<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>digelar &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/digelar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 May 2026 17:16:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>digelar &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jaga Empati, Sertijab Direksi Baru Perumda Kahyangan Jember Digelar Sederhana</title>
		<link>https://memontum.com/jaga-empati-sertijab-direksi-baru-perumda-kahyangan-jember-digelar-sederhana</link>
					<comments>https://memontum.com/jaga-empati-sertijab-direksi-baru-perumda-kahyangan-jember-digelar-sederhana#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 08:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[digelar]]></category>
		<category><![CDATA[direksi]]></category>
		<category><![CDATA[empati]]></category>
		<category><![CDATA[kahyangan,]]></category>
		<category><![CDATA[Perumda]]></category>
		<category><![CDATA[Sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[sertijab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232491</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Jajaran Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Perkebunan Kahyangan Jember menggelar acara serah terima jabatan (Sertijab) dengan konsep yang sangat sederhana di kantor pusat Perumda Kahyangan. Agenda sakral ini, berlangsung sederhana tanpa menghilangkan khidmatnya pelaksanaan. Keputusan untuk memangkas &#8216;kemewahan&#8217; sendiri, bukan tanpa alasan. Direktur Utama Perumda Kahyangan yang baru, Gogot Cahyo Baskoro, menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Jajaran Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Perkebunan Kahyangan Jember menggelar acara serah terima jabatan (Sertijab) dengan konsep yang sangat sederhana di kantor pusat Perumda Kahyangan. Agenda sakral ini, berlangsung sederhana tanpa menghilangkan khidmatnya pelaksanaan.</p>



<p>Keputusan untuk memangkas &#8216;kemewahan&#8217; sendiri, bukan tanpa alasan. Direktur Utama Perumda Kahyangan yang baru, Gogot Cahyo Baskoro, menjadi aktor utama di balik kesederhanaan itu. Sejak awal menyusun rencana Sertijab, Gogot telah menginstruksikan kepada panitia internal agar mengemas acara seadanya demi menghormati nasib para buruh kebun yang hingga kini dinilai masih berjuang keras di bawah garis kesejahteraan.</p>



<p>Langkah ini diambil, sebagai simbol empati mendalam sekaligus penanda bahwa kepemimpinannya ke depan akan lebih fokus pada pembenahan nasib pekerja di lapangan. Tentunya, hal ini sesuai harapan Bupati Jember, Muhammad Fawait.</p>



<p>Sebab, sebelumnya Bupati Fawait berharap, agar jajaran direksi baru perusahaan plat merah ini mampu membawa angin segar sebagai penggerak ekonomi dan mampu mengentas kemiskinan. Dalam sambutannya, Gogot Cahyo Baskoro menggarisbawahi pentingnya memiliki rasa peka terhadap kondisi nyata perusahaan. Baginya, sebuah jabatan di perusahaan daerah bukanlah sebuah hadiah yang harus dirayakan dengan pesta pora, melainkan sebuah beban kerja yang berat untuk menyelamatkan aset daerah yang tengah didera berbagai persoalan pelik.</p>



<p>&#8220;Acara ini dari awal memang saya minta dikemas sederhana. Makanannya kotakan saja, tidak perlu prasmanan dan tidak usah ada live music. Saya ingin, kita semua di sini menjaga perasaan para buruh perkebunan. Kita tahu nasibnya di lapangan saat ini masih jauh dari kata sejahtera. Rasanya, tidak elok kalau kita yang baru masuk justru berpesta di atas keringat mereka yang belum sejahtera. Kita di sini untuk bekerja, bukan untuk merayakan kemewahan,&#8221; katanya, Senin (18/05/2026) tadi.</p>



<p>Sertijab sendiri, dihadiri lengkap tiga pilar direksi baru yang akan menakhodai Perumda Kahyangan, beberapa tahun ke depan. Selain Gogot Cahyo Baskoro selaku Direktur Utama, tampak hadir Dima Akhyar yang kini mengemban amanah sebagai Direktur Umum dan Keuangan, serta Nyoman Aribowo yang menduduki posisi Direktur Produksi dan Pemasaran.</p>



<p>Ketiganya, kompak mengenakan pakaian rapi namun menunjukkan gestur yang ramah dan siap membaur dengan seluruh jajaran staf. Hadir pula dalam acara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Jember, Ratno C Sembodo, serta Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama sebelumnya, Danang Andri Asmara, beserta jajaran karyawan kantor pusat.</p>



<p>Dalam momen yang sama, Gogot menjelaskan tantangan riil yang membentang di depan mata. Dirinya sadar betul bahwa publik Jember, terutama para buruh kebun, menaruh harapan yang sangat besar pada pundak direksi baru ini untuk membawa Perumda Kahyangan bangkit dari keterpurukan manajemen yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.</p>



<p>&#8220;Terus terang, saya pribadi tidak merasa bangga kalau belum bisa membuktikan sesuatu yang konkret untuk kemajuan PDP Kahyangan. Banyak sekali tantangan besar dan masalah mendasar, yang harus segera dibenahi dalam waktu dekat. Kami tidak boleh santai-santai. Saya sendiri sebenarnya bukan sosok yang baru di lingkungan PDP Kahyangan. Kalau dihitung-hitung, saya sudah ikut membersamai dan memantau pasang surut perusahaan ini sejak sekitar 20 tahun yang lalu. Jadi, urusan perut perusahaan ini saya sedikit banyak sudah paham akarnya,&#8221; urainya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Salah satu fakta unik yang diungkapkan, adalah kondisi fisik infrastruktur kantor direksi yang ternyata jauh dari kata mewah. Gogot menceritakan pengalamannya, saat pertama kali memeriksa ruang kerja barunya, dimana dirinya menemukan bahwa fasilitas penunjang seperti furnitur meja dan kursi tamu sangat minim dan tidak representatif untuk sebuah perusahaan umum daerah.</p>



