<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>dibuat &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dibuat/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Oct 2025 09:29:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>dibuat &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pantau Progres Piloting Digitalisasi Bansos di Banyuwangi, Luhut dan Gus Ipul Dibuat Wah Kopi Hasil UMKM</title>
		<link>https://memontum.com/pantau-progres-piloting-digitalisasi-bansos-di-banyuwangi-luhut-dan-gus-ipul-dibuat-wah-kopi-hasil-umkm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bansos]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[dibuat]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[pantau]]></category>
		<category><![CDATA[piloting]]></category>
		<category><![CDATA[progres]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226447</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), Luhut Binsar Panjaitan bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan 20 perwakilan kementerian dan lembaga serta didampingi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestandini, meninjau progres piloting Digitalisasi Bansos Nasional di Banyuwangi, Kamis (02/10/2025) tadi. Di sela kunjungannya itu, Luhut dan Mensos, tidak ketinggalan menyempatkan diri singgah ke Kampung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), Luhut Binsar Panjaitan bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan 20 perwakilan kementerian dan lembaga serta didampingi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestandini, meninjau progres piloting Digitalisasi Bansos Nasional di Banyuwangi, Kamis (02/10/2025) tadi. Di sela kunjungannya itu, Luhut dan Mensos, tidak ketinggalan menyempatkan diri singgah ke Kampung Kopi Gombengsari, Kecamatan Kalipuro. Sekedar diketahui, wilayah ini dikenal sebagai penghasil robusta dan kopi lanang yang sudah tersertifikasi Indikasi Geografis (IG).</p>



<p>Bersama Bupati Ipuk, Mensos yang akrab disapa Gus Ipul dan Luhut, serta rombongan, duduk santai menikmati kopi robusta khas desa tersebut. “Kopinya mantap,” celetuk Luhut saat menyeruput kopi lanang robusta Gombengsari.</p>



<p>Selain mencicipi kopi, mereka juga melihat proses pengolahan kopi yang masih dilakukan secara tradisional oleh petani setempat. Mulai biji disangrai, lalu ditumbuk hingga diayak, menghasilkan bubuk kopi halus yang siap seduh.</p>



<p>Gus Ipul dan Luhut juga melihat produk-produk kopi Banyuwangi, yang tidak lain adalah milik UMKM Banyuwangi, yang turut dipamerkan. Rombongan nampak kagum, dengan berbagai produk kopi Banyuwangi yang dikemas dengan apik.</p>



<p>“Brandingnya sudah bagus,” timpal Gus Ipul.</p>



<p>Ditambahkan Luhut, Banyuwangi berpotensi besar dalam pengembangan kopi. Oleh karena itu, pihaknya merencanakan melakukan riset sekaligus pembangunan laboratorium pengembangan kopi di daerah tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Di sini ekosistemnya sudah terbentuk, ini yang sangat penting. Kita akan coba riset kopi disini, juga rencana membangun laboratorium (pengembangan kopi) di Banyuwangi,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Ipuk menambahkan bahwa Gombengsari merupakan salah satu penghasil kopi terbaik di Banyuwangi. Desa ini memiliki luas kopi rakyat sekitar 600 hektare.</p>



<p>Ekosistem pertanian di kawasan ini, juga terintegrasi dengan peternakan. Sehingga, lebih berkelanjutan.</p>



<p>“Dari hulu ke hilirnya sudah tertata. Dari peternakan, kotorannya diolah menjadi pupuk. Pupuk organiknya untuk menyuburkan tanaman kopi mereka,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Ketua Gapoktan Gombengsari, Haryono, mengatakan potensi produksi kopi di desanya cukup besar. Dari luasan kebun, produksi bisa mencapai 1 hingga 2 ton per hektare. Kopi disini diproduksi menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi.</p>



