<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>diaspora &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/diaspora/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Mar 2026 15:59:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>diaspora &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Acara Temu Tahunan Diaspora, Bupati Ipuk Ajak bersama Berkontribusi Pembangunan Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/acara-temu-tahunan-diaspora-bupati-ipuk-ajak-bersama-berkontribusi-pembangunan-banyuwangi</link>
					<comments>https://memontum.com/acara-temu-tahunan-diaspora-bupati-ipuk-ajak-bersama-berkontribusi-pembangunan-banyuwangi#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berkontribusi]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[diaspora]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[tahunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231234</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengajak seluruh diaspora Banyuwangi untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah. Hal ini disampaikannya, saat membuka kegiatan diaspora Banyuwangi di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Senin (23/03/2026) tadi. Acara tahunan yang jadi ajang pertemuan para perantau itu, berlangsung penuh keakraban. Diiringi musik kendang kempul dan aneka kuliner lokal, juga jadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengajak seluruh diaspora Banyuwangi untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah. Hal ini disampaikannya, saat membuka kegiatan diaspora Banyuwangi di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Senin (23/03/2026) tadi.</p>



<p>Acara tahunan yang jadi ajang pertemuan para perantau itu, berlangsung penuh keakraban. Diiringi musik kendang kempul dan aneka kuliner lokal, juga jadi ajang membangun solidaritas para perantau Banyuwangi yang hadir dari Sumatera, Sulawesi, Papua, hingga Jerman dan Amerika Serikat.</p>



<p>Solidaritas tersebut, terpancar pada spirit tandang bareng yang jadi komitmen para diaspora Banyuwangi. Tandang bareng merupakan aksioma bahasa Osing yang menggambarkan spirit kebersamaan, gotong royong dan kerjasama.</p>



<p>“Semangat tandang bareng ini adalah modal yang terus kita jaga. Tak bisa kita berjalan sendiri-sendiri. Tapi, harus kompak dan saling membantu. Berkat kerja sama kita semua, saat ini Banyuwangi terus menunjukkan tren pertumbuhan positif di tengah tantangan yang semakin kompleks,” kata Bupati Banyuwangi.</p>



<p>Beberapa capaian Banyuwangi, jelas Bupati Ipuk, adalah tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil. &#8220;Pertumbuhan Ekonomi kita pada tahun 2025 mencapai 5,65 persen. Lebih tinggi dari rata-rata Nasional (5,11 persen) dan Provinsi Jawa Timur (5,33 persen). Pendapatan Perkapita juga naik menjadi Rp 67,08 juta pada 2025. Tertinggi di kawasan Sekarkijang (Situbondo, Bondowoso, Jember, Lumajang),&#8221; jelasnya.</p>



<p>Kemiskinan juga semakin menurun, dan saat ini hanya tinggal 6,13 persen (turun 0,41 persen dari tahun sebelumnya). Angka itu, lebih rendah dari kemiskinan tingkat Nasional dan Provinsi Jawa Timur. Gini Rasio juga tersisa 0,29 persen dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) hanya 3,94 persen.</p>



<p>“Capaian ini, bukan semata kerja kami. Tapi, atas doa, dukungan dan tandang bareng semua pihak. Termasuk juga para diaspora yang terus mengharumkan Banyuwangi,” ungkap Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Spirit tandang bareng tak hanya semata dari luar ke dalam. Namun, juga berlaku sebaliknya. Seperti halnya, yang diungkapkan oleh Nur Hidayat dari Ikawangi Sumatera Utara. Dirinya menceritakan kontribusi masyarakat Banyuwangi yang turut membantu warga Sumatera Utara, pasca bencana banjir bandang beberapa waktu lalu.</p>



<p>“Atas bantuan dari warga Banyuwangi, kami bisa membuka puluhan sumur bor untuk akses air bersih bagi warga yang tinggal di Sibolga dan Aceh,” ungkap Nur Hidayat.</p>



<p>Spirit yang sama juga ditunjukkan oleh Wulan, seorang diaspora asal Kalibaru yang tinggal di Osaka, Jepang. Dirinya yang bekerja untuk kedutaan Indonesia di negeri Sakura tersebut, siap memfasilitasi warga Banyuwangi yang akan mengadu nasib di sana.</p>



