<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>dibangun, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dibangun/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Apr 2026 11:38:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>dibangun, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jalan Pasar Gadang Dibangun Dua Lajur Tanpa Tutup Akses</title>
		<link>https://memontum.com/jalan-pasar-gadang-dibangun-dua-lajur-tanpa-tutup-akses</link>
					<comments>https://memontum.com/jalan-pasar-gadang-dibangun-dua-lajur-tanpa-tutup-akses#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dibangun,]]></category>
		<category><![CDATA[gadang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232049</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pembangunan Jalan Pasar Induk Gadang Kota Malang dirancang tetap menjaga kelancaran arus lalu lintas selama proses konstruksi berlangsung. Bahkan, pengerjaan dilakukan bertahap tanpa penutupan total jalan. Sejumlah keterangan itu, disampaikan Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto. Pria yang akrab disapa Dandung, itu mengatakan bahwa pekerjaan fisik diperkirakan berlangsung selama enam hingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pembangunan Jalan Pasar Induk Gadang Kota Malang dirancang tetap menjaga kelancaran arus lalu lintas selama proses konstruksi berlangsung. Bahkan, pengerjaan dilakukan bertahap tanpa penutupan total jalan. Sejumlah keterangan itu, disampaikan Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Dandung, itu mengatakan bahwa pekerjaan fisik diperkirakan berlangsung selama enam hingga tujuh bulan. Nantinya, akan dimulai pada minggu ke empat Mei 2026 mendatang.</p>



<p>“Kita kerjakan secara presisi. Satu sisi dikerjakan, sisi lainnya tetap digunakan untuk akses kendaraan,” ujar Dandung, Selasa (28/04/2026) tadi.</p>



<p>Untuk tahap awal, ujarnya, pembangunan akan difokuskan pada sisi Selatan jalan agar jalur lainnya masih dapat difungsikan. Meski terdapat pekerjaan galian, akses kendaraan dipastikan tetap berjalan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Secara desain, jalan baru akan dibangun dua lajur dengan median selebar sekitar 90 sentimeter. Setiap lajur, memiliki lebar sekitar 7 hingga 7,5 meter. Selain badan jalan, proyek juga mencakup pemasangan pagar pembatas di sisi Utara dan Selatan kawasan pasar.</p>



<p>Pagar tersebut, lanjutnya, diusulkan pedagang guna menghindari pembeli berhenti di pinggir jalan yang berpotensi menimbulkan kemacetan serta ketimpangan antar pedagang. “Nantinya pembeli harus parkir di area parkir lalu berjalan ke dalam pasar. Tidak bisa lagi membeli langsung dari kendaraan,” tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, penyesuaian harga satuan material tetap dilakukan mengikuti kenaikan harga konstruksi. Namun, total anggaran proyek tetap sebesar Rp 14,9 miliar, sesuai pagu yang telah ditetapkan pemerintah.</p>



<p>&#8220;Jadi memang ada penyesuaian nilai satuan pada beberapa produk material karena memang banyak kenaikan,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/jalan-pasar-gadang-dibangun-dua-lajur-tanpa-tutup-akses/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232049</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gedung Parkir Vertikal Kayutangan Mulai Dibangun, Rampung Ditarget Akhir Tahun</title>
		<link>https://memontum.com/gedung-parkir-vertikal-kayutangan-mulai-dibangun-rampung-ditarget-akhir-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2025 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dibangun,]]></category>
		<category><![CDATA[ditarget]]></category>
		<category><![CDATA[gedung,]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[rampung,]]></category>
		<category><![CDATA[vertikal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224577</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pembangunan parkir vertikal yang ada di Kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, ditargetkan rampung dalam waktu 140 hari kerja atau sekitar lima bulan ke depan. Hal itu, dikatakan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra. Pria yang akrab disapa Jaya, itu menyampaikan bahwa dalam pembangunannya telah melakukan kontrak dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pembangunan parkir vertikal yang ada di Kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, ditargetkan rampung dalam waktu 140 hari kerja atau sekitar lima bulan ke depan. Hal itu, dikatakan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Jaya, itu menyampaikan bahwa dalam pembangunannya telah melakukan kontrak dengan pihak ke tiga, setelah melalui proses mini kompetisi. &#8220;Dari Harga Perkiraan Sementara (HPS) Rp 10 miliar, kami mendapatkan pemenang dengan nilai penawaran Rp 9,1 miliar. Nilai tersebut telah sesuai ketentuan dan spesifikasi teknis,&#8221; ujar Jaya, Sabtu (02/08/2025) tadi.</p>



<p>Kemudian, dikatakannya bahwa pembangunan tahap awal akan dilakukan sebanyak tiga lantai. Dengan pondasi, yang sudah dirancang untuk menahan enam lantai.</p>