<p>“Dahulu sebelum ada dukungan pemerintah, harga kopi kami hanya Rp 18 ribu sampai Rp 20 ribu. Sekarang harga kopi jauh lebih baik, yaitu di Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu perkilogramnya. Sehingga, petani yang tergabung dalam masyarakat perlindungan indikasi geografis (MPIG), lebih terjamin,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Tidak jauh dari lokasi itu, rombongan juga mengunjungi peternakan kambing perah milik kelompok ternak setempat. Gus Ipul dan Luhut juga sempat mencicipi susu segar hasil produksi peternakan ini. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226447</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Deputi Bidang Kreativitas Kemenparekraf Dibuat Terpesona Parade Jember Fashion Carnival Artwear 2025</title>
		<link>https://memontum.com/deputi-bidang-kreativitas-kemenparekraf-dibuat-terpesona-parade-jember-fashion-carnival-artwear-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 12:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[artwear]]></category>
		<category><![CDATA[bidang]]></category>
		<category><![CDATA[carnival]]></category>
		<category><![CDATA[deputi]]></category>
		<category><![CDATA[dibuat]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenparekraf]]></category>
		<category><![CDATA[kreativitas,]]></category>
		<category><![CDATA[parade]]></category>
		<category><![CDATA[terpesona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224834</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, hadir secara langsung di Jember Fashion Carnival (JFC) Artwear 2025, Sabtu (09/08/2025) tadi. Di momen yang berharga itu, juga turut hadir perwakilan Kantor Staf Kepresidenan RI serta Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, hadir secara langsung di Jember Fashion Carnival (JFC) Artwear 2025, Sabtu (09/08/2025) tadi. Di momen yang berharga itu, juga turut hadir perwakilan Kantor Staf Kepresidenan RI serta Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Yuke Sri Rahayu.</p>



<p>“Busana yang ditampilkan para talent JFC ini membawa pesan budaya, alam, sejarah hingga isu-isu kontemporer, yang kesemuanya disampaikan dengan cara yang indah dan menawan,” kata Kemenparekraf Yuke.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga mengajak masyarakat, untuk terlibat dalam menguatkan ekosistem kreatif lokal. Menurutnya, dukungan terhadap desainer muda adalah investasi masa depan, agar karya-karya mereka mampu menembus pasar nasional hingga internasional.</p>



<p>Karya-karya yang dipamerkan malam itu, imbuhnya, didominasi oleh rancangan desainer lokal Jember, yang kualitasnya bersaing dengan karya internasional. Setiap busana, hadir sebagai &#8216;wearable art&#8217; yang memadukan estetika tinggi, warisan budaya dan ide-ide segar yang penuh imajinasi.</p>



<p>Gelaran JFC Artwear 2025 sendiri, kembali menegaskan posisi Jember sebagai pusat kreativitas dan inovasi seni yang berkelas dunia. Perpaduan busana, musik dan cahaya malam itu bukan sekadar hiburan, melainkan perayaan identitas dan semangat kreatif yang terus hidup di Bumi Pandhalungan. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224834</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lihat Produk UMKM, Wapres Gibran Dibuat Kagum Hasil Produk Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/lihat-produk-umkm-wapres-gibran-dibuat-kagum-hasil-produk-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dibuat]]></category>
		<category><![CDATA[gibran]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[wapres]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223267</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming, dibuat terkagum saat melihat produk UMKM buatan ibu-ibu di Banyuwangi. Menurut Wapres Gibran, bahwa produk UMKM Banyuwangi potensial untuk naik kelas. Hal tersebut, disampaikan Wapres Gibran seusai melihat produk-produk UMKM, di RTH Maron, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Senin (23/06/2025) tadi. Dalam momen itu, Wapres Gibran sempat menilik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming, dibuat terkagum saat melihat produk UMKM buatan ibu-ibu di Banyuwangi. Menurut Wapres Gibran, bahwa produk UMKM Banyuwangi potensial untuk naik kelas. Hal tersebut, disampaikan Wapres Gibran seusai melihat produk-produk UMKM, di RTH Maron, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Senin (23/06/2025) tadi.</p>



