<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>detik-detik &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/detik-detik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 Aug 2025 16:59:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>detik-detik &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Satlantas Polres Lumajang dan Masyarakat Peringati Detik-Detik Proklamasi di Simpang Empat Adipura</title>
		<link>https://memontum.com/satlantas-polres-lumajang-dan-masyarakat-peringati-detik-detik-proklamasi-di-simpang-empat-adipura</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2025 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[adipura]]></category>
		<category><![CDATA[detik-detik]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[Proklamasi]]></category>
		<category><![CDATA[Satlantas]]></category>
		<category><![CDATA[simpang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225111</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Simpang Empat Adipura, Kabupaten Lumajang, berlangsung khidmat penuh haru, Minggu (17/08/2025) tadi. Tepat pukul 09.57, sirine panjang membelah udara dan seketika lalu lintas terhenti, motor-motor berjajar rapi, mobil menepi, sopir Angkot turun dari kursinya dan pengendara yang biasanya terburu-buru kini berdiri tegak. Di tengah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Simpang Empat Adipura, Kabupaten Lumajang, berlangsung khidmat penuh haru, Minggu (17/08/2025) tadi. Tepat pukul 09.57, sirine panjang membelah udara dan seketika lalu lintas terhenti, motor-motor berjajar rapi, mobil menepi, sopir Angkot turun dari kursinya dan pengendara yang biasanya terburu-buru kini berdiri tegak.</p>



<p>Di tengah panas matahari, semua menundukkan ego, lalu mengangkat kepala tinggi-tinggi untuk memberi hormat kepada Merah Putih. Suasana itu terasa berbeda, tatkala lagu Indonesia Raya menggema dari suara serentak anggota Satlantas Polres Lumajang, pelajar, pedagang kaki lima, tukang becak, hingga pengguna jalan biasa.</p>



<p>Meski suara tak seimbang, namun getarannya menyatu sebuah harmoni nasionalisme di jalanan. “Peringatan ini memang sengaja digelar di ruang publik, agar semangat kemerdekaan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Jalan raya adalah tempat semua orang bertemu, tanpa sekat. Dan di sini pula nasionalisme bisa benar-benar menyala,” kata Briptu Basofi Abdul Hadi.</p>



<p>Tidak hanya aparat, masyarakat juga merespons penuh antusias. Seorang ibu muda, Tari, yang tampak menggandeng putrinya yang masih kecil, turut mengibarkan bendera kecil Merah Putih.</p>



<p>“Nak, inilah Indonesia. Hormati benderamu, cintai negerimu,&#8221; ujarnya. Sementara seorang tukang becak yang sehari-hari mencari rezeki di simpang itu berdiri tegak, dadanya membusung seolah dirinya ikut menjadi bagian dari sejarah. Momentum tersebut, mengajarkan satu hal, yakni nasionalisme bisa lahir dari tempat paling sederhana. Tak perlu dekorasi megah, cukup kesadaran kolektif untuk berhenti sejenak, mengingat jasa pahlawan, dan merasakan detik-detik sakral yang melahirkan Indonesia merdeka.</p>



<p>Bagi masyarakat, momen ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya hasil perjuangan masa lalu, tetapi juga tanggung jawab masa kini. “Kalau di jalan raya saja kita bisa serentak berhenti, kenapa dalam menjaga bangsa kita tidak bisa bersatu?,” ujar Supratman, salah seorang warga.</p>



<p>Simpang Empat Adipura hari itu menjadi cermin kecil tentang persatuan. Orang kaya dan sederhana, tua dan muda, pegawai dan pedagang, semua larut dalam semangat yang sama. Tak ada batas, tak ada jarak, hanya satu identitas, yaitu Indonesia.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Momen ini juga menjadi ruang edukasi kebangsaan. Banyak pelajar yang ikut serta, belajar langsung bagaimana kemerdekaan dihormati bukan sekadar lewat buku sejarah, tetapi lewat tindakan nyata.</p>



