<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Digencarkan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/digencarkan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Apr 2026 09:18:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Digencarkan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wali Kota Malang Tinjau Pelaksanaan CUC Campak di Bunulrejo, Edukasi Door to Door Digencarkan</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-malang-tinjau-pelaksanaan-cuc-campak-di-bunulrejo-edukasi-door-to-door-digencarkan</link>
					<comments>https://memontum.com/wali-kota-malang-tinjau-pelaksanaan-cuc-campak-di-bunulrejo-edukasi-door-to-door-digencarkan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Bunulrejo]]></category>
		<category><![CDATA[Campak]]></category>
		<category><![CDATA[Digencarkan]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231479</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, meninjau secara langsung pelaksanaan program Catch-Up Campaign (CUC) Campak, di RW 03 Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (06/04/2026) tadi. Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa tinjauan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, meninjau secara langsung pelaksanaan program Catch-Up Campaign (CUC) Campak, di RW 03 Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin (06/04/2026) tadi.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa tinjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan imunisasi berjalan optimal, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi campak. Menurutnya, sebagian besar anak yang menjadi sasaran telah mengikuti imunisasi campak sesuai tahapan usia, mulai 9 bulan hingga 59 bulan.</p>



<p>“Beberapa sasaran sudah mengikuti semua tahapan imunisasi. Namun, memang masih ada sebagian kecil warga yang perlu pendekatan khusus karena masih beranggapan imunisasi campak tidak berdampak,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam hal ini, menurutnya Pemkot Malang terus melakukan berbagai upaya edukasi. Termasuk, juga pendekatan door to door kepada masyarakat yang belum bersedia mengikuti imunisasi.</p>



<p>Selain itu, tambahnya, Pemkot Malang tidak akan menyerah dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi campak. “Kita tidak putus asa. Pendekatan terus dilakukan bersama tokoh agama, tokoh pendidikan, dan tokoh masyarakat agar warga memahami pentingnya imunisasi ini,” tegasnya.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakan, bahwa penyakit campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. Bahkan, satu penderita dapat menularkan kepada hingga 18 orang lainnya apabila tidak dilakukan pencegahan melalui imunisasi.</p>



<p>“Dampaknya bisa sangat fatal, bahkan sampai menyebabkan kematian. Karena itu kampanye ini terus kita gencarkan agar masyarakat sadar akan bahayanya,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/wali-kota-malang-tinjau-pelaksanaan-cuc-campak-di-bunulrejo-edukasi-door-to-door-digencarkan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231479</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penegakkan Prokes PPKM Darurat Terus Digencarkan di Kecamatan Kota Probolinggo</title>
		<link>https://memontum.com/penegakkan-prokes-ppkm-darurat-terus-digencarkan-di-kecamatan-kota-probolinggo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2021 10:04:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Digencarkan]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[ppkm darurat]]></category>
		<category><![CDATA[Prokes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=147727</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Operasi yustisi penegakan protokol kesehatan terus dilakukan di seluruh wilayah kecamatan di Kota Probolinggo, dalam upaya pengendalian penyebaran Covid-19. Tak hanya teguran lisan dan sanksi lainnya, petugas gabungan juga membagikan masker gratis kepada warga yang kedapatan melanggar prokes pemakaian masker, Sabtu (10/07). Baca Juga: Kepala Satpol PP Kota Probolinggo, Aman Suryaman, mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Operasi yustisi penegakan protokol kesehatan terus dilakukan di seluruh wilayah kecamatan di Kota Probolinggo, dalam upaya pengendalian penyebaran Covid-19.</p>



<p>Tak hanya teguran lisan dan sanksi lainnya, petugas gabungan juga membagikan masker gratis kepada warga yang kedapatan melanggar prokes pemakaian masker, Sabtu (10/07).</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/gerakan-indonesia-asri-pemkot-probolinggo-gelar-kerja-bakti-massal-dan-penertiban-pkl">Gerakan Indonesia Asri, Pemkot Probolinggo Gelar Kerja Bakti Massal dan Penertiban PKL</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jalin-kebersamaan-baznas-kota-probolinggo-gelar-doa-bersama-ulama-dan-umaroh">Jalin Kebersamaan, Baznas Kota Probolinggo Gelar Doa Bersama Ulama dan Umaroh</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-probolinggo-lantik-67-pejabat-administrator-dan-pengawas">Wali Kota Probolinggo Lantik 67 Pejabat Administrator dan Pengawas</a></li>
</ul>


<p>Kepala Satpol PP Kota Probolinggo, Aman Suryaman, mengatakan PPKM yang diberlakukan saat ini adalah PPKM Darurat, sesuai instruksi Walikota Probolinggo, dimana tujuannya jelas untuk memutus mata rantai wabah pandemi, sehingga kondisi perekonomian, kesehatan, kegiatan sosial, dan pendidikan segera pulih kembali.</p>



<p>“Rangkaian kegiatan PPKM Darurat adalah himbauan kepada masyarakat agar patuh prokes dengan menjalankan 5M, termasuk pemberian sanksi edukasi, pemberian masker, dan penyemprotan cairan disinfektan secara berkala di tempat publik,” tegasnya.</p>



<p>Dalam Instruksi Walikota Probolinggo, Tim Satgas Covid-19 di tingkat kecamatan yang terdiri dari TNI-Polri, Satpol PP, Puskesmas, Camat dan Lurah, juga diinstruksikan mengupdate kondisi kasus terbaru, memperketat pengawasan, serta 3T (Tracking, Testing, dan Treatment). Petugas juga diminta untuk mensosialisasikannya ke warga agar tidak membuat/mengadakan kegiatan yang memicu kerumunan. Pun membatasi kegiatan para pelaku ekonomi pedagang kaki lima untuk sementara waktu. <strong>(geo/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">147727</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
