<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Dialog Publik &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dialog-publik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 21 Feb 2020 23:58:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Dialog Publik &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sutiaji Dinobatkan &#8220;Ayah Kami Semua&#8221; oleh Komunitas Muda Dialogis</title>
		<link>https://memontum.com/sutiaji-dinobatkan-ayah-kami-semua-oleh-komunitas-muda-dialogis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Feb 2020 23:58:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dialog Publik]]></category>
		<category><![CDATA[walikota malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106860-sutiaji-dinobatkan-ayah-kami-semua-oleh-komunitas-muda-dialogis</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Malang butuh anak muda, menjadi tajuk awal dari program dialog yang diinisiasi Manajemen Dialoogi Cafe, Kamis malam (20/2/2020). Menghadirkan secara langsung Sutiaji, Walikota Malang, terilhami kala Sam Aji (demikian walikota Malang akrab disapa anak anak muda, red) melakukan rapat informal di cafe yang berlokasi di jalan Soekarno Hatta tersebut. &#8220;Wah ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Malang butuh anak muda, menjadi tajuk awal dari program dialog yang diinisiasi Manajemen Dialoogi Cafe, Kamis malam (20/2/2020). Menghadirkan secara langsung Sutiaji, Walikota Malang, terilhami kala Sam Aji (demikian walikota Malang akrab disapa anak anak muda, red) melakukan rapat informal di cafe yang berlokasi di jalan Soekarno Hatta tersebut. &#8220;Wah ini walikota keren, melakukan rapat di ruang publik. Jadilah ide dan persepakatan untuk memboyong Beliau untuk berdialog dengan kaum muda,&#8221;ujar Refi, Manajer Dialoogi Cafe.</p>
<p>Atas hal tersebut, komunitas anak muda penggiat ekonomi kreatif dan komunitas dialoogis media yang ajeg berhangat fikir di tongkrongan kopi, menobatkan Walikota Sutiaji sebagai &#8220;Ayah Kita (Anak Muda) Semua&#8221;.</p>
<p>Menjadi pembicara utama, Sutiaji mengawali dialog dengan mengajak audience untuk menapak tilasi kembali perjalanan sejarah, dimana mulai 1908 (Boedi Oetomo), 1928 (Sumpah Pemuda), 1945 (Kemerdekaan), 1966 (Malari) hingga 1998 (Reformasi) perjalanan bangsa digerakkan dan dimotori kaum muda.</p>
<p>Menukik ke isu lokal (kota Malang), alumni IAIN Malang ini menyentil tingginya angka pengangguran terbuka di kota Malang. &#8220;Dan ini banyak terkontribusi oleh banyaknya lulusan perguruan tinggi di kota Malang yang tetap ingin ngendon di kota Malang. Dan ini pengangguran skill (terdidik). Bahkan untuk lulusan bidang IT saja, setiap tahun tak kurang terproduce sebanyak 3000 sarjana IT,&#8221; ungkap Pria penyuka kuliner pedas tersebut.</p>
<p>Didepan para muda penggiat sosial media dialogis, walikota yang pada masa mahasiswa juga aktif di dunia media tersebut, menekankan baru kota Malang yang dalam misinya secara lugas mencantumkan target ekonomi kreatif, dan didetailkan melalui Perwal 12/2018 tentang Roadmap Ekraf. Potensi inilah yang harus ditangkap kaum muda kota Malang.</p>
<p>Salah komunitas Hijrah United, dalam forum tersebut menyatakan komitmen untuk menguatkan kehidupan agama yang damai dan harmonis. &#8220;Kami ini aset bagi kota Malang, jadi kami siap diajak secara aktif dalam gerak pembangunan kota Malang, &#8220;ujar perwakilan komunitas Hijrah United.</p>
<p>Sementara Faiz (Sawojajar), penggiat ekonomi kreatif free lance berbasis aplikasi IT, menggugat angka pengangguran terbuka di kota Malang.</p>
<p>&#8220;Pak Wali saya koq merasa nggak meyakini data yang dikeluarkan lembaga BPS, karena kami yang berkarya secara indie ini, meski kelihatannya duduk duduk di rumah, tapi seperti kami sudah memiliki karyawan lebih dari 30 orang. Dan saya merasa kondisi lapangan kayak gini tak terteropong radar pemerintahan. Komunitas seperti kami di kota Malang banyak, dan kami juga titipkan pesan, jangan terlalu manjakan kami karena itu akan mematikan kreatifitas,&#8221; ungkap Faiz.</p>
<p>Pelaku kreatifitas lainnya, Diaz (fashion), memberikan testimoninya, bahwa usaha fashion yang dilakukannya sejak 2011 telah mampu menembus pasar Eropa (ekspor). Yang terbaru, pengusaha dari Belgia sangat tertarik dengan produk dan karya anak Malang.</p>
