<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Dibuang ke Sungai &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dibuang-ke-sungai/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Nov 2021 17:42:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Dibuang ke Sungai &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Beredar Video di Bondowoso, Satu Pick Up Cabai Rawit Dibuang ke Sungai</title>
		<link>https://memontum.com/beredar-video-di-bondowoso-satu-pick-up-cabai-rawit-dibuang-ke-sungai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Nov 2021 14:56:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Cabai Rawit]]></category>
		<category><![CDATA[Dibuang ke Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=158206</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Video berdurasi 30 detik yang berisi rekaman dua orang sedang membuang cabai rawit ke sungai, beredar viral di masyarakat Bondowoso. Aksi yang sengaja dibuat atau direkam oleh salah satu rekan pembuang cabai itu, terkesan kesal dengan kondisi cabai. Sebelum dibuang, cabai tersebut dimuat pick up terbuka dan ditutupi terpal. Kemudian, terlihat dua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8211; Video berdurasi 30 detik yang berisi rekaman dua orang sedang membuang cabai rawit ke sungai, beredar viral di masyarakat Bondowoso. Aksi yang sengaja dibuat atau direkam oleh salah satu rekan pembuang cabai itu, terkesan kesal dengan kondisi cabai.</p>



<p>Sebelum dibuang, cabai tersebut dimuat pick up terbuka dan ditutupi terpal. Kemudian, terlihat dua orang membuang cabai-cabai ke aliran sungai dengan menggunakan tangan kosong.</p>



<p>Dalam video tersebut tertulis &#8216;gembel Bondowoso ini bosss&#8217; dan kalimat &#8216;Ettotak lah boss (sudah dituang/dibuang bos). Meski belum diketahui dengan pasti video itu berlokasi di wilayah mana, namun video itu viral di masyarakat Bondowoso.</p>



<p>Sementara, logat bahasa yang digunakan adalah identik dari Bondowoso dan kondisi itu, juga dibenarkan oleh pernyataan Petani Cabai Bondowoso, Heri Masduki. Menurutnya, aksi itu akibat intensitas hujan tinggi, sehingga menyebabkan tanaman cabai banyak yang rusak.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/dalami-laporan-pelayanan-mbg-dprd-kota-malang-akan-panggil-sppg">Dalami Laporan Pelayanan MBG, DPRD Kota Malang Akan Panggil SPPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-sampaikan-lkpj-2025-dprd-akan-dalami-sumber-surplus-anggaran">Wali Kota Malang Sampaikan LKPJ 2025, DPRD Akan Dalami Sumber Surplus Anggaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antrean-pasar-murah-membludak-meski-munculkan-kecewa-diskopindag-kota-malang-bakal-lakukan-evaluasi">Antrean Pasar Murah Membludak Meski Munculkan Kecewa, Diskopindag Kota Malang Bakal Lakukan Evaluasi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kualitas-indek-pelayanan-publik-pemkab-lumajang-kian-meningkat-dan-masuk-kategori-sangat-tinggi">Kualitas Indek Pelayanan Publik Pemkab Lumajang Kian Meningkat dan Masuk Kategori Sangat Tinggi</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-probolinggo-lantik-67-pejabat-administrator-dan-pengawas">Wali Kota Probolinggo Lantik 67 Pejabat Administrator dan Pengawas</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Kwalitas tanaman cabai menjadi sangat jelek dan harga turun sekarang,&#8221; kata Heri, Minggu (14/11/2021).</p>



<p>Ditambahkan, cuaca yang tidak bersahabat, membuat petani cabai merugi besar. Hujan bukan hanya turun pada pagi, namun sepanjang hari hingga malam hari. Dan turunnya hujan, tidak bisa diprediksi.</p>



<figure class="wp-block-video"><video controls src="https://memontum.com/wp-content/uploads/2021/11/Beredar-Video-di-Bondowoso-Satu-Pick-Up-Cabai-Rawit-Dibuang-ke-Sungai.mp4"></video></figure>



