<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>diapresiasi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/diapresiasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Dec 2023 17:27:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>diapresiasi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Inisiasi Program Bantuan Stunting, RW4 Kelurahan Penanggungan Diapresiasi Pj Wali Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/inisiasi-program-bantuan-stunting-rw4-kelurahan-penanggungan-diapresiasi-pj-wali-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Dec 2023 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[diapresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[Inisiasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penanggungan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203729</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam penanganan stunting di Kota Malang, semakin tinggi. Yang terbaru, Prof Dr Ir Muhammad Bisri beserta elemen masyarakat di RW4 Kelurahan Penanggungan, menggelar acara bantuan bagi Balita beresiko stunting, ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK) serta pasar murah, Minggu (24/12/2023) tadi. Apresiasi itu, pun langsung diberikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam penanganan stunting di Kota Malang, semakin tinggi. Yang terbaru, Prof Dr Ir Muhammad Bisri beserta elemen masyarakat di RW4 Kelurahan Penanggungan, menggelar acara bantuan bagi Balita beresiko stunting, ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK) serta pasar murah, Minggu (24/12/2023) tadi.</p>



<p>Apresiasi itu, pun langsung diberikan Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat melakukan kunjungan bersama Kadinkes, Kadiskopindag serta Camat Klojen. Disampaikannya, bahwa penanganan stunting sudah sangat dipahami oleh masyarakat. Elemen masyarakat, pun sudah mulai tergerak ikut membantu pemerintah Kota Malang, dalam menangani stunting. Inilah, yang membuat dirinya bangga dengan partisipasi masyarakat yang terus tumbuh.</p>



<p>&#8220;Ini sangat luar biasa. Gagasan dari Prof Bisri ini menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menangani stunting. Bahkan, ini bukan cuma tentang stunting, tetapi juga membantu bagaimana menjaga inflasi,&#8221; kata Pj Wali Kota Malang.</p>



<p>Ke depan, Wahyu mengatakan akan lebih mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam menangani stunting. Tentunya, dengan sinergitas yang terbangun baik antara Pemerintah Kota Malang bersama elemen masyarakat. Sehingga, nantinya mampu mereduksi angka stunting di Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Optimalisasi peran elemen masyarakat ini harus terus dikuatkan. Inisiasi Prof Bisri ini akan saya sampaikan dan harapan saya ini menjadi contoh dan motivasi kita bersama, untuk menguatkan sinergitas Pemerintah Kota Malang lewat cross cutting serta gerak langkah swadaya masyarakat seperti ini,&#8221; tegas Wahyu.</p>



<p>Sementara itu, ditemui usai acara, Prof Bisri selaku penggagas kegiatan ini mengatakan pihaknya sudah lama merencanakan kegiatan ini, tetapi baru bisa terlaksana saat ini. Mantan Rektor UB itu menambahkan, bahwa fokus kegiatan ini memang dalam rangka membantu Pemerintah Kota Malang menangani stunting dan inflasi.</p>



<p>Ditanya tentang kelanjutan program bantuan, Prof Bisri mengatakan akan berusaha secara rutin diadakan. Minimal, bantuan stunting yang akan terus di optimalkan, khususnya bagi warga Kelurahan Penanggungan.</p>



<p>&#8220;Sebenarnya ini sudah direncanakan sejak lama, tapi baru bisa diadakan sekarang. Alhamdulillah, kami juga terbantu dengan donatur yang ada, kemudian saya sampaikan ke Pak Wahyu (Pj Wali Kota). Alhamdulillah, responnya positif dan ikut hadir serta fokus kami adalah terkait penanganan stunting dan pengendalian inflasi,&#8221; ujarnya. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203729</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penerapan Satu Arah Kayutangan Heritage Diapresiasi Positif Akademisi UMM hingga Masyarakat Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/penerapan-satu-arah-kayutangan-heritage-diapresiasi-positif-akademisi-umm-hingga-masyarakat-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Sep 2023 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Akademisi]]></category>
		<category><![CDATA[diapresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[penerapan]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198652</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Konsistensi dan kebijakan dalam penataan kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang, selama Wali Kota Sutiaji dan Wakil Wali Kota, Sofyan Edi Jarwoko, mendapat apresiasi positif akademisi dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adalah salah satu Pakar Politik UMM, Zen Amirudin, yang memberikan apresiasinya terhadap sejumlah perubahan dan penataan yang telah berlangsung di kawasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Konsistensi dan kebijakan dalam penataan kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang, selama Wali Kota Sutiaji dan Wakil Wali Kota, Sofyan Edi Jarwoko, mendapat apresiasi positif akademisi dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adalah salah satu Pakar Politik UMM, Zen Amirudin, yang memberikan apresiasinya terhadap sejumlah perubahan dan penataan yang telah berlangsung di kawasan itu.</p>