<p>&#8220;Saya lihat sendiri, ruang direksi itu furniturnya hampir tidak ada yang layak. Kalau besok-besok ada tamu atau investor datang, kita mau ngobrolnya bagaimana? Duduk di mana? Tapi tolong dicatat, ini bukan berarti kami sebagai direksi baru meminta fasilitas yang berlebihan atau serba mewah dari uang perusahaan. Hal-hal standar untuk kerja memang perlu dibenahi agar kerja bisa fokus. Namun, karena kondisi keuangan perusahaan sedang ketat, kami bertiga sepakat bahwa pembenahan fasilitas kerja ini tidak akan membebani kas perusahaan sama sekali. Apa yang menunjang aktivitas awal kami, insyaallah kami akan modal sendiri menggunakan dana pribadi,&#8221; ujar Gogot.</p>



<p>Di tengah suasana guyub itu, manajemen baru tidak lupa memberikan penghormatan tinggi kepada pejabat lama. Gogot secara khusus melayangkan apresiasi mendalam kepada Danang Andri Asmara, yang telah bersedia mengawal masa transisi kepemimpinan sebagai Plt Direktur Utama selama kurang lebih 5 bulan terakhir. Di mata Gogot, performa Danang sangat luar biasa karena mampu menjaga situasi internal tetap kondusif di tengah ketidakpastian.</p>



<p>&#8220;Kita harus berterima kasih kepada Pak Danang. Walaupun beliau menjabat dalam waktu yang singkat, kurang dari 5 bulan, beliau terbukti berhasil menjaga stabilitas internal perusahaan dengan sangat baik. Beliau juga meninggalkan sejumlah capaian kerja yang positif untuk kami lanjutkan. Kita doakan bersama, semoga semua dedikasi dan kerja keras ini menjadi amal jariyah beliau yang dibalas kebaikan,&#8221; ucap Gogot.</p>



<p>Sebelum mengakhiri acara, direksi baru kembali mengingatkan komitmen yang sempat disampaikan saat pelantikan di hadapan bupati. Terutama, mengenai masalah transparansi tata kelola. Selama ini, minimnya keterbukaan manajemen dituding menjadi penyebab utama merosotnya kepercayaan dari pihak ketiga, perbankan, bahkan dari karyawan sendiri.</p>



<p>&#8220;Kita tidak bisa lagi cuma mengandalkan penjualan komoditas mentah seperti kopi gelondongan (green bean) atau karet mentah yang harganya fluktuatif di pasar,&#8221; harapnya.</p>



<p>Menurutnya, Perumda Kahyangan harus mulai berani masuk ke industri hilir, dengan mengembangkan produk kopi premium atau specialty coffee yang punya nilai jual tinggi. Selain itu, aset lahan yang indah harus dimaksimalkan untuk sektor wisata perkebunan.</p>



<p>&#8220;Kita punya potensi besar di Wisata Boma dan Rimba Camp di Gunung Pasang, kawasan bersejarah Kampung Belgia di Sumberwadung, hingga jalur wisata menuju Air Terjun Tancak, yang rencananya akan kita kerjasamakan secara taktis dengan Perhutani. Intinya, di tengah adanya selentingan atau wacana di luar sana yang meminta perusahaan ini ditutup, saya tegaskan bahwa PDP Kahyangan justru harus diselamatkan. Alih-alih ditutup, PDP ke depan harus diubah menjadi perusahaan yang sehat, mandiri dan mampu menyejahterakan buruh serta karyawannya,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Jember, Ratno C Sembodo, dalam sambutannya memberikan pandangan strategisnya dari kaca mata pemerintah daerah selaku pemilik modal. Menurutnya, situasi ekonomi saat ini menuntut Perumda Kahyangan untuk keluar dari zona nyaman dan meninggalkan pola-pola kerja birokratis yang monoton jika ingin tetap bertahan hidup dan berkembang.</p>



