<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>dievaluasi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dievaluasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Apr 2026 09:19:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>dievaluasi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dishub Kota Malang Tegaskan Parkir Kendaraan Bukan Penitipan Barang, Keamanan Akan Dievaluasi</title>
		<link>https://memontum.com/dishub-kota-malang-tegaskan-parkir-kendaraan-bukan-penitipan-barang-keamanan-akan-dievaluasi</link>
					<comments>https://memontum.com/dishub-kota-malang-tegaskan-parkir-kendaraan-bukan-penitipan-barang-keamanan-akan-dievaluasi#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2026 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[barang]]></category>
		<category><![CDATA[dievaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[penitipan]]></category>
		<category><![CDATA[tegaskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231673</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Viralnya kasus kehilangan barang di kawasan Parkir Kayutangan Heritage, menjadi bahan evaluasi sistem perparkiran di Kota Malang. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menegaskan, bahwa fasilitas parkir yang disediakan pemerintah merupakan penitipan kendaraan, bukan barang bawaan milik pengguna. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menjelaskan bahwa secara normatif objek yang dititipkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Viralnya kasus kehilangan barang di kawasan Parkir Kayutangan Heritage, menjadi bahan evaluasi sistem perparkiran di Kota Malang. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menegaskan, bahwa fasilitas parkir yang disediakan pemerintah merupakan penitipan kendaraan, bukan barang bawaan milik pengguna.</p>



<p>Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menjelaskan bahwa secara normatif objek yang dititipkan di lokasi parkir adalah kendaraan, sesuai ketentuan dalam regulasi perparkiran. Menurutnya, petugas parkir tidak mengetahui barang apa saja yang berada di dalam kendaraan saat diparkir.</p>



<p>“Yang dititipkan itu kendaraannya. Kita tidak tahu di dalamnya ada helm, laptop, atau barang lain. Jadi secara aturan bukan penitipan barang,” ujar Jaya-sapaannya, Selasa (14/04/2026) tadi.</p>



<p>Namun, Dishub Kota Malang memastikan setiap laporan kehilangan tetap melalui prosedur penyelidikan. Keberadaan kamera pengawas (CCTV) di lokasi parkir, dapat dimanfaatkan untuk membantu aparat penegak hukum menelusuri kejadian.</p>



<p>Jaya mengakui, sorotan publik menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah, terutama terkait sistem pengawasan dan keterbatasan personel parkir di lapangan. Saat ini, jumlah petugas parkir di kawasan tersebut hanya sekitar tiga hingga empat orang yang bertugas di pintu masuk, pintu keluar dan area tengah parkir.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kita akui personel masih terbatas. Ke depan tentu akan kita perketat pengawasannya dan dicarikan skema terbaik,” katanya.</p>



<p>Jaya menegaskan, kasus kehilangan tidak serta-merta menggambarkan seluruh fasilitas parkir milik pemerintah daerah tidak aman. Namun, Dishub tetap akan meningkatkan sistem keamanan agar kejadian serupa tidak terulang.</p>



<p>&#8220;Evaluasi keamanan parkir ini nantinya akan dimasukkan dalam penyusunan Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai turunan dari Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Perparkiran yang baru disahkan DPRD Kota Malang. Nantinya akan mengatur lebih teknis, mulai sistem keamanan, mekanisme pengelolaan parkir, hingga sanksi bagi juru parkir yang tidak memberikan karcis kepada pengguna,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Jaya berharap agar penyusunan Perwal tersebut dapat segera rampung di tahun ini. Sehingga bisa di sosialisasikan kepada masyarakat.</p>



<p>“Mudah-mudahan tahun ini Perwal bisa selesai sehingga pelaksanaannya lebih jelas dan bisa segera disosialisasikan kepada masyarakat,” imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/dishub-kota-malang-tegaskan-parkir-kendaraan-bukan-penitipan-barang-keamanan-akan-dievaluasi/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231673</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Parkir Gedung Kayutangan Heritage Dievaluasi, Ditemukan Genangan dan Akses Curam</title>
		<link>https://memontum.com/parkir-gedung-kayutangan-heritage-dievaluasi-ditemukan-genangan-dan-akses-curam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dievaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[gedung,]]></category>
		<category><![CDATA[genangan]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229219</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menilai bahwa fasilitas Gedung Parkir Kayutangan Heritage masih memiliki sejumlah kekurangan yang harus segera dibenahi. Temuan tersebut didapat, setelah dilakukan peninjauan dan uji coba operasional saat libur Tahun Baru. Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu mengatakan jika kekurangan yang ditemukan di antaranya ada genangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menilai bahwa fasilitas Gedung Parkir Kayutangan Heritage masih memiliki sejumlah kekurangan yang harus segera dibenahi. Temuan tersebut didapat, setelah dilakukan peninjauan dan uji coba operasional saat libur Tahun Baru.</p>



