<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Diabetes &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/diabetes/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Jan 2025 11:54:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Diabetes &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Diabetes Dominasi Kasus Penyakit Tidak Menular di Kota Malang sepanjang Tahun 2024</title>
		<link>https://memontum.com/diabetes-dominasi-kasus-penyakit-tidak-menular-di-kota-malang-sepanjang-tahun-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[dominasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menular,]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[sepanjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218230</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Penyakit Tidak Menular (PTM) yang paling banyak ditemukan di Kota Malang sepanjang tahun 2024 yakni Diabetes Militus (DM), dengan jumlah penderita mencapai 21.222 orang. Berdasarkan laporan surveilans, kasus terbanyak ditemukan pada penderita diabetes tipe II, khususnya pada kelompok usia 60 hingga 69 tahun. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Penyakit Tidak Menular (PTM) yang paling banyak ditemukan di Kota Malang sepanjang tahun 2024 yakni Diabetes Militus (DM), dengan jumlah penderita mencapai 21.222 orang. Berdasarkan laporan surveilans, kasus terbanyak ditemukan pada penderita diabetes tipe II, khususnya pada kelompok usia 60 hingga 69 tahun.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa penyebab utama DM tipe II itu yakni karena gaya hidup tidak sehat dan terjadi penurunan fungsi metabolik seiring dengan bertambahnya usia. &#8220;Kasus diabetes ini memang cukup banyak. Trennya di tahun 2024, itu ada peningkatan tapi tidak terlalu signifikan,&#8221; kata Husnul, Kamis (09/01/2025) tadi.</p>



<p>Selain diabetes, hipertensi juga menjadi salah satu PTM yang mendominasi kasus kesehatan di Kota Malang. Apalagi, tren kebiasaan nongkrong di kafe semakin marak dinilai menjadi salah satu faktor yang pemicu peningkatan kasus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kalau pengaruhnya, iya ada. Yang jelas, diabetes dan hipertensi sudah masuk 10 besar penyakit terbanyak di Kota Malang,” ujarnya.</p>



<p>Di sisi lain, penyakit yang sering menyerang anak muda di Kota Malang lebih banyak terkait dengan sistem pernapasan, seperti batuk, pilek, flu dan rasa tidak nyaman di tenggorokan. “Penyakit ini biasanya dipicu oleh cuaca, kebiasaan yang kurang baik, dan pola makan yang tidak sehat,” tambahnya.</p>



<p>Di akhir, Husnul juga mengimbau masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat guna mencegah PTM tersebut. Termasuk, pemberian edukasi serta program pencegahan akan terus digencarkan untuk menekan angka kasus di kemudian hari. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218230</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hari Diabetes Internasional, Plt Bupati Malang Ingatkan Kepedulian Bersama dengan Diabetes</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hari-diabetes-internasional-plt-bupati-malang-ingatkan-kepedulian-bersama-dengan-diabetes</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Nov 2024 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[kepedulian]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216115</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Plt Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, menghadiri acara Peringatan Hari Diabetes Internasional Tahun 2024, yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Malang, Kota Kepanjen, Sabtu (02/11/2024) tadi. Turut hadir dalam pelaksanaan itu, Ketua Yayasan Jantung Indonesia sekaligus Plt Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Hanik Dwimartya, Direktur dan jajaran Direksi PT Nutrifood Indonesia, Perwakilan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Plt Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, menghadiri acara Peringatan Hari Diabetes Internasional Tahun 2024, yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Malang, Kota Kepanjen, Sabtu (02/11/2024) tadi. Turut hadir dalam pelaksanaan itu, Ketua Yayasan Jantung Indonesia sekaligus Plt Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Hanik Dwimartya, Direktur dan jajaran Direksi PT Nutrifood Indonesia, Perwakilan Organisasi Kesehatan dan tenaga medis serta paramedis serta anggota YJI Malang Raya.</p>



<p>Pelaksanaan peringatan sendiri, diawali dengan senam bersama. Selanjutnya, diteruskan dengan pemberian sambutan oleh Plt Bupati Didik.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, dirinya mengucapkan syukur karena bisa memperingati Hari Diabetes Internasional. Hal yang terpenting, bahwa pelaksanaan bukan hanya seremonial belaka, namun upaya bersama untuk bersama-sama peduli dengan penyakit diabetes.</p>



