<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>difteri &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/difteri/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Aug 2023 13:52:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>difteri &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gegara Penyakit Difteri, Dinkes Kota Malang Gencar Lakukan Upaya Imunisasi</title>
		<link>https://memontum.com/gegara-penyakit-difteri-dinkes-kota-malang-gencar-lakukan-upaya-imunisasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Aug 2023 13:51:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[difteri]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[gegara]]></category>
		<category><![CDATA[gencar]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197019</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dua kasus penyakit difteri yang menyerang pada anak di wilayah Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, hingga menyebabkan kematian, menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Karenanya, mereka melakukan berbagai upaya pencegahan. Seperti salah satunya, dengan melakukan imunisasi Outbreak Response Immunization (ORI). Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Meifta Eti Winindar, menjelaskan jika dua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Dua kasus penyakit difteri yang menyerang pada anak di wilayah Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, hingga menyebabkan kematian, menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Karenanya, mereka melakukan berbagai upaya pencegahan. Seperti salah satunya, dengan melakukan imunisasi Outbreak Response Immunization (ORI).</p>



<p>Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Meifta Eti Winindar, menjelaskan jika dua kasus tersebut telah menyerang pada anak berusia 5 tahun dan berusia 8 tahun. Penyebabnya, pun yakni karena bakteri dan akibat tidak lengkapnya imunisasi sejak dini.</p>



<p>“Jadi yang usia 5 tahun, itu sudah dinyatakan sembuh karena gejala klinis mengarah difteri. Tetapi hasil labnya, itu negatif. Sementara yang usia 8 tahun, itu meninggal karena positif difteri. Akibatnya karena bakteri itu sudah menyebar. Sementara dia tidak memiliki imunitas karena tidak mendapatkan imunisasi yang cukup,” jelas Meifta, saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan, Selasa (29/08/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, jika penyakit difteri itu sendiri termasuk jenis penyakit menular dan pencegahannya hanya melalui imunisasi atau vaksinasi. Karena itu, saat ini Dinkes Kota Malang gencar melakukan imunisasi khususnya di wilayah Kecamatan Kedungkandang.</p>



<p>“Jadi sebenarnya penyakit yang berbahaya, yang menular, dan yang mematikan, itu sebenarnya bisa diantisipasi dengan adanya imunisasi dan vaksinasi. Oleh karena itu, dengan adanya imunisasi bisa kita antisipasi untuk sampai tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” katanya.</p>



<p>Kemudian, pihaknya juga menyampaikan jika imunisasi ORI tersebut diberikan pada anak mulai usia 1 hingga 15 tahun. Jenis imunisasi yang diberikan untuk usia 1 sampai 5 tahun, yaitu Difteri, Pertusis dan Tetanus (DPT), Hepatitis B (HB) dan Haemophilius Influenze (Hib), usia 5 sampai 7 tahun mendapat Diphteria Tetanus (DT) dan usia 7-15 tahun mendapatkan imunisasi Tetanus (Td).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Misal untuk bayi sampai SD mereka dapat imunisasi apa, kemudian wanita usia subur harus dapatkan vaksin tetanus (TT). Memang kalau imunitasnya sudah turun harus disuntik lagi dan itu sudah ditentukan oleh Kemenkes RI. Kita tinggal</p>