<p>&#8220;Artinya ke depan bisa ditingkatkan, karena pondasinya sudah disiapkan untuk enam lantai,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Jaya berharap, dalam pembangunannya bisa rampung lebih cepat dari target yang telah ditetapkan. Sehingga, parkir vertikal tersebut dapat digunakan pada saat perayaan akhir tahun mendatang.</p>



<p>Sementara itu, pengawas pembangunan proyek, Andika, menyampaikan bahwa saat ini proses pembangunan sedang memasuki tahapan awal. “Hari ini masih persiapan dan tahlilan dahulu. Pengerjaan besar dimulai Senin (04/08/2025) lusa. Bagian belakang lokasi proyek akan dibongkar terlebih dahulu, baru kemudian pembangunan struktur dilakukan,” jelas Andika.</p>



<p>Andika juga menambahkan, bahwa seluruh area pembangunan telah disterilkan dari aktivitas parkir. Seluruh kendaraan yang sebelumnya parkir di lokasi tersebut, juga telah dialihkan ke parkir Jalan Majapahit untuk sementara waktu.</p>



<p>&#8220;Jumlah pekerja masih menunggu arahan dari pimpinan, tapi yang jelas proyek ini akan membutuhkan tenaga besar karena waktu pengerjaan yang cukup singkat,&#8221; imbuh Andika. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224577</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gedung Eks Bank Mandiri Syariah untuk Areal Parkir Bakal Dibangun Tiga Lantai</title>
		<link>https://memontum.com/gedung-eks-bank-mandiri-syariah-untuk-areal-parkir-bakal-dibangun-tiga-lantai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2025 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dibangun,]]></category>
		<category><![CDATA[gedung,]]></category>
		<category><![CDATA[lantai]]></category>
		<category><![CDATA[Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[syariah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223862</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan segera memulai pembangunan gedung parkir di lahan eks Bank Mandiri Syariah kawasan Kayutangan. Pembangunan itu, ditargetkan akan mulai dikerjakan pada Juli 2025, dengan masa pelaksanaan konstruksi selama 140 hari. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa saat ini prosesnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan segera memulai pembangunan gedung parkir di lahan eks Bank Mandiri Syariah kawasan Kayutangan. Pembangunan itu, ditargetkan akan mulai dikerjakan pada Juli 2025, dengan masa pelaksanaan konstruksi selama 140 hari.</p>



<p>Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa saat ini prosesnya telah memasuki tahap pemilihan penyedia jasa konstruksi. &#8220;Insyaallah minggu depan kami sudah kontrak. Pembangunannya selama 140 hari, jadi mudah-mudahan bisa dimulai bulan ini,” kata Jaya-sapaannya, Sabtu (12/07/2025) tadi.</p>



<p>Pembangunan gedung parkir tersebut, ujarnya, dirancang menjadi tiga lantai, dengan anggaran mencapai hampir Rp 10 miliar. Sementara, pada perencanaan sebelumnya, gedung parkir tersebut dirancang setinggi enam lantai. Namun, karena adanya keterbatasan anggaran, jumlah lantai dipangkas menjadi tiga lantai.</p>



<p>&#8220;Kami sediakan Rp 9 miliar sekian, hampir Rp 10 miliar. Awalnya direncanakan enam lantai, tetapi karena anggaran terbatas, kami sesuaikan. Bisa dibilang ini bagian dari efisiensi,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dengan hanya tiga lantai, daya tampung kendaraan otomatis berkurang. Jika pada rencana enam lantai kapasitas parkir mencapai 123 unit roda empat dan sekitar 600 unit roda dua, maka pada rencana terbaru diperkirakan hanya mampu menampung sekitar separuhnya.</p>



<p>&#8220;Untuk roda empat kemungkinan hanya sekitar 60-an unit. Saya tidak hafal angka pastinya, tapi itu estimasinya,&#8221; katanya.</p>



<p>Selama pembangunan berlangsung, area parkir eks Bank Mandiri Syariah akan ditutup sementara. Tentunya Dishub telah menyiapkan sejumlah alternatif lokasi parkir di sekitar kawasan Kayutangan, yakni di parkir vertikal eks kantor DLH Jalan Majapahit, pertokoan Majapahit dan kawasan Tarekot.</p>