<p>&#8220;Dengan penuh rasa syukur, kita dapat berkumpul di sini dalam rangka memperingati Hari Diabetes Internasional (World Diabetes Day) Tahun 2024 di Kabupaten Malang. Peringatan ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga menjadi momen penting untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian kita terhadap penyakit diabetes yang semakin berkembang di masyarakat,&#8221; kata Plt Bupati Didik.</p>



<p>Masih menurut Plt Bupati Malang, melalui tema &#8216;I Give My #Hands4Diabetes2024&#8217;, dirinya mengingatkan bahwa setiap tindakan dan kepedulian dari semua dapat menjadi kontribusi berharga dalam melawan dan mencegah diabetes. Oleh karenanya, agar semua pihak untuk manfaatkan kesempatan ini dalam memperkuat komitmen dan langkah nyata dalam membangun masyarakat Kabupaten Malang, yang lebih sehat dan bebas dari diabetes.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p></p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="600" height="434" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/11/Peringatan-Hari-Diabetes-Internasional-Plt-Bupati-Malang-Ingatkan-Kepedulian-Bersama-dengan-Diabetes-2.jpg?resize=600%2C434&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-216117" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/11/Peringatan-Hari-Diabetes-Internasional-Plt-Bupati-Malang-Ingatkan-Kepedulian-Bersama-dengan-Diabetes-2.jpg?w=600&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2024/11/Peringatan-Hari-Diabetes-Internasional-Plt-Bupati-Malang-Ingatkan-Kepedulian-Bersama-dengan-Diabetes-2.jpg?resize=300%2C217&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" data-recalc-dims="1" /></figure>



<p></p>



<p>Kemudian untuk peserta Peringatan Hari Diabetes Internasional, dirinya berpesan agar kegiatan ini bisa sebagai bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan kepedulian dan pemahaman akan pentingnya menjaga kesehatan. Khususnya, dalam pencegahan dan penanganan diabetes.</p>



<p>&#8221;Tema &#8216;I Give My #Hands4Diabetes2024&#8217; ini mengingatkan bahwa setiap tangan yang terukur dapat menjadi kontribusi nyata dalam upaya melawan diabetes. Diabetes bukan sekadar masalah individu, tetapi juga persoalan sosial dan kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak. Dari tahun ke tahun, di Kabupaten Malang sendiri jumlah penderita diabetes terus menunjukkan tren peningkatan. Karena itu, diperlukan upaya intensif, sinergis dan konsisten dari semua elemen masyarakat untuk mengatasi tantangan ini,&#8221; paparnya.</p>



<p>Tidak ketinggalan, dirinya juga memberikan apresiasi kepada tenaga medis, paramedis, organisasi kesehatan dan berbagai pihak. Termasuk, peran dari PT Nutrifood Indonesia dan seluruh lembaga terkait, yang telah bekerja keras dalam menyusun program-program yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gaya hidup sehat.</p>



<p>Masih menurut Plt Bupati Didik, bahwa Pemerintah Kabupaten Malang juga terus berkomitmen untuk mendukung inisiatif yang positif, baik melalui program pelayanan kesehatan yang lebih mudah diakses, kampanye edukasi, maupun fasilitas-fasilitas pendukung untuk mencegah dan menangani diabetes. Penanganan diabetes yang efektif harus dimulai dari kesadaran individu untuk menjalankan pola hidup sehat, menghindari konsumsi gula berlebihan, rajin berolahraga dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.</p>



<p>&#8221;Kita semua memiliki peran dalam memastikan agar keluarga, teman dan masyarakat di sekitar kita terhindar dari risiko diabetes. Mari kita jadikan momentum Hari Diabetes Internasional ini sebagai langkah nyata untuk mewujudkan Kabupaten Malang yang lebih sehat dan sejahtera. Terima kasih kepada seluruh panitia dan peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga acara ini dapat menjadi motivasi bagi kita semua untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian dalam melawan diabetes,&#8221; paparnya. <strong>(kom/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216115</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Minimalisir Diabetes Melitus, Dinkes Kabupaten Malang Optimalkan Pentingnya Skrining</title>
		<link>https://memontum.com/minimalisir-diabetes-melitus-dinkes-kabupaten-malang-optimalkan-pentingnya-skrining</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Aug 2024 09:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melitus]]></category>
		<category><![CDATA[minimalisir]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pentingnya]]></category>
		<category><![CDATA[skrining]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213148</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mencatat bahwa sekitar 38 ribu orang terserang diabetes melitus (DM). Rata-rata usia yang terpapar penyakit ini, yakni mulai 15 tahun hingga Lansia. Sub Kordinator Penyakit Tidak Menular (PTM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Paulus Gatot Kusharyanto, mengatakan bahwa masyarakat yang terkena DM lantaran tidak menjaga pola gaya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mencatat bahwa sekitar 38 ribu orang terserang diabetes melitus (DM). Rata-rata usia yang terpapar penyakit ini, yakni mulai 15 tahun hingga Lansia.</p>