<p>mematuhi dan melaksanakan. Terus harus disadari juga akibat dari kita tidak melaksanakan imunisasi secara lengkap, itu akan berakibat fatal. Bukan hanya untuk yang bersangkutan tetapi juga untuk komunitasnya bisa beresiko tertular, kemudian adanya kekebalan komunitas yang tidak terpenuhi,” tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, mengenai gejala penyakit itu sendiri yakni adanya selaput putih di tenggorokan dan yang bisa merasakan adalah pasiennya itu sendiri. Apabila dinyatakan positif Difteri maka akan dilakukan pengecekan.</p>



<p>“Biasanya teman-teman di Puskesmas akan melakukan pelacakan. Kemudian ketika positif difteri, maka akan dilihat. Kemudian selaput putihnya akan dicek di laboratorium. Kalau demam itu pasti, tapi itu gejala umum. Yang menentukan difteri atau tidak itu juga dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK), laboratorium yang sudah ditentukan oleh pemerintah pusat. Setelah dicek, kasusnya ternyata positif difteri dan diberikan tata laksananya dengan diberikan Anti Difteri Serum (ADS). Karena kan penanganannya ada di rumah sakit,” tambahnya.</p>



<p>Akibat adanya kasus penyakit difteri tersebut dan mengakibatkan meninggal dunia, maka Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur merekomendasikan penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit Difteri oleh Kepala Dinas Kesehatan untuk Kota Malang. Maka, dari kejadian tersebut Dinkes Kota Malang akan terus berupaya mensukseskan imunisasi ORI tersebut.</p>



<p>“Itu yang harus kita pahamkan ke keluarga, bahwa anak itu bukan hanya kewajiban dari guru yang di sekolah. Kita bersama-sama harus mensukseskan ORI difteri ini,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197019</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sukseskan ORI Difteri, Koramil Sooko Kerahkan Babinsa Dampingi Layanan Imunisasi</title>
		<link>https://memontum.com/sukseskan-ori-difteri-koramil-sooko-kerahkan-babinsa-dampingi-layanan-imunisasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Dec 2018 01:31:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[difteri]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[kodim 0815]]></category>
		<category><![CDATA[koramil 0815/03]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=68137</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Koramil 0815/03 Sooko Kodim 0815 Mojokerto terus bersinergi dengan UPT Puskesmas Sooko berbagai kegiatan salah satunya pelayanan Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri Tahap III di wilayah Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Kali ini, Bati Tuud Koramil 0815/03 Sooko Pelda Medy Triono bersama Bati Komsos Peltu Agus Riantono dan empat Babinsa mendampingi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Koramil 0815/03 Sooko Kodim 0815 Mojokerto terus bersinergi dengan UPT Puskesmas Sooko berbagai kegiatan salah satunya pelayanan Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri Tahap III di wilayah Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.</p>
<p>Kali ini, Bati Tuud Koramil 0815/03 Sooko Pelda Medy Triono bersama Bati Komsos Peltu Agus Riantono dan empat Babinsa mendampingi Tim Medis dari UPT Puskesmas Sooko yang dipimpin Suwito, memberikan layanan imunisasi difteri di Pondok Pesantren Al-Amin, Jalan RA Basuni Desa Japan, Sooko, Senin (10/12/2018).</p>
<p>Layanan kesehatan ini di Ponpes Al-Amin ini menyasar 279 siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan 224 siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) yang disaksikan langsung Kepala Sekolah MTs Saiful Huda, S,Ag, M.Pd dan Kepala Sekolah MA, HM Imadudin, S.Pd.I., MM., beserta sejumlah guru pendamping. </p>
