<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Dibunuh &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dibunuh/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 28 Dec 2025 12:49:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Dibunuh &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Seorang Perempuan Dibunuh di Rumah Kontrakan Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/seorang-perempuan-dibunuh-di-rumah-kontrakan-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Dibunuh]]></category>
		<category><![CDATA[Kontrakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229065</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211;&#160; Seorang perempuan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan bersimbah darah di sebuah rumah kontrakan yang Jalan Ikan Gurami, RT 06/RW 06, Kelurahan Tunjung Sekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 22.30. Perempuan tersebut, ditemukan tergeletak di lantai kamar dengan kondisi sudah tidak bernyawa dengan sejumlah luka benda tajam. Petugas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211;&nbsp; Seorang perempuan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan bersimbah darah di sebuah rumah kontrakan yang Jalan Ikan Gurami, RT 06/RW 06, Kelurahan Tunjung Sekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 22.30. Perempuan tersebut, ditemukan tergeletak di lantai kamar dengan kondisi sudah tidak bernyawa dengan sejumlah luka benda tajam.</p>



<p>Petugas Polsek Lowokwaru dan Polresta Malang Kota yang tiba di lokasi, berhasil membekuk terduga pelaku yang masih bersembunyi tidak jauh dari lantai 2 rumah. Pria tersebut, diketahui berinisial MK alias Musa (29), warga Kelurahan Glagahsari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.</p>



<p>Sementara korban pembunuhan, diperkirakan berusia 40 tahun dan jenazahnya dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang. Sedangkan Musa, dibawa ke Polresta Malang Kota.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Informasi Memontum.com, bahwa sesaat sebelum kejadian, malam itu terdengar suara teriakan seorang perempuan dari rumah kontrakan yang menjadi lokasi kejadian perkara (TKP). Teriakan itu, mengundang perhatian warga hingga kejadian ini dilaporkan ke Ketua RT setempat, Sunardi.</p>



<p>Kejadian itu, kemudian dilaporkan ke Babinsa dan Bhabinkamtibmas hingga bersama-sama mendatangi rumah kontrakan tersebut. Warga kemudian mendobrak pintu rumah dan mendapati korban telah bersimbah darah tergeletak di lantai kamar. Sedangkan pelaku, diduga masih bersembunyi di Lantai 2.</p>



<p>Karena diduga masih membawa senjata tajam, petugas Polsek Lowokwaru dan Polresta Malang Kota, langsung bergerak cepat naik ke Lantai 2. Hingga akhirnya, terduga pelaku ditemukan sedang bersembunyi disamping tandon yang tertutup banner.</p>



<p>Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono melalui Kasubag Humas, Ipda Yudi Risdianto, membenarkan kejadian ini. &#8220;Kami masih melakukan penyelidikan. Saat ini pelaku masih dalam penyelidikan. Besok akan kita rilis,&#8221; ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu (28/12/2025) tadi. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229065</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Probolinggo Berdarah, IRT Dibunuh hingga Tubuhnya Ditemukan di Drainase Desa</title>
		<link>https://memontum.com/probolinggo-berdarah-irt-dibunuh-hingga-tubuhnya-ditemukan-di-drainase-desa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Sep 2023 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[berdarah,]]></category>
		<category><![CDATA[Dibunuh]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[tubuhnya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198992</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Peristiwa berdarah terjadi di Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jumat (29/09/2023) tadi. Seorang perempuan yang teridentifikasi sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Dusun Jrebeng Tancak, Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, meninggal di saluran drainase Desa Patalan, dengan luka senjata tajam (Sajam). Kepala Desa (Kades) Jrebeng, Ruslan, mengatakan bahwa korban penganiayaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Peristiwa berdarah terjadi di Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jumat (29/09/2023) tadi. Seorang perempuan yang teridentifikasi sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Dusun Jrebeng Tancak, Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, meninggal di saluran drainase Desa Patalan, dengan luka senjata tajam (Sajam).</p>



<p>Kepala Desa (Kades) Jrebeng, Ruslan, mengatakan bahwa korban penganiayaan tersebut adalah Ariyati (35), yakni warganya. Kejadian berdarah itu, terjadi pada Jumat (29/09/2023) sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, korban sedang berboncengan motor dengan suami barunya bernama Buhasan.</p>