<p>Sub Kordinator Penyakit Tidak Menular (PTM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Paulus Gatot Kusharyanto, mengatakan bahwa masyarakat yang terkena DM lantaran tidak menjaga pola gaya hidup. Termasuk, kurang memperhatikan gizi makanan sehingga kadar gula dan kadar lemak tidak diperhatikan.</p>



<p>“Masyarakat banyak yang makan junk food hingga soft drink. Bahkan di sekolah-sekolah juga banyak seperti teh gelas dan sebagainya yang sangat manis sekali. Bila dari sejak kecil sudah terpapar gula, maka itu akan menjadi gampang terkena diabetes,” katanya, Selasa (13/08/2024) tadi.</p>



<p>Untuk mengantisipasi itu, lanjutnya, Dinkes Kabupaten Malang melaksanakan skrining pada penyakit diabetes melitus. Tidak hanya diabetes, tetapi ada total sembilan penyakit tidak menular (PTM) juga dilakukan skrining. Antara lain, diabetes melitus, stroke, jantung, hipertensi, kanker serviks, kanker payudara, obesitas, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan penyakit gangguan indra mata dan pendengaran.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Gatot juga mengatakan, hingga dengan Juni 2024 kemarin, sudah 30 persen dari 1,6 juta penduduk usia produktif dilakukan skrining. “Targetnya, semua penduduk usia produktif dilakukan skrining semua. Tapi terkadang yang datang ke Puskesmas atau Posbindu untuk melakukan skrining hanyalah kaum Lansia dan ibu-ibu,” ujarnya.</p>



<p>Sedangkan bapak-bapak dan usia produktif, ujarnya, jarang datang untuk melakukan skrining. Padahal, ini untuk mendeteksi dini kesehatan mereka supaya segera dilakukan pengobatan sebelum terlambat.</p>



<p>“Ada yang karena takut. Takut ketahuan kalau terkena penyakit dan ada yang memang karena bekerja seperti para bapak-bapak dan ada yang sekolah. Akhirnya kami datang ke perkantoran, pabrik, maupun sekolah-sekolah untuk dilakukan skrining,” ungkapnya.</p>



<p>Lebih lanjut dirinya menambahkan, bagi mereka yang terindikasi penyakit, maka diarahkan untuk dilakukan pengobatan. Sedangkan bagi yang dinyatakan sehat, segera kembali ke masyarakat untuk beraktivitas seperti biasanya.</p>



<p>“Ini gratis dan tidak dipungut biaya. Karena ini SPM, standar pelayanan minimal yang salah satunya melakukan skrining dan ini harus 100 persen,” papar Gatot. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213148</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gaya Hidup Tidak Sehat Jadi Sebab Penyakit Diabetes Anak</title>
		<link>https://memontum.com/gaya-hidup-tidak-sehat-jadi-sebab-penyakit-diabetes-anak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Aug 2024 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212481</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat bahwa ada sekitar empat sampai lima anak dengan rentang usia 7 hingga 15 tahun, rentan mengidap penyakit diabetes. Penyebabnya, karena gaya hidup dan kebiasaan yang tidak sehat, sehingga menjadi pemicu penyakit tersebut. Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan jika penyakit tersebut bermula dari kebiasaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat bahwa ada sekitar empat sampai lima anak dengan rentang usia 7 hingga 15 tahun, rentan mengidap penyakit diabetes. Penyebabnya, karena gaya hidup dan kebiasaan yang tidak sehat, sehingga menjadi pemicu penyakit tersebut.</p>



<p>Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan jika penyakit tersebut bermula dari kebiasaan anak-anak saat ini yang suka mengonsumsi makanan dan minuman dengan gula berlebih. Namun, jarang melakukan aktivitas olah raga.</p>