<p>Terpisah Danramil 0815/03 Sooko Kapten Inf Hari Subiyanto mengatakan, pihak Koramil mengerahkan sejumlah Babinsa untuk mendampingi Tim dari UPT Puskesmas Sooko sekaligus membantu kelancaran pelaksanaan imunisasi difteri di wilayah Kecamatan Sooko yang menyasar sejumlah sekolah mulai TK hingga SMA/MA, Pondok Pesantren, Posyandu, Poskesdes dan fasilitas kesehatan lainnya.</p>
<p>“Koramil mendukung sepenuhnya layanan imunisasi difteri yang dilakukan UPT Puskesmas Sooko Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) Difteri di wilayah binaan. Hal ini juga dilakukan sebagai bentuk dukungan TNI dalam mensukseskan program pemerintah di bidang kesehatan,” ungkapnya.<strong>(den/gan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">68137</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Koramil Pungging Bantu Kelancaran Imunisasi Difteri di Delapan Lokasi</title>
		<link>https://memontum.com/koramil-pungging-bantu-kelancaran-imunisasi-difteri-di-delapan-lokasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Nov 2018 14:40:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[difteri]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[kodim 0815]]></category>
		<category><![CDATA[Koramil 0815/11]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=65976</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Pelayanan imunisasi dalam rangka Outbreak Responze Immunization (ORI) Difteri Putaran III Tahun 2018 di wilayah Kabupaten Mojokerto masih berlangsung hingga pekan terakhir Nopember 2018. Untuk membantu kelancaran layanan kesehatan ini, Kodim 0815 Mojokerto mengerahkan para Babinsa yang tersebar di 18 Kecamatan. Kali ini Koramil 0815/11 Pungging melalui para Babinsa memantau sekaligus membantu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Pelayanan imunisasi dalam rangka Outbreak Responze Immunization (ORI) Difteri Putaran III Tahun 2018 di wilayah Kabupaten Mojokerto masih berlangsung hingga pekan terakhir Nopember 2018. Untuk membantu kelancaran layanan kesehatan ini, Kodim 0815 Mojokerto mengerahkan para Babinsa yang tersebar di 18 Kecamatan.</p>
<p>Kali ini Koramil 0815/11 Pungging melalui para Babinsa memantau sekaligus membantu pelayanan imunisasi difteri di delapan lokasi dalam wilayah tiga desa, Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (27/11/2018).</p>
<p>Di Desa Watukenongo, pemberian imunisasi difteri menyasar dua SDN dan dilakukan Petugas UPT Puskesmas Watukenongo, dr. Tommy Sitompul beserta Tim dibantu Bidan Desa setempat, Karyati, Amd. Keb dengan didampingi Babinsa Serda Abdul Azis dan disaksikan Kepala Sekolah masing-masing beserta guru.</p>
<p>Di lokasi ini, pemberian imunisasi menyasar 322 siswa dengan rincian 163 siswa SDN Watukenongo 1 dan 159 siswa SDN Watukenongo 2. Dari jumlah tersebut, 19 siswa batal diimunisasi karena sakit. Sementara di Desa Curahmojo, pemberian imunisasi difteri dilakukan Petugas dari UPT Puskesmas Watukenongo dan Bidan Desa setempat, Iswenti Gumelar dengan didampingi Babinsa Curahmojo Serda Supriono beserta satu orang.</p>
<p>Di desa ini, layanan imunisasi diberikan bagi 191 siswa SDN Curahmojo dan 40 siswa TK Dharma Wanita. Dari 231 siswa, terdapat 8 siswa yang berhalangan diimunisasi karena sakit. Masih di wilayah Pungging, sehari sebelumnya, Senin (26/11/2018) layanan imunisasi difteri menyasar 4 lokasi di Desa Sekargadung, yaitu SDN Sekargadung 1, SDN Sekargadung 2, TK Dharma Wanita 1 dan TK Dharma Wanita 2.</p>
<p>Menurut pantauan Babinsa setempat, Serda Nanang Sumarna, pemberian imunisasi dilakukan Petugas UPT Puskesmas Pungging sebanyak 4 Tim dibantu Bidan Desa Sekargadung Mega Firgawati, S.ST.</p>
