<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>diarak &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/diarak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 09 Sep 2023 09:41:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>diarak &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Warga Dadaprejo Buat Peringatan Keras untuk Pembuang Sampah, Denda Rp 1 Juta dan Diarak Kampung</title>
		<link>https://memontum.com/warga-dadaprejo-buat-peringatan-keras-untuk-pembuang-sampah-denda-rp-1-juta-dan-diarak-kampung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Sep 2023 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[dadaprejo]]></category>
		<category><![CDATA[diarak]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[pembuang]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197819</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Sebuah banner besar sekitar 2 meter X 3 meter terpampang di lintasan perempatan daerah Dusun Dadaptulis, Kelurahan Dadaprejo, Kota Batu. Di mana, dalam baner itu tertulis &#8216;Peringatan Keras, Berani Buang Sampah Sembarangan Denda 1 Juta serta Dikarak Warga, Jangan Salahkan Kami&#8217;. Seorang Tokoh Masyarakat Dadaprejo, Kayat Hariyanto, mengatakan bahwa tujuan pembuatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Sebuah banner besar sekitar 2 meter X 3 meter terpampang di lintasan perempatan daerah Dusun Dadaptulis, Kelurahan Dadaprejo, Kota Batu. Di mana, dalam baner itu tertulis &#8216;Peringatan Keras, Berani Buang Sampah Sembarangan Denda 1 Juta serta Dikarak Warga, Jangan Salahkan Kami&#8217;.</p>



<p>Seorang Tokoh Masyarakat Dadaprejo, Kayat Hariyanto, mengatakan bahwa tujuan pembuatan banner yang dipajang di perempatan tersebut sebagai upaya supaya masyarakat tidak membuang sampah sembarangan paska ditutupnya TPA Tlekung. &#8220;Banner peringatan keras itu, adalah upaya masyarakat atau warga agar tidak membuang sampah sembarangan apalagi di pinggir jalan. Itu adalah inisiatif warga RW 07 Kelurahan Dadaprejo,&#8221; terangnya, saat ditemui di Lapangan Dadaprejo, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Sabtu (09/09/2023) tadi.</p>



<p>Sedangkan, menurutnya, pemasangan peringatan tersebut sudah kesepakatan warga. &#8220;Karena, di tempat itu sering ditemukan sampah yang menumpuk. Ini yang membuat warga geram, sehingga memasang papan peringatan itu,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Ditambahkan Kayat, jalur Jalan Raya Dadaptulis, kalau malam sangat sepi. Sehingga, orang luar daerah yang melintas, itu bisa dengan bebas membuang sampah di pinggir jalan. Karenanya, sebagai langkah antisipasi dilakukan cara pemasangan banner.</p>



<p>&#8220;Di Dadaprejo sudah punya TPS3R. Dan, warga setempat sudah memahami itu. Apalagi, antara jam 9 sampai 10 pagi, sampah milik warga diambil petugas dan diolah di TPS3R. Jadi, jika ada sampah-sampah yang dibuang sembarangan di jalan, bisa dipastikan itu dari luar. Makanya, bagi siapapun yang ketahuan membuang sampah sembarang, akan didenda warga Rp 1 juta dan dikarak oleh warga. Jadi, itu peringatan keras dari warga Dadaprejo,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Sebenarnya, imbuh Kayat, pemasangan peringatan untuk tidak membuang sampah sembarangan, itu bisa dipasang di mana saja di wilayah Kota Batu. Karenanya, Dinas Lingkungan Hidup diminta segera mencari solusi untuk menangani sampah di Kota Batu.</p>



