampilkan koleksi kolaboratif dari 9 desainer lokal dengan total 10 busana, ditambah partisipasi dari 9 desainer lainnya. Karya utama yang diangkat oleh Ketua Dekranasda, dr Evariani Aminuddin, adalah Larasing Rupo. Sebuah koleksi yang mengangkat filosofi harmoni dalam rupa, wujud dan makna, sekaligus menantang perspektif konvensional mengenai keindahan.</p>



<p>“Dengan bangga Kota Probolinggo kembali tampil di Surabaya Fashion Parade. Tahun ini kami mempersembahkan ‘Larasing Rupo’, sebuah karya yang tidak hanya memamerkan keindahan batik khas Probolinggo, tetapi juga membawa filosofi tentang harmoni,” ujar Evariani.</p>



<p>Secara makna, Larasing Rupo menggambarkan keselarasan antara wujud, bentuk dan pesan yang terkandung di dalamnya. Motif Asmara Dhana diterjemahkan ulang dengan memasukkan unsur biota laut Probolinggo, seperti ubur-ubur, kerang dan ganggang laut.</p>



<p>Sebuah simbol harmoni dalam kehidupan bawah laut. Fenomena kemunculan ribuan ubur-ubur di perairan Probolinggo, yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, menjadi titik inspirasi utama.</p>



<p>“Kami ingin menunjukkan bahwa keindahan bisa lahir dari mana saja, termasuk dari laut Probolinggo yang kaya akan kehidupan. Ini selaras dengan tema Rebellion, karena kami ingin menantang persepsi konvensional tentang cantik, bahwa keindahan tidak harus sempurna, tetapi harus selaras,” imbuh istri Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dokter Evariani yang juga tampil dengan busana batik khas Kota Probolinggo, merasa bangga bisa ikut mewadahi para desainer lokal tersebut. Harapannya, untuk bisa membawa nama Kota Probolinggo agar semakin dikenal khalayak luas.</p>



<p>Para desainer lokal menghadirkan ragam karya dengan interpretasi masing-masing terhadap tema besar SFP tahun ini. Diantaranya, Endik Suwandi menghadirkan 2 busana pria berjudul &#8216;Mangga Sukur Jayasena&#8217; dan &#8216;Suluran Tinjang Wirotama&#8217;, yang menonjolkan karakter maskulin melalui garis tegas dan motif khas Probolinggo.</p>



<p>Ada Vivin Nur Fithria tampil sebagai desainer utama koleksi Larasing Rupo, memadukan motif batik Asmara Dhana dengan elemen biota laut seperti ubur-ubur, kerang dan ganggang laut. Sedangkan Muchlis Ansori yang akrab dengan Aan Famous membawa karya &#8216;Harsa Bodhag&#8217;, menampilkan gaya kuat, energik dan penuh dinamika.</p>



<p>Sedangkan Dyas Famous membawa karya &#8216;Phala Probolinggo&#8217;, yang menonjolkan kekayaan visual dan karakter budaya lokal. Lina Mardiana dengan karya &#8216;Segara Sundari&#8217;, terinspirasi dari nuansa pesisir Probolinggo yang feminin namun berdaya. Inggita Safitri menghadirkan &#8216;Fiora Lituhayu&#8217;, koleksi yang menggabungkan kelembutan siluet dengan detail ornamen yang anggun.</p>



<p>Lalu ada Mardiya melalui karyanya &#8216;Padma Jaladri&#8217;, menghadirkan interpretasi busana bernuansa laut dengan sentuhan elegan. Aisha Alva menampilkan &#8216;Samira Manjari&#8217;, karya yang memadukan kesegaran warna dan motif untuk menghadirkan suasana penuh energi. Desainer lainnya, Anita Eka ikut melengkapi jajaran karya dengan &#8216;Sekar Arum&#8217;, menghadirkan visual yang lembut namun tetap berkarakter.</p>



<p>Melalui karya ini dan keberanian para desainer lokal, dirinya ingin menegaskan bahwa Kota Probolinggo memiliki kreativitas, keterampilan dan karakter kuat untuk bersaing di panggung mode nasional.</p>



<p>Surabaya Fashion Parade tahun ini memasuki usia 18 tahun, menjadikannya salah satu gelaran mode paling konsisten di Indonesia. Pendiri SFP, Dian Apriliana Dewi, menegaskan bahwa tema Rebellion merupakan simbol keberanian berkarya tanpa batas.</p>