<p>&#8220;Rutinitas dan zona nyaman adalah musuh terbesar dalam kondisi perusahaan yang sedang sakit seperti sekarang ini. Kita tidak bisa lagi memakai cara-cara lama untuk menyelesaikan masalah baru. Karena itu, Perumda Kahyangan butuh inovasi yang segar dan kebijakan-kebijakan yang berani atau out of the box. Saya melihat kombinasi latar belakang tiga direksi baru ini sangat ideal dan menjadi modal penting bagi pembenahan ke depan. Pak Nyoman punya pengalaman kuat sebagai praktisi sekaligus motivator lapangan, Pak Dima sangat kuat dan jeli di bidang regulasi keuangan, sementara Pak Gogot punya kapasitas manajerial yang matang. Ini tim yang lengkap,&#8221; ujar Ratno C Sembodo. <strong>(rio/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/jaga-empati-sertijab-direksi-baru-perumda-kahyangan-jember-digelar-sederhana/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232491</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penguatan Integritas dan Kepercayaan Publik ke Sekolah, Dispendik on The Road Digelar di Ngantang</title>
		<link>https://memontum.com/penguatan-integritas-dan-kepercayaan-publik-ke-sekolah-dispendik-on-the-road-digelar-di-ngantang</link>
					<comments>https://memontum.com/penguatan-integritas-dan-kepercayaan-publik-ke-sekolah-dispendik-on-the-road-digelar-di-ngantang#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2026 08:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[digelar]]></category>
		<category><![CDATA[Dispendik]]></category>
		<category><![CDATA[integritas]]></category>
		<category><![CDATA[kepercayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Ngantang]]></category>
		<category><![CDATA[penguatan]]></category>
		<category><![CDATA[publik]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232597</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dinas Pendidikan Kabupaten Malang kembali menggulirkan program Dispendik on The Road (DOR), yang berlangsung di SMP Negeri 1 Ngantang, Senin (12/05/2026) tadi. Kegiatan sebagai upaya mendekatkan pelayanan dan pembinaan langsung ke satuan pendidikan itu, diikuti sejumlah pengawas sekolah, kepala sekolah dan operator BOSP dari tiga kecamatan yakni Pujon, Ngantang, dan Kasembon, dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Dinas Pendidikan Kabupaten Malang kembali menggulirkan program Dispendik on The Road (DOR), yang berlangsung di SMP Negeri 1 Ngantang, Senin (12/05/2026) tadi. Kegiatan sebagai upaya mendekatkan pelayanan dan pembinaan langsung ke satuan pendidikan itu, diikuti sejumlah pengawas sekolah, kepala sekolah dan operator BOSP dari tiga kecamatan yakni Pujon, Ngantang, dan Kasembon, dengan fokus utama penguatan integritas dan pembangunan kepercayaan publik terhadap sekolah.</p>



<p>Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rosyta Dewi, dalam program itu hadir sebagai nara sumber utama. Dalam pemaparannya, ditegaskan bahwa integritas bukan sekadar jargon, melainkan fondasi mutlak dalam menjaga marwah pendidikan dan meningkatkan daya saing sekolah.</p>



<p>“Untuk meningkatkan public trust itu kita butuhkan integritas Bapak Ibu. Jika panjenengan bisa meningkatkan kepercayaan publik, insyaallah sekolah akan mempunyai daya saing,” kata Sekretaris Dispendik Kabupaten Malang.</p>



<p>Rosyta juga menjelaskan, bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tidak datang dengan sendirinya. Integritas dalam pelayanan, kedisiplinan ASN dan transparansi pengelolaan, menjadi syarat utama agar masyarakat yakin menitipkan anak-anaknya di sekolah negeri.</p>



<p>Diuraikan Rosyta, integritas ASN telah memiliki payung hukum yang jelas, mulai dari PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK, hingga aturan terkait kehidupan pribadi ASN. “Integritas itu mencerminkan martabat pribadi, keluarga, dan institusi yang kita wakili sebagai pendidik,” tambahnya.</p>



<p>Rosyta menjelaskan, tantangan sekolah dasar negeri saat ini semakin berat. Banyak SD mengalami penurunan jumlah peserta didik, karena masyarakat lebih memilih lembaga lain yang dinilai memiliki daya tarik khusus, terutama di bidang keagamaan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menjawab persoalan itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang telah meluncurkan program Sekolah Plus Ngaji. Program ini, dirancang untuk memperkuat pendidikan karakter dan keagamaan di sekolah umum tanpa mengubah identitas dasarnya sebagai sekolah umum.</p>



<p>Rosyta juga mengingatkan, agar sekolah tidak terjebak dalam kompetisi yang tidak seimbang. “Kalau lembaga lain unggul di sisi keagamaan, sekolah dasar jangan memaksakan bersaing di sisi yang sama. Harus dicari keunggulan lain yang bisa ditawarkan kepada masyarakat,” paparnya.</p>



<p>Dirinya juga mendorong sekolah, untuk menggali potensi lokal, inovasi pembelajaran dan pelayanan prima sebagai nilai tambah yang membedakan dengan sekolah lain. Dalam kesempatan itu, Rosyta juga menyinggung pentingnya penghapusan budaya iuran syukuran dan pemberian hadiah kepada petugas dinas, dalam setiap proses administrasi. Dirinya meminta, agar ASN pendidikan fokus pada pelayanan murni tanpa embel-embel materi.</p>



<p>“Kalau Bapak Ibu puas dengan pelayanan kami, cukup doakan agar kami tetap sehat dan bisa melayani dengan baik. Tidak perlu ada pemberian dalam bentuk apa pun,” tegasnya.</p>



<p>Dirinya juga mengajak seluruh insan pendidikan, agar mengimplementasikan nilai dasar ASN BerAKHLAK: Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Di akhir sesi, Rosyta memberikan penekanan khusus terkait perlindungan anak di lingkungan sekolah. Dirinya mengingatkan kepala sekolah dan guru, untuk tidak melakukan tindakan perundungan, baik fisik maupun verbal, yang dapat merusak psikologis siswa.</p>



<p>“Tolong ini menjadi perhatian kepala sekolah. Guru jangan sampai melakukan bullying kepada murid. Pelecehan bukan hanya kontak fisik, tetapi verbal juga bisa melukai psikologis anak. Tolong beristighfar. Kita semua harus menjaga marwah profesi pendidik,” paparnya.</p>