<p>Saat tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), ujarnya, diduga seorang pelaku yang diketahui mantan suami korban, Bambang (40) dan anak korban, Muhammad Nur (25), telah menunggu korban dengan suami barunya. &#8220;Entah bagaimana awalnya, diduga korban saat itu langsung dianiaya. Akibatnya, korban meninggal dengan luka Sajam,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Masih menurut Kades, bahwa antara korban dan mantan suaminya, itu sebelum berpisah sempat pisah ranjang. &#8220;Pelaku dan korban sudah pisah ranjang selama setahun. Hingga kemudian, terjadilah peristiwa sekarang ini,&#8221; ujar Ruslan.</p>



<p>Sementara Buhasan sendiri, paparnya, yang saat itu berhasil melarikan diri dari dua terduga pelaku, kemudian meminta tolong warga. Hingga akhirnya, kejadian ini dilaporkan ke pihak kepolisian dan korban di dievakuasi ke RS dr. Mohammad Shaleh.</p>



<p>Tidak butuh waktu lama, petugas kepolisian berhasil mengamankan duabterduga pelaku di rumahnya dengan beberapa alat bukti yang berhasil ditemukan petugas. Diantaranya, satu buah celurit dan sarana sepeda motor Yamaha Mio.</p>



<p>Sementara itu, seorang pelaku pembacokan, Bambang, dalam keterangan mengaku melakukan pembacokan karena istrinya (mantan, red) selingkuh. Selain itu, sebelum pembacokan, dirinya juga diserang terlebih dahulu menggunakan batu.</p>



<p>&#8220;Jadi, saya diserang dahulu dengan menggunakan batu. Sehingga, saya membacoknya,&#8221; ujarnya. <strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198992</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pohon Randu Mati dengan Kondisi Batang Berlubang, DPUPR Kota Batu Curigai Sengaja Dibunuh</title>
		<link>https://memontum.com/pohon-randu-mati-dengan-kondisi-batang-berlubang-dpupr-kota-batu-curigai-sengaja-dibunuh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Aug 2023 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[batang]]></category>
		<category><![CDATA[berlubang,]]></category>
		<category><![CDATA[curigai]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[Dibunuh]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi]]></category>
		<category><![CDATA[sengaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195710</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pohon Randu berukuran diameter hampir 1 meter, yang berada pinggir Jalan Oro-Oro Ombo, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, diketahui mengering dan mati. Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, yang melakukan pengecekan pun menduga bahwa pohon tersebut mati akibat diduga diracun orang yang tidak bertanggungjawab. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Pohon Randu berukuran diameter hampir 1 meter, yang berada pinggir Jalan Oro-Oro Ombo, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, diketahui mengering dan mati. Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, yang melakukan pengecekan pun menduga bahwa pohon tersebut mati akibat diduga diracun orang yang tidak bertanggungjawab.</p>



<p>Kepala Dinas PUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat, mengatakan bahwa Pohon Randu yang sebagian batangnya mengering dan mati itu, berada tepat di depan Kantor Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Jalan Oro-oro Ombo. &#8220;Kami mencurigai, matinya sebagian batang Pohon Randu berdiameter hampir 1 meter itu sepertinya diracuni orang. Karena, petugas mendapati ada lubang pada bagian batangnya,&#8221; terangnya, di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Minggu (13/08/2023) tadi.</p>



<p>Setelah dilakukan pengecekan, paparnya, pada batang pohon terdapat bekas lubang pengeboran sedalam kurang lebih 15 centimeter. Diduga, lubang bekas pengeboran tersebut digunakan untuk memasukkan cairan racun ke batang pohon.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sebab, imbuh Alfi, jika dilubangi dengan pengeboran saja tidak sampai membuat batang pohon mati. Oleh sebab itu, kejadian ini perlu ada tindak lanjut untuk dilakukan penelitian.</p>