<p>Dengan dukungan tata panggung teatrikal, koreografi model yang terarah, serta pencahayaan dramatis, SFP 2025 kembali menjadi ruang bagi para kreator untuk mengekspresikan ide segar dan progresif. <strong>(kom/pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227743</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi AI, UMKM dan Desainer Warnai Malang Fashion Week 2025</title>
		<link>https://memontum.com/kolaborasi-ai-umkm-dan-desainer-warnai-malang-fashion-week-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Desainer]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[warnai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227478</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Gelaran Malang Fashion Week (MFW) ke-8 tahun 2025, resmi dibuka di Kota Malang, Kamis (06/11/2025) tadi. Dengan mengusung tema &#8216;Vectra&#8217; yang menandai era baru fesyen dengan mengekplorasi Artificial Intellengence-Generated Design sebagai evolusi dan manifestasi industri fesyen. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan MFW ke-8 ini. Menurutnya, ajang tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Gelaran Malang Fashion Week (MFW) ke-8 tahun 2025, resmi dibuka di Kota Malang, Kamis (06/11/2025) tadi. Dengan mengusung tema &#8216;Vectra&#8217; yang menandai era baru fesyen dengan mengekplorasi Artificial Intellengence-Generated Design sebagai evolusi dan manifestasi industri fesyen.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan MFW ke-8 ini. Menurutnya, ajang tersebut sejalan dengan semangat Kota Malang yang kini telah mendapat pengakuan dunia.</p>



<p>&#8220;MFW ini kelasnya sudah go international. Apalagi, Kota Malang baru saja mendapatkan penghargaan sebagai Kota Kreatif Dunia Unesco di bidang Media Arts. Ini sangat berkaitan dengan ekraf, dan MFW menjadi bagian penting untuk memperkuat UMKM kriya dan fesyen agar terus naik kelas,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa gelaran MFW juga mendukung Pemkot Malang dalam mewujudkan seribu event untuk Kota Malang. Dengan semangat kolaborasi antara pelaku usaha kreatif, desainer muda dan profesional, ajang tersebut menjadi etalase kreativitas sekaligus penggerak ekonomi fesyen di tingkat lokal hingga internasional.</p>



<p>“Di sini tampil desainer dari SMK, pelaku muda, dan profesional yang membawa karya terbaiknya. Semoga event ini bisa membangkitkan semangat ekonomi kreatif, tidak hanya di tingkat lokal, tapi juga internasional,” lanjutnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Febrina, menuturkan bahwa dukungan BI dalam ajang MFW 2025 menjadi bagian dari sinergi memperkuat ekonomi kreatif dan keberlanjutan ekonomi hijau. “Penerapan AI dan teknologi digital dalam fesyen bukan hanya bentuk kreativitas baru, tapi juga strategi penguatan ekonomi daerah. BI mendorong pelaku UMKM untuk naik kelas melalui kurasi, pendampingan, literasi digital, dan kolaborasi dengan desainer profesional,” jelasnya.</p>



<p>Febrina menambahkan, pihaknya terus memperkuat ekosistem digital dengan mendorong penggunaan QRIS di sektor UMKM fesyen. “MFW ini menjadi ajang strategis bertemunya dunia usaha, perbankan, dan perancang mode nasional maupun internasional. Harapannya, potensi lokal semakin meningkat dan menjadi sumber ekonomi baru dari sektor kriya, kain, dan kuliner,” tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Arumi Baschin, yang juga turut hadir, memuji konsep MFW 2025 yang menggabungkan kreativitas dan teknologi. “Saya senang MFW ke-8 ini mengintegrasikan AI integrated dalam produksinya. Ini langkah maju. Karena kita tidak bisa menghentikan kemajuan teknologi, maka lebih baik kita fasilitasi dan manfaatkan,” ujarnya.</p>



<p>Menurut Arumi, keberadaan MFW menjadi ruang penting bagi desainer muda untuk mendapatkan panggung dan kesempatan. “Soal skill mereka hebat, tapi tidak semua punya wadah. MFW menyediakan itu. Saya bangga dan berharap kegiatan seperti ini terus disupport oleh semua pihak, baik Pemkot, BI, maupun komunitas kreatif,” imbuh Arumi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227478</post-id>	</item>
		<item>
		<title>10 Desainer Busana dan Perancang dari Dekranasda Kota Malang Meriahkan Malang Fashion Runway</title>
		<link>https://memontum.com/10-desainer-busana-dan-perancang-dari-dekranasda-kota-malang-meriahkan-malang-fashion-runway</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2025 13:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[busana]]></category>
		<category><![CDATA[Dekranasda]]></category>
		<category><![CDATA[Desainer]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[perancang]]></category>
		<category><![CDATA[runway]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223924</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak 10 desainer busana menampilkan hasil karyanya dalam gelaran ‘Malang Fashion Runway‘ (MFR) 2025 di Grand Hall Malang Town Square (Matos) Jalan Veteran Kota Malang, Sabtu (12/07/2025) malam. Tidak ketinggalan, beberapa perancang busana dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Malang, pun menampilkan hasil karyanya. Berbagai busana yang diperagakan para model, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak 10 desainer busana menampilkan hasil karyanya dalam gelaran ‘Malang Fashion Runway‘ (MFR) 2025 di Grand Hall Malang Town Square (Matos) Jalan Veteran Kota Malang, Sabtu (12/07/2025) malam. Tidak ketinggalan, beberapa perancang busana dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Malang, pun menampilkan hasil karyanya.</p>