<p>Biasanya, kata Heri, November intensitas hujan mengurang. Tetapi yang terjadi sebaliknya. &#8220;Saya sendiri menanam cabai seluas 2 hektar. Akhir-akhir ini cuaca memang tidak menentu. Kondisi semakin parah, ketika harga cabai hanya Rp 2 ribu/kg. Jadi sekali lagi, kalau video yang viral tersebut berlokasi di Bondowoso, kemungkinan besar benar adanya,&#8221; tegasnya. Karena, sekali lagi dirinya menyampaikan, cuaca dan harga sangat tidak bersahabat dengan petani tebu. &#8220;Biaya menanam cabai sangat besar. Sehingga, kalau harga cabai Rp 2 ribu/kg, kembali modal saja sudah untung. Kalau rugi sudah pasti,” kata Heri mengakhiri komunikasi dengan wartawan Memontum.com. <strong>(sam/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">158206</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sampah di Sungai Mayangan Jadi Perhatian Wali Kota Probolinggo</title>
		<link>https://memontum.com/sampah-di-sungai-mayangan-jadi-perhatian-wali-kota-probolinggo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2021 13:31:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Dibuang ke Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[DLH Kota Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Hadi Zainal Abidin]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Musim Penghujan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=136125</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo – Walikota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, mengimbau agar masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai. Selain dapat mengakibatkan banjir, juga dapat memicu kualitas air sungai menjadi tercemar. Hal ini diungkapkan Wali Kota, sehubungan dengan banyaknya sampah di sungai yang ada di Wilayah Kecamatan Mayangan. Tepatnya, di Timur Terminal Cargo, yang ada di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> – Walikota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, mengimbau agar masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai. Selain dapat mengakibatkan banjir, juga dapat memicu kualitas air sungai menjadi tercemar.</p>



<p>Hal ini diungkapkan Wali Kota, sehubungan dengan banyaknya sampah di sungai yang ada di Wilayah Kecamatan Mayangan. Tepatnya, di Timur Terminal Cargo, yang ada di Jalan Patimura Rt 01 Rw 08 Gang Tajungan, Kelurahan Mangunharjo. Hingga saat ini, masih dihiasi dengan sampah.</p>



<p>Sampah plastik masih menjadi paling dominan ditemukan di bantaran sungai. Sampah yang tak bisa terurai ini menjadi kendala yang paling serius. Perlu kesadaran bersama masyarakat untuk menjaga lingkungan sungai, terutama agar kualitas air sungai tersebut dapat senantiasa bersih.</p>



<p><strong><a href="https://memontum.com/136102-hebohpuluhan-orang-ambil-paksa-jenazah-pasien-covid-19-di-rsu-wanolangan-dringu-probolinggo#ixzz6oFBXkM7u" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Baca Juga : Heboh…Puluhan Orang Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RSU Wanolangan Dringu Probolinggo</a></strong></p>



<p>“Sampah di tepian sungai yang ada di wilayah kecamatan Mayangan menjadi PR bersama, Pemkot Probolinggo berupaya terus mengimbau agar dengan kesadaran sendiri tidak membuang sampah sembarangan, apalagi itu dilakuan disaat musim penghujan,” terangnya, Jumat (05/03) tadi.</p>



<p>Kepala DLH Kota Probolinggo, Rachmadeta Antariksa, mengatakan meski ditengah pandemi Corona Covid-19, petugas terus melakukan upaya pembersihan. Jika sudah bersih, sebaiknya dijaga bersama agar tidak ada lagi sampah yang dibuang di sungai.</p>



<p>“Beberapa waktu lalu petugas membersihkan sampah di bantaran sungai yang ada di wilayah Rt 01 Rw 08, tepatnya di sisi Timur Terminal Cargo. “Ayo kita jaga kebersihan lingkungan kita bersama, jangan membuang sampah di sungai,” himbaunya.</p>