<p>&#8220;Kalau kembali ke badan jalan, kami khawatir penataannya jadi lebih sulit lagi nanti,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Sebagai informasi, dalam pembangunan gedung parkir tersebut nantinya akan terintegrasi dengan gedung parkir vertikal yang ada di Jalan Majapahit, agar sistem keluar-masuk kendaraan lebih efisien. “Harus kami upayakan menyambung supaya gedung satu dengan lainnya benar-benar bermanfaat. In-out-nya jadi satu,” imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223862</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sekolah Rakyat di Kedungkandang Kota Malang Akan Dibangun dengan Anggaran Rp 200 Miliar</title>
		<link>https://memontum.com/sekolah-rakyat-di-kedungkandang-kota-malang-akan-dibangun-dengan-anggaran-rp-200-miliar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2025 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[dibangun,]]></category>
		<category><![CDATA[Kedungkandang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223286</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang akan dibangun di atas lahan seluas 9 hektare di Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kedungkandang, sepenuhnya akan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini, disampaikan langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Menurut Wali Kota Wahyu, bahwa saat ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang akan dibangun di atas lahan seluas 9 hektare di Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kedungkandang, sepenuhnya akan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini, disampaikan langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.</p>



<p>Menurut Wali Kota Wahyu, bahwa saat ini tengah proses administrasi pembangunan yang masih berjalan. Pembangunan nantinya, diperkirakan akan menelan biaya sekitar Rp 200 miliar dan seluruhnya dibiayai pemerintah pusat.</p>



<p>“Semua dari pusat, jadi SR tidak ada yang dari daerah. Semuanya dari APBN. Nanti akan ada prototype dari Kementerian PU dan pengelolaannya dilakukan oleh Kementerian Sosial,” kata Wali Kota Wahyu, Selasa (24/06/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wali Kota Wahyu juga menjelaskan, bahwa lahan yang akan digunakan adalah milik Pemkot Malang dan sudah bersertifikat. Sebelumnya, hal ini telah dilakukan kunjungan oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan lokasi tersebut telah dinilai layak.</p>



<p>“Prototypenya sudah diberikan oleh PUPR. Konsepnya satu kesatuan bangunan sekolah, sarana-prasarana, hingga asrama jadi satu lokasi. Tidak hanya untuk SD dan SMP, tapi juga SMA. Jadi, nanti seluruh kegiatan dipusatkan di sana,” tambahnya.</p>



<p>Sementara menunggu pembangunan fisik dimulai, kegiatan belajar mengajar untuk calon siswa SR akan tetap berlangsung di Politeknik Malang (Poltekom). “Selama proses pembangunan, kita tetap menggunakan Poltekom. Untuk Juli nanti, seluruh calon siswa sudah siap masuk asrama. Kesiapan kami sudah 100 persen, kemarin juga sudah dicek langsung oleh Kepala KSP,” ujarnya.</p>



<p>Mengenai tenaga pendidik menurutnya juga sudah diseleksi oleh Pemkot Malang, namun nantinya seluruh pembiayaan operasional sekolah akan ditanggung oleh pemerintah pusat. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223286</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perizinan Masih Berproses, Sejumlah Hotel Baru Akan Dibangun di Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/perizinan-masih-berproses-sejumlah-hotel-baru-akan-dibangun-di-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Feb 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berproses]]></category>
		<category><![CDATA[dibangun,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perizinan]]></category>
		<category><![CDATA[sejumlah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219449</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sejumlah hotel baru direncanakan akan berdiri di Kota Malang. Namun, beberapa masih dalam proses pengurusan dokumen administrasi untuk memperoleh izin pembangunan. Keterangan itu, dikatakan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan. Pria yang kerap disapa Arif, itu menyampaikan bahwa ada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sejumlah hotel baru direncanakan akan berdiri di Kota Malang. Namun, beberapa masih dalam proses pengurusan dokumen administrasi untuk memperoleh izin pembangunan. Keterangan itu, dikatakan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan.</p>



<p>Pria yang kerap disapa Arif, itu menyampaikan bahwa ada dua rencana pembangunan hotel bintang lima di Kota Malang. Salah satunya berlokasi di dekat Masjid Sabilillah, Jalan Ahmad Yani dan satu lagi direncanakan di Taman Krida Budaya, Jalan Soekarno Hatta.</p>



<p>&#8220;Selain hotel bintang lima, hotel bintang tiga juga direncanakan bertambah di samping Hotel Savana, Jalan Letjend Sutoyo. Namun, baru-baru ini mengajukan perubahan status ke bintang empat dengan peningkatan jumlah lantai. Sekarang prosesnya masih dalam tahap Pengesahan Bangunan Gedung (PBG),” kata Arif, Kamis (20/02/2025) tadi.</p>



<p>Selain itu, hotel yang direncanakan berdiri di kawasan Sabilillah juga tengah dalam tahap pengurusan izin. Pihak pengembang sebelumnya mengajukan izin pembangunan setinggi 20 lantai, yang memerlukan persetujuan dari Komando Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) karena tinggi bangunan dapat mempengaruhi jalur penerbangan di sekitar Bandara Abdulrachman Saleh.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kalau bangunan melebihi 20 lantai, harus ada rekomendasi dari KKOP agar tidak mengganggu jalur penerbangan. Jika tidak memenuhi syarat tersebut, izin PBG tidak bisa diproses,” ujarnya.</p>