<p>Berbagai busana yang diperagakan para model, pun berhasil memukau para hadirin dan tamu undangan. Termasuk, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang turut hadir menyaksikan MFR.</p>



<p>Orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang, itu mengungkapkan event yang tidak hanya didominasi para perancang busana muda ini juga menyuguhkan banyak hasil rancang busana berkualitas tinggi. &#8220;Di sini juga menampilkan karya-karya dari para pelaku UMKM dan hal ini sangat luar biasa,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Lebih lanjut dirinya mengatakan, jika busana rancangan desainer Kota Malang, tidak kalah dengan desainer dari daerah lain di Indonesia dan bahkan dengan luar negeri. “Kota Malang merupakan kota dengan segudang desainer mode dan bahkan salah satu kiblat dunia mode. Kami yakin, ke depan akan terus bermunculan banyak perancang busana muda bertalenta di Kota Malang, dengan berbagai karya-karyanya yang berkelas nasional serta internasional,” tambahnya.</p>



<p>Dengan sering diadakannya acara seperti ini, ujar Wali Kota Wahyu, maka akan menjadi pemacu untuk melahirkan perancang busana yang lebih banyak lagi nantinya. “Tidak kalah penting, kegiatan seperti ini sejalan dengan program unggulan yaitu program seribu event,” paparnya. <strong>(kom/mlg/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223924</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Minimalis nan Mewah ala Desainer Andy Sugix untuk Inspirasi Fesyen Lebaran 2025</title>
		<link>https://memontum.com/minimalis-nan-mewah-ala-desainer-andy-sugix-untuk-inspirasi-fesyen-lebaran-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2025 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Desainer]]></category>
		<category><![CDATA[fesyen]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[minimalis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219873</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Meski Ramadan baru memasuki awal bulan, namun tren fesyen menuju Hari Raya Idul Fitri 1446 H / tahun 2025 sudah mulai dipersiapkan dan banyak dicari oleh masyarakat. Salah satu fesyen desainer Malang, Andy Sugix, menyampaikan bahwa tren di tahun ini mengarah pada desain yang lebih simpel, nyaman, tetapi tetap elegan. Dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Meski Ramadan baru memasuki awal bulan, namun tren fesyen menuju Hari Raya Idul Fitri 1446 H / tahun 2025 sudah mulai dipersiapkan dan banyak dicari oleh masyarakat. Salah satu fesyen desainer Malang, Andy Sugix, menyampaikan bahwa tren di tahun ini mengarah pada desain yang lebih simpel, nyaman, tetapi tetap elegan. Dengan cuttingan loose yang banyak digunakan dalam busana Melayu, kini menjadi pilihan utama.</p>



<p>Menurutnya, tren fesyen itu tidak muncul begitu saja atau sekadar mengikuti viralitas semata. Namun, melalui pengamatan terhadap kondisi dunia saat ini.</p>



<p>&#8220;Kalau kita lihat orang-orang Melayu, itu trend banget sekarang dengan cuttingan yang simpel dan membentuk badan. Jadi orang-orang sekarang itu cenderung sudah tidak mau yang ribet, tetapi tetap kelihatan elegan dan cantik,&#8221; kata Andy, Selasa (04/03/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa tren fesyen dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk cuaca yang masih sering hujan, situasi politik, serta dinamika sosial. Di tahun ini, motif bunga-bunga serta warna coklat, champagne (nuasan lembut,red) dan putih, diprediksi akan lebih mendominasi.</p>



<p>&#8220;Kalaupun ada warna cerah, itu bisa tetapi biasanya hanya sebagai signature suatu keadaan saja,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk Lebaran 2025, kombinasi busana two pieces (dua potong, red) dan three pieces (tiga potong,red) menjadi favorit. Atasan loose, dipadukan dengan bawahan seperti celana cutbray atau rok lebar akan memberikan tampilan yang tetap modis namun sopan. Outer juga menjadi elemen styling yang populer, memberikan fleksibilitas dalam berpenampilan.</p>



<p>&#8220;Kalau siang pas Lebaran outer bisa dilepas, kalau sore dipakai lagi. Tetap terlihat sopan dan akan kelihatan keren walaupun looksnya tidak yang Lebaran banget,&#8221; katanya.</p>