<p>Melalui Dispendik on The Road, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang berharap seluruh satuan pendidikan dapat memperkuat budaya integritas. Termasuk, meningkatkan kualitas pelayanan dan membangun kepercayaan publik demi terciptanya pendidikan yang berkualitas, berkeadilan dan berdaya saing. <strong>(hms/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/penguatan-integritas-dan-kepercayaan-publik-ke-sekolah-dispendik-on-the-road-digelar-di-ngantang/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232597</post-id>	</item>
		<item>
		<title>EMBA Jetbus Run Malang Sukses Digelar di Balai Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/emba-jetbus-run-malang-sukses-digelar-di-balai-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[digelar]]></category>
		<category><![CDATA[jetbus]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[sukses,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229550</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Event lari tahunan EMBA Jetbus Run Malang 10K 2026 digelar di area Balai Kota Malang, Minggu (18/01/2026) tadi. Event lari yang mengambil start dan finish di Balai Kota Malang, ini menjelajahi rute dengan panorama Kota Malang. Pelaksanaan yang diikuti oleh pelari lintas usia dan level itu, terbagi dalam lima kategori. Diantaranya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Event lari tahunan EMBA Jetbus Run Malang 10K 2026 digelar di area Balai Kota Malang, Minggu (18/01/2026) tadi. Event lari yang mengambil start dan finish di Balai Kota Malang, ini menjelajahi rute dengan panorama Kota Malang.</p>



<p>Pelaksanaan yang diikuti oleh pelari lintas usia dan level itu, terbagi dalam lima kategori. Diantaranya, 10K Nasional, 10K Master 45+, 5K National, 5K Master 45+, serta 5K Pelajar (usia 14–17 tahun). Sementara hadiah yang diperebutkan, mencapai Rp 430 juta dan menjadikan event ini adalah salah satu event lari dengan hadiah terbesar di Jawa Timur.</p>



<p>Dalam pelaksanaan itu, selain lomba lari, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan, senam zumba, serta puluhan tenant bazar dan UMKM lokal yang menambah semarak suasana di kawasan Balai Kota Malang.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam momen itu mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan EMBA Jetbus Run Malang 10K 2026. Dirinya menyebut, bahwa jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan pelaksanaan berjalan lancar tanpa kendala berarti.</p>



<p>“Alhamdulillah, dari jumlah peserta juga lebih banyak dan pelaksanaannya berjalan cukup baik serta tidak ada gangguan. Animonya sangat tinggi, ribuan peserta ikut dan bahkan sebenarnya bisa lebih banyak jika tidak dibatasi,” kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dirinya berharap, event ini terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan Kota Malang, yang juga akan mampu menyedot kunjungan wisata. Hal ini, sejalan dengan visi misi pemerintah daerah melalui program Seribu Event serta Dasa Bakti Kota Malang, yakni Ngalam Tahes dan Ngalam Asyik. “Harapannya tahun depan akan lebih baik lagi. Cuaca juga mendukung, meski sempat geeimis, justru menambah semangat para pelari,” tambahnya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu juga menilai, fasilitas pendukung tahun ini semakin lengkap, jumlah sponsor bertambah, serta keterlibatan UMKM semakin luas. Menurutnya, event ini diharapkan memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, perwakilan penyelenggara EMBA Jetbus Run Malang 10K, Paulus Oliver Yoesoef, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara. Dirinya menyebut, cuaca gerimis justru menghadirkan suhu yang ideal bagi para pelari.</p>



<p>“Hari ini EMBA Jetbus Run 10K terselenggara dengan baik. Secara prinsip, sekitar 90 persen rute sudah steril, meski ke depan akan kami perbaiki agar lebih maksimal,” jelasnya.</p>



<p>Menurut Paulus, event ini berskala nasional sehingga penyelenggaraan harus dilakukan secara profesional dari awal hingga akhir. Panitia bahkan menargetkan Kota Malang ke depan bisa dikenal sebagai destinasi wisata lari di Indonesia. EMBA Jetbus Run Malang 10K direncanakan akan terus digelar setiap bulan Januari, dengan harapan menjadi pembuka kalender event lari nasional di Indonesia.</p>



<p>Tahun ini, peserta yang berpartisipasi mencapai 3.600 pelari, dengan komposisi 50 persen kategori 5K dan 50 persen kategori 10K. Peserta tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia saja, seperti Lampung, Makassar, Jawa Tengah, Kediri, dan Surabaya, tetapi juga dari luar negeri, termasuk Belanda.</p>



<p>“Target ke depan kami ingin mencapai 4.000 peserta. Tahun ini kuota 3.600 sudah penuh,” ungkap Paulus.</p>



<p>Dalam penyelenggaraan tahun ini, panitia juga mulai menerapkan standar cut-off time. Untuk kategori 5K ditetapkan batas waktu 60 menit, sedangkan kategori 10K memiliki cut-off time 2 jam. Hal ini dilakukan, untuk memotivasi peserta dapat mencapai catatan waktu terbaiknya.</p>



<p>“Kami ingin menuju event nasional, jadi perlu ada standar yang mendidik pelari dan juga penyelenggara,” tegasnya. <strong>(kom/mlg/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229550</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dongkrak Sport Tourism, EMBA Jetbus Run Malang 2026 Siap Digelar</title>
		<link>https://memontum.com/dongkrak-sport-tourism-emba-jetbus-run-malang-2026-siap-digelar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[digelar]]></category>
		<category><![CDATA[dongkrak]]></category>
		<category><![CDATA[jetbus]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[tourism]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229514</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pengambilan Race Pack (race collection) EMBA Jetbus Run Malang 2026 telah dibuka dan berlangsung selama dua hari menjelang pelaksanaan lomba. Ajang lari bergengsi tersebut, dijadwalkan akan digelar, Minggu (18/01/2026) lusa. Inisiator EMBA Jetbus Run Malang, Paulus Oliver Yoesoef, menyampaikan bahwa antusiasme peserta cukup tinggi. Sebanyak 3.600 pelari dipastikan ambil bagian dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pengambilan Race Pack (race collection) EMBA Jetbus Run Malang 2026 telah dibuka dan berlangsung selama dua hari menjelang pelaksanaan lomba. Ajang lari bergengsi tersebut, dijadwalkan akan digelar, Minggu (18/01/2026) lusa.</p>