<p>Dalam momen itu, Wapres Gibran sempat menilik produk dan berbincang dengan beberapa pelaku UMKM, yang hadir di sana. Menurutnya, produk-produk yang dijual baik dan penjualannya juga relatif mengesankan.</p>



<p>Di kesempatan itu, ada puluhan pelaku UMKM yang hadir dalam acara bertajuk &#8216;Silaturrahmi Wapres bersama Peserta dan Pendamping Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar)&#8217;, yang merupakan nasabah Permodalan Nasional Madani (PNM). &#8220;Ini bagus dan bisa ditingkatkan lagi. Di naik kelaskan lagi. Tadi ada produk keripik pisang yang penjualannya 500 pack perminggu. Itu bisa dinaikkan menjadi 500 pack perhari. Saya lihat tadi, ibu-ibu di sini juga luar biasa semangatnya,&#8221; kata Wapres Gibran.</p>



<p>Ditambahkannya, dengan pendampingan akan membuat produk mereka lebih berkualitas. Wapres Gibran juga menyebut, bahwa tingkat non-performing loan (NPL) atau kredit macet nasabah PNM di Banyuwangi cukup rendah, yakni 1,3 persen.</p>



<p>&#8220;Karena NPL rendah, potensi untuk dinaik kelaskan sangat besar,&#8221; tambah Wapres Gibran.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Wapres terhadap UMKM Banyuwangi. Dirinya juga mengatakan, bahwa di Banyuwangi terdapat berbagai program peningkatan dan pendampingan UMKM.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Di Banyuwangi terdapat Teman Usaha Rakyat, yang mendampingi pelaku UMKM untuk naik kelas. Selain itu juga, ada modal dan bantuan alat usaha,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Salah satu pelaku UMKM, Fatimah Nurul Widat, mengaku sudah tiga tahun berjualan aneka jenis minuman seperti es dawet dan kopyor. Warga Kecamatan Genteng, itu biasa berjualan di depan kantor kepolisian setempat.</p>



<p>&#8220;Saya sudah tiga tahun jadi nasabah dan mendapat pendampingan,&#8221; kata Fatimah.</p>



<p>Fatimah mendapat pinjaman modal senilai Rp 3 juta dari PNM. Uang itu, dirinya gunakan antara lain untuk mengembangkan usaha.</p>



<p>&#8220;Sebelumnya, pinjaman saya Rp 2 juta. Lalu naik jadi Rp 3 juta,&#8221; terangnya.</p>



<p>Direktur Operasional Permodalan PT PNM, Sunar Basuki, menjelaskan bahwa jumlah nasabah PNM di Banyuwangi hingga akhir Mei 2025 mencapai 139 ribu ibu-ibu. Mereka berasal dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi.</p>



<p>&#8220;Sekitar 62 persen dari sektor perdagangan. Mulai dari penjual jam, perajin batik, peracik sambal rumahan, hingga pelaku usaha makanan ringan yang kini mampu menembus pasar global,&#8221; katanya. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223267</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Normalisasi Drainase Suhat, Wali Kota Wahyu Dibuat Heran Banyak Botol Masuk Saluran</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-normalisasi-drainase-suhat-wali-kota-wahyu-dibuat-heran-banyak-botol-masuk-saluran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2025 05:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[banyak]]></category>
		<category><![CDATA[dibuat]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[Normalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[saluran]]></category>
		<category><![CDATA[Suhat]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220306</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan peninjauan drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Senin (17/03/2025) tadi. Hal itu dilakukan, dalam rangka untuk normalisasi atau pengembalian fungsi drainase pada semestinya. Wali Kota Wahyu menyampaikan bahwa rencana normalisasi sebetulnya sudah akan dilakukan. Hanya saja, penghujan terus-menerus turun. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan peninjauan drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Senin (17/03/2025) tadi. Hal itu dilakukan, dalam rangka untuk normalisasi atau pengembalian fungsi drainase pada semestinya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu menyampaikan bahwa rencana normalisasi sebetulnya sudah akan dilakukan. Hanya saja, penghujan terus-menerus turun. Sehingga, rencana normalisasi tidak bisa dilakukan.</p>