<p>“Kami siap membantu, jika ada warga Banyuwangi yang ingin bekerja di Jepang. Melalui Program G to G (kerjasama antar pemerintah), sedang dibutuhkan banyak Nakes di Jepang,” ajak perempuan yang telah tinggal 30 tahun lamanya di Jepang.</p>



<p>Penasehat Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Pusat, Arief Yahya, menyampaikan bahwa seluruh diaspora dapat berkontribusi untuk membangun kampung halamannya dengan cara terbaik masing-masing. Untuk itu, perlu diketahui core utama prospek ekonomi Banyuwangi guna menjadi acuan dan wawasan para diaspora.</p>



<p>“Ada 3 core utama ekonomi Banyuwangi. Yang pertama, pariwisata. Semuanya bisa turut mempromosikan wisata Banyuwangi di tempat perantauan masing-masing. Jadilah duta terbaik Banyuwangi,” jelas Menteri Pariwisata Republik Indonesia 2014-2019.</p>



<p>Selain itu, potensi ekonomi Banyuwangi lainnya adalah blue economy dan hub penghubung antara Indonesia bagian barat dengan timur. “Seiring dengan koneksitas Tol Prosiwangi yang tidak dalam waktu lama akan tersambung sampai Banyuwangi, ini akan jadi hub ekonomi baru. Banyuwangi jadi gerbang masuk barang ke Indonesia Timur,” tambahnya. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/acara-temu-tahunan-diaspora-bupati-ipuk-ajak-bersama-berkontribusi-pembangunan-banyuwangi/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231234</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kuliner Khas Banyuwangi dari Warung Rakyat Lengkapi Festival Diaspora di Pendopo Shaba Swagata Blambangan</title>
		<link>https://memontum.com/kuliner-khas-banyuwangi-dari-warung-rakyat-lengkapi-festival-diaspora-di-pendopo-shaba-swagata-blambangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[blambangan]]></category>
		<category><![CDATA[diaspora]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[lengkapi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[swagata]]></category>
		<category><![CDATA[warung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220838</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi memiliki agenda rutin dengan mengundang Diaspora Banyuwangi, di setiap awal Syawal. Untuk tahun ini, pelaksanaan Festival Diaspora itu terasa istimewa, sebab Pemkab Banyuwangi melibatkan warung-warung rakyat sebagai suguhan bagi ratusan perantau asal Bumi Blambangan. Berbagai masakan atau kuliner khas Banyuwangi, dihadirkan di sela agenda itu. Diantaranya, seperti Ayam Pedas Sambirejo, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi memiliki agenda rutin dengan mengundang Diaspora Banyuwangi, di setiap awal Syawal. Untuk tahun ini, pelaksanaan Festival Diaspora itu terasa istimewa, sebab Pemkab Banyuwangi melibatkan warung-warung rakyat sebagai suguhan bagi ratusan perantau asal Bumi Blambangan.</p>



<p>Berbagai masakan atau kuliner khas Banyuwangi, dihadirkan di sela agenda itu. Diantaranya, seperti Ayam Pedas Sambirejo, Pecel Pitik, Rujak Soto, Nasi Tempong hingga Es Krai (semacam buah blewah). Tak ayal, suguhan itupun menjadi pelepas kangen Diaspora di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Kamis (03/04/2025) tadi.</p>



<p>&#8220;Ada Sate Perliman, kangen juga rasanya. Tadi sempat menikmati Lontong Jangan, yang sudah lama tidak kita makan,&#8221; ujar Diaspora yang tinggal di Palembang, Suroso.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan peran serta para Diaspora amat penting bagi perkembangan Banyuwangi. Dirinya berharap, dengan pertemuan para Diaspora ini turut memperkuat pembangunan daerah.</p>



<p>&#8220;Tidak hanya ajang saling tepuk tangan, namun juga memperkokoh ikatan kekeluargaan dan sinergi bagi Banyuwangi ke depan,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa sejumlah hidangan yang disuguhkan kepada perantau ini melibatkan warung rakyat yang cukup dikenal di masyarakat. Harapannya, selain untuk mengobati rindu para perantau akan kuliner khas Banyuwangi, juga untuk memberikan dampak ekonomi kepada pelaku usaha mikro.</p>