<p>Semangat itu sejalan dengan nilai yang ditanamkan para pendiri bangsa. Bahwa kemerdekaan tidak boleh hanya diperingati sebagai seremonial, tetapi harus dihidupi dalam keseharian. Menghormati bendera di perempatan jalan adalah wujud kecil, namun maknanya besar, bangsa ini tetap hidup dalam hati rakyatnya.</p>



<p>Bagi Polres Lumajang, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat ikatan antara aparat dan masyarakat. Tidak ada jarak antara seragam cokelat dan rakyat kecil. Mereka berdiri berdampingan, menyanyikan lagu yang sama, menatap bendera yang sama. Itu adalah gambaran ideal dari semboyan Polri Presisi untuk Negeri.</p>



<p>Antusiasme warga yang membawa bendera kecil adalah simbol sederhana, namun sarat makna. Merah Putih tidak hanya berkibar di tiang-tiang tinggi, tetapi juga dalam genggaman tangan rakyat. Dari sana lahir keyakinan bahwa nasionalisme bukan milik elite, melainkan milik semua orang.</p>



<p>Ketika sirine berakhir dan kendaraan kembali bergerak, suasana itu masih membekas. Seolah ada pesan yang tertinggal di hati setiap orang, kemerdekaan bukan hanya kata, melainkan energi yang harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.</p>



<p>Di tengah gempuran globalisasi, momen seperti ini adalah pengingat bahwa jati diri bangsa tidak boleh luntur. Justru harus semakin dikuatkan dengan cara-cara kreatif yang membumi, seperti menghentikan jalan raya untuk memberi hormat pada Sang Saka.</p>



<p>HUT ke-80 RI di Lumajang telah membuktikan, bahwa nasionalisme masih hidup, membara dan bisa ditemukan di mana saja. Bahkan di jalan raya yang biasanya ramai dan penuh sesak, semangat itu tetap menemukan jalannya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225111</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polresta Malang Kota Ajak Pengendara Kendaraan Peringati Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI</title>
		<link>https://memontum.com/polresta-malang-kota-ajak-pengendara-kendaraan-peringati-detik-detik-proklamasi-kemerdekaan-ri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Aug 2023 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[detik-detik]]></category>
		<category><![CDATA[Kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengendara]]></category>
		<category><![CDATA[peringati]]></category>
		<category><![CDATA[polresta]]></category>
		<category><![CDATA[Proklamasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196014</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Polresta Malang Kota mengajak seluruh pengendara kendaraan bermotor di kawasan Jalan Basuki Rahmat dan Simpang Empat Rajabali-BCA, untuk berhenti sejenak memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI, Kamis (17/08/2023) sekitar pukul 10.00. Tidak hanya itu, pengendara juga dianjurkan turun sejenak dan serempak mengambil posisi sikap sempurna untuk siap-siap memberikan penghormatan saat lagu Indonesia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Polresta Malang Kota mengajak seluruh pengendara kendaraan bermotor di kawasan Jalan Basuki Rahmat dan Simpang Empat Rajabali-BCA, untuk berhenti sejenak memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI, Kamis (17/08/2023) sekitar pukul 10.00. Tidak hanya itu, pengendara juga dianjurkan turun sejenak dan serempak mengambil posisi sikap sempurna untuk siap-siap memberikan penghormatan saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan.</p>



<p>Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol, Akhmad Fani Rakhim, diikuti anggota Satlantas yang bertugas di depan Gereja Kayu Tangan, tampak serentak memberikan penghormatan kepada Bendera Merah Putih, saat detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI dengan diiringi lantunan lagu Kebangsaan Indonesia Raya. &#8220;Sesuai amanat dari Bapak Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, untuk bersama-sama masyarakat memberikan penghormatan pada detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI. Ini sebagai rasa syukur dan rasa terima kasih serta bentuk penghormatan kepada pahlawan dalam merebut kemerdekaan NKRI dari penjajah,&#8221; terang Kompol Fani, seusai pemberikan penghormatan.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Dalam pelaksanaan ini, Polresta Malang Kota menyasar di dua titik persimpangan yang dinilai cukup ramai dilalui pengendara dan aktivitas masyarakat. Pengendara sendiri, tampak antusias pada saat pemberian penghormatan pada Bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.</p>



