<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>dibidik &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dibidik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Jan 2026 13:30:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>dibidik &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Penataan Kabel di Kota Malang Dibidik Investor, Nilai Investasi Capai Rp 200 Miliar</title>
		<link>https://memontum.com/penataan-kabel-di-kota-malang-dibidik-investor-nilai-investasi-capai-rp-200-miliar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dibidik]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[penataan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229489</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Penataan kabel udara semrawut di Kota Malang mulai menemukan jalan keluar. Salah satu investor swasta, dikabarkan siap menanamkan modal besar untuk membenahi infrastruktur kabel kota, dengan nilai investasi diperkirakan di atas Rp 200 miliar tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Penataan kabel udara semrawut di Kota Malang mulai menemukan jalan keluar. Salah satu investor swasta, dikabarkan siap menanamkan modal besar untuk membenahi infrastruktur kabel kota, dengan nilai investasi diperkirakan di atas Rp 200 miliar tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).</p>



<p>Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, mengatakan saat ini proses kerja sama masih berada pada tahap penjajakan. Bahkan, investor tersebut telah melakukan audiensi awal dengan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.</p>



<p>“Masih tahap audiensi dengan Pak Wali. Jadi ini masih penjajakan. Konsep kerja samanya nanti apakah sewa atau Build Operate Transfer (BOT), itu keputusan ada di Pak Wali,” ujar Arif, Jumat (16/01/2026) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa calon investor tersebut dari Malang Raya, meski aktivitas usahanya banyak berjalan di Jakarta dan Jawa Barat. Pemkot menilai, hal itu sebagai nilai tambah karena menunjukkan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam pembangunan kota.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Dalam penataan kabel memang diarahkan menggunakan dana non-APBD, sejalan dengan arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ini yang sekarang sedang kami carikan investornya,” tuturnya.</p>



<p>Dalam skema yang tengah dibahas, investor akan menyusun Feasibility Study (FS) sebagai dasar kerja sama. Apabila itu terealisasi, proyek tersebut juga diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal, baik pada tahap persiapan maupun pelaksanaan.</p>



<p>“Tenaga kerja dari Kota Malang pasti akan kita prioritaskan. Tidak perlu mengambil pekerja dari luar daerah,” tambahnya.</p>



<p>Pemkot Malang menargetkan realisasi kerja sama tersebut dapat mulai berjalan pada tahun ini, seiring dengan penyiapan regulasi pendukung. Arif berharap proyek penataan kabel tersebut dapat menjadi momentum penting bagi Kota Malang.</p>



<p>“Mudah-mudahan ini bisa berjalan lancar dan menjadi kado ulang tahun Kota Malang,” imbuh Arif. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229489</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Destinasi Wisata Sejarah Kota Batu Dibidik BGC dan HPI Jadi Paket Wisata HOB</title>
		<link>https://memontum.com/destinasi-wisata-sejarah-kota-batu-dibidik-bgc-dan-hpi-jadi-paket-wisata-hob</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Oct 2023 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[dibidik]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199838</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Kota Batu memiliki banyak wisata sejarah, baik masa kerajaan maupun masa penjajahan Belanda. Warisan sejarah di Kota Batu, ini bakal dikemas dalam Paket Wisata History of Batu (HOB) yang digagas Batu Guide Community (BGC) berkolaborasi dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI). Ketua BGC, Oding Alfarifta Efendi, mengatakan bahwa Kota Batu juga miliki [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Kota Batu memiliki banyak wisata sejarah, baik masa kerajaan maupun masa penjajahan Belanda. Warisan sejarah di Kota Batu, ini bakal dikemas dalam Paket Wisata History of Batu (HOB) yang digagas Batu Guide Community (BGC) berkolaborasi dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI).</p>



<p>Ketua BGC, Oding Alfarifta Efendi, mengatakan bahwa Kota Batu juga miliki kekayaan potensi wisata. Hanya saja, saat ini banyak yang belum terekspose secara masif adalah wisata sejarah. Karenanya, dipandang perlu adanya Paket Wisata HOB.</p>