<p>&#8220;Selain tombo kangen, semoga dengan kami libatkan di acara Diaspora juga berdampak ekonomi pada UMKM kuliner. Sekaligus mempromosikan usaha mereka ke para pemudik,&#8221; tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Tidak hanya yang berasal dari sejumlah kota di Indonesia, turut hadir para Diaspora yang berkiprah di berbagai belahan dunia. Baik hadir secara langsung, maupun mengikuti secara virtual. Mayoritas mereka tergabung dalam Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi). Diaspora Banyuwangi itu tidak sedikit yang berkiprah di berbagai bidang profesional maupun pengusaha di berbagai negara. Bahkan, banyak pula yang kemudian menjadi pejabat publik.</p>



<p>Sementara itu, sejumlah pemilik warung mengaku senang dengan dilibatkan dalam acara ini. Bagi mereka, ini merupakan kesempatan untuk mempromosikan usahanya lebih luas.</p>



<p>&#8220;Harapannya, tentu usaha kami bisa dipromosikan para Diaspora yang hadir ke teman-teman atau kerabatnya kalau pas ke Banyuwangi,&#8221; kata pemilik warung Lontong Jangan, Nanik. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220838</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kuatkan Solidaritas dan Jejaring, Festival Diaspora Banyuwangi Diikuti Ratusan Perantau Dalam dan Luar Negeri</title>
		<link>https://memontum.com/kuatkan-solidaritas-dan-jejaring-festival-diaspora-banyuwangi-diikuti-ratusan-perantau-dalam-dan-luar-negeri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2025 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diaspora]]></category>
		<category><![CDATA[diikuti]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[jejaring]]></category>
		<category><![CDATA[kuatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[perantau,]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<category><![CDATA[solidaritas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220822</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Festival Diaspora Banyuwangi yang digelar saban awal Syawal, akhirnya kembali digelar. Dalam gelaran tahun ini, ratusan perantau asal bumi Blambangan itu berkumpul melepas kangen akan tanah kelahiran, serta menguatkan solidaritas dan jejaring, di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Kamis (03/04/2025) tadi. Sejumlah Diaspora tersebut, tidak hanya yang berasal dari sejumlah kota di Indonesia, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Festival Diaspora Banyuwangi yang digelar saban awal Syawal, akhirnya kembali digelar. Dalam gelaran tahun ini, ratusan perantau asal bumi Blambangan itu berkumpul melepas kangen akan tanah kelahiran, serta menguatkan solidaritas dan jejaring, di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Kamis (03/04/2025) tadi.</p>



<p>Sejumlah Diaspora tersebut, tidak hanya yang berasal dari sejumlah kota di Indonesia, namun juga turut hadir para Diaspora yang berkiprah di berbagai belahan dunia. Baik hadir secara langsung, maupun mengikuti secara virtual. Mayoritas mereka tergabung dalam Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi)</p>



<p>“Ikawangi tidak hanya berdiri di hampir seluruh kota besar di Indonesia. Namun, juga ada di semua benua sedunia. Mereka mampu menunjukkan kiprahnya dengan baik,” kata salah satu sesepuh Ikawangi, Mayjen (Purn) Rusdy Maksum.</p>



<p>Diaspora Banyuwangi itu tidak sedikit yang berkiprah di berbagai bidang profesional, maupun pengusaha di berbagai negara. Bahkan, banyak pula yang kemudian menjadi pejabat publik.</p>



<p>Seperti Dami Sundari Frese asal Kecamatan Tegaldlimo, yang kini berkarir di Jerman. Bahkan, yang bersangkutan menjadi profesional di salah satu perusahaan multinasional.</p>



<p>“Saat ini kami sangat bangga merepresentasikan tanah kelahiran kami di dunia. Saya kira, warga Banyuwangi tidak kalah bersaing secara profesional dengan masyarakat dunia,” kata perempuan yang sudah tujuh tahun tinggal di Eropa itu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Hal yang sama juga diutarakan oleh Dian Novita, yang saat ini berkarir di Amerika Serikat. Tidak hanya berkarir secara profesional, di negeri Paman Sam tersebut dirinya juga bangga memperkenalkan Budaya Banyuwangi. Mulai dari Tari Gandrung hingga Barong.</p>