<p>Agar tetap stylish tanpa terkesan berlebihan, Andy menyarankan pemilihan warna yang tidak lebih dari dua dalam satu tampilan. Kombinasi warna earth-tone dengan biru elektrik, atau burgundy dengan champagne, dapat memberikan kesan mewah tanpa motif berlebihan.</p>



<p>&#8220;Kemudian warna-warna lain yang biasanya hitam-putih, sekarang coba kalau hitam dipadukan dengan warna champagne, itu akan lebih keren,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219873</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Desainer Grafis Kota Malang Mendunia, Potensi Ekonomi Kreatif Kian Berkembang</title>
		<link>https://memontum.com/desainer-grafis-kota-malang-mendunia-potensi-ekonomi-kreatif-kian-berkembang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jan 2025 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berkembang]]></category>
		<category><![CDATA[Desainer]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[grafis]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mendunia,]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218820</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kota Malang terus menunjukkan potensinya sebagai salah satu pusat industri kreatif di Indonesia. Salah satu sektor yang berkembang pesat adalah desain grafis, dengan prestasi yang semakin mendunia. Karya milik Ketua Asosiasi Designer Grafis Indonesia (ADGI) Chapter Malang, Dimas Fakhrudin, berhasil menembus lima besar nominasi sayembara logo Ibu Kota Nusantara (IKN) setelah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kota Malang terus menunjukkan potensinya sebagai salah satu pusat industri kreatif di Indonesia. Salah satu sektor yang berkembang pesat adalah desain grafis, dengan prestasi yang semakin mendunia. Karya milik Ketua Asosiasi Designer Grafis Indonesia (ADGI) Chapter Malang, Dimas Fakhrudin, berhasil menembus lima besar nominasi sayembara logo Ibu Kota Nusantara (IKN) setelah bersaing dengan 500 karya lain dari seluruh Indonesia.</p>



<p>Menurut Dimas, ekosistem desain grafis di Kota Malang berkembang pesat seiring dengan meningkatnya kebutuhan industri terhadap layanan desain. “Peluangnya sangat besar karena desain selalu menjadi katalis bagi berbagai industri. Maka dari itu, bidang desain akan terus dibutuhkan, dan para pelakunya akan terus bertumbuh dan berkembang sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujar Dimas, Kamis (30/01/2025) tadi.</p>



<p>Desainer grafis lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menjelaskan bahwa komunitas desain grafis di Kota Malang terbagi dalam beberapa kategori. Mulai dari desainer freelance, in-house designer di studio atau perusahaan, hingga pemilik studio desain. Meski belum ada wadah tunggal yang menghubungkan seluruh desainer grafis di Kota Malang, namun semangat kolaborasi yang kuat terus mendorong lahirnya berbagai inisiatif kreatif.</p>



<p>&#8220;Banyak inisiasi lintas ekosistem yang muncul dengan melibatkan teman-teman desain grafis sebagai salah satu kolaboratornya. Sebut saja Pasar Santai, kemudian Grebek Studio oleh komunitas Malang Creative Author, Kumpul Obek oleh ADGI Malang, dan juga kolaborasi dengan pihak akademisi (universitas &amp; SMK) yang selalu terjadi,” tuturnya.</p>



<p>Berbagai kolaborasi lintas ekosistem terus berkembang, melibatkan desainer grafis sebagai bagian dari inisiatif kreatif. Beberapa di antaranya adalah Pasar Santai, Grebek Studio oleh komunitas Malang Creative Author, Kumpul Obek oleh ADGI Malang, serta kerja sama dengan akademisi dari universitas dan SMK.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Salah satu ajang kolaborasi terbesar yang digelar adalah Malang Design Wave (MDW) 2024, yang berlangsung pada November lalu. Acara ini menjadi wadah pertemuan bagi para desainer grafis dan pelaku industri lain seperti arsitektur, desain interior, UI/UX, startup, serta kuliner. Selama dua minggu penyelenggaraan, MDW menghadirkan 32 event, mulai dari pameran, diskusi desain, kunjungan studio, hingga konferensi.</p>



<p>“MDW 2024 menghadirkan 37 kolaborator dari berbagai studio dan komunitas kreatif. Setiap kolaborator menginisiasi berbagai acara, seperti exhibition, design talks, dan design book &amp; market. Ini membuktikan bahwa Kota Malang memiliki ekosistem desain yang sangat dinamis,” katanya.</p>



<p>Tidak hanya berkembang di ranah komunitas dan industri, para desainer grafis di Kota Malang juga menjalin sinergi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam berbagai proyek. Beberapa di antaranya adalah perancangan maskot Kota Malang, identitas visual HUT Kota Malang, serta redesain kemasan UMKM melalui Festival Mbois. Dimas menilai bahwa Pemkot Malang memiliki komitmen besar dalam mendukung perkembangan desain grafis.</p>