<p>Masih kata Babinsa, untuk sasara imunisasi difteri di Desa Sekargadung sebanyak 447 siswa dengan rincian 183 siswa di SDN Sekargadung 1 namun 3 siswa batal diimunisasi karena sakit. Kemudian SDN Sekargadung 2 sebanyak 128 siswa, namun 4 siswa batal diimunisasi karena sakit. Berikutnya TK Dharma Wanita 1 sejumlah 80 siswa dan TK Dharma Wanita 2 sebanyak 56 siswa.</p>
<p>Pada kesempatan berbeda, Danramil 0815/11 Pungging Kapten Arh Aris Tiyono, mengungkapkan, pihaknya menerjunkan seluruh Babinsa guna memantau sekaligus membantu kelancaran layanan imunisasi difteri di wilayah binaan. &#8220;Pengerahan Babinsa ini sebagai bentuk dukungan dan peranserta kita guna membantu suksesnya ORI Difteri di wilayah Pungging,&#8221; ungkap Danramil.<strong>(den/gan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">65976</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Koramil Pralon Bersama Persit KCK Bantu Kelancaran Layanan ORI Difteri</title>
		<link>https://memontum.com/koramil-pralon-bersama-persit-kck-bantu-kelancaran-layanan-ori-difteri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Nov 2018 18:35:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[difteri]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[kodim 0815]]></category>
		<category><![CDATA[koramil 0815/01]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=65592</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Pelayanan imunisasi dalam rangka Outbreak Responze Immunitaion (ORI) Difteri Putaran III menyasar sejumlah lokasi di wilayah Kecamatan Kranggan dan Kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto, Jawa Timur. Layanan kesehatan di dua kecamatan tersebut, dipantau langsung oleh Babinsa Koramil 0815/01 Prajurit Kulon Kodim 0815 Mojokerto termasuk Bati Tuud Koramil 0815/01 Peltu Maumi. “Tidak hanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Pelayanan imunisasi dalam rangka Outbreak Responze Immunitaion (ORI) Difteri Putaran III menyasar sejumlah lokasi di wilayah Kecamatan Kranggan dan Kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto, Jawa Timur.   </p>
<p>Layanan kesehatan di dua kecamatan tersebut, dipantau langsung oleh Babinsa Koramil 0815/01 Prajurit Kulon Kodim 0815 Mojokerto termasuk Bati Tuud Koramil 0815/01 Peltu Maumi.  </p>
<p>“Tidak hanya Babinsa, kegiatan pemantauan ini juga melibatkan anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Ranting Koramil Pralon,” demikian disampaikan Bati Tuud Koramil 0815/01 Pralon, Peltu Maumi, Sabtu (24/11/2018). </p>
<p>Salah satunya, lanjutnya, di Madrasah Ibtidaiyah Ismailiyah Paradigma Baru (MIPABA) Lingkungan Penarip Kelurahan Kranggan, Kecamatan Kranggan, pelaksanaan imunisasi difteri dilakukan Petugas Medis dari UPT Puskesmas Blooto Dinkes Kota Mojokerto, Rabu (21/11/2018) lalu.</p>
<p>Pantauan di lapangan, layanan kesehatan di lokasi ini mendapat pemantauan Bati Tuud Koramil 0815/01 Peltu Maumi beserta Babinsa setempat Sertu Gatot Susilo dan Koptu Yan Adrianto beserta dua anggota Persit, yakni Ny. Maumi dan Ny. Gatot Susilo.  </p>
<p>Di lokasi ini layanan imunisasi difteri diberikan bagi 630 siswa-siswi di MIPABA, terdiri dari 305 laki-laki dan 325 perempuan.  </p>
<p>Masih di wilayah Prajurit Kulon, layanan imunisasi difteri juga menyasar Posyandu Mentikan-2 Kelurahan Mentikan Kecamatan Prajurit Kulon, menyasar sejumlah 78 anak, terdiri dari laki-laki 32 anak, dan perempuan 46 anak, Kamis (22/11).</p>
<p>Di lokasi ini, pemberian imunisasi dilakukan Petugas Medis dari UPT Puskesmas  Blooto, dr. Sumartini dan dipantau langsung Babinsa Mentikan Serda Heru Triatmoko.</p>