<p>“Budaya kita diterima secara antusias dan baik oleh warga Amerika Serikat. Ini tentu menjadi semangat bagi kami untuk mengenalkan Banyuwangi,” ujar lulusan penerima beasiswa Banyuwangi Cerdas tersebut.</p>



<p>Dalam Festival Diaspora kali ini, juga hadir orang Banyuwangi yang menjadi pejabat publik. Seperti Wakil Wali Kota Sorong, Papua, Haji Sutejo dan Wakil Wali Kota Pasuruan, Mokhamad Nawawi.</p>



<p>Selain itu, juga ada Irjen Ibnu Suhendra, Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT RI. Ada pula Wakil Bupati Lamandau, Kalimantan Tengah, Abdul Hamid dan lainnya yang turut menyapa para Diaspora Banyuwangi dari berbagai daerah dan negara.</p>



<p>“Alhamdulillah warga Banyuwangi di Sorong dan di Papua pada umumnya, guyub rukun. Turut berkontribusi nyata bagi daerah setempat,” ungkap Haji Sutejo, yang juga mantan punggawa Persewangi dekade 90-an asal Wonosobo, Srono itu.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam kesempatan itu mengatakan bahwa peran serta para Diaspora amat penting bagi perkembangan Banyuwangi. “Kami sangat bangga atas pencapaian para Diaspora Banyuwangi di tempat rantaunya. Bahkan, telah menjadi duta yang mengharumkan nama daerah,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Dirinya berharap, dengan pertemuan para Diaspora ini turut memperkuat pembangunan daerah. “Tidak hanya ajang saling tepuk tangan, namun juga memperkokoh ikatan kekeluargaan dan sinergi bagi Banyuwangi ke depan. Bahkan, Bapak dan ibu baik secara kelembagaan ataupun personal, bisa turut membantu warga miskin si Banyuwangi secara langsung secara transparan dan akuntabel melalui Aplikasi Smart Kampung” ujar Bupati Ipuk. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220822</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diaspora &#8216;Mole Atellas&#8217; Bersatu Berdiskusi dan Berkontribusi Menuju Situbondo Naik Kelas</title>
		<link>https://memontum.com/diaspora-mole-atellas-bersatu-berdiskusi-dan-berkontribusi-menuju-situbondo-naik-kelas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2025 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[‘mole]]></category>
		<category><![CDATA[atellas’]]></category>
		<category><![CDATA[berdiskusi]]></category>
		<category><![CDATA[berkontribusi]]></category>
		<category><![CDATA[bersatu]]></category>
		<category><![CDATA[diaspora]]></category>
		<category><![CDATA[menuju]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220789</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Memanfaatkan momentum mudik Lebaran, sejumlah putra-putri Situbondo yang kini sukses di luar daerah hingga luar negeri, berkumpul untuk berdiskusi dan memberikan kontribusi guna pembangunan kampung halaman. Acara yang dikemas dengan tajuk &#8216;Mole Atellas (Pulang Lebaran), Duduk Bersama Sambung Pikir Situbondo Naik Kelas&#8217; ini, mengajak para Diaspora untuk berperan aktif dalam mewujudkan visi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Memanfaatkan momentum mudik Lebaran, sejumlah putra-putri Situbondo yang kini sukses di luar daerah hingga luar negeri, berkumpul untuk berdiskusi dan memberikan kontribusi guna pembangunan kampung halaman. Acara yang dikemas dengan tajuk &#8216;Mole Atellas (Pulang Lebaran), Duduk Bersama Sambung Pikir Situbondo Naik Kelas&#8217; ini, mengajak para Diaspora untuk berperan aktif dalam mewujudkan visi besar Kabupaten Situbondo, yaitu Situbondo Naik Kelas, Rabu (02/04/2025) tadi.</p>



<p>Acara yang difasilitasi oleh pemerintah daerah ini, bertujuan untuk sekaligus mengumpulkan ide dan gagasan segar, dari para Diaspora guna memajukan Situbondo. Dengan latar belakang berbagai keberhasilan mereka di bidang masing-masing, ratusan Diaspora Situbondo hadir dalam acara yang berlangsung di Pendapa Graha Amukti Praja maupun secara daring melalui sambungan Zoom Meeting.</p>



<p>Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini merupakan langkah awal dalam mewujudkan perubahan besar bagi Situbondo. Bukan lagi untuk berdebat mengenai apa yang seharusnya ada di Situbondo, namun sudah saatnya untuk bergerak dan mewujudkan gagasan yang ada.</p>