<p>“Kebiasaan anak-anak sekarang itu kan juga Males Gerak (Mager), kemudian makan dan minum yang kadar seratnya kurang dengan mengandung gula yang tinggi, baik itu gula murni maupun gula olahan, lha ini yang menjadi pemicu di anak-anak terkenda diabetes tipe ke dua,” jelas Husnul, Kamis (01/08/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Namun, dalam hal ini Dinkes Kota Malang juga telah memberikan imbauan di masing-masing sekolah. Agar menyediakan makanan-makanan sehat. Yakni mulai dari dari pemilihan bahan, pemrosesan, hingga penyajiannya sudah melewati Sertifikasi Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) atau kantin yang sudah tersertifikasi Dinkes Kota Malang.&nbsp;</p>



<p>“Untuk mengontrol anak-anak ini memang sulit karena mereka kan dinamis, tapi di sekolah sudah kami imbau untuk menyediakan kantin sehat. Tetapi persoalan lainnya itu ada di luar sekolah, yang masih belum bisa kita kontrol, untuk komposisinya dan kesenangan anak-anak itu,” tambahnya.</p>



<p>Penyakit diabetes dengan kadar gula darah tinggi dalam waktu yang lama, lanjutnya, dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, termasuk ginjal. Sehingga, mengharuskan untuk melalukan cuci darah. Akan tetapi, untuk di Kota Malang sendiri menurutnya yang terjadi pada anak masih belum dapat diketahui.</p>



<p>“Untuk datanya pada anak masih kita petakan, tapi perilaku-perilaku tadi itu yang menjadi pemicu diabetes tipe dua. Kalau diabates tipe satu itu kan karena genetik,” imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212481</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penyakit Diabetes Melitus di Kota Malang Ditemukan Menyerang Dua Anak</title>
		<link>https://memontum.com/penyakit-diabetes-melitus-di-kota-malang-ditemukan-menyerang-dua-anak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Aug 2023 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[melitus]]></category>
		<category><![CDATA[menyerang]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195320</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Penyakit Diabetes Militus (DM) kali ini tidak hanya menyerang pada orang dewasa, namun juga pada anak-anak. Hal tersebut, dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif, Selasa (08/08/2023) tadi. Menurut Husnul, di Kota Malang sendiri pada tahun 2023 ini ada sebanyak dua kasus yang menyerang pada anak usia lima [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Penyakit Diabetes Militus (DM) kali ini tidak hanya menyerang pada orang dewasa, namun juga pada anak-anak. Hal tersebut, dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif, Selasa (08/08/2023) tadi.</p>



<p>Menurut Husnul, di Kota Malang sendiri pada tahun 2023 ini ada sebanyak dua kasus yang menyerang pada anak usia lima tahun hingga 15 tahun. Angka tersebut, kini lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang menyerang pada lima anak.</p>



<p>“Jadi di tahun 2022 itu ada lima kasus, yang mana tiga kasus DM type satu dan dua kasus DM type dua. Itu sama menyerang pada anak usia lima tahun sampai 15 tahun. Di tahun 2023 ini, ada dua kasus itu ditangani di wilayah Puskesmas Arjowinangun,” kata Husnul.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, pihaknya juga menyampaikan bahwa ciri-ciri anak yang mengidap penyakit DM tersebut sama halnya dengan orang dewasa. Seperti mudah lelah, berat badan turun tanpa alasan yang jelas dan sering merasa haus.</p>



<p>“Ciri-cirinya anak yang mengalami diabetes melitus itu sama dengan orang dewasa,” katanya.</p>



<p>Untuk penyebabnya pun dikatakan jika macam-macam, bisa karena genetik, kemudian pola makan yang banyak mengandung gula atau olahatan gula, serta pola aktivitas.</p>