<p>&#8220;Kolaborasi yang telah terjalin dengan ADGI Chapter Malang menjadi bukti bahwa pemerintah mendukung perkembangan industri desain. Harapannya, dunia desain bisa semakin dikenal luas dan memberikan dampak lebih besar bagi masyarakat,” tambahnya.</p>



<p>Senada dengan itu, Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, menegaskan bahwa Kota Malang telah menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif nasional. “Malang Creative Center (MCC) adalah salah satu bentuk komitmen Pemkot Malang dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Ini juga menjadi perhatian utama dalam pemerintahan Presiden Prabowo,” ungkapnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Iwan menyebut bahwa Kota Malang memiliki keunggulan khusus dalam berbagai subsektor industri kreatif, termasuk desain grafis, animasi, game dan pengembangan kecerdasan buatan (AI). “Kami sangat mengapresiasi inisiatif kreatif yang dipelopori oleh ADGI Chapter Malang. Ini menjadi bukti bahwa Kota Malang mampu bersaing dan berkontribusi dalam ekonomi kreatif nasional,” imbuh Iwan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218820</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Fashion Show BBF 2024 Hadirkan Puluhan Desainer Batik Lokal Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/fashion-show-bbf-2024-hadirkan-puluhan-desainer-batik-lokal-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Oct 2024 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Desainer]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[puluhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215619</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Batik Banyuwangi terlihat elegan dan eksotis dalam pagelaran Fashion Show Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2024, Sabtu (19/10/2024) tadi. Puluhan desain busana batik motif lawasan &#8216;Jenon&#8217; yang ditampilkan, menyajikan beragam desain yang menawan dan sukses mempesona para penggemar batik lokal Banyuwangi. Banyuwangi Batik Festival yang berlangsung di Hutan Djawatan, Cluring tersebut menyajikan 60 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Batik Banyuwangi terlihat elegan dan eksotis dalam pagelaran Fashion Show Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2024, Sabtu (19/10/2024) tadi. Puluhan desain busana batik motif lawasan &#8216;Jenon&#8217; yang ditampilkan, menyajikan beragam desain yang menawan dan sukses mempesona para penggemar batik lokal Banyuwangi.</p>



<p>Banyuwangi Batik Festival yang berlangsung di Hutan Djawatan, Cluring tersebut menyajikan 60 busana batik motif Jenon yang memiliki bentuk ketupat. Puluhan busana tersebut, merupakan hasil kreasi dari 20 desainer dan pengrajin batik daerah.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Banyuwangi Batik Festival merupakan komitmen daerah untuk terus mendorong ekosistem batik lokal serta mendorong ekonomi kreatif daerah agar terus berkembang,&#8221; kata Plt Bupati Banyuwangi, Sugirah.</p>



<p>Di kesempatan itu, Pj Bupati Sugirah mengapresiasi para pelaku batik lokal yang terus konsisten mengembangkan batik lokal. Selain turut mengungkit ekonomi kreatif, para pelaku batik tersebut juga ikut melestarikan batik sebagai warisan budaya yang berharga.</p>



<p>&#8220;Batik bukan sekedar kain biasa, namun warisan budaya yang menjadi jati diri Banyuwangi. Untuk itu bersama-sama kita akan terus memperkuat ekosistem batik mulai dari produksi hingga pemasaran agar terus eksis dan bisa bersaing di pasar nasional dan global,&#8221; tambah Pj Bupati Sugirah.</p>



<p>Sementara itu, puluhan desain busana Batik Jenon yang ditampilkan tersebut dipadukan dengan kekayaan unsur warna yang terinspirasi dari kesenian asli Banyuwangi &#8216;Jaranan Buto&#8217;. Unsur-unsur warna yang ada dalam Jaranan Buto seperti merah, hitam, putih, hijau dan kuning dituangkan dalam busana batik dengan desain bernuansa segar hingga elegan dalam konsep &#8216;ready to wear&#8217;.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dilatari Hutan Djawatan dengan pepohonan besar dan rindang, semakin membuat setiap busana yang ditampilkan pada fashion show tersebut tampil eksotis. BBF kali ini juga dimeriahkan dengan penampilan Fashion in the Forest oleh para lurah dan kepala desa se Banyuwangi yang memamerkan busana batik rancangan masing-masing.</p>



<p>Ketua Asosiasi Pengrajin dan Pengusaha Batik Banyuwangi Sekar Jagad Blambangan, Dedy Wahyu Hernanda, mengatakan bahwa perpaduan motif Jenon dan Jaranan Buto memiliki filosofi tersendiri. Dimana bentuk ketupat dari motif Jenon bermakna kesadaran manusia untuk senantiasa memohon ampun atas semua kekhilafan.</p>