<p>&#8220;Mari kita hentikan pembicaraan tentang seharusnya Situbondo begini atau begitu. Kita harus bertindak dan eksekusi ide-ide untuk membawa perubahan nyata,&#8221; kata Mas Rio-sapaan Bupati Situbondo.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, keberhasilan mewujudkan Situbondo Naik Kelas, membutuhkan sinergi antara anggaran yang tepat dan kebijakan yang terarah. Karenanya, dirinya menekankan pentingnya kontribusi Diaspora dalam hal investasi dan pembangunan jaringan untuk mendongkrak ekonomi daerah.</p>



<p>“Salah satu faktor utama dalam pergerakan ekonomi adalah government spending (perputaran ekonomi, red) dan itu saja tidak cukup. Kita juga membutuhkan investasi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam acara ini, kegiatan juga dihadiri berbagai pembicara yang memberikan wawasan dan gagasan. Diantaranya, Auditor Kepolisian Utama di Polri, Brigjen Pol Sulastiana, Kepala Saintis di BRIN, Akbar Hanif Dawam A, Seorang Pengusaha Sukses, Heru Susanto serta seorang profesional di Bidang Public Relations dan Digital PR, Febrianti Nadira.</p>



<p>Brigjen Pol Sulastiana sendiri yang dikenal aktif dalam bidang pendidikan, menyoroti pentingnya peningkatan minat baca di daerah. Dirinya berbicara mengenai upaya mendekatkan akses buku kepada masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil.</p>



<p>&#8220;Di daerah perbatasan, akses perpustakaan dan internet terbatas. Oleh karena itu, kami menciptakan pojok baca di taman-taman untuk mendekatkan literasi kepada masyarakat,&#8221; katanya.</p>



<p>Dirinya bahkan mengatakan kesediaannya, untuk menyuplai buku-buku bagi masyarakat Situbondo, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan literasi. Selain itu, dirinya juga mengusulkan agar pemerintah daerah bekerja sama dengan provider seluler untuk menyebarkan informasi edukatif. Seperti bahaya Narkoba melalui siaran broadcast atau hal penting lain.</p>



<p>Bahkan, dirinya juga mengusulkan agar pemerintah daerah menggandeng content creator, untuk mensosialisasikan pentingnya membaca secara lebih kekinian dan menarik. Tidak hanya membahas pendidikan dan literasi, acara ini juga memberikan ruang untuk ide-ide pembangunan lainnya. Termasuk, program penghijauan yang diusulkan oleh Brigjen Sulastiana dengan menyumbangkan ribuan pohon untuk Situbondo.</p>



<p>“Kegiatan ini sangat positif, tetapi harus ada tindak lanjut yang nyata dan bukan sekadar diskusi,” tegasnya.</p>



<p>Setelah acara ini, hasil dari urun rembuk akan diserahkan kepada Bupati Situbondo sebagai rekomendasi pembangunan. Pemerintah daerah juga akan melanjutkan diskusi lebih lanjut melalui Focus Group Discussion (FGD), yang melibatkan para Diaspora untuk membahas lebih rinci per bidang keahlian, guna menghasilkan langkah-langkah strategis yang lebih terarah.</p>



<p>Melalui adanya acara ini, diharapkan Situbondo dapat bergerak maju dan mengalami transformasi yang signifikan. Baik itu dalam sektor ekonomi, pendidikan maupun sosial, demi mewujudkan visinya menjadi kabupaten yang lebih berkembang dan modern. <strong>(her/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220789</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kuatkan Solidaritas, Pemkab Banyuwangi Gelar Tradisi Tahunan Bertajuk Diaspora Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/kuatkan-solidaritas-pemkab-banyuwangi-gelar-tradisi-tahunan-bertajuk-diaspora-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bertajuk]]></category>
		<category><![CDATA[diaspora]]></category>
		<category><![CDATA[kuatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[solidaritas]]></category>
		<category><![CDATA[tahunan]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220670</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi mengundang para Diaspora Banyuwangi dari berbagai daerah di Indonesia dan belahan dunia, untuk berkumpul bersama menguatkan solidaritas. Tradisi tahunan di momen Lebaran tahun ini tersebut, bertajuk &#8216;Diaspora Banyuwangi&#8217;, yang rencananya bakal kembali digelar di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Kamis (03/04/2025) tadi. “Diaspora Banyuwangi tahun ini akan kembali kami gelar. Ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi mengundang para Diaspora Banyuwangi dari berbagai daerah di Indonesia dan belahan dunia, untuk berkumpul bersama menguatkan solidaritas. Tradisi tahunan di momen Lebaran tahun ini tersebut, bertajuk &#8216;Diaspora Banyuwangi&#8217;, yang rencananya bakal kembali digelar di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Kamis (03/04/2025) tadi.</p>