<p>&#8220;Jadi, BGC bersama HPI Kota Batu menginisiasi adanya Paket Wisata HOB,&#8221; terangnya, Minggu, (15/10/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Konsep yang diberikan kepada wisatawan, ujarnya, yaitu mengeksplore tentang sejarah kolonial peninggalan Belanda dan sejarah Kerajaan Jawa, yang ada di Kota Batu serta panorafram atau eksplore tentang panorama dan pertaniannya. &#8220;Untuk sejarah Kolonial Belanda di Batu, nantinya kami akan mengajak wisatawan mengelilingi situs-situs zaman kolonial. Mulai dari Hotel Kartika Wijaya, Makam Dinger yang ada di Junggo dan bangunan yang ada di Selecta. Yang jelas, HOB akan menghadirkan perjalanan wisata dengan rute yang akan dibuat semenarik dan seunik mungkin,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Selanjutnya dalam paket HOB, ujarnya, juga ada Panorafram. Dimana, pihaknya akan munculkan lagi wisata petik apel, petik jambu krista, petik jeruk dan masih banyak lagi.</p>



<p>Oding menegaskan, bahwa pilihan wisata paket sejarah diangkat oleh BGC dan HPI Kota Batu. Hal itu, karena melihat wisatawan yang sering ke Batu mulai mencari konsep wisata yang berbeda. Sehingga, pihaknya memunculkan paket Wisata HOB.</p>



<p>&#8220;Untuk harga jual paket ini sudah ada, tapi belum dirilis karena masih uji coba. Yang jelas, setiap orangnya tidak lebih dari Rp 100 ribu. Selain trip, dalam paket tersebut juga ada welcome drink, durasi trip 3 jam dan guide,&#8221; jelasnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199838</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahameru Akustik di Kawasan Pegunungan Ranupani dengan Suhu Dingin 11 Derajat Dibidik Even Tahunan</title>
		<link>https://memontum.com/mahameru-akustik-di-kawasan-pegunungan-ranupani-dengan-suhu-dingin-11-derajat-dibidik-even-tahunan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Sep 2023 15:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[akustik]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[derajat]]></category>
		<category><![CDATA[dibidik]]></category>
		<category><![CDATA[dingin,]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[mahameru]]></category>
		<category><![CDATA[pegunungan]]></category>
		<category><![CDATA[ranupani]]></category>
		<category><![CDATA[tahunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197421</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, tampak menikmati suguhan musik akustik dalam acara di Amphiteater Ranupani, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Sabtu (02/09/2023) malam. Pentas musik bertajuk &#8216;Mahameru Akustik&#8217; itu, merupakan acara perdana atau pertama kali yang digelar oleh pemerintah daerah dengan menggunakan konsep musik akustik. &#8220;Konsepnya adalah akustik, karena ini fokus soal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, tampak menikmati suguhan musik akustik dalam acara di Amphiteater Ranupani, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Sabtu (02/09/2023) malam. Pentas musik bertajuk &#8216;Mahameru Akustik&#8217; itu, merupakan acara perdana atau pertama kali yang digelar oleh pemerintah daerah dengan menggunakan konsep musik akustik.</p>



<p>&#8220;Konsepnya adalah akustik, karena ini fokus soal kembali ke alam. Jadi musiknya adalah genre musik yang natural,&#8221; kata Bupati Lumajang.</p>



<p>Event yang mengusung tema &#8216;Senandung Rindu Mahameru&#8217; tersebut, dibintangi oleh grup musik serta musisi populer Indonesia, yaitu Pusakata serta Andy/rif (rhythm in freedom).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Cak Thoriq mengharapkan, agar ke depannya Mahameru Akustik direncanakan bisa menjadi event tahunan di Kabupaten Lumajang. &#8220;Saya berkeinginan, ini (Mahameru Akustik, red) akan menjadi event tahunan di Kabupaten Lumajang,&#8221; papar Cak Thoriq.</p>