<p>&#8220;Kami berterima kasih kepada pengendara, masyarakat yang sudah menyempatkan waktunya untuk memberikan penghormatan. Semoga dengan acara ini lebih menumbuhkan rasa kebangsaan kita,&#8221; jelas Kompol Fani.</p>



<p>Prosesi pelaksanaan detik-detik proklamasi sendiri, hanya berdurasi tiga menit setelah lagu Indonesia Raya. Setelah pelaksanaan selesai, pengendaraan pun diperkenankan untuk melanjutkan perjalanan kembali. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196014</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Detik-detik Proklamasi, Sejumlah Kendaraan di Depan Balai Kota Among Tani Kota Batu Berhenti Sejenak</title>
		<link>https://memontum.com/detik-detik-proklamasi-sejumlah-kendaraan-di-depan-balai-kota-among-tani-kota-batu-berhenti-sejenak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Aug 2023 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berhenti]]></category>
		<category><![CDATA[detik-detik]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[Proklamasi]]></category>
		<category><![CDATA[sejenak]]></category>
		<category><![CDATA[sejumlah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195979</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Seluruh pengendara kendaraan bermotor yang melintas di depan Balai Kota Among Tani, Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu, berhenti selama kurang lebih 3 menit saat mendengar suara sirine detik-detik Proklamasi Peringatan HUT RI Ke-78, Kamis (17/08/2023) sekitar pukul 10.03. Momen penghormatan dengan diikuti pengamanan oleh petugas, pun berlangsung khidmat. Salah seorang pengendara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Seluruh pengendara kendaraan bermotor yang melintas di depan Balai Kota Among Tani, Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu, berhenti selama kurang lebih 3 menit saat mendengar suara sirine detik-detik Proklamasi Peringatan HUT RI Ke-78, Kamis (17/08/2023) sekitar pukul 10.03. Momen penghormatan dengan diikuti pengamanan oleh petugas, pun berlangsung khidmat.</p>



<p>Salah seorang pengendara roda empat, Mardian (34) warga Kota Kediri, mengatakan bahwa berhentinya sejumlah kendaraan untuk mengikuti detik-detik Proklamasi, merupakan hal yang harus terus dilakukan. Tidak hanya kewajiban sebagai warga negara, namun juga harus sebagai kesadaran. Karenanya, sudah sewajarnya setiap peringatan harus terus dilakukan.</p>



<p>&#8220;Saya sangat bersyukur bisa mengikuti peringatan detik-detik Proklamasi ini di jalan dengan pengendara lain. Karena bagaimana pun sebagai warga negara, kita harus menghormati jasa dan mengenang. Apalagi, peringatan yang dilakukan juga tidak lama,&#8221; terangnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Saat sirine berbunyi, tambahnya, dirinya merasakan suasana yang berbeda. Dalam pengertian, bunyi keras sirine mengingatkan tempo dulu saat zaman perjuangan. &#8220;Terus terang, baru kali ini saya merasakan seperti ini. Ini sangat luar biasa. Dan, seperti suasana saat perang. Saya sangat merasakan suasana yang berbeda,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Sementara itu, salah seorang pengendara roda dua, Dudung (58) warga Desa Pesanggrahan, menyampaikan bahwa dirinya sempat kaget ketika harus berhenti sejenak di tengah jalan. Namun setelah mengetahui adanya detik-detik Proklamasi, dirinya baru ingat dan sangat antusias karena ini adalah momen yang ditunggu-tunggu.</p>



<p>&#8220;Saya sangat bersyukur bisa mengikuti detik-detik proklamasi bersama warga lainnya. Tentunya, ini jadi pengalaman sangat beharga. Apalagi, ini saya lakukan ditengah perjalanan,&#8221; lanjutnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195979</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
