<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Dibangun dari Bambu &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dibangun-dari-bambu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Jun 2021 10:03:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Dibangun dari Bambu &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Taman di Bawah Jembatan Kedungkandang Akan Segera Dibangun, Ini Saran Wali Kota Sutiaji</title>
		<link>https://memontum.com/taman-di-bawah-jembatan-kedungkandang-akan-segera-dibangun-ini-saran-wali-kota-sutiaji</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2021 10:02:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dibangun dari Bambu]]></category>
		<category><![CDATA[Ini Saran Wali Kota Sutiaji]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Kedungkandang]]></category>
		<category><![CDATA[Taman di Bawah Jembatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=146616</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pembangunan taman di bawah Jembatan Kedungkandang sudah dalam tahap Focus Group Discussion (FGD) pemaparan desain dan konsepnya. Bertempat di Ruang Sidang Balai Kota Malang, FGD pembangunan taman Jembatan Kedungkandang diikuti oleh Wali Kota Malang, Sutiaji, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Wahyu Setianto, beserta beberapa tokoh masyarakat terkait lainnya, Selasa (29/06). Terdapat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pembangunan taman di bawah Jembatan Kedungkandang sudah dalam tahap Focus Group Discussion (FGD) pemaparan desain dan konsepnya. Bertempat di Ruang Sidang Balai Kota Malang, FGD pembangunan taman Jembatan Kedungkandang diikuti oleh Wali Kota Malang, Sutiaji, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Wahyu Setianto, beserta beberapa tokoh masyarakat terkait lainnya, Selasa (29/06).</p>



<p>Terdapat empat poin yang menjadi masukan Wali Kota Sutiaji berkaitan dengan Detail Engineering Design (DED) yang dipaparkan.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Pertama, perlu memperhatikan masalah keamanan. Karena ini adalah taman aktif, dimana masyarakat bisa beraktifitas disana,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sehingga jangan sampai nanti keamanan pengguna jalan beserta pemanfaat taman tersebut terganggu.</p>



<p>Kedua berkaitan dengan mempertahankan eksisting yang sudah ada di sekitar Jembatan Kedungkandang.</p>



<p>&#8220;Kemudian, bisa ditambahkan artistik penghias yang lainnya. Sehingga orang tidak terpacu pada taman saja, dan bisa nyaman berada disana,&#8221; bebernya.</p>



<p>Terakhir perihal pemberian nama. Orang nomor satu di Kota Malang itu belum sepakat jika taman yang akan dibangun di bawah Jembatan Kedungkandang diberi nama Taman Kedungkandang.</p>



<p>&#8220;Mungkin bisa Taman Kyai Malik, kan di sekitar situ ada Jalan KH Malik. Atau bisa juga eksplore nama lainnya,&#8221; sambung Sutiaji.</p>



<p>Meski begitu, ditegaskan pria berkacamata itu, dirinya sepakat dengan desain dan konsep yang dipaparkan.</p>



<p>&#8220;Secara garis besar, saya sepakat, cuma empat hal itu menjadi saran dan masukan untuk DED final. Ditambah lagi perihal lahan parkir, jangan sampai mengganggu arus lalu lintas disana,&#8221; pesan Sutiaji.</p>



<p>Sementara itu, Kepala DLH Kota Malang, Wahyu Setianto, menjelaskan bahwa pembangunan taman ini akan meraup anggaran sekitar Rp 800 juta.</p>



<p>&#8220;Nanti konsepnya adalah taman aktif, artinya masyarakat bisa menikmati wisata, bermain, ada beberapa fasilitas juga yang akan kami sediakan. Dengan anggaran kurang lebih Rp 800 juta untuk pembuatan taman disana,&#8221; urai Wahyu.</p>



<p>Mantan Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) ini mengatakan setelah FGD akan ada perbaikan DED taman. Yang kemudian diserahkan kepada Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk dilakukan pelelangan. &#8220;Insyallah minggu ini DED final sudah rampung, dan akan segera dilakukan pembangunan pada tahun ini juga. Karena masuk APBD induk DLH Kota Malang tahun 2021,&#8221; ucap Wahyu. <strong>(hms/mus/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146616</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dibangun dari Bambu, RA Al Izzah Bisa Warnai Wisata di Pujon Kidul</title>
		<link>https://memontum.com/dibangun-dari-bambu-ra-al-izzah-bisa-warnai-wisata-di-pujon-kidul</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Mar 2019 10:47:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Dibangun dari Bambu]]></category>
		<category><![CDATA[RA Al Izzah Bisa Warnai Wisata di Pujon Kidul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=82098</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang&#8211;Raudhatul Athfal (Taman Anak-Anak) Al Izzah di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang memiliki bangunan unik yang terbuat dari bambu. Plt Bupati Malang, Drs HM Sanusi MM mengatakan, lembaga pendidikan tersebut bisa dimanfaatkan untuk menambah destinasi wisata di Pujon Kidul. Jadi, tidak hanya digunakan untuk belajar, tapi bisa multifungsi sebagai lokasi wisata. &#8220;Saya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id=":mm" class="ii gt">
<div id=":mu" class="a3s aXjCH ">
<div dir="auto">
<p dir="auto"><strong>Memontum Malang&#8211;</strong>Raudhatul Athfal (Taman Anak-Anak) Al Izzah di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang memiliki bangunan unik yang terbuat dari bambu.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Plt Bupati Malang, Drs HM Sanusi MM mengatakan, lembaga pendidikan tersebut bisa dimanfaatkan untuk menambah destinasi wisata di Pujon Kidul. Jadi, tidak hanya digunakan untuk belajar, tapi bisa multifungsi sebagai lokasi wisata.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">&#8220;Saya berharap agar RA Al Izzah ini bisa menjadi RA pariwisata di Kabupaten Malang. Karena baru kali ini saya melihat RA seperti ini, dikreasikan dari bahan alam yaitu bambu sehingga membetuk bangunan yang seperti yang kita lihat bersama,&#8221; kata Sanusi, disela-sela peresmian RA Al Izzah, Minggu (31/3/2019) siang tadi.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">  Mantan  Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang ini menambahkan, selain Caffe Sawah, Pujon Kidul dapat menambah destinasi unggulan lain. Seperti RA Al Izzah yang memiliki keunikan tersendiri.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">&#8220;Mengingat Pujon Kidul sudah sangat terkenal dengan Caffe Sawah-nya, mudah-mudahan RA ini juga bisa menambah pesona di Pujon Kidul,&#8221; ungkap Sanusi.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">Terpisah, Ketua Yayasan MI Al Muljtaba yang membawahi RA Al Izzah, Miftahul Huda menyampaikan jika kegiatan belajar mengajar di RA ini sudah dimulai sejak tahun 1994. Namun, selama ini diakui bahwa operasional RA tersebut masih belum memiliki ijin.</p>
<p dir="auto">
<p dir="auto">&#8220;Pembangunan baru dimulai sejak dua bulan yang lalu, dengan anggaran lebih dari Rp 50 juta yang berasal dari sumbangan dan swadaya masyarakat. Dengan memanfaatkan yang ada di daerah kami yakni bambu, sehingga dapat terbangunnya RA ini. Kedepan, insyaallah kami juga akan membuat asrama bagi para penghafal Al quran,&#8221; ucap Huda. (Sur/oso)</p>
</div>
<p class="yj6qo">
<p class="adL">
</div>
</div>
<div id=":rl" class="hq gt a10">
<p class="hp">
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">82098</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