<p>Inisiator EMBA Jetbus Run Malang, Paulus Oliver Yoesoef, menyampaikan bahwa antusiasme peserta cukup tinggi. Sebanyak 3.600 pelari dipastikan ambil bagian dalam race day, yang terbagi dalam kategori 5K dan 10K dengan komposisi peserta yang relatif seimbang.</p>



<p>“EMBA Jetbus Run Malang merupakan event elite dengan total hadiah mencapai Rp 430 juta. Pesertanya datang dari berbagai daerah, tidak hanya dari Malang dan Jawa Timur,” ujar Paulus dalam konferensi pers, Jumat (16/01/2026) tadi.</p>



<p>Dikatakan, bahwa EMBA Jetbus Run Malang 2026 dirancang dengan berbagai inovasi untuk memperkuat posisinya sebagai event lari nasional. Panitia bahkan menargetkan, ajang tersebut dapat menjadi event 10K terbaik di Indonesia dalam dua tahun ke depan, setelah sebelumnya diklaim sebagai salah satu yang terbaik di Jawa Timur.</p>



<p>“Selain peningkatan hadiah, kami memperkenalkan medali trilogi untuk periode 2026–2028. Tahun ini juga menjadi yang pertama di Indonesia menggunakan live cam untuk memantau pelari elit secara real time sejak start,” tuturnya.</p>



<p>Tidak hanya menyasar pelari profesional dan komunitas, panitia juga membuka kategori pelajar usia 14–17 tahun dengan total hadiah Rp 30 juta. Berkolaborasi dengan PASI Kota Malang, event ini turut menghadirkan atlet nasional peraih medali SEA Games untuk berbagi pengalaman dengan peserta.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Beberapa atlet nasional yang hadir antara lain Robi Syianturi, pemegang rekor nasional half marathon, Suryo Agung Wibowo, peraih emas SEA Games nomor 100 meter, serta Atjong Tio, peraih emas 3.000 meter steeplechase,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengapresiasi penyelenggaraan EMBA Jetbus Run Malang 2026 yang dinilai sejalan dengan program 1.000 Event Pemkot Malang. Menurutnya, event tersebut memberi dampak ekonomi yang signifikan.</p>



<p>“Event ini diinisiasi putra daerah dan disponsori pengusaha lokal. Dampaknya sangat terasa, mulai dari hotel, kuliner, transportasi, hingga UMKM,” kata Eko.</p>



<p>Eko juga memperkirakan, dengan diselenggarakan event tersebut perputaran ekonomi selama tiga hari pelaksanaan dapat mencapai Rp 15–20 miliar, seiring banyaknya peserta luar daerah yang menginap dan berbelanja di Kota Malang.</p>



<p>“Dengan 3.600 peserta, hotel hampir pasti penuh. Kuliner ramai, UMKM bergerak. Ini dampak nyata dari event olahraga,” lanjut Eko.</p>



<p>Selain itu, perwakilan EMBA Group Malang, Ardianto, menegaskan komitmen dukungan jangka panjang terhadap EMBA Jetbus Run Malang. Selain mendukung penyelenggaraan, pihaknya juga melibatkan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM lokal dalam produksi merchandise resmi.</p>



<p>“Lebih dari 50 persen peserta berasal dari luar Kota Malang. Ini menjadi peluang besar untuk mempromosikan pariwisata, budaya, dan produk unggulan Malang sebagai kota yang ramah bagi pelari,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229514</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antusiasme Masyarakat Tinggi, Gerakan Pangan Murah Kota Malang Digelar 100 Kali</title>
		<link>https://memontum.com/antusiasme-masyarakat-tinggi-gerakan-pangan-murah-kota-malang-digelar-100-kali</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 05:49:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[antusiasme]]></category>
		<category><![CDATA[digelar]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[tinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229333</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang sepanjang tahun 2025, terbukti menjadi salah satu program yang paling ditunggu masyarakat. Dalam kurun waktu satu tahun di 2025, tercatat gelaran tersebut sudah 100 kali dilaksanakan. Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, mengatakan bahwa intensitas pelaksanaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang sepanjang tahun 2025, terbukti menjadi salah satu program yang paling ditunggu masyarakat. Dalam kurun waktu satu tahun di 2025, tercatat gelaran tersebut sudah 100 kali dilaksanakan.</p>



<p>Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, mengatakan bahwa intensitas pelaksanaan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah dinamika ekonomi masyarakat. Terlebih, indikator kinerja utamanya yakni indeks ketahanan pangan, yang meliputi ketersediaan, keterjangkauan dan pemanfaatan pangan.</p>



<p>&#8220;Total GPM sepanjang 2025 sebanyak 100 kali. Yang terakhir kami laksanakan pada 31 Desember. Indikator kinerja utama kami adalah GPM berkontribusi langsung pada dua aspek utama, yaitu ketersediaan dan keterjangkauan,&#8221; ujar Slamet, Jumat (09/01/2026) tadi.</p>



<p>Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap GPM pun cukup tinggi. Indikatornya terlihat dari omzet penjualan di setiap lokasi pelaksanaan. Jam tersibuk biasanya terjadi pada pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, saat warga mulai memadati stan pangan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Banyak warga menyampaikan apresiasi karena harga lebih murah dibanding pasar, lokasinya dekat dengan tempat tinggal dan sangat membantu pengeluaran rumah tangga,” katanya.</p>