<p>Potensi luar biasa ekonomi kreatif kota Malang, juga diutarakan Oki, pelaku ekonomi kreatif yang berdomisili di jalan Dewandaru. &#8220;Pak Wali, Ayah Kami Semua, kota Malang ini punya pengusaha denim (Mas Qiron, Sawojajar, red) dan masuk 5 (lima) terbaik di Indonesia dan menjadi pemasok tetap ke Belanda. Sayangnya, kami kami ini jarang diajak ngobrol, kami siap memback up kota Malang, &#8220;tegas Oki.</p>
<p>Nampak hadir dalam forum bincang bincang santai tersebut, penggiat sosial Malang Care dr Canggih, koordinator MCF vicky, Manajer Strudel Area Malang Doni dan Direktur Radar Malang Kurniawan Muhammad. <strong>(*/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106860</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Minimalisir Kasus Bullying,  Pelaku Budaya Kota Malang Tawarkan Budayawan Mengajar</title>
		<link>https://memontum.com/minimalisir-kasus-bullying-pelaku-budaya-kota-malang-tawarkan-budayawan-mengajar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Feb 2020 11:22:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Budayawan]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[Dialog Publik]]></category>
		<category><![CDATA[K3M]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/105779-minimalisir-kasus-bullying-pelaku-budaya-kota-malang-tawarkan-budayawan-mengajar</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Budayawan mengajar, salah satu rekomendasi yang disodorkan para budayawan dan seniman pada giat &#8220;Dialog Publik Amanat Pemajuan Seni dan Budaya Kota Malang&#8221; yang dihelat oleh Komite Kebudayaan Kota Malang (K3M) di gedung KNPI kota Malang (5/2/20&#8217;20 malam). &#8220;Pak Wali kami ingin merekomendasikan agar budayawan kota Malang diikutkan dalam proses belajar mengajar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Budayawan mengajar, salah satu rekomendasi yang disodorkan para budayawan dan seniman pada giat &#8220;Dialog Publik Amanat Pemajuan Seni dan Budaya Kota Malang&#8221; yang dihelat oleh Komite Kebudayaan Kota Malang (K3M) di gedung KNPI kota Malang (5/2/20&#8217;20 malam).</p>
<p>&#8220;Pak Wali kami ingin merekomendasikan agar budayawan kota Malang diikutkan dalam proses belajar mengajar atau program budayawan mengajar. Itu termotivasi dari permasalahan perundungan (bullying-red) siswa, yang menurut kami juga disebabkan oleh hilangnya nilai nilai budaya dalam pengajaran, dan melalui program ini juga akan menguatkan pendidikan karakter dari Pak Wali, &#8221; demikian diutarakan Wahyu Eko Setiawan, yang biasa dipanggil Sam Wes.</p>
<p>Sutiaji, Walikota Malang merespon positif gagasan tersebut. &#8220;Sesungguhnya ini sudah linier. Dimana sekarang fungsi bidang kebudayaan sudah melekat di dinas Pendidikan, yang kini sudah menjadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Artinya apa yang dilontarkan Sam Wahyu, sangat dimungkinkan dan segera saya minta dinas untuk merumuskan aktualisasinya,&#8221; respon Pak Aji, demikian Walikota Malang akrab disapa.</p>
<p>Hal lain yang disinggung dan dititipkan para budayawan serta direspon baik oleh Walikota Malang dalam dialog adalah pelibatan budayawan dalam menyemarakkan hut kota Malang ke 106 tahun. Serta penguatan data base pelaku budaya kota Malang oleh perangkat daerah teknis.</p>
<p>Sementara Jatmiko, ketua K3M, mengutarakan kegiatan dialog digelar sebagai bentuk keterpanggilan dan komitmen Budayawan Kota Malang untuk ikut memajukan kota Malang, sekaligus &#8220;menagih&#8221; dukungan Pemkot kepada pemajuan kebudayaan kota Malang. <strong>(*/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">105779</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rakyat Situbondo Sepakat Dukung Keberhasilan Jokowi</title>
		<link>https://memontum.com/rakyat-situbondo-sepakat-dukung-keberhasilan-jokowi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jan 2018 15:28:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Dialog Publik]]></category>
		<category><![CDATA[FKDU]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/22666-rakyat-situbondo-sepakat-dukung-keberhasilan-jokowi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8212; Dialog Publik mengambil tema “Dalam Rangka Mengembangkan Semangat Di Tahun 2018. Marilah Kita Gali Keberhasilan Presiden Jokowi &#038; Kita Dukung Program Yang Pro Rakyat” acara yang di selenggarakan oleh Forum Komunikasi Dzurriyah Usman (FKDU) Solo di gedung serbaguna jalan Seruni Asembagus, Kabupaten Situbondo, berlangsung meriah. Jumat (26/01/2018) sore. Pengamatan Memontum.com, acara tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8212; Dialog Publik mengambil tema “Dalam Rangka Mengembangkan Semangat Di Tahun 2018. Marilah Kita Gali Keberhasilan Presiden Jokowi &#038; Kita Dukung Program Yang Pro Rakyat” acara yang di selenggarakan oleh Forum Komunikasi Dzurriyah Usman (FKDU) Solo di gedung serbaguna jalan Seruni Asembagus, Kabupaten Situbondo, berlangsung meriah. Jumat (26/01/2018) sore.</p>
