<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>dianiaya &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dianiaya/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Oct 2023 10:37:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>dianiaya &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Diduga Dianiaya Orang Tua, Seorang Anak di Probolinggo Pingsan</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-dianiaya-orang-tua-seorang-anak-di-probolinggo-pingsan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Oct 2023 09:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[dianiaya]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[pingsan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199318</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Seorang anak di bawah umur berinisial RO (14), warga Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, menjadi korban dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh ayah kandungnya, Rabu (04/10/2023) malam. Bahkan, akibat dugaan kekerasan itu hingga membuat korban tidak sadarkan diri. Seorang warga sekitar lokasi, M Lutfi, mengatakan bahwa awalnya warga tidak mengetahui peristiwa itu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Seorang anak di bawah umur berinisial RO (14), warga Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, menjadi korban dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh ayah kandungnya, Rabu (04/10/2023) malam. Bahkan, akibat dugaan kekerasan itu hingga membuat korban tidak sadarkan diri.</p>



<p>Seorang warga sekitar lokasi, M Lutfi, mengatakan bahwa awalnya warga tidak mengetahui peristiwa itu. Hanya saja, karena sempat ramai, maka warga mendatangi lokasi. &#8220;Karena saat itu gaduh, makanya warga tahu dan mendatangi lokasi,&#8221; ujarnya, Jumat (06/10/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkan Lutfi, bahwa kekerasan yang dilakukan oleh ayah korban tersebut bukan merupakan yang pertama kali. Sehingga, keluarga korban geram dan akan melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.</p>



<p>Informasinya, ujarnya, korban dibanting dan diinjak oleh ayahnya hingga tidak sadarkan diri. Bahkan, kepala korban mengalami luka hingga berdarah. Warga yang mendatangi lokasi kemudian menghentikan aksi pelaku.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Warga yang datang langsung melerai pas anaknya sudah dalam kondisi pingsan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Melihat kondisi korban yang memprihatinkan, lanjutnya, warga kemudian membawanya ke Puskesmas Gending untuk mendapatkan perawatan medis. &#8220;Saya bawa ke Puskesmas bersama warga. Saat di Puskesmas, anaknya mengeluhkan sakit di bagian dada dan kepalanya juga ada darahnya,&#8221; katanya.</p>



<p>Ditambahkannya, antara ayah dan korban, memang terdapat perselisihan. Namun, dirinya tidak mengetahui secara detail terkait perselisihan di antara keduanya. &#8220;Kabarnya kalau disuruh berangkat kerja, itu tidak mau. Padahal, korban ini sudah bekerja. Bahkan, informasinya uang korban sering diambil ayahnya. Hanya saja, betul atau tidak informasi itu, saya juga kurang tahu,&#8221; lanjutnya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199318</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gegara Batas Tanah, Kakek di Situbondo Dianiaya Kakak Adik hingga Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/gegara-batas-tanah-kakek-di-situbondo-dianiaya-kakak-adik-hingga-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Aug 2023 12:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[dianiaya]]></category>
		<category><![CDATA[gegara]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[tanah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196383</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Seorang kakek bernama Haji Madun (76), warga Dusun Cempaka, Desa Kayuputih, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, meninggal dunia usai menjadi sasaran aksi pengeroyokan, Senin (21/08/2023) tadi. Sang kakek, menjadi sasaran aksi kakak-beradik, yaitu Sutiyono (43) dan Hasan Basri (27), saat berada di depan rumahnya, Minggu (20/08/2023) sekitar pukul 18.20. Ironisnya, kedua aksi pelaku [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Situbondo</strong> &#8211; Seorang kakek bernama Haji Madun (76), warga Dusun Cempaka, Desa Kayuputih, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, meninggal dunia usai menjadi sasaran aksi pengeroyokan, Senin (21/08/2023) tadi. Sang kakek, menjadi sasaran aksi kakak-beradik, yaitu Sutiyono (43) dan Hasan Basri (27), saat berada di depan rumahnya, Minggu (20/08/2023) sekitar pukul 18.20.</p>



<p>Ironisnya, kedua aksi pelaku itu berlangsung di depan istri korban, Rusmiyati (65). Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius pada bagian kepala karena dipukul dengan pipa besi oleh salah satu pelaku.</p>



<p>Karena luka itu pula, korban segera larikan ke Puskesmas Mangaran, yang kemudian di rujuk ke Rumah Sakit dr Abdoer Rahem Situbondo. Setelah mendapat perawatan secara intensif, korban meninggal dunia pada Senin (21/08/2023) sekitar pukul 11.00.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurut keterangan keponakan korban, Zaitun, bahwa terjadinya aksi pengeroyokan ini berawal dari persoalan batas tanah. Yakni, batas tanah antara milik Zaitun dengan adik kedua pelaku.</p>



<p>&#8220;Dari situ, tiba-tiba para pelaku mendatangi korban di rumahnya. Begitu tiba di rumah korban, pelaku langsung memukul korban dengan menggunakan tangan kosong. Selain itu, salah seorang terduga memukul kepala korban menggunakan pipa besi yang diambil dari balik bajunya. Mereka memukul kepala korban hingga bocor dan korban tersungkur,” jelas Zaitun.</p>



<p>Sementara itu, Kapolsek Panji, AKP Nanang Priyambodo, membenarkan adanya kasus pengeroyokan yang dilakukan kakak beradik, yang mengakibatkan korban meninggal dunia. &#8220;Kasus pengeroyokan tersebut dilaporkan ke Mapolres Situbondo. Sehingga, penanganan kasusnya ditangani Satreskrim Polres Situbondo,&#8221; kata AKP Nanang Priyambodo. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196383</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