<p>&#8220;Rencana normalisasi sebenarnya sudah saya rencanakan. Namun apa boleh buat, Sabtu (15/03/2025) kemarin hujan turun duluan dengan intensitas yang begitu tinggi. Jadi, saya minta Senin ini dilakukan normalisasi,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dirinya juga mengungkapan, bahwa dari peninjauan yang dilakukan tersebut, ditemukan banyak sekali sampah yang menyumbat. Karenanya, temuan sampah-sampah ini sampai membuat heran.</p>



<p>&#8220;Kok bisa, ini botol-botol masuk begitu banyaknya di saluran air. Ini seperti ada sengaja atau bagaimana, sampai heran saya,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Karenanya, melalui langkah normalisasi yang dilakukan, pihaknya berharap ada kesadaran dari masyarakat. Termasuk, berpartisipasi aktif dalam mengatasi permasalahan banjir di Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Kalau dari pemerintah sudah mengupayakan, namun masyarakat tidak mampu mengimbanginya melalui kesadaran dan partisipasinya, ya kita gak bisa apa-apa. Sehingga, banjir ya akan terus saja ada,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Masih menurut Wali Kota Wahyu, dalam normalisasi nantinya, juga akan dilakukan beberapa pembongkaran. Seperti salah satunya, adalah pembongkaran bak kontrol air. Ini dilakukan, guna dilakukan pengecekan menyeluruh apakah ada sumbatan atau tidak.</p>



<p>&#8220;Bangun yang menutupi bak kontrol air, itu akan dilakukan pembongkaran. Karena kalau tidak dibongkar, maka kita tidak tahu itu tersumbat atau tidak,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selanjutnya, Wali Kota Wahyu juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan sempadan jalan menjadi bangunan. Karena dikhawatitkan, ketika suatu saat diperlukan, maka akan dilakukan pembongkaran dan semacamnya.</p>



<p>&#8220;Paling tidak, dari bibir jalan itu sekitar 7,5 meter,&#8221; paparnya. <strong>(cw1/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220306</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungi TPA Supit Urang Kota Malang, Menteri PU Dibuat Takjub dan Patut Jadi Percontohan Nasional</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungi-tpa-supit-urang-kota-malang-menteri-pu-dibuat-takjub-dan-patut-jadi-percontohan-nasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jan 2025 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[dibuat]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Percontohan]]></category>
		<category><![CDATA[takjub]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218483</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menyebut jika Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang Kota Malang sebagai fasilitas Kelas Super VVIP, yang patut menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan sampah. Hal itu dikatakannya, seusai melakukan kunjungan kerja di TPA Supit Urang Kota Malang, Sabtu (18/01/2025) tadi. Dalam kunjungannya itu, Menteri PU juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menyebut jika Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang Kota Malang sebagai fasilitas Kelas Super VVIP, yang patut menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan sampah. Hal itu dikatakannya, seusai melakukan kunjungan kerja di TPA Supit Urang Kota Malang, Sabtu (18/01/2025) tadi.</p>



<p>Dalam kunjungannya itu, Menteri PU juga didampingi oleh Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, Airyn Saputri Harahap. Tidak terkecuali, turut menyertai Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman Widjaya.</p>



<p>&#8220;Ini TPA Kelas Super VVIP dan bagus sekali. Apalagi dengan luasan lahan 32 hektar yang tertata dengan baik. Meski jumlah penduduk Kota Malang bertambah, TPA ini tetap mampu berfungsi optimal,” kata Dody.</p>