<p>“Pola makan itu dilihat dari jenisnya, jumlahnya dan jadwal makannya,” ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut, untuk saat ini penanganannya di berbagai Puskesmas Kota Malang sudah ada dan ituvmasuk dalam penanggulangan penyakit tidak menular. Apabila nantinya perlu pemeriksaan atau pengobatan lebih lanjut, maka menurutnya akan disediakan rujukan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195320</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penderita Diabetes di Sampang Naik, Masyarakat Diminta Atur Pola Makan</title>
		<link>https://memontum.com/penderita-diabetes-di-sampang-naik-masyarakat-diminta-atur-pola-makan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Nov 2019 11:12:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Sampang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99787-penderita-diabetes-di-sampang-naik-masyarakat-diminta-atur-pola-makan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sampang &#8211; Empat belas November diperingati sebagai Hari Diabetes Sedunia, pengidap penyakit diabetes di Sampang saat ini menyentuh angka dibawah 5% dari jumlah penduduk di Sampang. Dinas Kesehatan Sampang sebagai leading sector terus melakukan upaya pencegahan untuk mengurangi penderita penyakit diabetes di Sampang. Plt Kepala Dinkes Kabupaten Sampang, Agus Mulyadi mengatakan jika angka tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sampang </strong>&#8211; Empat belas November diperingati sebagai Hari Diabetes Sedunia, pengidap penyakit diabetes di Sampang saat ini menyentuh angka dibawah 5% dari jumlah penduduk di Sampang.</p>
<p>Dinas Kesehatan Sampang sebagai leading sector terus melakukan upaya pencegahan untuk mengurangi penderita penyakit diabetes di Sampang.</p>
<p>Plt Kepala Dinkes Kabupaten Sampang, Agus Mulyadi mengatakan jika angka tersebut cenderung selalu naik, sehingga pihaknya melakukan upaya pencegahan diabetes dengan melakukan skrining dan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas).</p>
<p>&#8220;Angka pengidap penyakit diabetes dibawah 5% tapi angkanya cenderung selalu naik,&#8221; ujar Agus saat ditemui di ruangannya, Kamis (14/11/2019) pagi.</p>
<p>Lebih lanjut, Agus mengatakan bahwa penyakit diabetes merupakan penyakit tidak menular (PTM), akan tetapi penyakit diabetes merupakan penyakit yang berbahaya.</p>
<p>&#8220;Diabetes merupakan bagian dari penyakit tidak menular. Kenapa diabetes berbahaya, karena diabetes tidak ada obatnya,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Agus menjelaskan, penyebab seseorang mengidap penyakit diabetes yaitu karena pola makan tidak diatur, namun tidak menutup kemungkinan bahwa diabetes adalah penyakit bawaan.</p>
<p>&#8220;Diabetes itu lebih kepada pola makan, jadi orang yang obesitas mempunyai resiko terkena penyakit diabetes, tapi tidak menutup kemungkinan juga karena bawaan dari orang tuanya,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Kemudian Agus menyarankan agar masyarakat mengatur pola makan dengan cara mengganti karbohidrat dengan sayur dan buah-buah.</p>
<p>&#8220;Diabetes itu obatnya bagaimana kita merubah pola makan saja. Makan karbohidrat diatas jam 8 malam itu tidak boleh, karena akan tertumpuk menjadi glukosa. Caranya diganti dengan sayur dan buah,&#8221; tutupnya. <strong>(zyn/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99787</post-id>	</item>
		<item>
		<title>RSUD Kota Malang Warning, Obesitas Tingkatkan Degeneratif seperti Penyakit Jantung, Diabetes dan Hipertensi</title>
		<link>https://memontum.com/rsud-kota-malang-warning-obesitas-tingkatkan-degeneratif-seperti-penyakit-jantung-diabetes-dan-hipertensi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Nov 2019 09:26:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Degeneratif]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[jantung]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Obesitas]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[seperti]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[warning]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99538-rsud-kota-malang-warning-obesitas-tingkatkan-degeneratif-seperti-penyakit-jantung-diabetes-dan-hipertensi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum.Kota Malang &#8211; Obesitas merupakan sebuah kondisi ketika Indeks Masa Tubuh (IMT) seseorang berada pada angka 25 atau ke atas. Gejala utama adalah lemak tubuh yang berlebihan, yang meningkatkan risiko timbulnya masalah kesehatan yang serius. Obesitas sering kali terjadi karena kalori yang masuk lebih banyak daripada yang dibakar melalui olahraga dan kegiatan normal sehari-hari. Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum.Kota Malang</strong> &#8211; Obesitas merupakan sebuah kondisi ketika Indeks Masa Tubuh (IMT) seseorang berada pada angka 25 atau ke atas. Gejala utama adalah lemak tubuh yang berlebihan, yang meningkatkan risiko timbulnya masalah kesehatan yang serius. Obesitas sering kali terjadi karena kalori yang masuk lebih banyak daripada yang dibakar melalui olahraga dan kegiatan normal sehari-hari.</p>
