<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Dewan Pendidikan Lamongan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dewan-pendidikan-lamongan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Sep 2019 16:04:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Dewan Pendidikan Lamongan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dewan Pendidikan Lamongan Sebut Zonasi Guru Perlu Kajian Panjang</title>
		<link>https://memontum.com/dewan-pendidikan-lamongan-sebut-zonasi-guru-perlu-kajian-panjang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Sep 2018 13:14:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Pendidikan Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Zonasi Guru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/55592-dewan-pendidikan-lamongan-sebut-zonasi-guru-perlu-kajian-panjang</guid>

					<description><![CDATA[Memomtum Lamongan &#8211; Zonasi guru yang diwacanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) perlu dikaji terlebih dahulu sebelum dilakukan penerapan. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Pendidikan Lamongan (DPL), Chusnu Yuli Setyo. &#8220;Zonasi Guru itu perlu dikaji dulu zonasi itu untuk apa, tujuan zonasi itu apa,&#8221; kata Chusnu saat dikonfirmasi via telepon, Rabu (12/9/2018). Menurut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memomtum Lamongan</strong> &#8211; Zonasi guru yang diwacanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) perlu dikaji terlebih dahulu sebelum dilakukan penerapan. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Pendidikan Lamongan (DPL), Chusnu Yuli Setyo.</p>
<p>&#8220;Zonasi Guru itu perlu dikaji dulu zonasi itu untuk apa, tujuan zonasi itu apa,&#8221; kata Chusnu saat dikonfirmasi via telepon, Rabu (12/9/2018).</p>
<p>Menurut Chusnu, pengkajian tersebut dilakukan agar wacana zonasi guru yang diterbitkan oleh Kemendikbud itu memiliki maksud dan tujuan yang jelas, sehingga saat dilakukan penerapan tidak ada kerancuan di lapangan.</p>
<p>&#8220;Perlu dikaji lebih dalam, bentuknya seperti apa targetnya seperti apa, kemudian dibutuhkan berapa tahap ini yang perlu kajian yang cukup panjang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Chusnu membeberkan pengkajian bisa dilakukan dengan pengkajian teori terlebih dahulu yang kemudian dilanjutkan dengan uji coba.</p>
<p>&#8220;Mungkin bisa dilakukan uji coba di dalam kota selama satu semester atau satu tahun ini,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Setelah dilakukan uji coba, sambung Chusnu selanjutnya diperlukan analisis mengenai bisa tidaknya zonasi guru diterapkan di Lamongan.</p>
<p>&#8220;Kalau bisa tahun berikutnya baru diterapkan. Yang jelas ini perlu kajian yang cukup panjang, ini perlu dikaji seperti apa, ples minesnya apa,&#8221; pungkasnya. <strong>(ifa/zen/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">55592</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