<p>Terpisah, Danramil 0815/01 Prajurit Kulon Kapten Cpl Sumaryono, mengungkapkan, pemantauan pelaksanaan imunisasi difteri oleh para Babinsa di wilayah Koramil Prajurit Kulon, sebagai wujud nyata dukungan TNI dalam mensukseskan program pemerintah. </p>
<p>“Keikutsertaan Anggota Persit KCK Ranting Koramil Prajurit Kulon dalam pemantauan ORI Difteri, sebagai bagian kerja sama antara Persit KCK Cabang XXX Kodim 0815 Mojokerto dan Dinkes Kota Mojokerto,” ungkapnya.<strong>(den/gan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">65592</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Babinsa Koramil Pungging Bantu Kelancaran Layanan Imunisasi Difteri</title>
		<link>https://memontum.com/babinsa-koramil-pungging-bantu-kelancaran-layanan-imunisasi-difteri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2018 14:14:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[difteri]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[kodim 0815]]></category>
		<category><![CDATA[Koramil 0815/11]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=65385</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Koramil Jajaran Kodim 0815 Mojokerto melalui para Babinsa yang tersebar di wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto melaksanakan pendampingan guna membantu kelancaran pelayanan imunisasi dalam rangka Outbreak Responze Immunization (ORI) Difteri Putaran III Tahun 2018, yang hingga kini masih berlanjut. Salah satunya Koramil 0815/11 Pungging melalui Babinsa Balongmasin Serda Mahrawi melakukan pemantauan sekaligus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Koramil Jajaran Kodim 0815 Mojokerto melalui para Babinsa yang tersebar di wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto melaksanakan pendampingan guna membantu kelancaran pelayanan imunisasi dalam rangka Outbreak Responze Immunization (ORI) Difteri Putaran III Tahun 2018, yang hingga kini masih berlanjut.</p>
<p>Salah satunya Koramil 0815/11 Pungging melalui Babinsa Balongmasin Serda Mahrawi melakukan pemantauan sekaligus membantu pelayanan imunisasi difteri di Balai Desa Balongmasin Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (22/11/2018).</p>
<p>Di lokasi ini, layanan kesehatan imunisasi difteri bagi siswa-siswi PAUD dan TK Balongmasin dilakukan Petugas UPT Puskesmas Watukenongo, Endang Juliastutik bersama tiga orang, disaksikan Bunda PAUD dan Guru Balongmasin.</p>
<p>Pantauan Serda Mahrawi, Babinsa setempat, tercatat 225 siswa terdiri dari 32 siswa-siswi PAUD mendapatkan layanan suntik difteri dengan 8 vaksin TD.  Sementara imunisasi difteri di TK Balongmasin menyasar sejumlah 193 siswa-siswi dengan 10 vaksin TD.</p>
<p>Terpisah Danramil 0815/11 Pungging Kapten Arh Aris Tiyono, saat diminta pendapatnya menuturkan, para Babinsa Koramil Pungging sengaja dikerahkan untuk membantu kelancaran pelaksanaan imunisasi difteri di wilayah binaan yang dilakukan oleh UPT Puskesmas Pungging dan UPT Puskesmas Watukenongo. </p>
<p>Masih tutur Danramil, pihaknya siap mendukung dan mensukseskan ORI Difteri yang menjadi program pemerintah dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,&#8221; ucap Danramil.<strong>(den/gan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">65385</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bati Tuud Koramil Kemlagi Dampingi Layanan Imunisasi Difteri di SMKN Kemlagi</title>