<p>Kepala RSUD Kota Malang, dr Umar Usman melalui ahli gizi RSUD Kota Malang, Eni Fitrianti Wijasari S Gz, saat ini obesitas terjadi di semua kalangan. Menurutnya, hal itu berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, dimana obesitas dialami orang yang berusia di atas 50 tahun.</p>
<p>&#8220;Terutama laki-laki. Kalau jaman dulu, orang yang usianya 50 tahun ke atas kebanyakan obesitas. Tapi kalau sekarang, obesitas terjadi di semua kalangan. Mulai dari bayi, balita pun juga ada, anak-anak, dewasa, remaja hingga lansia.</p>
<p>Lebih lanjut ia menjelaskan, obesitas disebabkan oleh beberapa faktor. Yakni faktor keturunan, pola makan, kurang akitifitas, kondisi kehamilan, bertambahnya usia, dan konsumsi obat.</p>
<p>&#8220;Jika faktor keturunan, misalnya orang tua baik ayahnya dan ibunya obesitas, sang anak bisa saja obesitas. Namun prosentasenya kecil, paling hanya sekitar 20 persen,&#8221; ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.</p>
<p>Sedangkan obesitas yang dikarenakan pola makan, biasanya orang yang obesitas tersebut memiliki waktu pola makan yang tidak teratur.</p>
<p>&#8220;Biasanya orang tersebut, makannya satu kali sehari dengan porsi yang banyak dalam sekali makan. Atau juga sudah makan tiga kali sehari, namun waktu makannya yang kurang pas, itu juga bisa jadi obesitas. Itu pengaruhnya pada organ tubuh yang mulai mencerna makanan pada jam-jam tertentu,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Selain itu asupan gizi yang terkandung dalam makanan yang dimakan juga dapat berpengaruh dalam timbulnya obesitas pada seseorang. Artinya, zat gizi pada makanan yang masuk ke dalam tubuh juga harus berimbang antara karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan sebagainya.</p>
<p>&#8220;Kalau pesan gizi seimbang, memang anjurannya mengkonsumsi beraneka ragam makanan. Tetapi kalau makanan yang kita makan ini tidak sesuai, itu juga bisa jadi penyebab. Misalnya terlalu banyak karbohidrat ataupun beberapa zat gizi lainnya,&#8221; tukas dia.</p>
<p>Hal itu lah yang menurutnya saat ini banyak menyebabkan remaja atau anak-anak banyak mengalami obesitas. Pasalnya, saat ini banyak ditemui remaja maupun anak-anak yang lebih memilih makan makanan junkfood daripada makanan dengan asupan gizi yang berimbang.</p>
<p>&#8220;Contohnya anak-anak kalau ditawari nasi pecel sama junkfood, pasti lebih memilih junkfood. Padahal walaupun nasi pecel, asupan gizinya lebih lengkap. Ada sayur, nasi, dan lauknya. Itu sekarang yang sering dijumpai. Disitulah orang tua juga berperan dalam memberi asupan gizi berimbang pada anak. Contohnya mengenalkan makan sayur,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sedangkan untuk lansia, obesitas terjadi karena memang organ sudah tidak bisa bekerja dengan maksimal. Hal itu menyebabkan zat gizi yang masuk ke dalam tubuh tidak bisa terserap dengan maksimal.</p>
<p>Untuk itu, dalam mencegah terjadinya obesitas dalam tubuh, ia menyebut cara yang paling mudah yaitu menambah aktifitas. Atau menurutnya, bisa disiasati dengan tidak menggunakan fasilitas pendukung dalam melakukan aktifitas.</p>
<p>&#8220;Contohnya saat bepergian dengan jarak yang tidak terlalu jauh, kita bisa berjalan kaki. Atau misalnya saat beraktifitas dalam gedung yang berlantai lebih dari satu, kita bisa menggunakan tangga untuk pindah lantai, daripada menggunakan lift, itu yang paling mudah, yaitu dengan menambah aktifitas yang mengeluarkan energi, yaitu dengan berjalan misalnya,&#8221; jelas dia.</p>
<p>Menurutnya, dewasa ini obesitas telah menjadi sebuah kasus yang juga harus mendapat perhatian. Pasalnya saat ini obesitas bisa terjadi pada semua kalangan. Hal itu sangat berbahaya jika terjadi pada seorang bayi ataupun anak-anak. Karena menurutnya, jika tidak ditangani, hal tersebut bisa mengganggu kinerja organ dalam tubuh.</p>