<p>“Sementara Jaranan Buto mewakili berbagai sifat buruk yang membuat kehilafan terjadi. Kekayaan filosofi itu dituangkan dalam desain busana yang memantik kreativitas dari para desainer,&#8221; terang Dedy.</p>



<p>Dedy menambahkan saat ini Banyuwangi memiliki 44 motif batik yang terus dikembangkan oleh para pengrajinnya. Selain Jenon, diantaranya ada Gajah Oling, Kangkung Setingkes, Blarak Sempal, Gedekan, Sembruk Cacing, Kopi Pecah yang telah diangkat sebagai tema BBF tahun-tahun sebelumnya.</p>



<p>“Seiring dengan pasar yang lebih luas, pengrajin batik saat ini mulai mengeksplorasi motif-motif baru dari kearifan lokal daerah. Misalnya motif yang terinspirasi dari Ijen Geopark, Hutan Alas Purwo dan lain-lain. Kami sedang menginventarisir untuk diterbitkan HKI nya,” ujar Dedy.</p>



<p>Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perindustrian Kabupaten Banyuwangi, Abdul Latif, menambahkan bahwa selain acara puncak Fashion Show Banyuwangi Batik Festival, sebelumnya berbagai kegiatan untuk mendorong kecintaan generasi muda pada batik turut digelar. Seperti lomba desain motif batik untuk umum dan pelajar, lomba mencanting batik untuk pelajar hingga fashion show batik pelajar.</p>



<p>“Kami juga menyediakan stand-stand untuk memfasilitasi puluhan IKM Batik memasarkan produknya selama kegiatan berlangsung pada 18-19 Oktober di Hutan Djawatan,” ujarnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215619</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lomba Desain Motif Batik Khas Kota Probolinggo Lahirkan Desainer Batik Berkualitas</title>
		<link>https://memontum.com/lomba-desain-motif-batik-khas-kota-probolinggo-lahirkan-desainer-batik-berkualitas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jul 2024 14:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berkualitas]]></category>
		<category><![CDATA[desain]]></category>
		<category><![CDATA[Desainer]]></category>
		<category><![CDATA[lahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211467</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Probolinggo &#8211; Sebanyak enam orang desainer batik berhasil menyabet juara lomba desain motif batik khas Kota Probolinggo. Dimana, motif batik Sekar Sari karya Friday Purnama Sari, berhasil menjadi Juara I. Disusul, motif batik Sekar Arum Bayuangga karya unik Nur Sutami sebagai Juara II dan motif batik Ayu Ning Jagad karya Heny Ratna Sari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Probolinggo</strong> &#8211; Sebanyak enam orang desainer batik berhasil menyabet juara lomba desain motif batik khas Kota Probolinggo. Dimana, motif batik Sekar Sari karya Friday Purnama Sari, berhasil menjadi Juara I. Disusul, motif batik Sekar Arum Bayuangga karya unik Nur Sutami sebagai Juara II dan motif batik Ayu Ning Jagad karya Heny Ratna Sari sebagai Juara III.</p>



<p>Sementara untuk Juara Harapan I, berhasil diraih oleh Mujiono dengan motif batik Mangga Anggur Kaltabayu. Juara Harapan II, diraih oleh Made Malvinas dengan motif batik Mantra dan Juara Harapan III diraih oleh Firman Abidin Arsyad dengan motif batik Jaran Bodhag Mangga Anggur.</p>



<p>Pengumuman hasil lomba itu, dibacakan langsung pada malam penganugerahan lomba cipta desain khas batik Kota Probolinggo di Alun-alun, Rabu (03/07/2024) tadi. Pj Ketua Dekranasda Kota Probolinggo, Rr Dewi Maharani Eka Putri, dalam kesempatan itu mengaku kagum dan mengapresiasi karya-karya desain para peserta lomba desain motif batik khas Kota Probolinggo tahun 2024. Seperti yang diketahui, lomba desain motif batik khas Kota Probolinggo berlangsung selama kurang lebih 1,5 bulan dari tanggal 20 Mei sampai dengan 30 Juli 2024 lalu. Sementara total keseluruhan karya desain yang masuk di meja juri sampai batas akhir pengumpulan, ada sebanyak 109 peserta.</p>



<p>“Bukan hal yang mudah bagi kami, dewan juri untuk memilih 10 besar terbaik. Hampir semuanya memiliki desain motif batik yang luar biasa bagus. Karena ini ajang perlombaan, maka kami tetap harus menentukan 10 besar terbaik dan menentukan pemenang berdasarkan penilaian ketiga dewan juri,” terangnya.</p>