<p>&#8220;Ini ada kemungkinan besar, memang pohon itu sebagian batangnya mati sengaja diracun. Dan, lubang 15 centimeter itu bekas pengeboran itu menjadi jalur masuknya racun,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Untuk itu, atas kejadian tersebut Alfi meminta kepada masyarakat untuk selalu menjaga kelestarian pohon yang ada di pinggir-pinggir jalan seluruh wilayah Kota Batu. &#8220;Kalau masyarakat yang mengetahui ada orang yang tidak bertanggungjawab meracuni pohon-pohon, diharapkan untuk melaporkan ke Pemkot Batu atau langsung kepada kami,&#8221; imbaunya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195710</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Murid SD Diperkosa, Dibunuh, Dibuang di Sungai Brantas Mojokerto</title>
		<link>https://memontum.com/murid-sd-diperkosa-dibunuh-dibuang-di-sungai-brantas-mojokerto</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Aug 2018 09:41:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[Dibuang di Sungai Brantas Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[Dibunuh]]></category>
		<category><![CDATA[Murid SD Diperkosa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=51887</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto- Polres Mojokerto Kota gelar Konferensi Pers, mengungkap kasus penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya seorang anak dibawah umur. Misteri tewasnya Elsa Marsiah (11) siswi kelas 2 SDN Mentikan 6 yang dibuang ke sungai dekat Eks Lokalisasi Balong Cangkring, Prajurit Kulon kota Mojokerto pun terungkap. Ini disampaikan di Aula Prabu Hayam Wuruk Polres Mojokerto Kota, Jum&#8217;at [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Mojokerto-</strong> Polres Mojokerto Kota gelar Konferensi Pers, mengungkap kasus penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya seorang anak dibawah umur. Misteri tewasnya Elsa Marsiah (11) siswi kelas 2 SDN Mentikan 6 yang dibuang ke sungai dekat Eks Lokalisasi Balong Cangkring, Prajurit Kulon kota Mojokerto pun terungkap.</p>
<p>Ini disampaikan di Aula Prabu Hayam Wuruk Polres Mojokerto Kota, Jum&#8217;at (17/8/2018). Menurut informasi, pelaku pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Elsa merupakan tetangga korban. Pelakunya adalah Rosat (48) yang berdomisili di Jalan Cakarayam 2 RT 7 RW 3 Mentikan, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.</p>
<p><div id="attachment_51884" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/51870-pemkot-malang-panjatan-doa-hut-ri-ke-73-tahun-2018/img-20180817-wa0159" rel="attachment wp-att-51884"><img aria-describedby="caption-attachment-51884" decoding="async" class="size-full wp-image-51884" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/08/IMG-20180817-WA0159-e1534498821107.jpg?resize=500%2C281&#038;ssl=1" alt="Tersangka saat dimintai keterangan oleh Polres Mojokerto Kota" width="500" height="281" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-51884" class="wp-caption-text">Tersangka saat dimintai keterangan oleh Polres Mojokerto Kota</p></div></p>
<p>Kejadian terjadi pada tanggal 13 Juli dan korban ditemukan mengapung di sungai di wilayah Sungai Kali Brantas pada tanggal 14 Juli 2018, dari hasil penyelidikan baik oleh pihak Reskrim Polres Mojokerto Kota maupun labfor Polda Jawa Timur ditemukan bukti bukti kuat bahwa korban mengalami kekerasan.</p>
<p>Kekerasan seksual maupun kekerasan fisik ini, yang mengakibatkan korban tewas. Selain itu, ada juga bukti-bukti bahwa korban dibuang di TKP di mana korban ditemukan.</p>
<p>Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono saat Konferensi Pers menegaskan kepada awak media, &#8220;Setelah kejadian kami melaksanakan Penyelidikan dan juga pengejaran terhadap tersangka yang awalnya melarikan diri ke daerah Ngawi kemudian lanjut ke Jawa Tengah ke Jakarta dan kami bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dan Mabes Polri sehingga akhirnya Alhamdulillah dengan dukungan seluruh masyarakat dan doa dari masyarakat, pada tanggal 15 Agustus 2018 yang lalu pelaku berhasil ditangkap di wilayah Senen Jakarta Pusat,&#8221; tegas Sigit.</p>
<p>Masih kata Kapolres, tersangka adalah masyarakat wilayah Balong Cangkring. Tidak ada hubungan kekeluargaan dengan korban, tapi tinggal berdekatan dengan rumah korban. Kemudian tersangka mengalami atau memiliki hasrat untuk mewujudkan keinginannya kepada korban.</p>
<p>&#8220;Tindakan kekerasan itu terjadi pada tanggal 13 juli, sekitar pukul 16.00. Kemudian terjadilah beberapa rangkaian kejadian tindak pidana itu. Kemudian pada pukul 21.00, malam harinya korban secara diam-diam dibawa melalui jalan tegalan kemudian masuk ke wilayah Sungai,&#8221; ungkap Kapolres AKBP Sigit.</p>
<p>Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan dua pasal sekaligus yaitu pasal 80 ayat 3 UU RI no 35 tahun 2015 tentang perubahan atas UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Selain itu pelaku juga dijerat pasal 80 ayat 1 UU no 35 tahun 2015 tentang perubahan atas UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 3 tahun 6 bulan penjara.(den/gan/yan)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">51887</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