<p>Dalam kesempatan sama, dirinya juga mengapresiasi rencana pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST), yang nantinya akan menghasilkan Refuse Derived Fuel (RDF) untuk kebutuhan industri semen dan PLTU. Proyek tersebut, dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2026 mendatang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kota Malang seharusnya menjadi percontohan pengelolaan sampah di seluruh Indonesia. Ini bukan sekadar TPA, tapi sudah TPA plus-plus,” tambahnya.</p>



<p>Dody juga menekankan pentingnya peran edukasi masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah. Pihaknya mengapresiasi upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam meningkatkan kesadaran warga tentang pengelolaan sampah yang baik demi keberlanjutan lingkungan.</p>



<p>“Mengedukasi masyarakat itu tantangan terbesar. Tanpa dukungan warga, keberhasilan seperti ini sulit dicapai. Ini tugas besar Pemkot Malang yang tak bisa hanya diukur dengan uang,” tegasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Dody juga menyarankan agar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) turut meninjau TPA Supit Urang, guna membuka wawasan tentang pengelolaan sampah modern. Pihaknya berharap konsep TPA Supit Urang dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.</p>



<p>“TPA di sini bukan hanya tempat pembuangan sampah biasa, Ini bagus dan menurut saya adalah salah satu contoh untuk seluruh Kota/Kabupaten di seluruh Indonesia,&#8221; imbuh Dody. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218483</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ribuan Pasang Mata Dibuat Terkesima Saksikan Keseruan Banyuwangi Etno Carnival</title>
		<link>https://memontum.com/ribuan-pasang-mata-dibuat-terkesima-saksikan-keseruan-banyuwangi-etno-carnival</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jul 2024 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[carnival]]></category>
		<category><![CDATA[dibuat]]></category>
		<category><![CDATA[keseruan]]></category>
		<category><![CDATA[pasang]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<category><![CDATA[saksikan]]></category>
		<category><![CDATA[terkesima]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211776</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Parade fesyen kontemporer Banyuwangi Etno Carnival (BEC) 2024, kembali digelar dengan spektakuler, Sabtu (13/07/2024) tadi. Ribuan pasang mata dibuat terkesima menyaksikan keseruan puluhan talent yang menampilkan aneka kostum di arena BEC. Seperti tidak ada habisnya untuk mengulik kekhasan yang ada di Banyuwangi, BEC kali ini menyajikan berbagai sisik melik potensi desa dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Parade fesyen kontemporer Banyuwangi Etno Carnival (BEC) 2024, kembali digelar dengan spektakuler, Sabtu (13/07/2024) tadi. Ribuan pasang mata dibuat terkesima menyaksikan keseruan puluhan talent yang menampilkan aneka kostum di arena BEC.</p>



<p>Seperti tidak ada habisnya untuk mengulik kekhasan yang ada di Banyuwangi, BEC kali ini menyajikan berbagai sisik melik potensi desa dalam tajuk &#8216;Ndaru Desa: Revival of Village&#8217;. Potensi yang tersebar di 189 desa dan 28 kelurahan di bumi Blambangan tersebut, tersaji apik dalam enam defile.</p>



<p>Defile pertama, menghadirkan warisan budaya yang masih lestari di berbagai desa di Banyuwangi. Seperti halnya, kostum dengan nuansa Seblang Olehsari. Dihiasi dengan omprog hijau dan seperangkat gamelan, tersaji atraktif melukiskan budaya agraris yang telah berusia ratusan tahun itu.</p>



<p>Disusul kemudian, dengan defile keindahan alam yang membentang di ujung Timur Jawa ini. Nuansa hijau mendominasi warna kostum yang ditampilkan. Menandakan keasrian dan kelestarian alam Banyuwangi yang baru saja ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark. Dipadu dengan kekayaan geologi dan keindahan lautnya.</p>