		<link>https://memontum.com/bati-tuud-koramil-kemlagi-dampingi-layanan-imunisasi-difteri-di-smkn-kemlagi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2018 15:04:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[difteri]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[koramil 0815/06]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=65131</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Layanan imunisasi dalam rangka Outbreak Responsif Immunization (ORI) Difteri Putaran III Tahun 2018 di wilayah Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, hingga kini masih berlangsung. Kali ini, Rabu (21/11/2018), layanan kesehatan tersebut diberikan bagi 398 siswa kelas X SMKN Kemlagi, Jalan Pakutomo Nomor 1 Dusun Klampok Desa Mojogebang Kecamatan Kemlagi. . Di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Layanan imunisasi dalam rangka Outbreak Responsif Immunization (ORI) Difteri Putaran III Tahun 2018 di wilayah Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, hingga kini masih berlangsung.</p>
<p>Kali ini, Rabu (21/11/2018), layanan kesehatan tersebut diberikan bagi 398 siswa kelas X SMKN Kemlagi, Jalan Pakutomo Nomor 1 Dusun Klampok Desa Mojogebang Kecamatan Kemlagi.  . Di lokasi ini, imunisasi diberikan oleh Petugas UPT Puskesmas Kedungsari, Sashanti Hanjayani, S.Tr., Keb bersama lima orang bidan desa.</p>
<p>Pemberian vaksin tersebut disaksikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN Kemlagi, Dra. Yuliati beserta Guru Kelas dan   mendapat pendampingan dari Bati Tuud Koramil 0815/06 Kemlagi Peltu Ahmad Jainuri.</p>
<p>Pantauan di lapangan, dari 398 siswa/siswi tersebut, yang mendapatkan vaksin terdiri dari 173 siswa dan 222 siswi sedangkan tiga orang siswa/siswi batal mendapatkan imunisasi karena sakit.      </p>
<p>Pada kesempatan lain, Danramil 0815/06 Kemlagi Kapten Inf Eko Wahyudi, mengatakan, pihaknya mengerahkan para Babinsa untuk membantu kelancaran pelaksanaan imunisasi ORI Difteri di wilayah Kemlagi yang dilakukan UPT Puskesmas Kemlagi dan UPT Puskesmas Kedungsari. </p>
<p>“Koramil sebagai Satuan Komando Kewilayahan bersama lintas sektor siap mendukung dan mensukseskan program pemerintah seperti ORI Difteri yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat khususnya Balita, anak-anak dan remaja ,” ungkapnya.<strong>(den/gan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">65131</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Babinsa Koramil Mojosari Bantu Kelancaran Imunisasi Difteri</title>
		<link>https://memontum.com/babinsa-koramil-mojosari-bantu-kelancaran-imunisasi-difteri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Nov 2018 16:02:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[difteri]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[koramil 0815/09]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=64436</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Koramil 0815/09 Mojosari Kodim 0815 Mojokerto mengerahkan sejumlah Babinsa guna membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan Outbreak Responze Immunization (ORI) Difteri Putaran III yang berlangsung di seluruh sekolah, Posyandu, Ponkesdes dan fasilitas kesehatan lainnya di wilayah Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Seperti di SDN Ngimbangan, layanan imunisasi difteri diberikan bagi 256 siswa-siswi mulai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Koramil 0815/09 Mojosari Kodim 0815 Mojokerto mengerahkan sejumlah Babinsa guna membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan Outbreak Responze Immunization (ORI) Difteri Putaran III yang berlangsung di seluruh sekolah, Posyandu, Ponkesdes dan fasilitas kesehatan lainnya di wilayah Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.  </p>
<p>Seperti di SDN Ngimbangan, layanan imunisasi difteri diberikan bagi 256 siswa-siswi mulai kelas I hingga kelas VI, yang pelaksanaannya dilakukan Tim Medis dari UPT Puskesmas Modopuro, Riaya, Amd. Keb, bersama Bidan Desa setempat dengan didampingi Babinsa Sertu Nizamul Muluq dan Guru Pendamping serta disaksikan Kepala Sekolah Puguh Suharmanto, S.Pd, Jum’at (16/11/2018).</p>