<p>Tingkat keramaian GPM pun, menurutnya juga dipengaruhi oleh seberapa luas informasi jadwal yang diterima oleh masyarakat dan apakah pelaksanaannya berbarengan dengan penyaluran bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Bulog.</p>



<p>Sebagai informasi, untuk volume pangan yang disalurkan pun terbilang besar. Selama 100 kali pelaksanaan GPM, Dispangtan telah menyalurkan 408 ton beras, 69 ton gula, 33 ton telur ayam ras, serta 0,5 ton daging ayam. Selain itu, masyarakat juga memperoleh 4,5 ton bawang merah, 7,7 ton bawang putih, 1,75 ton cabai rawit, 1,5 ton cabai merah, serta 127.500 liter minyak goreng dengan harga di bawah pasar.</p>



<p>&#8220;Dalam pelaksanaan GPM ini melibatkan berbagai mitra strategis, mulai dari Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas), Perum Bulog, Gabungan Kelompok Tani Kota Malang, hingga Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR),&#8221; imbuh Slamet. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229333</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kick Off Harlah Satu Abad NU Digelar, Wagub Jatim Sebut Momen Perkuat Kontribusi untuk Bangsa</title>
		<link>https://memontum.com/kick-off-harlah-satu-abad-nu-digelar-wagub-jatim-sebut-momen-perkuat-kontribusi-untuk-bangsa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[digelar]]></category>
		<category><![CDATA[Harlah]]></category>
		<category><![CDATA[kontribusi]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229304</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), resmi dimulai. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, membuka kegiatan Kick Off Harlah 1 Abad NU Tahun 2026, di Auditorium Universitas Islam Malang (Unisma), Rabu (07/01/2026) tadi. Dalam pembukaan tersebut, turut hadir Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Wali Kota Batu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), resmi dimulai. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, membuka kegiatan Kick Off Harlah 1 Abad NU Tahun 2026, di Auditorium Universitas Islam Malang (Unisma), Rabu (07/01/2026) tadi. Dalam pembukaan tersebut, turut hadir Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Wali Kota Batu, Nurochman, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto dan Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, serta jajaran pengurus Nahdlatul Ulama se-Jawa Timur.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Emil, itu menegaskan bahwa satu abad perjalanan NU merupakan tonggak sejarah yang sangat panjang dan bermakna bagi bangsa Indonesia. Menurutnya, NU bukan hanya organisasi keagamaan, tetapi bagian penting dari perjalanan lahir dan bertahannya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).</p>



<p>“Seratus tahun adalah usia yang luar biasa bagi sebuah organisasi. NU ikut merintis perjuangan kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Karena itu, ini adalah momen istimewa bagi kita semua,” ujar Wagub Emil.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa kick off ini menjadi awal dari rangkaian panjang kegiatan Harlah 1 Abad NU, yang puncaknya juga akan digelar di Kota Malang melalui kegiatan Mujahadah Kubro. Wagub Emil pun juga mengapresiasi, solidaritas warga NU yang berhasil menggalang dana kemanusiaan sebesar Rp 3,87 miliar untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Ini bukan sekadar perayaan, tapi juga kepedulian. Doa-doa dipanjatkan untuk Indonesia agar dijauhkan dari bencana. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar,” ucapnya.</p>



<p>Lebih lanjut Wagub Emil menegaskan, hubungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan NU bukan sekadar kemitraan strategis, melainkan hubungan yang bersifat prinsipil dan mengakar. “Menyebut NU sebagai mitra strategis saja sebenarnya terlalu sederhana. NU adalah bagian dari perjalanan bangsa yang sangat mengakar, dengan pendekatan inklusif dan toleransi lintas agama. Sinergi ini sudah terjalin dengan sangat baik dan luar biasa,” katanya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Panitia Rangkaian Harlah 1 Abad NU, Maskuri Bakri, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan tersebut antara lain memperkuat konsolidasi dan potensi sumber daya NU, meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap budaya pesantren, menumbuhkan komitmen kebangsaan, serta merawat tradisi dan ukhuwah sebagai modal NU menghadapi tantangan global. Berbagai agenda telah disiapkan, mulai dari Sarasehan Pesantren dan Kebangsaan, Ziarah Muassis dan Muharrik NU se-Jawa Timur, Historical Trip ke Situs Sejarah NU, Pameran Seni Rupa Nasional Satu Abad NU, Bakti Kesehatan dan Pengobatan Gratis, hingga Mujahadah Kubro yang dijadwalkan berlangsung pada 7–8 Februari 2026 di kawasan Stadion Gajayana, Kota Malang.</p>



<p>“Mujahadah Kubro diperkirakan akan diikuti 40 hingga 50 ribu jamaah dari 45 PCNU se-Jawa Timur. Ini adalah ikhtiar spiritual agar Indonesia diberi keselamatan, ketenteraman dan keberkahan,” imbuh Maskuri. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229304</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Malang Sportiva Festival 2025 Perdana Digelar, Satukan Ekosistem Olah Raga Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/malang-sportiva-festival-2025-perdana-digelar-satukan-ekosistem-olah-raga-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[digelar]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[perdana]]></category>
		<category><![CDATA[satukan]]></category>
		<category><![CDATA[sportiva]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227978</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Komite Olah Raga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kota Malang menggelar Malang Sportiva Festival (Masfest) 2025 untuk pertama kalinya pada 22 hingga 23 November 2025. Kegiatan ini, menjadi ajang konsolidasi dan sosialisasi ekosistem olah raga masyarakat yang melibatkan berbagai induk organisasi olah raga di Kota Malang. Ketua KORMI Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Komite Olah Raga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kota Malang menggelar Malang Sportiva Festival (Masfest) 2025 untuk pertama kalinya pada 22 hingga 23 November 2025. Kegiatan ini, menjadi ajang konsolidasi dan sosialisasi ekosistem olah raga masyarakat yang melibatkan berbagai induk organisasi olah raga di Kota Malang.</p>