<p>Untuk hotel yang direncanakan di kawasan Taman Krida masih dalam proses. Pemerintah Kota Malang masih menunggu penyelesaian izin dari tingkat provinsi sebelum memberikan persetujuan lebih lanjut. Sementara, untuk hotel di kawasan Sigura-Gura sudah memasuki tahap Sertifikat Laik Fungsi (SLF) karena bangunannya telah berdiri.</p>



<p>&#8220;Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sudah ada, tapi ada penambahan bangunan, jadi harus segera diarahkan ke SLF,” tambahnya.</p>



<p>Dalam hal ini Arif menegaskan pentingnya kelengkapan dokumen bagi setiap pengembang, termasuk Analisis Dampak Lalu Lintas (Amdal Lalin) dan kewajiban untuk menyerap tenaga kerja lokal. &#8220;Harapannya, selain memenuhi semua persyaratan administratif, hotel-hotel ini juga bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,&#8221; imbuh Arif. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219449</post-id>	</item>
		<item>
		<title>TPS 3R Merjosari Kota Malang Rampung Dibangun, Warga Keluhkan Lambatnya Penyerahan Pengelolaan</title>
		<link>https://memontum.com/tps-3r-merjosari-kota-malang-rampung-dibangun-warga-keluhkan-lambatnya-penyerahan-pengelolaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jul 2024 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dibangun,]]></category>
		<category><![CDATA[keluhkan]]></category>
		<category><![CDATA[lambatnya]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merjosari]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyerahan]]></category>
		<category><![CDATA[rampung,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212374</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang berada di Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, menuai keluhan warga. Itu karena, meski pembangunannya sudah lama rampung, namun statusnya masih belum diserahkan. Salah satu pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Merjosari RW 07, Misranto, mengatakan bahwa keberadaan TPS 3R itu sudah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang berada di Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, menuai keluhan warga. Itu karena, meski pembangunannya sudah lama rampung, namun statusnya masih belum diserahkan.</p>



<p>Salah satu pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Merjosari RW 07, Misranto, mengatakan bahwa keberadaan TPS 3R itu sudah dibangun lebih dari setahun lalu. Hanya saja, memang belum diserahkan dari Pemerintah Kota Malang kepada warga.</p>



<p>“TPS 3R itu sudah setahun lebih dibangun. Hasil pembangunannya pun bagus dan tempatnya luas. Tetapi, sampai saat ini masih belum bisa digunakan karena belum ada penyerahan dari Pemkot pada kami,” kata Misranto, Senin (29/07/2024) tadi.</p>



<p>Misranto berharap, agar secepatnya Pemkot Malang dapat menyerahkan TPS 3R itu. Sehingga, warga dapat segera memanfaatkan untuk pengelolaan sampah menjadi pupuk di lingkungan tersebut.</p>



<p>“Padahal dari segi tempat atau pengelolaannya, itu juga sudah dibentuk semua. Sewaktu-waktu kalau diserahkan, kami sudah siap,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Sony Bachtiar, menyampaikan bahwa TPS 3R Merjosari tersebut dibangun dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui mekanisme swakelola tipe 4. Dalam pembangunannya, telah diselesaikan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).</p>



<p>&#8220;Namun, hingga saat ini TPS 3R Merjosari memang belum bisa dimanfaatkan karena secara mekanisme administrasi, pembangunan tersebut belum diserahkan ke DLH Kota Malang. Seandainya nanti sudah selesai, kami akan menerbitkan berita acara serah terima dari KSM dalam hal ini KPP selaku pengelola TPS 3R Kelurahan Merjosari,” jelas Sony.</p>



<p>Tidak hanya itu, menurutnya proses tersebut juga sesuai dengan amanah Permen-PUPR No.03/PRT/M/2012 tentang penyelenggaraan sarana prasarana persampahan dalam penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga, serta juknis Kemen-PUPR Dirjen Ciptakarya. Apabila TPS 3R sudah dapat difungsikan, maka salah satu produk olahan sampah organik yang akan dihasilkan adalah pupuk kompos. Tentu, pupuk kompos tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh para petani di sekitar wilayah tersebut.</p>



<p>“Kami juga siap memberikan pelatihan pembuatan kompos di Kelurahan Merjosari tersebut. Harapannya, dengan nanti kalau sudah difungsikan dapat memberikan kebermanfaatan bagi warga Kota Malang,” imbuh Sony. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212374</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