<p>“Diaspora Banyuwangi tahun ini akan kembali kami gelar. Ini bukan sekadar pelepas kangen para perantau, tetapi ini juga untuk terus menumbuhkan solidaritas serta semangat untuk membangun Banyuwangi lebih baik lagi,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Kamis (27/03/2025) tadi.&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Diaspora Banyuwangi, tambahnya, akan digelar mulai pukul 09.00. Acara ini akan dihadiri para Diaspora (perantau) asal Banyuwangi yang sedang mudik Lebaran ke Banyuwangi dari berbagai daerah dan bahkan luar negeri. Seperti Hongkong, Taiwan, Amerika, Rusia, Jerman, Australia dan masih banyak lainnya.</p>



<p>“Juga biasanya, kami akan bercengkerama dan silaturahim online dengan para Diaspora internasional yang kebetulan tidak sempat pulang ke Banyuwangi. Semacam tombo kangen buat mereka yang tentunya rindu kampung halaman,” tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Dijelaskan Bupati Ipuk, bahwa kegiatan Diaspora ini rutin digelar dan salah satu tujuannya adalah untuk membangun networking antar warga Banyuwangi di manapun berada. Dengan saling bertemu dan kenal, diharapkan Diaspora ini menjadi ajang sharing bagi para perantau asal Banyuwangi. Termasuk, diharapkan mereka bisa saling memotivasi antar para perantau, sekaligus memberikan masukan positif bagi Pemkab Banyuwangi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Dengan saling bertemu, harapannya akan terjalin network. Yang punya usaha di Banyuwangi, bisa kenal dengan yang dari luar negeri. Sehingga, mungkin bisa menumbuhkan pasar usahanya dan bisa saling bantu serta dukung usaha sesama perantau. Kami berharap, pengalaman baik yang ada di rantau, bisa ditularkan di Banyuwangi,” ujar Bupati Ipuk.</p>



<p>Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, Guntur Priambodo, menambahkan bahwa Pemkab telah mengajak kepada para perantau yang di berbagai daerah se-Indonesia untuk hadir. Seperti diantaranya, dari Bogor, Jakarta, Bandung, Balikpapan, Riau, Jogjakarta dan masih banyak lainnya.</p>



<p>“Wakil Bupati Sorong 2025-2030 yang merupakan putra daerah Banyuwangi, kemungkinan akan hadir. Bahkan dari luar negeri juga ada yang mengkonfirmasi bisa hadir. Misalnya dari Jepang, Jerman, Australia dan USA,” ujar Guntur.</p>



<p>Sekda Guntur juga memastikan, bahwa ajang temu kangen Diaspora tahun ini bakal seru karena seluruh pelaku acara merupakan para perantau sendiri. Mulai dari penerima tamu, penyaji tari hingga pembawa doa.</p>



<p>“Sengaja kita libatkan, agar mereka merasa memiliki acara ini. Jadi, bukan hanya sekadar tamu, tapi mereka lah pelaku acaranya,” imbuh Guntur. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220670</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kumpul dan Silaturahmi bersama Diaspora Banyuwangi, Siap Pasarkan Potensi Wisata ke Level Internasional</title>
		<link>https://memontum.com/kumpul-dan-silaturahmi-bersama-diaspora-banyuwangi-siap-pasarkan-potensi-wisata-ke-level-internasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Apr 2024 09:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[diaspora]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[kumpul]]></category>
		<category><![CDATA[pasarkan]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahmi]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208421</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Diaspora Banyuwangi yang berasal dari berbagai kota di Indonesia dan sejumlah negara, menggelar silaturahmi dan berkumpul di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (13/04/2024) tadi. Acara tahunan yang diselenggarakan Pemkab Banyuwangi itu, juga dihadiri Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Abdullah Azwar Anas dan Menteri Pariwisata RI periode [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Diaspora Banyuwangi yang berasal dari berbagai kota di Indonesia dan sejumlah negara, menggelar silaturahmi dan berkumpul di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (13/04/2024) tadi. Acara tahunan yang diselenggarakan Pemkab Banyuwangi itu, juga dihadiri Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Abdullah Azwar Anas dan Menteri Pariwisata RI periode 2014-2019, Arief Yahya dan sejumlah Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) dari berbagai kota dan negara.</p>