<p>Pria yang kerap disapan Zen, itu menyampaikan jika dengan kebijakan yang telah dilakukan tersebut, mampu mengurai persoalan kemacetan yang ada di Kawasan Kayutangan. Meskipun, kondisi itu juga perlu didukung dengan inovasi baru untuk di kawasan sekitar, agar penguraian kemacetan seperti pengembangan infrasturktur yang lebih solutif, juga harus dilakukan.</p>



<p>“Memang dengan adanya penerapan satu arah di kawasan Kayutangan Heritage, itu membuat arus menjadi lancar. Termasuk, juga mengurai arus di titik tengah. Tetapi ini juga harus dibarengi dengan peningkatan infrastruktur yang memadahi di jalan atau tempat alternatif lain,&#8221; kata Zen, saat dikonfirmasi, Minggu (24/09/2023) tadi.</p>



<p>Sehingga, tambahnya, diharapkan ke depan jika ada rekayasa lalu lintas satu arah tersebut harus terintegrasi secara keseluruhan. Mulai dari konsekuensi penerapan kebijakan hingga dampak yang ditimbulkan.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Konsekuensi dari kebijakan ini apa, sehingga tidak memunculkan kesan berbeda di masyarakat atau seperti terkesan sporadis. Menurut saya, dengan melakukan sosialisasi di awal, maka akan lebih maksimal dan gampang untuk diterima,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Sehingga, ini menjadi PR pemimpin ke depan dalam pengembangan infrastuktur yang lebih solutif. Terlebih, penduduk Kota Malang semakin hari, tentunya kian bertambah banyak.</p>



<p>“Karena Kota Malang menjadi kota pendidikan, maka nantinya bisa juga dibuat transportasi publik yang mudah dijangkau. Tetapi apakah mungkin? Ya menurut saya harus mungkin, maka sektor transportasi harus menjadi perhatian pimpinan berikutnya. Karena bagaimanapun, ini adalah persoalan yang akan dihadapi,” lanjutnya.</p>



<p>Sementara itu, salah satu pengguna jalan di Kawasan Kayutangan Heritage, Rudianto, mengaku sangat merasakan dampak yang signifikan mengenai perubahan arus menjadi satu arah. Menurutnya, dengan adanya penerapan satu arah itu, maka dapat mengurai kemacetan yang biasanya terjadi di depan RSSA dr Saiful Anwar Jalan Jaksa Agung Suprapto menuju ke Jalan Basuki Rahmat atau Kawasan Kayutangan Heritage.</p>



<p>“Sering sekali lewat situ, biasanya macet di depan RSSA. Tetapi sekarang, sudah lancar karena satu arah tersebut. Tentu dengan penataan tersebut, menurut saya membawa perubahan yang baik untuk Kota Malang,” ujar Rudi.</p>



<p>Di sisi lain, seorang pengguna jalan, Lutfia Indah, merasa jika penerapan satu arah di Kawasan Kayutangan Heritage juga membuat arus jalan menjadi lancar. Sehingga, pihaknya juga senang ketika melintasi kawasan tersebut. Apalagi, ketika malam hari menurutnya banyak sekali hiasan lampu yang membuat suasana menjadi menarik.</p>



<p>“Senang kalau lewat situ, apalagi kalau malam hari. Karena ada lampu-lampu, kemudian jalannya juga luas. Sehingga sambil refreshing. Terkadang, juga sambil mampir untuk sekedar ngopi dipinggir atau menikmati suasana di kawasan tersebut, karena banyak kafe-kafe di koridor,” imbuh Lutfia.<strong> (hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198652</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