<p>Pengamatan Memontum.com, acara tersebut menghadirkan narasumber dari Kota Solo, H.ilyas Rollis,M.Si Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya, Narwiyoto,SH, Ketua DPC PDIP Kabupaten Situbondo yang masih aktif menjabat Anggota DPRD Situbondo dari FPDIP saat ini, dan Drs.Rushadjanto, Ketua umum forum kebangsaan, serta moderator, Mohammad Ali Sya&#8217;ban.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-27-at-10.20.jpg?resize=500%2C300&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="300" class="aligncenter size-full wp-image-22668" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-27-at-10.20.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-27-at-10.20.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Dialog publik mengundang sejumlah perwakilan dari Tokoh Lintas Agama, Ormas Kepemudaan, Mahasiswa dan Mahasantri, Pelajar dan Santri di wilayah Kabupaten Situbondo dan sekitarnya.</p>
<p>Sederet prestasi Jokowi selama memimpin negeri ini di paparkan pada kegiatan dialog ini, diantaranya kurun waktu 3 tahun sudah berhasil membangun jalan trans Papua. Yang selama ini tidak ada satu pemimpin pun yang mau atau sanggup, membangun jalan lintas di sepanjang perbatasan Malaysia dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara sepanjang 1900 Km. Menghubungkan kota di Sulawesi dengan jalur Kereta Api.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-27-at-10.20.31-PM-1a.jpg?resize=500%2C300&#038;ssl=1" alt="" width="500" height="300" class="aligncenter size-full wp-image-22667" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-27-at-10.20.31-PM-1a.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-27-at-10.20.31-PM-1a.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-27-at-10.20.31-PM-1a.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-27-at-10.20.31-PM-1a.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>“Jokowi menjadi pembicaraan pemimpin-pemimpin dunia akan kesuksesannya menjaga perekonomian Indonesia disaat negara lain terancam bangkrut, melobby hasil bumi di barter dengan teknologi tingkat tinggi negara lain. Dan banyak lagi hasil kerjanya, yang kemarin kita anggap mustahil untuk dikerjakan,” tegas Narwiyoto.</p>
<p>Dalam pikirannya, imbuh Narwiyoto, hanya tersirat ingin membangun negara dari pinggiran Indonesia. Keadilan sosial bagi seluruh orang Indonesia, bukan mayoritas atau pun minoritas.</p>
<p>Disebutkan Narwiyoto, kita dapat melihat hasilnya program-program Bapak Jokowi sudah nyata dan tampak terbukti selama 3 tahun, serta sisa waktu 2 tahun kedepan program daerah khususnya di Kabupaten Situbondo untuk disinkronkan dan disampaikan melalui lembaga ini pada pusat. </p>
<p>Narwiyoto juga berharap kegiatan ini adalah bentuk dukungan yang mensejahterakan rakyat serta usulan-usulan dari peserta dialog Publik tadi bisa terlaksana hingga akhir tahun 2019, Harap Narwiyoto saat mengapresiasi keberhasilan Jokowi dalam paparannya.</p>
<p>Sementara menurut H.ilyas Rollis, bahwa keberhasilan kepemimpinan Presiden Joko Widodo terlihat dari kemajuan dalam segi hak ekonomi, sosial dan budaya di Indonesia, hingga berpengaruh pada tumbuhnya kepercayaan masyarakat.</p>
<p>“Kepercayaan yang di tanamkan oleh Jokowi, melalui berbagai keberhasilan pembangunan di beberapa sektor di berbagai wilayah, mampu menginspirasi rakyat untuk turut berpartisipasi dan peran serta dalam mendukung program yang dilakukannya,” ujarnya.</p>
<p>Jokowi berangkat dari hanya Tukang Kayu dan dari Rakyat jelata. Melalui kekuatan nalurinya untuk memimpin dan melakukan perubahan, maka tak pelak lagi, dia inilah yang dulu dijanjikan Ir. Soekarno untuk Indonesia </p>
<p>“Beri aku 10 pemuda, akan kuguncang dunia,&#8221; tuturnya</p>
<p>Hanya 3 tahun waktu yang dibutuhkannya. Bagaimana jika 10 tahun?. Masih banyak kekurangannya, tentu iya. Dialah Jokowi, 3 Tahun Memoles Wajah Indonesia, di dalam dirinya hanya tahu kerja, kerja, kerja. <strong>(im/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22666</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