<p>&#8220;Terus terang, saya khawatir kalau di TPS3R juga overload sampah residu. Jadi, saya berharap Pemkot Batu mencarikan solusi untuk sampah residu,&#8221; ujarnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197819</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Uri-uri Budaya, 75 Kesenian Bantengan dari di Jatim dan Jateng Diarak di Kawasan Songgoriti</title>
		<link>https://memontum.com/uri-uri-budaya-75-kesenian-bantengan-dari-di-jatim-dan-jateng-diarak-di-kawasan-songgoriti</link>
					<comments>https://memontum.com/uri-uri-budaya-75-kesenian-bantengan-dari-di-jatim-dan-jateng-diarak-di-kawasan-songgoriti#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2023 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[bantengan]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[diarak]]></category>
		<category><![CDATA[jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Songgoriti]]></category>
		<category><![CDATA[uri-uri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194056</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Sebanyak 75 kesenian Bantengan diarak mengeliling kawasan Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu. Kegiatan yang sudah diagendakan selama 15 tahun ini, diramaikan kelompok seni luar Kota Batu, seperti dari Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Blitar, Semarang, Magelang, Solo, Ngawi dan Malang. Penasehat Komunitas Bantengan Kusumo Kota Batu, Udik Arianto, mengatakan tujuan dari kegiatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Sebanyak 75 kesenian Bantengan diarak mengeliling kawasan Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan/Kota Batu. Kegiatan yang sudah diagendakan selama 15 tahun ini, diramaikan kelompok seni luar Kota Batu, seperti dari Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Blitar, Semarang, Magelang, Solo, Ngawi dan Malang.</p>



<p>Penasehat Komunitas Bantengan Kusumo Kota Batu, Udik Arianto, mengatakan tujuan dari kegiatan mengarak keliling kesenian Bantengan tersebut adalah untuk uri-uri (melestarikan) budaya kesenian Bantengan dan memperkenalkan kepada generasi penerus. Selain itu, juga meningkatkan perekonomian warga yang berjualan di sekitar Songgoriti.</p>



<p>&#8220;Hari ini sebanyak 75 kesenian Bantengan diarak keliling Songgoriti,&#8221; terangnya di Songgoriti, Senin (24/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kegiatan mengarak keliling kesenian Bantengan ini, menurutnya, sudah berjalan selama 15 tahun. Sedangkan tahun 2023 ini, ada yang berbeda dengan tahun lalu.</p>



<p>&#8220;Di tahun ke 15 yang sudah lama kami agendakan ini diikuti kelompok seni luar Kota Batu,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Mengenai pembiayaan kegiatan, jelas Udik, ditanggung dari sokongan masyarakat Songgoriti, anggota Bantengan Kusumo serta Paguyuban Pramuwisata Songgoriti. Sedangkan, Dinas Pariwisata Kota Batu mensupport panggung serta properti dan sound sistem.</p>



<p>Dalam kegiatan ini, kesenian Bantengan diarak mulai start dari makam Mbah Patok kemudian menuju keluar ke jalan raya. Kemudian masuk ke pintu utama Gapura Songgoriti menuju Pasar Wisata Songgoriti. &#8220;Di sini, kami berharap adanya kesinambungan dari generasi muda untuk melestarikan budaya di Indonesia,&#8221; tambahnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/uri-uri-budaya-75-kesenian-bantengan-dari-di-jatim-dan-jateng-diarak-di-kawasan-songgoriti/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194056</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Melihat Sedekah Tahunan Nyadran Dam Bagong, Kerbau Diarak Singgah ke Pendopo Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/melihat-sedekah-tahunan-nyadran-dam-bagong-kerbau-diarak-singgah-ke-pendopo-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jun 2023 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[bagong,]]></category>
		<category><![CDATA[DAM]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[diarak]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[ke]]></category>
		<category><![CDATA[kerbau]]></category>
		<category><![CDATA[melihat]]></category>
		<category><![CDATA[Nyadran]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[singgah]]></category>
		<category><![CDATA[tahunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191041</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Ada yang berbeda dari rangkaian acara Bersih Dam Bagong yang ada di Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek. Di tahun ini, sedekah tahunan yang biasa disebut Nyadran Dam Bagong dilakukan dengan merekonstruksi ulang sejarah dengan nilai dan pendekatan yang baru. Dalam sejarah yang ada, Ki Ageng Minak Sopal meminjam Gajah Putih milik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Ada yang berbeda dari rangkaian acara Bersih Dam Bagong yang ada di Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek. Di tahun ini, sedekah tahunan yang biasa disebut Nyadran Dam Bagong dilakukan dengan merekonstruksi ulang sejarah dengan nilai dan pendekatan yang baru.</p>



<p>Dalam sejarah yang ada, Ki Ageng Minak Sopal meminjam Gajah Putih milik Mbok Roro Krandon, untuk dijadikan persembahan pembangunan Dam Bagong. Sebelum disembelih dan dipersembahkan, kepala Kerbau harus dikirab terlebih dahulu.</p>