<p>Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu mengatakan jika kekurangan yang ditemukan di antaranya ada genangan air di beberapa lantai parkir serta kebocoran di sejumlah titik bangunan. Kondisi itu, dinilai mengganggu kenyamanan pengguna parkir, khususnya pengendara sepeda motor.</p>



<p>“Waktu malam Tahun Baru kami cek, masih ada beberapa kekurangan. Ada yang lantainya tergenang, pengendara jadi agak keceh dan juga ditemukan beberapa titik yang bocor. Karena masih masa perbaikan, saya minta pihak ketiga segera menyelesaikan,” ujar Wali Kota Wahyu, Jumat (02/01/2026) tadi.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa sebelum kebijakan parkir gratis diberlakukan, seluruh kekurangan tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu. Rencananya, setelah perbaikan rampung pada 7 Januari 2026 gedung parkir akan digratiskan selama satu minggu.</p>



<p>&#8220;Harapannya seluruh kendaraan roda dua semua bisa masuk. Beberapa pengendara motor yang saya tanyai justru senang karena lebih aman dan tertata. Lokasinya juga tidak terlalu jauh dari pusat keramaian Kayutangan,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Bidang Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Rahmat Hidayat, menyampaikan bahwa ada sejumlah aspek teknis yang masih perlu perbaikan. “Evaluasi pertama soal rambu dan tanda panah arah yang masih kurang jelas. Lalu ada pengendara motor yang kesulitan saat keluar karena tanjakannya terlalu tinggi, terutama di akses keluar menuju Jalan Majapahit,” jelas Rahmat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, Dishub juga mencatat tikungan di beberapa titik masih terlalu tajam. Kemudian, belum adanya gundukan pembatas ban untuk kendaraan roda empat, serta genangan air yang muncul saat hujan.</p>



<p>“Yang paling krusial itu rambu-rambu karena menyangkut keselamatan. Lalu genangan air dan tanjakan keluar motor yang cukup menyulitkan, terutama bagi pengendara lanjut usia,” tuturnya.</p>



<p>Rahmat menegaskan, seluruh kekurangan tersebut akan ditangani dalam masa perawatan oleh pihak vendor yang berlangsung selama satu tahun. Perbaikan akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.</p>



<p>“Tanjakan akan dikurangi ketinggiannya, genangan air ditangani dan rambu-rambu diperjelas. Ini bagian dari perawatan karena bangunan kemarin selesai mepet tenggat waktu,” lanjutnya.</p>



<p>Untuk mendukung proses perbaikan, Dishub Kota Malang menutup sementara operasional Gedung Parkir Kayutangan Heritage mulai 1 hingga 6 Januari 2026. Gedung parkir dijadwalkan kembali dibuka pada 7 Januari hingga 13 Januari dengan status parkir gratis.</p>



<p>“Uji coba tanggal 31 Desember itu untuk mengetahui kendalanya. Secara umum mampu menampung volume kendaraan, meski saat malam Tahun Baru penuh hingga dini hari,” imbuh Rahmat. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229219</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sopir Angkot Minta Jalur Trayek Dievaluasi, Dishub Kota Malang Siapkan Re-routing</title>
		<link>https://memontum.com/sopir-angkot-minta-jalur-trayek-dievaluasi-dishub-kota-malang-siapkan-re-routing</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2025 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Angkot]]></category>
		<category><![CDATA[dievaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[re-routing]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[Trayek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223646</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Para sopir Angkutan Kota (Angkot) di Kota Malang meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang untuk meninjau ulang jalur trayek yang selama ini digunakan. Itu karena, rute Angkot yang masih mengacu pada penetapan tahun 1998, dinilai tidak lagi relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun dinamika transportasi saat ini. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Para sopir Angkutan Kota (Angkot) di Kota Malang meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang untuk meninjau ulang jalur trayek yang selama ini digunakan. Itu karena, rute Angkot yang masih mengacu pada penetapan tahun 1998, dinilai tidak lagi relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun dinamika transportasi saat ini.</p>