<p>Dewi Maharani menambahkan, bahwasannya dewan juri melakukan penilaian berdasarkan pada empat aspek. Meliputi kreativitas, harmonisasi, komposisi warna dan motif batik anggur dan mangga. Pada 10 besar terbaik yang terpilih tersebut, telah memenuhi keempat aspek dengan anggur dan mangga sebagai ikon utamanya. “Komposisi desain yang pas, perpaduan warna yang menarik, desain motif dapat diaplikasikan untuk baju pria dan wanita. Dapat pula dikreasikan menjadi gaun atau jarit,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, lanjutnya, ikon anggur dan mangga dapat juga dikombinasikan dengan kesenian khas Kota Probolinggo, sejarah, letak geografis di daerah pesisir dan tapal kuda dengan komposisi yang pas dan menarik serta isen-isen yang terkesan kuat. Ada pula motif kombinasi anggur dan mangga dalam desain batik kontemporer, yakni batik nuansa baru tanpa pengulangan motif dengan menganut pola motif aliran batik mirror.</p>



<p>“Saya berharap, karya desain yang terpilih dapat menambah kekayaan dan keragaman motif batik khas Kota Probolinggo. Selamat kepada para pemenang lomba, semoga melalui kegiatan ini dapat meningkatkan promosi batik Kota Probolinggo sebagai kearifan lokal yang semakin mengglobal di kancah nasional maupun internasional,” paparnya.</p>



<p>Pemenang Juara I lomba cipta desain motif batik khas Kota Probolinggo, Friday Purnama Sari, mengaku tidak menyangka motif batiknya ditetapkan sebagai juara. Menurutnya, persaingan dalam perlombaan ini sangatlah ketat. Karena, banyak pembatik-pembatik baru yang bermunculan dan berani mengikuti kompetisi seperti ini.</p>



<p>“Kesulitannya adalah mencari tema yang pas untuk dijadikan ikon Kota Probolinggo. Proses pengerjaannya juga cukup sulit, karena awalnya berupa desain di kertas harus diaplikasikan ke kain. Jadi, sebisa mungkin harus sama persis dengan yang desain di kertas,” ungkapnya.</p>



<p>Melalui ajang bergengsi ini, Friday optimis prospek batik Kota Probolinggo ke depan sangat bagus dan berkembang pesat. Bahkan, bisa mencapai pasar nasional dan internasional karena motif batiknya yang tidak kalah dengan daerah lainnya.</p>



<p>“Terima kasih Pemkot Probolinggo, yang sudah mengapresiasi para pengrajin batik yang ada di Kota Probolinggo untuk menunjukkan karya-karya terbaiknya dalam ajang lomba ini. Mari tetap berkarya dan memberikan yang terbaik untuk Kota Probolinggo, terutama untuk kemajuan UKM-UKM yang ada di Kota Probolinggo, khususnya UKM batik,” papatnya. <strong>(kom/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211467</post-id>	</item>
		<item>
		<title>MFW 2023 Hadirkan 289 Desainer, Pj Wali Kota Kenakan Pakaian Desainer UMKM Ternama Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/mfw-2023-hadirkan-289-desainer-pj-wali-kota-kenakan-pakaian-desainer-umkm-ternama-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Nov 2023 10:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Desainer]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[kenakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian]]></category>
		<category><![CDATA[ternama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200853</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Pj Ketua TP PKK Kota Malang, Hanik Andriani Wahyu Hidayat dan keluarga, turut meriahkan kegiatan Malang Fashion Week (MFW) 2023, yang berlangsung di Mal Sarinah, Kota Malang, Kamis (02/11/2023) sore. Tidak hanya itu, dihadapan para penonton, mereka juga tampil berlenggak lenggok dengan mengenakan pakaian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Pj Ketua TP PKK Kota Malang, Hanik Andriani Wahyu Hidayat dan keluarga, turut meriahkan kegiatan Malang Fashion Week (MFW) 2023, yang berlangsung di Mal Sarinah, Kota Malang, Kamis (02/11/2023) sore. Tidak hanya itu, dihadapan para penonton, mereka juga tampil berlenggak lenggok dengan mengenakan pakaian produk UMKM milik desainer ternama Kota Malang, yakni Sam Suga.</p>



<p>“Tentu melalui kegiatan ini, harapannya memang MFW bisa menjadi media memperkenalkan dan mempromosikan produk UMKM Kota Malang di mata lokal maupun nasional dan internasional. Karena dengan kearifan lokal yang ada, tentunya menjadi daya tarik tersendiri. Sehingga, diharapkan juga bisa dikenal di seluruh Indonesia dan juga dunia,” jelas Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Apalagi, ujarnya, gelaran MFW menurutnya juga sudah diselenggarakan sebanyak enam kali berturut-turut. Sehingga, diharapkan nantinya dapat membawa nama Kota Malang, terutama dalam bidang fesyen yang merupakan salah satu sub sektor dari Ekonomi Kreatif (Ekraf).</p>