<p>“Tema ini sengaja kami angkat untuk menekankan pentingnya menghidupkan kembali potensi dan kegiatan lokal dari desa-desa di Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Desa, tambah Bupati Ipuk, tidak semata harus memperkuat identitas lokalnya dengan beragam budaya dan potensi alam. Namun, juga tentang bagaimana desa beradaptasi dengan berbagai inovasi dan kemajuan teknologi.</p>



<p>“Smart Kampung yang dimulai dari desa, sejatinya adalah upaya bagaimana kita semua harus bergegas menyongsong berbagai kemajuan zaman. Mewujudkan kesejahteraan dengan berbagai inovasi,” tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Spirit inovasi dan penggunaan teknologi, lanjutnya, itu kemudian ditampilkan dalam defile berikutnya. Aneka kostum yang menyajikan beragam inovasi dan inklusifitas pemerintahan desa dalam penerapan teknologi digital terejawantah pada kostum-kostum yang futuristik.</p>



<p>Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, yang turut hadir dan menyaksikan langsung mengapresiasi pagelaran yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) tersebut. “Saya melihat event ini bisa jadi acuan bagi penyelenggaraan Kharisma Event Nusantara (KEN) di beberapa daerah lainnya,” ujarnya.</p>



<p>Selain Sandiaga Uno, pagelaran BEC kali ini juga dihadiri oleh sejumlah menteri lainnya. Antara lain Menteri PUPR Basuki Hadimuljo dan Menpan RB Abdullah Azwar Anas. <strong>(kom/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211776</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Kedopok Probolinggo Dibuat Geger Penemuan Mayat Perempuan di Tengah Sawah</title>
		<link>https://memontum.com/warga-kedopok-probolinggo-dibuat-geger-penemuan-mayat-perempuan-di-tengah-sawah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Mar 2024 08:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[dibuat]]></category>
		<category><![CDATA[kedopok]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[tengah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207914</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Warga Jalan Cimanuk, Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, digegerkan dengan penemuan mayat perempuan di tengah area persawahan, Sabtu (30/03/2024) siang. Kejadian itu, pun sontak mengundang reaksi warga hingga melaporkan penemuan itu kepada petugas. Lurah Sumber Wetan, Muhammad Rizki Fauzi, mengatakan bahwa penemuan itu diketahui oleh seorang warga. Sehingga, pihaknya meneruskan kepada petugas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Warga Jalan Cimanuk, Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, digegerkan dengan penemuan mayat perempuan di tengah area persawahan, Sabtu (30/03/2024) siang. Kejadian itu, pun sontak mengundang reaksi warga hingga melaporkan penemuan itu kepada petugas.</p>



<p>Lurah Sumber Wetan, Muhammad Rizki Fauzi, mengatakan bahwa penemuan itu diketahui oleh seorang warga. Sehingga, pihaknya meneruskan kepada petugas untuk kemudian mendatangi lokasi kejadian.</p>



<p>&#8220;Setelah kita datangi, ternyata benar. Korban yang sudah meninggal itu, ditemukan dalam posisi telungkup di tengah area persawahan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dari penemuan itu, tambahnya, pihaknya pun menyampaikan kepada warga. Tujuannya, untuk menginformasikan agar mereka yang kehilangan sanak saudara, bisa memastikan penemuan itu.</p>



<p>&#8220;Ternyata benar, ada warga yang mengaku kehilangan keluarganya. Sehingga, langsung memastikan ke lokasi,&#8221; paparnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Seorang warga, Ahmad Rusdi, saat memastikan ke lokasi menjelaskan bahwa korban adalah ibunya, Buya (77), warga Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok. Dirinya memastikan itu adalah ibunya, dari ciri rambut brintik, busana dan fisik pada diri korban.</p>



<p>Ibunya tersebut, tambahnya, karena faktor usia sehingga mengalami pikun. Bahkan, sempat ditemukan juga tidak pulang ke rumah.</p>