<p>Kirab Kerbau yang diperuntukkan Nyadran Dam Bagong ini menjadi salah satu bagian sakral dari adat budaya yang dilestarikan oleh masyarakat di Kelurahan Ngantru dan baru tahun ini dilakukan. &#8220;Ini memang terbilang baru, karena sebelum-sebelumnya tidak ada. Tahun ini kita mencoba melakukan rekonstruksi kembali sejarah kenapa Nyadran Dam Bagong. Kalau dahulunya, akadnya Menak Sopal meminjam Gajah Putih milik Mbok Roro Krandon itu akan dikembalikan. Namun, akhirnya disembelih sebagai syarat membangun Dam Bagong,&#8221; terang Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, saat dikonfirmasi, Kamis (15/06/2023) sore.</p>



<p>Akan tetapi, tambah Bupati Arifin, pihaknya ingin merekonstruksi sejarah tersebut. Menurutnya, masyarakat Krandon sudah ikhlas Gajah itu disembelih karena manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas. Dari sini, kedua desa ini coba dirangkaikan karena menjadi asal usul dari upacara adat Dam Bagong. Keduanya coba di kolaborasikan, sehingga Kerbau untuk Nyadran disinggahkan semalam di Desa Kerjo. Juga, ada beberapa rangkaian kegiatan dilakukan disana.</p>



<p>&#8220;Dari Kerjo kemudian Kerbau atau Mahesa, ini di kirab menuju Pendopo Trenggalek. Lalu di kirab kembali ke Tlatah Mbagongan (Dam Bagong),&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Kegiatan ini, ada Bregodo yang mana Mahesa diserahkan kepada Bupati Trenggalek. Kemudian, bupati menyerahkan kembali Kerbau ini untuk dibawa ke Dam Bagong dan berikut dengan peralatan sembelihnya.</p>



<p>&#8220;Jadi kegiatan hari ini sebenarnya kegiatan rutin tahunan. Yaitu, Nyadran Dam Bagong ditandai dengan sedekah daging Kerbau kepada masyarakat di Desa Ngantru,&#8221; tutur Mas Ipin-sapaan akrabnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Maka dari itu, sambungnya, ini memang sudah diniatkan untuk sedekahan. Kerbau yang diarak dimulai dari Desa Kerjo, Kecamatan Karangan sampai ke Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek. Selanjutnya, dari pendopo akan diarak kembali ke Ngantru untuk dilakukan penyembelihan.</p>



<p>&#8220;Besok (Jumat, red) akan dilakukan adat Nyadran Dam Bagong dengan melempar kepala kerbau beserta kakinya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Untuk rangkaian Nyadran Dam Bagong sendiri, jelas Bupati Trenggalek, sudah dimulai pada hari Rabu malam dan hari sakralnya Nyadran Dam Bagong sendiri yang dilaksanakan pada Jumat besok. Menurutnya, ini akan menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan rutin setiap tahun.</p>



<p>Nyadran Dam Bagong sendiri, sebenarnya merupakan perwujudan rasa syukur dari warga lingkungan sekitar dan petani yang dialiri oleh aliran sungai Dam Bagong. Mereka bersyukur karena sebelumnya Trenggalek merupakan rawa rawa tandus yang kering ketika musim kemarau dan banjir ketika musim penghujan.</p>



<p>Berawal dari tokoh yang bernama Menak Sopal, keadaan ini dirubah. Dengan membangun sebuah Dam atau bendungan kecil di area Bagongan, tanah yang dahulunya tandus ketika kemarau dan banjir ketika hujan menjadi areal persawahan yang subur.</p>



<p>Sedangkan cerita-cerita lain di balik pembangunan Dam ini, menyembelih Gajah Putih yang pada waktu itu milik Mbok Roro Krandon, menjadi cikal bakal upacara adat Nyadran sekarang. Cuma, hewan yang disembelih dari Gajah digantikan dengan seekor kerbau.</p>



<p>&#8220;Besok kepala kerbau dan kaki kerbau akan dilarung dengan cara dilemparkan ke dalam Dam Bagong. Yang kemudian diperebutkan oleh masyarakat sekitar. Menurut kepercayaan, barang siapa mendapatkan kepala kerbau tersebut akan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya,&#8221; papar Bupati Arifin. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191041</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