<p>Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa para sopir Angkot menginginkan adanya kebijakan re-routing (mengubah rute, red) jalur yang mampu meningkatkan layanan Angkot. &#8220;Angkutan kota itu bertrayek, jalurnya terbatas. Sementara angkutan online tidak ada batasan wilayah. Maka wajar jika supir angkot merasa kalah bersaing. Ini menjadi aspirasi yang perlu kita respon,” kata Jaya-sapaan Kadishub, Jumat (04/07/2025) tadi.</p>



<p>Menurut Jaya, opsi re-routing menjadi langkah yang paling memungkinkan saat ini. Apalagi Dishub Kota Malang juga telah memiliki kajian teknis yang mendukung hal tersebut. Pemetaan ulang trayek akan difokuskan pada wilayah yang selama ini belum terlayani, seperti Jalan Danau Toba dan kawasan permukiman lainnya.</p>



<p>&#8220;Misalnya satu jalur ada 100 unit angkot, tapi load factornya cuma 30 persen. Sisanya ke mana? Sementara ada wilayah yang belum terlayani. Nah, ini yang perlu kita evaluasi. Tanpa menambah jumlah armada, kita bisa mengatur ulang distribusinya,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, menurutnya para sopir Angkot juga berharap agar dapat dilibatkan dalam sistem transportasi Trans Jatim sebagai feeder atau pengumpan. Hal ini diyakini bisa menjadi solusi berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para sopir angkot.</p>



<p>&#8220;Sehingga itu masuknya adalah re-routing tadi,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Tidak hanya soal rute, para sopir angkot juga mengeluhkan tingginya beban operasional, termasuk kewajiban membayar pajak kendaraan. Sehingga, menurutnya para sopir meminta pada Pemerintah Kota Malang agar menyampaikan permohonan keringanan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.</p>



<p>“Selama ini mereka mengaku tidak mampu membayar pajak. Maka mereka minta agar Pemkot menyampaikan permohonan keringanan ke Pemprov Jatim,” tuturnya.</p>



<p>Menanggapi permintaan para sopir tersebut, menurut Jaya, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, tentu memberikan dukungan penuh terhadap langkah perbaikan layanan Angkot. Sebab, hal itu dinilai sejalan dengan misi dan program prioritas dalam RPJMD.</p>



<p>&#8220;Termasuk juga dalam Dasa Bhakti, Ngalam Ngopeni, Ngalam Asik dan Ngalam Nyaman, dimama itu salah satunya menyasar sektor transportasi,&#8221; imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223646</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kebutuhan Gizi dan Variasi Menu Program Makan Bergizi Gratis terus Dievaluasi</title>
		<link>https://memontum.com/kebutuhan-gizi-dan-variasi-menu-program-makan-bergizi-gratis-terus-dievaluasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jan 2025 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bergizi,]]></category>
		<category><![CDATA[dievaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[variasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218458</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kabupaten Malang &#8211; Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan, Noudhy Valdryno, menegaskan bahwa Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto, akan terus dievaluasi dan diperbaiki. Terlebih, program tersebut juga telah berjalan di berbagai kota dan kabupaten. Dengan dilakukan evaluasi tersebut, maka nantinya dapat memastikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kabupaten Malang</strong> &#8211; Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan, Noudhy Valdryno, menegaskan bahwa Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto, akan terus dievaluasi dan diperbaiki. Terlebih, program tersebut juga telah berjalan di berbagai kota dan kabupaten.</p>