<p>&#8220;Setelah saya cek, ternyata itu ibu saya. Ibu (korban, red) keluar rumah sejak Selasa (26/03/2024) lalu. Kondisi ibu saya sudah pikun dan beberapa hari ini tidak pulang,&#8221; kata anak ke tiga korban tersebut.</p>



<p>Jenazah korban sendiri kemudian dievakuasi ke Kamar Mayat RSUD dr Moh Saleh, untuk selanjutnya dibawa pulang ke rumah duka. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207914</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sidak Jembatan Lembayung, Komisi C DPRD Kota Malang Dibuat Kecewa Laporan Progres Pembangunan</title>
		<link>https://memontum.com/sidak-jembatan-lembayung-komisi-c-dprd-kota-malang-dibuat-kecewa-laporan-progres-pembangunan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Dec 2023 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[dibuat]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecewa]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi]]></category>
		<category><![CDATA[laporan]]></category>
		<category><![CDATA[lembayung,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[progres]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203208</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Komisi C DPRD Kota Malang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap perbaikan Jembatan Lembayung, atau jembatan jalan penghubung antara Kelurahan Mergosono dengan Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (12/12/2023) tadi. Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Fathol Arifin, dalam Sidak itu merasa kecewa dengan perbaikan jembatan, karena tidak sesuai dengan ekspetasi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Komisi C DPRD Kota Malang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap perbaikan Jembatan Lembayung, atau jembatan jalan penghubung antara Kelurahan Mergosono dengan Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (12/12/2023) tadi.</p>



<p>Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Fathol Arifin, dalam Sidak itu merasa kecewa dengan perbaikan jembatan, karena tidak sesuai dengan ekspetasi. Sebab, dari laporan yang telah diterima, progres pembangunan itu sudah rampung 90 persen. Sementara, saat di lapangan dan yang dilihat masih sedang dalam pengerjaan kontruksi rangka jembatan yang nampak berdiri.</p>



<p>“Kecewalah. Bagaimana pun kami berharap agar rampung sesuai jadwal. Sebetulnya, waktunya sudah terlambat perhari ini. Sehingga, perbaikan jembatan tersebut harus tepat mutu, tepat fungsi dan jangan terlalu dipaksakan demi ketakutan denda per mil,” kata Fathol Arifin.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kemudian, pihaknya juga menyampaikan jika keberadaan jembatan tersebut menurutnya cukup penting. Sebab, jembatan itu menjadi tumpuan bagi mobilitas masyarakat. Mulai dari anak-anak yang menuju sekolah hingga para pekerja.</p>



<p>“Ini bagaimana pun menjadi lintas semua anak sekolah hingga orang aktivitas kerja. Sehingga, mudah-mudahan bisa dinikmati oleh masyarakat dan bisa segera diselesaikan. Saya harapkan rekanan agar ini dijadikan pengalaman, jangan sampai kejadian di tahun mendatang,” tambahnya.</p>