<p>Acara yang dibalut dengan pentas budaya khas Bumi Blambangan, berlangsung meriah dan mampu melahirkan spirit bersama untuk memajukan daerah kelahiran. Diantaranya, yaitu untuk turut aktif memasarkan potensi wisata di Banyuwangi. Baik wisata budaya, alam ataupun sport tourism yang berkembang di Banyuwangi.</p>



<p>“Saya kira, wisata Banyuwangi harus dipasarkan di level internasional. Saat ini, saya lihat, sudah sangat baik untuk level nasional,” ungkap salah satu Diaspora Banyuwangi, Widi, yang berkiprah di Perth, Australia.</p>



<p>Widi yang bekerja di bidang event organizer itu, kerap menampilkan atraksi budaya asli Banyuwangi di Australia. Menurutnya, pertunjukan tersebut mendapat sambutan yang hangat dari warga negeri Kanguru itu.</p>



<p>&#8220;Ada tari-tarian ataupun lagu-lagu Banyuwangi yang kita tampilkan. Termasuk, Banyuwangi Ethno Catnival. Mereka senang melihatnya,&#8221; terangnya.</p>



<p>Hal tersebut, pun dibenarkan oleh Menteri Pariwisata RI 2014-2019, Arief Yahya. Menurutnya, wisata di Banyuwangi harus terus dipacu ke level global. Dengan mendorong wisata, akan mampu mengerek sektor lainnya. “Tourism (wisata) itu, bisa memicu terjadinya trade (perdagangan) dan investment (investasi). Jika ini terbentuk, akan melahirkan kesejahteraan,” paparnya.</p>



<p>Arief mencontohkan Bali. Ketika wisata di Pulau Dewata itu tumbuh, terjadi peningkatan komoditas perdagangan dan investasi berbagai lini. Walaupun Bali tidak mampu memproduksi komoditas dagang sendiri, tapi banyak suplai yang berasal dari luar daerah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&nbsp;“Hal tersebut menaikkan pendapatan perkapita penduduknya. Karena tourism ini people to people (orang ke orang),” imbuhnya.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam kesempatan itu mengamini gagasan para diaspora untuk mengembangkan wisata Banyuwangi ke level global. Menurutnya, Pemkab Banyuwangi telah berusaha keras untuk bisa bersaing di kancah internasional.</p>



<p>&#8220;Ada sejumlah pengakuan internasional yang telah berhasil diraih. Diantaranya Banyuwangi telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGG). Ini menasbihkan Banyuwangi di kancah dunia,&#8221; jelas Bupati Ipuk.</p>



<p>Bandara Internasional Banyuwangi, ujarnya, juga baru saja mendapatkan penghargaan arsitektur Aga Khan Award yang bertaraf internasional. “Ini menjadi modal penting untuk menawarkan wisata Banyuwangi ke dunia,” paparnya.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk juga memaparkan kemajuan wisata tersebut berbanding selaras dengan kesejahteraan masyarakat. Pada 2023, PDRB Banyuwangi tercatat sebesar Rp 101,29 triliun. Hal ini meningkatkan pendapatan per kapita warga Banyuwangi naik menjadi Rp 58,08 juta per tahun.</p>



<p>“Alhamdulillah, ekonomi Banyuwangi naik menjadi 5,03 persen. Melebihi pertumbuhan provinsi Jawa Timur. Angka kemiskinan juga turun menjadi 7,34 persen. Ini terendah sepanjang sejarah,” lanjutnya.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk kembali mengajak kepada seluruh Ikawangi dunia untuk menjadi duta Banyuwangi dalam memasarkan potensi daerah. “Jika bukan kita, siapa lagi,” tegas Bupati Ipuk. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208421</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