<p>Dengan dilakukan evaluasi tersebut, maka nantinya dapat memastikan kebutuhan gizi dan variasi menu yang terpenuhi bagi anak-anak. Terlebih, program ini menyasar siswa siswi dari tingkat TK hingga SMA dan SMK.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Dari dua minggu pelaksanaan, evaluasi terus dilakukan. Menu disesuaikan dengan angka kecukupan gizi dan di setiap titik Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) sudah ada satu ahli gizi untuk memastikan variasi menu tetap ada dan anak-anak tetap antusias menerima makanan,” kata Noudhy, saat melakukan kunjungan kerja di Lanud Abd Saleh, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa titik SPPG terus diperluas ke daerah-daerah yang membutuhkan. Setiap kepala, SPPG bertugas memprioritaskan sekolah-sekolah di sekitar titik tersebut, dengan jarak maksimal 30 menit untuk menjaga kesegaran makanan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Sekolah yang membutuhkan akan didahulukan berdasarkan analisis SPPG,” tambahnya.</p>



<p>Terkait petunjuk teknis (Juknis) bagi pemerintah daerah, Noudhy menyebut bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) masih dalam tahap finalisasi juknis tersebut. “Juknis ini disesuaikan dengan keadaan di lapangan selama dua minggu pelaksanaan awal. Kami berharap juknis ini dapat segera diterbitkan dan berlaku di semua daerah,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Veronica Tan, juga turun meninjau di Lanud Abd Saleh, memberikan apresiasi atas peran aktif masyarakat dalam mendukung program MBG. Apalagi, salah satu titik SPPG di Malang melibatkan ibu-ibu setempat dalam pengelolaan dapur sehat untuk mendistribusikan makanan ke 27 titik sekolah.&nbsp;</p>



<p>“Dapur di sini rapi sekali, dengan sistem yang disiplin. Kemudian potensi sayur segar dan kearifan lokal di Malang menjadi nilai tambah. Gotong royong yang terlihat sangat luar biasa,” ungkap Vero.&nbsp;</p>



<p>Selain distribusi makanan, Veronica juga menekankan pentingnya pendekatan edukasi kepada anak-anak penerima manfaat. &#8220;Anak-anak harus didampingi, diajak bermain, dan dididik melalui kegiatan menyenangkan. Ini menjadi bagian dari pembelajaran bersama,&#8221; imbuh Vero. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218458</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lima Titik Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas Kota Malang Bakal Dievaluasi Dishub</title>
		<link>https://memontum.com/lima-titik-alat-pemberi-isyarat-lalu-lintas-kota-malang-bakal-dievaluasi-dishub</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Dec 2023 09:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dievaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[isyarat]]></category>
		<category><![CDATA[lintas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemberi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203173</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang bakal mengevaluasi lima titik Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di Kota Malang. Beberapa titik tersebut, diantaranya seperti di Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, hingga Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan jika hal itu dilakukan karena saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang bakal mengevaluasi lima titik Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di Kota Malang. Beberapa titik tersebut, diantaranya seperti di Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, hingga Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang.</p>



<p>Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan jika hal itu dilakukan karena saat ini APILL telah dihibahkan pada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dari Kementerian Perhubungan Provinsi Jawa Timur. Sehingga, pengendalian alat saat ini merupakan hak dari Dishub Kota Malang.</p>



<p>“Sejak Oktober 2023 ini, itu diserahkan pada kita. Jadi selama pengaturannya dikendalikan oleh sana, kita tidak berhak. Tapi sekarang sudah diserahkan pada kami, maka kita berhak mengatur itu. Iya nanti fasenya (waktunya) kita atur, karena disana sering terjadi kecelakaan,” ujar Jaya-sapaannya, Senin (11/12/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Jika sebelumnya fase dari sisi Utara dan Selatan bebarengan menjadi satu, kini akan diubah. Di mana durasi waktu akan diatur bergantian dengan selisih antara 3 sampai dengan 10 detik.</p>



<p>“Selama ini real existing utara dan selatan itu bebarengan, jadi kalau ada yang dari utara mau belok kanan dan dari selatan mau belok kanan itu berebut, adu banteng. Ini nanti kita atur bergantian,” tambahnya.</p>



<p>Apalagi selama ini, menurutnya di Kawasan Arjosari, juga sering terjadi kecelakaan. Sehingga, untuk meminimalisir hal tersebut, juga akan diatur bersama dengan Polresta Malang Kota.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk lima titik APILL tersebut berada di Jalan Raden Intan, Arjosari, Pertigaan Araya, Pertigaan Sulfat, Perempatan Klenteng, hingga Perempatan Gadang. Namun, sangat disayangkan, jika salah satu dari APILL yang berada di Perempatan Gadang tersebut tidak berfungsi (mati). <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203173</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