<p>Sebagai informasi, Jembatan Lembayung tersebut digarap dengan menggunakan anggaran yang bersumber pada APBD Kota Malang tahun 2023. Dengan nilai pagu sebesar Rp 1.870.006.976. Dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) proyek senilai Rp. 1.726.435.581.88 dan dimenangkan oleh CV Irahatam, dengan penawaran sebesar Rp 1.381.158.827. Proyek itu memiliki kontrak dengan waktu pengerjaan selama 90 hari atau 3 bulan.<strong> (rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203208</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungi Pasar Induk Among Tani Senilai Rp 166 Miliar, Komisi V DPR RI Dibuat Heran Tidak Adanya TPS3R</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungi-pasar-induk-among-tani-senilai-rp-166-miliar-komisi-v-dpr-ri-dibuat-heran-tidak-adanya-tps3r</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Sep 2023 06:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[adanya]]></category>
		<category><![CDATA[dibuat]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[senilai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197749</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pembangunan Pasar Induk Among Tani Kota Batu, dengan menelan anggaran APBN sebesar Rp 166 miliar, ternyata masih belum dilengkapi TPS3R. Temuan inilah, yang menjadi catatan Komisi V DPR-RI, atau membidangi infrastruktur. Hal tersebut, disampaikan oleh Tim Komisi V DPR-RI, yang terdiri atas sepuluh orang anggota Komisi V DPR-RI, saat kunjungan dinas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Pembangunan Pasar Induk Among Tani Kota Batu, dengan menelan anggaran APBN sebesar Rp 166 miliar, ternyata masih belum dilengkapi TPS3R. Temuan inilah, yang menjadi catatan Komisi V DPR-RI, atau membidangi infrastruktur. Hal tersebut, disampaikan oleh Tim Komisi V DPR-RI, yang terdiri atas sepuluh orang anggota Komisi V DPR-RI, saat kunjungan dinas ke Kota Batu dan meninjau secara langsung Pasar Induk Among Tani Kota Batu, Jumat (08/09/2023) tadi.</p>



<p>&#8220;Jadi, kami ke sini untuk meninjau. Dan, melihat secara langsung pembangunan pasar modern. Pasar Induk Among Tani yang ada di Kota Batu,&#8221; terang Ketua Tim Komisi V DPR-RI, Sadarestuwati, saat berada di Lantai Dasar Pasar Induk Among Tani, Kota Batu.</p>



<p>Mengapa perlu ditinjau, ujarnya, karena anggaran pembangunan Pasar Induk Among Tani, cukup besar hingga menelan Rp 166 miliar. Sementara dari hasil peninjauan itu, tentunya kebersihan dan ketertiban para pedagang harus diutamakan. Karena ketika tidak dirawat, maka megahnya pasar itu akan sangat kasihan bagi para pengunjungnya.</p>



<p>Dan yang perlu dikembangkan, bahwa di sini yang menjadi catatan adalah Pasar Induk Among Tani, belum ada pengolahan sampahnya atau TPS3R.</p>



<p>&#8220;Hasil peninjauan kami, yang menjadi catatan adalah Pasar Induk Among Tani, tidak memiliki tempat pengolahan sampah TPS3R. Atau, memang lupa belum dibangun,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Oleh sebab itu, jelasnya, TPS3R tersebut harus segera dipersiapkan. Dikarenakan, setiap pasar harus ada tempat pengolahan sampah atau TPS3R.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kami berharap, TPS3R di pasar ini segera dikembangkan,&#8221; terangnya.</p>



<p>Lebih dari itu, urainya, mengenai kesiapan para pedagang juga perlu diketahui saat masuk ke pasar yang baru. Dalam arti, bagaimana penataan para pedagangnya.</p>



<p>&#8220;Tadi, kami melihat ada beragam pedagang. Dari makanan, tekstil, pedagang emas. Artinya, ini harus dipisahkan penempatannya,&#8221; terangnya.</p>



<p>Di tempat yang sama, anggota Tim Komisi V DPR-RI, Sri Rahayu, mengatakan Pasar Induk Among yang sudah dibangun itu, harus mengutamakan kenyamanan pedagang serta pengunjungnya. Karena, dari kenyamanan itu nantinya mampu memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat.</p>



<p>Disinggung mengenai kesesuaian anggaran dengan bentuk pasar yang sudah jadi, Sri Rahayu enggan memberikan komentar. Dengan alasan, sudah ada BPK dan inspektorat yang nantinya melakukan pengawasan. Yang terpenting, adalah bagaimana pemanfaatan dan pengelolaan pasar untuk kedepannya.</p>



<p>&#8220;Kami akan melihat sejauh mana nanti pengelolaannya dan pemanfaatan pasar ini. Kan, harus dilihat dan disesuaikan serta sejauh mana kemanfaatan bagi warga masyarakat Kota Batu,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197749</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