<p>&#8220;Obesitas ini akibatnya pada meningkatnya penyakit degeneratif seperti jantung, diabetes dan hipertensi. Karena obesitas itu kadar gula, kolesterol atau lemak nya pasti tinggi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Untuk itu, ia menyarankan, bagi seseorang yang ingin mengetahui apakah obesitas atau tidak, agar mau mengkonsultasikan hal tersebut pada seorang ahli gizi di sebuah rumah sakit, atau pun klinik.</p>
<p>&#8220;Kalau bisa harus konsultasi, meskipun ada rumusnya, tapi kondisi setiap orang beda-beda. Dan kebutuhan gizinya pun juga berbeda setiap orangnya,&#8221; pungkasnya. <strong>(iki/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99538</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diabetes Melitus Merenggut Nyawa Pria Dampit Saat Tidur di Musala Bululawang</title>
		<link>https://memontum.com/diabetes-melitus-merenggut-nyawa-pria-dampit-saat-tidur-di-musala-bululawang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Mar 2019 13:06:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal mendadak]]></category>
		<category><![CDATA[polsek bululawang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/80641-diabetes-melitus-merenggut-nyawa-pria-dampit-saat-tidur-di-musala-bululawang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pria tak bernyawa dalam posisi seperti orang tidur di musala Maqbul Kuwolu Bululawang, Sabtu (9/3/2019) siang, diketahui identitasnya bernama Eko Prayitno (41) warga Lingkungan Ngelak, Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. Sekitar pukul 15.00, identitasnya diketahui dari kordinasi anggota Polsek Bululawang dan Inafis Polres Malang. Sekitar pukul 13.20, kali pertama, korban &#8220;seolah tidur&#8221; itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Pria tak bernyawa dalam posisi seperti orang tidur di musala Maqbul Kuwolu Bululawang, Sabtu (9/3/2019) siang, diketahui identitasnya bernama Eko Prayitno (41) warga Lingkungan Ngelak, Kecamatan Dampit Kabupaten Malang.</p>
<p>Sekitar pukul 15.00, identitasnya diketahui dari kordinasi anggota Polsek Bululawang dan Inafis Polres Malang. Sekitar pukul 13.20, kali pertama, korban &#8220;seolah tidur&#8221; itu ditemukan M Tohir (50) saat hendak salat.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190309-WA0016-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-80642" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190309-WA0016-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190309-WA0016-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190309-WA0016-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190309-WA0016-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190309-WA0016-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/03/IMG-20190309-WA0016-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Informasi tersebut kemudian tersambung ke perangkat desa, Koramil Bululawang dan Polsek Bululawang. Diperiksa petugas, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya. Evakuasi kemudian dilaksanakan PMI Kabupaten Malang.</p>
<p>Jenazah dibawa ke RSU Dr Saiful Anwar Malang. Siang itu, identitasnya belum diketahui jelas. Perlahan, identitasnya terkuak dan sebab kuat kematian korban. Miris, korban diduga meninggal karena diabetes melitus. Besar kemungkinan korban terkena stroke atau serangan jantung.</p>
<p>&#8220;Itu identitasnya. Sesuai hasil riksa sementara dia meninggal karena menderita sakit diabetes. Orangnya suka jalan-jalan ke Bululawang sekitar lokasi temuan,&#8221; urai Kapolsek Bululawang, AKP Fatkhurohman.</p>
<p>Terkait Diabetes Melitus (DM) sebabkan kematian, ada sejumlah tips untuk mengatasi, menghindari dan menyadari gejalanya. Diuraikan Dr Dian Agung Anugeraheni bahwa gejala DM umumnya tidak disadari kebanyakan orang.</p>
<p>Gejala paling umum diantaranya, sering haus, sering lapar dan sering kencing di malam hari.<br />
Ketiganya bisa jadi pertanda seseorang terjangkit diabetes atau pra diabetes. Kadar gula dalam darah terlalu tinggi atau terlalu rendah juga indikator DM.</p>
<p>&#8220;Pola hidup sehat. Apalagi yang gemar kopi dan rokok supaya mengurangi. Minum air putih hangat sebelum dan sesudah tidur, itu bagus dilakukan&#8221; ujar Dr Dian Agung kepada Memontum.com.<strong> (sos)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">80641</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