<p>Menurut Sertu Nizamul Muluq Babinsa setempat yang monitor langsung jalannya kegiatan, bahwa dari 256 siswa tersebut, yang mendapat layanan kesehatan hanya 245 siswa, untuk 11 siswa batal diimunisasi karena berhalangan atau sakit.</p>
<p>Masih di wilayah Mojosari, kegiatan imunisasi difteri juga berlangsung di TK Darul Falah Dusun Candirejo Desa Awang-Awang. Layanan kesehatan yang menyasar 25 siswa terdiri dari 12 laki-laki dan 13 perempuan ini dilakukan Tim Medis dari UPT Puskesmas Mojosari dan Bidan Desa setempat, Nanik, Amd. Keb, dengan didampingi Babinsa setempat Serda Kasiadi, dan Kepala TK Wiwit Kurniawati beserta Guru.   </p>
<p>Terpisah, Danramil 0815/09 Mojosari Kapten Arh Anang Supriyanto, saat dikonfirmasi membenarkan telah mengerahkan seluruh Babinsa untuk membantu kelancaran pelaksanaan imunisasi ORI Difteri yang dilakukan Tim dari UPT Puskesmas Mojosari dan UPT Puskesmas Modopuro. </p>
<p>Sesuai pantauan Babinsa, lanjut Danramil, sejak tanggal 5 Nopember pekan lalu hingga hari ini, Jum’at (16/11), imunisasi difteri telah menyasar sejumlah 5.324 siswa dan Balita.  Untuk periode tanggal 5 hingga 10 Nopember sebanyak 2.991 siswa dan Balita yang tersebar di 13 Posyandu, 3 TK, 5 SD/MI, 3 SMP/MTs dan 2 SMK/MA. Sedangkan pada pekan ini mulai Senin (12/11) hingga Jum’at (16/11) sejumlah 2.333 siswa dan Balita yang tersebar di 9 Posyandu, 2 TK, 4 SD/MI dan 1 SMP.  </p>
<p>&#8220;Pemantauan dan pendampingan yang dilakukan para Babinsa kita maksimalkan dan ini bentuk dukungan dan partisipasi aktif TNI demi tercapainya sasaran yang ditargetkan sehingga program pemerintah dalam mencegah KLB Difteri berhasil dan sukses,” tandas Danramil.<strong>(den/gan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">64436</post-id>	</item>
		<item>
		<title>651 Murid MTsN Paiton Imunisasi Difteri</title>
		<link>https://memontum.com/651-murid-mtsn-paiton-imunisasi-difteri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Nov 2018 12:52:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[difteri]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Koramil 0820/08]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=63674</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Sejumlah 651 siswa-siswi Sekolah Dasar di wilayah Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo mendapatkan layanan imunisasi difteri putaran tiga dari Tim Medis UPT Puskesmas Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, waktu lalu.Sabtu (10/11/2018) Salah satunya di MTs.Negeri 1, Desa Karanganyar, layanan kesehatan ini diberikan bagi 651 siswa-siswi mulai kelas I hingga kelas VI atau kelompok umur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Sejumlah 651 siswa-siswi Sekolah Dasar di wilayah Kecamatan Paiton  Kabupaten Probolinggo mendapatkan layanan imunisasi difteri putaran tiga dari Tim Medis UPT Puskesmas Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, waktu lalu.Sabtu (10/11/2018)</p>
<p>Salah satunya di MTs.Negeri 1, Desa Karanganyar, layanan kesehatan ini diberikan bagi 651 siswa-siswi mulai kelas I hingga kelas VI atau kelompok umur 6 – 13 tahun.</p>
<p>Pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri Putaran Tiga ini dilakukan Bidan UPT Puskesmas Paiton, Lilik beserta tujuh tenaga medis dengan didampingi Babinsa Anggota Koramil 0820/08 Paiton,serka Babub Sugiyanto beserta guru pendamping.</p>