<p>“Ekraf kitakan sudah dikenal. Kemarin juga Ekraf kita mendapatkan penghargaan dan Bu Gubernur juga mengintruksikan agar Ekraf yang ada di Kota Malang ini bisa lebih baik lagi,” katanya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Kemudian, Wahyu juga menyampaikan apabila ada korelasi yang baik antara potensi ekonomi dengan produk-produk UMKM lokal, maka menurutnya pertumbuhan ekonomi juga akan meningkat. &#8220;Jadi memang kita harapkan dengan kolaborasinya UMKM bersama MFW 2023 ini, potensi UMKM lokal kita bisa semakin terangkat. Seperti yang saya sampaikan tadi, ada korelasi yang baik antara potensi ekonomi kita dengan produk-produk UMKM,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Founder Malang Fashion Week, Agus Sunandar, menyampaikan jika gelaran tersebut akan berlangsung selama 4 hari hingga Senin, (05/11/2023) mendatang. Selain itu, juga melibatkan 289 desainer yang terbagi dalam tiga klasifikasi, yaitu desainer profesional, guess designer dan young designer atau desainer pemula.</p>



<p>“Untuk guess designer ada 13, mereka sebagian besar dari luar negeri. Ada dari Thailand, Singapore, dan dari Kuala Lumpur. Kemudian profesional desainer nya ada 60 an, dan sisanya adalah young designer,” ucap Sam Suga-sapaanya.</p>



<p>Untuk tema besar dalam gelaran MFW 2023, yaitu Diverse, dimana kata tersebut berasal dari kata Diversity, yang artinya perbedaan. Itu dipilih, karena mengangkat berbagai macam perbedaan, mulai dari berbagai macam budaya, aneka ragam kesenian, hingga produk-produk beraneka ragam dari Indonesia.</p>



<p>“Itu dieksplor oleh desainer menjadi sebuah koleksi fesyen yang harmoni dan bagus. Sehingga kita bisa melahirkan sebuah produk fesyen dari keberagaman,” imbuhnya. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200853</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Batik Lumajang On the Stage Usung Tema Batik for Every Where, Bupati dan Wabup Kenakan Batik Desainer Lokal</title>
		<link>https://memontum.com/batik-lumajang-on-the-stage-usung-tema-batik-for-every-where-bupati-dan-wabup-kenakan-batik-desainer-lokal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Aug 2023 15:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Desainer]]></category>
		<category><![CDATA[kenakan]]></category>
		<category><![CDATA[where,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196825</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Batik Lumajang On the Stage (Balos) kembali digelar, Sabtu (26/08/2023) tadi. Kali ini, dalam acara tahunan itu mengusung tema Batik for Every Where, yang berlangsung meriah di Pelataran Pendopo Arya Wiraraja Lumajang. Dalam kesempatan itu, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq dan Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengenakan pakaian batik dari pengrajin lokal dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Lumajang</strong> &#8211; Batik Lumajang On the Stage (Balos) kembali digelar, Sabtu (26/08/2023) tadi. Kali ini, dalam acara tahunan itu mengusung tema Batik for Every Where, yang berlangsung meriah di Pelataran Pendopo Arya Wiraraja Lumajang.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq dan Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengenakan pakaian batik dari pengrajin lokal dan didesain oleh desainer lokal Lumajang. &#8220;Saya ini mengenakan pakaian batik model campuran antara tradisional dan modern. Batiknya ini adalah batik pasir yang design ini Mas Nur Kholis, designer lokal Lumajang yang luar biasa,&#8221; terang Bupati Lumajang yang akrab disapa Cak Thoriq.</p>



<p>Selain itu, Cak Thoriq juga sangat mengapresiasi acara Balos tahun ini. &#8220;Apresiasi untuk acara ini. Dahulu ini yang mempunyai ide ini Mas Sandi, dari pertama sampai sekarang perkembangannya sangat bagus,&#8221; tambah Cak Thoriq.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Wakil Bupati Indah Amperawati menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Lumajang yang sudah hadir. Selain untuk mendukung produk batik khas Lumajang, acara Balos juga turut meningkatkan perekonomian masyarakat, utamanya pelaku UMKM.</p>



<p>&#8220;Masyarakat Lumajang, ini adalah persembahan rangkaian HUT RI. Melalui gelaran ini, harapannya ekonomi masyarakat tumbuh, produk lokal juga semakin laris,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Dimas Saputra, juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu terselenggaranya kegiatan Balos di Tahun 2023. Dirinya melaporkan, bahwa sedikitnya ada 200 peserta yang berpartisipasi mulai dari tingkat TK hingga jajaran Perangkat Daerah di lingkup Pemkab Lumajang.</p>



<p>&#8220;Terima kasih yang telah membantu kegiatan malam hari ini, utamanya jajaran sponsor. Peserta kurang lebih ada 200 peserta,&#8221; paparnya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196825</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