<p>Dengan begitu, sambungnya, kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan semakin meningkat guna menciptakan keindahan aliran sungai harus tetap terjaga. “Setiap hari petugas membersihkan sampah di sekitar lokasi dan diharapkan tidak ada lagi sampah yang dibuang ke sungai,” harapnya.<strong>(geo/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">136125</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kepala Kelurahan Penataban Disiksa, Dibuang ke Sungai</title>
		<link>https://memontum.com/kepala-kelurahan-penataban-disiksa-dibuang-ke-sungai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Aug 2018 06:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Dibuang ke Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Kelurahan Penataban Disiksa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=49669</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Aktivis LSM Banyuwangi diduga melakukan percobaan pembunuhan dengan korban Kepala Kelurahan (Kakel) Penataban, Kecamatan Giri, Sri Wilujeng, Selasa (31/7/2018) dini hari. Bahkan korban sempat dianiaya di dalam mobil dengan diikat lantas dibuang ke sungai. Dijelaskan Kapolsek Bangorejo, awal terungkapnya percobaan pembunuhan ini terjadi, terlebih dahulu, korban ditelpon oleh seorang laki-laki, yang sudah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi &#8211;</strong> Aktivis LSM Banyuwangi diduga melakukan percobaan pembunuhan dengan korban Kepala Kelurahan (Kakel) Penataban, Kecamatan Giri, Sri Wilujeng, Selasa (31/7/2018) dini hari. Bahkan korban sempat dianiaya di dalam mobil dengan diikat lantas dibuang ke sungai.</p>
<p>Dijelaskan Kapolsek Bangorejo, awal terungkapnya percobaan pembunuhan ini terjadi, terlebih dahulu, korban ditelpon oleh seorang laki-laki, yang sudah dikenalnya bernama Agus Siswanto warga Sumber Beras, Kecamatan Muncar. Usai menelpon, Agus menjemput Kakel Penataban memakai mobil Hyundai warna putih menuju Pondok Pesantren (Ponpes) Blok Agung, dengan alasan menemui Ketua PCNU Banyuwangi.</p>
<p>&#8220;Antara pukul 11.00-12.00 Wib korban di telp oleh Agus, lantas Bu Lurah dijemput dikantornya, dan diajak ke Blokagung, Tegalsari, menemui ketua PCNU Banyuwangi, Gus Ali Makki Zaini&#8221;jelas Kapolsek Bangorejo, AKP. Wati, Rabu (1/8/2018) pagi melalui sambungan telpon.</p>
<p>Namun lanjut Dia, pelaku bukannya menuju ke Ponpes Blokagung, tapi membawa Kakek Penanganan ini ke Gumiter Kalibaru, dari Kalibaru ini, puter balik kembali menuju kecamatan Genteng.</p>
<p>&#8220;Sesampainya di Genteng, keduanya membeli bakso,&#8221;paparnya.<br />
Lebih lanjut, AKP. Watiyo menjelaskan setelah dari Genteng, Agus Siswanto bersama Kakel Penataban mengajak ke Ponpes Blokagung, namun pelaku mengarahkan kendaraannya menuju kecamatan Tegaldlimo.</p>
<p>&#8220;Waktu sudah mulai gelap, dalam mobil itu, pelaku mulai membahas terkait Mark up alat-alat kesehatan tahun 2004-2009. Bahkan pelaku mengancam korban, dan menganiaya korban,&#8221;katanya.</p>
<p>Dari keterangan korban, kata AKP Watiyo saat didalam mobil tersebut, korban diminta menaruh tas yang berisi uang sebesar Rp.60 juta yang rencananya uang itu akan diserahkan ke Gus Ali Makki Zaini atau Gus Makki. Oleh pelaku tas yang berisi uang tersebut disuruh menaruh di kursi belakang, dan mengancam korban mempergunakan pistol sejenis dan dianiaya pakai palu.</p>
<p>&#8220;Usai menganiaya, pelaku lantas mengambil seutas tali dalam dasboard mobilnya, dan mengikat korban. Dan pelaku tidak berani teriak saat dianiaya itu, malah korban pura-pura mati. Kemudian dibuang di sungai yang gelap gulita,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Dalam kondisi terikat tersebut, selama satu jam korban berusaha mengapung dan meminta tolong. Yang akhirnya ditolong warga Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo.<br />
&#8220;Oleh warga, korban langsung di larikan ke Puskesmas,&#8221;jelas Kapolsek Bangorejo.</p>
<p>AKP Watiyo menambahkan, usai melakukan pemeriksaan,, pihaknya langsung melaporkan kasus ini ke Polres Banyuwangi. Tidak lama berselang pelaku Agus Siswanto berhasil diamankan.<br />
&#8220;Pelaku Agus Siswanto sudah berhasil diamankan,&#8221;imbuhnya.<br />
Dan perkenalan antara Kakel Penataban Sri Wilujeng dengan Agus Siswanto ini, awalnya dikenalkan oleh Dion yang mempunyai nama asli Sujiono seorang aktivis LSM.<br />
&#8220;Setelah mendapat perawatan, korban langsung dijemput oleh keluarga serta Kapolsek Giri, karena locus delicti-nya di kecamatan Giri. (ras/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">49669</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