<p>Babinsa setempat,Serka Babun Sugianto mengatakan,, dari 651 siswa di MTs.Negrei 1 Paiton, seluruhnya mendapatkan vaksin Td (tetanus diphteria) yang disiapkan Tim medis dari UPT Puskesmas Paiton.</p>
<p>Terpisah, Danramil 0820/08 Paiton,Kapten Inf.Edi Sutomo mengungkapkan, pihaknya sengaja mengerahkan para Babinsa di wilayah binaan untuk mendampingi guna membantu kelancaran pelaksanaan imunisasi difteri bagi para siswa di sekolah dasar.</p>
<p>“Ini upaya pemerintah untuk mengantisipasi KLB di wilayah, yang diselenggarakan Dinas Kesehatan melalui UPT Puskesmas. Tentunya semua program pemerintah ini harus kita dukung sehingga target tercapai dengan sukses,” ungkapnya.<strong>(geo/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">63674</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Babinsa Koramil Gondang Dampingi Layanan ORI Difteri di Tiga Desa</title>
		<link>https://memontum.com/babinsa-koramil-gondang-dampingi-layanan-ori-difteri-di-tiga-desa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Nov 2018 15:56:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[difteri]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Koramil 0815/18]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=62974</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Sejumlah 194 siswa-siswi sekolah dasar di wilayah Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto mendapatkan layanan imunisasi difteri putaran tiga dari Tim Medis UPT Puskesmas Kecamatan Gondang Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Senin (5/11/2018). Salah satunya di SDN Ngembat, Desa Ngembat, layanan kesehatan ini diberikan bagi 115 siswa-siswi mulai kelas I hingga kelas VI atau kelompok [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Sejumlah 194 siswa-siswi sekolah dasar di wilayah Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto mendapatkan layanan imunisasi difteri putaran tiga dari Tim Medis UPT Puskesmas Kecamatan Gondang Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Senin (5/11/2018).</p>
<p>Salah satunya di SDN Ngembat, Desa Ngembat, layanan kesehatan ini diberikan bagi 115 siswa-siswi mulai kelas I hingga kelas VI atau kelompok umur 6 – 13 tahun, dengan rincian kelas 1 sebanyak 23 siswa, 11 siswa kelas II, 15 siswa kelas III, 17 siswa kelas IV, 21 siswa kelas V dan kelas VI sebanyak 28 siswa. </p>
<p>Pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri Putaran Tiga ini dilakukan Bidan UPT Puskesmas Gondang, Ratna Firani, S.Tr., Keb., beserta lima orang bersama Bidan Desa setempat Fifi Hadi P, Amd. Keb., dengan didampingi Babinsa Kopka Herkun Sunarko dan Serda Rudi Agus Santoso serta disaksikan Kepala Sekolah,Wagimin, S.Pd, beserta guru pendamping.</p>
<p>Pantauan Babinsa setempat, Kopka Herkun Sunarko, dari 115 siswa di SDN ngembat, seluruhnya mendapatkan vaksin Td (tetanus diphteria) yang disiapkan Tim medis dari UPT Puskesmas Gondang.</p>
<p>Selain, di SDN Ngembat, layanan imunisasi difteri ini berlangsung di SDN Begaganlimo bagi 63 siswa dan 16 siswa SDN Dilem, dengan didampingi Babinsa Begaganlimo Serka Suliadi dan Babinsa Dilem Serda Mulyadi. </p>
<p>Terpisah, Danramil 0815/18 Gondang Kapten Inf Wiyanto, saat dikonfirmasi mengungkapkan, pihaknya sengaja mengerahkan para Babinsa di wilayah binaan untuk mendampingi guna membantu kelancaran pelaksanaan imunisasi difteri bagi para siswa di sekolah dasar.</p>
<p>“Ini upaya pemerintah untuk mengantisipasi KLB di wilayah, yang diselenggarakan Dinas Kesehatan melalui UPT Puskesmas. Tentunya semua program pemerintah ini harus kita dukung sehingga target tercapai dengan sukses,” ungkapnya.<strong>(den/gan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">62974</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