<p>Ketua KORMI Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, mengatakan Malang Sportiva Festival bertujuan memperkenalkan dan menguatkan peran olah raga masyarakat melalui sosialisasi tempat latihan, manfaat olah raga, serta eksistensi induk organisasi olahraga yang berada di bawah naungan Kormi. “Masfest ini merupakan momentum berkumpulnya ekosistem olah raga masyarakat. Dari total 58 Induk Organisasi Olah Raga (Inorga), lebih dari 70 persen terlibat aktif dalam kegiatan ini,” kata Sofyan, Minggu (23/11/2025) tadi.</p>



<p>Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi ajang pameran dan pertunjukan olahraga, tetapi juga ruang dialog dan tukar gagasan melalui seminar serta forum diskusi. Para pelaku olah raga menyampaikan ide, aspirasi, hingga unek-unek terkait pengembangan olah raga masyarakat ke depan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kami ingin olah raga masyarakat bisa lebih berprestasi dan berkelanjutan. Di sini kami menyatukan sport industry, sport science, dan sport tourism agar semua berjalan berkesinambungan,” jelasnya.</p>



<p>Kegiatan Masfest 2025 digelar di tiga titik berbeda di Kota Malang dan melibatkan berbagai komunitas olah raga, pelaku industri olah raga, serta pemerhati olahraga masyarakat. Sofyan berharap, kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan sebagai wadah penguatan sinergi antar pelaku olah raga.</p>



<p>“Ini pertama kali dilakukan dan semoga bisa terus diadakan setiap tahun agar ekosistem olah raga masyarakat semakin kuat dan berkembang,” terangnya.</p>



<p>Dengan terselenggaranya Malang Sportiva Festival 2025, Kormi Kota Malang menegaskan komitmennya dalam membangun budaya olahraga berbasis masyarakat yang berdaya saing dan berorientasi pada prestasi. <strong>(fat/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227978</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Sport Tourism, BIG Downhill Sukses Digelar di Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-sport-tourism-big-downhill-sukses-digelar-di-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[digelar]]></category>
		<category><![CDATA[downhill,]]></category>
		<category><![CDATA[sukses,]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[tourism]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226142</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, terus mendorong sport tourism berskala internasional yang kerap dilaksanakan di Kabupaten Banyuwangi. Seperti halnya kejuaraan sepeda internasional Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill, yang dilaksanakan di Gantasan Bike Park, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, 20 hingga 21 September 2025. Kejuaraan yang masuk agenda resmi Union Cycliste Internationale (UCI/Federasi Balap Sepeda [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, terus mendorong sport tourism berskala internasional yang kerap dilaksanakan di Kabupaten Banyuwangi. Seperti halnya kejuaraan sepeda internasional Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill, yang dilaksanakan di Gantasan Bike Park, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, 20 hingga 21 September 2025.</p>



<p>Kejuaraan yang masuk agenda resmi Union Cycliste Internationale (UCI/Federasi Balap Sepeda Internasional), ini diikuti 313 pembalap dari 7 negara. Selain pembalap dari berbagai daerah di tanah air, kejuaraan ini diikuti pembalap Australia, Filipina, Malaysia, Rusia, Singapura dan Timor Leste.</p>



<p>“Selamat kami ucapkan kepada para pemenang yang telah menunjukkan performa terbaiknya. BIG Downhill 2025 ini adalah bagian dari event sport tourism berskala internasional yang kami laksanakan,” kata Bupati Ipuk, saat menyerahkan medali kepada para pemenang, Minggu (21/09/2025) tadi.</p>



<p>Bupati Ipuk menambahkan, ajang ini bukan sekadar balap sepeda, tapi komitmen daerah mengajak para riders nasional maupun dunia sekaligus memberi efek ganda bagi homestay, kuliner dan transportasi. “Selain menjadi daya tarik wisata, juga mempromosikan Banyuwangi ke dunia,” sambungnya.</p>



<p>Sementara di Kategori Women Elite, Riska Amelia Agustina (Marin Astrindo Racing Team) menjadi yang tercepat dengan waktu 5 menit 06,265 detik. Nilna Murni Ningtias (Spartan Racing Team) berada di posisi kedua dan Naomi (Trinx Factory Team PH/Fly Racing Team PH) berada di posisi ketiga.</p>



<p>Plt Kadispora Banyuwangi, M Alfin Kurniawan, menambahkan bahwa kejuaraan ini terbagi dalam 19 kelas. Hari pertama, para pembalap menjalani seeding run atau sesi percobaan untuk mencatat waktu terbaik sebagai penentu posisi start di babak final. Hari kedua merupakan final run untuk menentukan siapa yang menjadi juara.</p>



<p>“Event ini sudah memasuki kali keempat pelaksanaan dan menjadi agenda resmi UCI,” ujar Alfin.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Diketahui, bahwa setelah di hari pertama, para pembalap mengikuti babak kualifikasi untuk menentukan pole position. Hari kedua, ratusan pembalap memasuki putaran final.</p>