<p>Disampaikan Cak Thoriq, bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan event tersebut. Itu karena, untuk gelaran acara berlokasi di area pegunungan, sehingga kondisi udara juga tergolong dingin.</p>



<p>&#8220;Nanti akan kita evaluasi. Karena ini pertama, tentu harus kita sampaikan kepada teman-teman yang akan mengisi acara di sini. Supaya prepare, terutama pakaiannya. Ini sekarang 11 derajat, dan tentu semakin malam semakin dingin,&#8221; terangnya.</p>



<p>Meski gelaran ini kali pertama, namun animo penonton terlihat sangat bagus. Bahkan, penonton sangat menikmati perform para musisi. Baik lagu yang dibawakan oleh Restu Triandy maupun Mohammad Istiqamah Djamad atau Is. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197421</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dibidik Penyidik KPK, PG Jatiroto Unit Lumajang Mengaku Tak Paham Karena Pengadaan Ditangani PTPN XI</title>
		<link>https://memontum.com/dibidik-penyidik-kpk-pg-jatiroto-unit-lumajang-mengaku-tak-paham-karena-pengadaan-ditangani-ptpn-xi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2021 08:41:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[dibidik]]></category>
		<category><![CDATA[ditangani]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[jatiroto]]></category>
		<category><![CDATA[karena]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[mengaku]]></category>
		<category><![CDATA[paham]]></category>
		<category><![CDATA[Pengadaan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyidik]]></category>
		<category><![CDATA[PTPN]]></category>
		<category><![CDATA[unit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132856</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Siapa-siapa pihak yang dibidik Penyidik KPK, terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan dan pemasangan Six Roll Mill di Pabrik Gula Jatiroto PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI periode tahun 2015 sampai 2016, masih menjadi tanda tanya besar. Maklum, tidak hanya bagi warga Kabupaten Lumajang. Namun, di internal PG Jatiroto Unit Lumajang, pun mengaku [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Siapa-siapa pihak yang dibidik Penyidik KPK, terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan dan pemasangan Six Roll Mill di Pabrik Gula Jatiroto PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI periode tahun 2015 sampai 2016, masih menjadi tanda tanya besar.</p>



<p>Maklum, tidak hanya bagi warga Kabupaten Lumajang. Namun, di internal PG Jatiroto Unit Lumajang, pun mengaku tidak paham sejumlah aktor yang tengah berurusan dengan petugas anti rasuah tersebut.</p>



<p>Humas PG Jatiroto Unit Lumajang, Ubay, mengaku jika pihaknya belum tahu betul detailnya. Karena di internal PG Jatiroto, terkait hal ini tidak banyak yang tahu.</p>



<p>&#8220;Saya belum tahu info detailnya. Karena di internal PG Jatiroto, informasi terkait hal ini tidak banyak yang tahu. Hanya kalangan tertentu saja, yang mengetahui perkara ini,&#8221; ujarnya, Jumat (22/01) tadi, melalui pesan singkat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditanya lebih lanjut mengenai pengadaan Six Roll Mill, Ubay mengaku, bahwa itu ditangani langsung kantor pusat PT Perkebunan XI. Sementara PG Jatiroto (unit), tidak turut campur dalam pengadaan.</p>



<p>&#8220;Untuk pengadaan mesin, itu dilakukan oleh kantor pusat, PTPN XI. Sementara PG Jatiroto, tidak ikut campur perihal pengadaan yang dimaksud. Sama halnya, seperti lelang tender gula,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Masih menurut Ubay, bahwa kewenangan ada pada kantor pusat (PTPN XI). Bukan di unit kerja, seperti PG Jatiroto Lumajang.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan, Penyidik KPK sedang melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan dan pemasangan Six Roll Mill di Pabrik Gula Jatiroto PT Perkebunan Nusantara XI periode tahun 2015 sampai 2016.</p>



<p>Terkait dengan penyidikan itu, beberapa orang saksi sudah diminta keterangan di Jakarta. Bahkan, KPK akan mempublikasi siapa-siapa yang bertanggung jawab atas dugaan itu.<strong> (adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132856</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