<p>Trek yang basah dan licin usai diguyur hujan, membuat putaran final berlangsung sengit, bahkan membuat sejumlah pembalap terjungkal. Para pembalap harus ekstra hati-hati menaklukkan lintasan dengan rute sulit.</p>



<p>“Treknya menantang, jalurnya berlumpur sangat licin. Terutama trek bebatuannya. Jadi, trek di sini berbeda dari trek di Indonesia yang pernah saya ikuti sebelumnya,” kata Luke, pembalap kategori men junior dari Singapura.</p>



<p>Hal yang sama, dilontarkan Stephen Girys, pembalap asal Australia. Dirinya mengatakan top section track cukup susah. &#8220;Di luar itu, saya suka dengan Banyuwangi, tempatnya bagus dan indah,” ungkapnya.</p>



<p>Para pembalap harus melintasi trek sepanjang 2,3 kilometer. Mulai dari jalur tanjakan, menurun, tikungan tajam, bebatuan, drop pohon, wallret kayu, super bowll, hingga big drop.</p>



<p>Rendy Varera Sanjaya dari team XTR menjadi yang tercepat untuk Kategori Men Elite dengan catatan waktu 4 menit 08,442 detik. Pandu Satrio Perkasa (Sego Anget Racing Team Banyuwangi) berada di posisi kedua dan Andy Prayoga (Polair DH Team) berada di posisi ketiga. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226142</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gerakan Pangan Murah Serentak Digelar, Pemkot Malang Gelontorkan 40 Ton Beras SPHP di Lima Kecamatan</title>
		<link>https://memontum.com/gerakan-pangan-murah-serentak-digelar-pemkot-malang-gelontorkan-40-ton-beras-sphp-di-lima-kecamatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[digelar]]></category>
		<category><![CDATA[gelontorkan]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[serentak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225539</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengikuti Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak se Indonesia melalui virtual zoom, di Pendopo Kantor Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Sabtu (30/08/2025) tadi. Kegiatan itu dilakukan, dalam rangka rangkaian memperingati Peringatan HUT ke-80 RI. Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu menyampaikan bahwa kegiatan GPM [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengikuti Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak se Indonesia melalui virtual zoom, di Pendopo Kantor Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Sabtu (30/08/2025) tadi. Kegiatan itu dilakukan, dalam rangka rangkaian memperingati Peringatan HUT ke-80 RI.</p>



<p>Pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, itu menyampaikan bahwa kegiatan GPM dilaksanakan di seluruh kecamatan yang ada di Indonesia. Hal ini, juga arahan langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto.</p>



<p>&#8220;Hari ini saya didampingi Pak Danrem dan Pak Dandim dengan pimpinan Bulog Cabang Malang, sesuai dengan perintah Bapak Presiden RI dalam rangka HUT Proklamasi ke 80, kita mengadakan serentak GPM. Kewajiban yang harus kita berikan kepada masyarakat, adalah beras minimal 7 ton di tiap kecamatan. Tapi, kami tiap kecamatan menyediakan 8 ton ditambah dengan gula, minyak goreng dan ada beberapa bahan pokok lainnya,&#8221; jelas Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Selain bahan pokok, tambahnya, juga disediakan hasil kelompok tani dari kelurahan Merjosari, Kota Malang. Diantaranya yakni ada cabai rawit, cabai merah besar dan tomat.</p>



<p>&#8220;Jadi kita berikan untuk masyarakat agar dapat memenuhi kebutuhannya. Tentu juga dengan harga yang lebih terjangkau dan berbeda dengan yang ada di pasaran,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu juga menegaskan, GPM ini tidak hanya berhenti pada pelaksanaan serentak nasional ini. Namun, sepanjang September 2025, nantinya akan disiapkan sebanyak 15 kali GPM secara mandiri.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Tadi kita lihat langsung antusiasme masyarakat sangat tinggi. Memang untuk hasilnya saat ini belum bisa langsung menurunkan harga, tapi nanti akan terasa dampaknya setelah GPM mandiri berjalan,” ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, memastikan kondisi stok pangan tetap stabil. Untuk jumlah beras SPHP yang sudah terdistribusi di lima kecamatan, total 40 ton. Sehingga per kecamatan ada 8 ton yang tersalurkan.</p>



<p>&#8220;Beras dengan merek lainnya kita sediakan 5,2 ton, minyak goreng 2.274 liter, gula 796 kg, telur 250 kg, tepung 320 kg, garam 150 kg, mie 240 kg dan kecap 26 liter. Ke depan, GPM akan terus kita evaluasi setelah pelaksanaan September mendatang,&#8221; ujar Slamet.</p>



<p>Mengenai perbedaan harga dengan di pasaran, slamet mengakui ada selisih antara Rp 1.000 hingga Rp 2.000 ribu. Seperti, beras SPHP medium per kg Rp 13.500. &#8220;Kalau di pasaran bisa selisih Rp 2.000, dengan bahan pokok yang lain juga ada selisihnya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Di sisi lain, salah satu warga Mulyorejo, Emi mengaku sangat terbantu dengan adanya GPM. Karena harga yang ditawarkan lebih terjangkau dibanding biasanya.</p>



<p>“Alhamdulillah sangat membantu, soalnya saya tidak punya suami. Tadi saya beli beras SPHP 10 kg seharga Rp 57.500 per 5 kg. Kalau beli eceran biasanya Rp 15.500 – Rp 16.000 per kg. Mudah-mudahan GPM ini bisa ada lagi, supaya terus membantu masyarakat yang kurang mampu,” imbuh Emi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225539</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
