<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>digigit ular &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/digigit-ular/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Oct 2022 11:37:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>digigit ular &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dua King Cobra yang Patuk Pemiliknya di Trenggalek Dibawa ke Shelter Panji Petualang</title>
		<link>https://memontum.com/dua-king-cobra-yang-patuk-pemiliknya-di-trenggalek-dibawa-ke-shelter-panji-petualang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2022 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[digigit ular]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Panji Petualang]]></category>
		<category><![CDATA[ular kobra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=177555</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Dua ekor ular jenis King Cobra yang meregut nyawa pemiliknya, yaitu Imam Rokhani warga Desa Ngrayung, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, akhirnya dievakuasi oleh tim Panji Petualang ke Purwakarta Jawa Barat. Hal ini, sebagai disampaikan Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Trenggalek, Triadi Atmono. Dijelaskannya, bahwa pihaknya telah melakukan serah terima dua ular [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Dua ekor ular jenis King Cobra yang meregut nyawa pemiliknya, yaitu Imam Rokhani warga Desa Ngrayung, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, akhirnya dievakuasi oleh tim Panji Petualang ke Purwakarta Jawa Barat. Hal ini, sebagai disampaikan Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Trenggalek, Triadi Atmono.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa pihaknya telah melakukan serah terima dua ular itu ke Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Jawa Timur. &#8220;Hari ini, kami kedatangan tim BKSDA Jatim di Kantor Satpol PP dan Damkar Kabupaten Trenggalek. Mereka ke sini, guna mengevakuasi dua ular jenis King Cobra, yang sebelumnya telah menewaskan pemiliknya di Desa Ngrayung, Kecamatan Gandusari,&#8221; ujarnya, Kamis (27/10/2022) sore.</p>



<p>Keberadaan king cobra ini, tambahnya, mulai dilirik para pencinta reptil lokal maupun luar daerah untuk diadopsi. &#8220;Meski banyak yang melirik, tapi kita tidak serta merta memberikannya begitu saja. Terlebih, ular ini dinilai cukup langka. Maka, tidak heran jika banyak yang mengincar untuk diadopsi,&#8221; imbuh Triadi.</p>



<p>Memelihara ular jenis King Cobra, ujarnya, memang dibutuhkan shelter khusus. Selain itu, untuk pemberian makanan, pun juga harus berhati-hati. Pasalnya, makanan King Cobra ini juga sama-sama ular.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Sementara itu salah satu tim dari BKSDA Jatim, Joko Dwiyono, mengungkapkan target yang dilakukan dalam saat ini adalah penanganan ular King Cobra yang diserahkan Satpol PP Trenggalek. &#8220;Kita upayakan penyelamatan terhadap dua King Cobra ini, sambil menunggu penilaian apakah layak dirilis atau tidak,&#8221; kata Joko.</p>



<p>Selanjutnya, tim BKSDA Jatim akan merawat hewan melata ini. Mengingat, untuk bisa dirilis di Kebun Binatang Surabaya, itu melewati tahapan-tahapan. Maka, untuk sementara waktu ular ini akan dirawat terlebih dahulu.</p>



<p>&#8220;Jadi, apakah nanti dua King Cobra ini bisa dirilis di Kebun Binatang Surabaya atau tidak, kita tunggu saja hasilnya,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sementara itu, dua ular King Cobra sepanjang 4,5 meter, ini akan dibawa BKSDA ke Surabaya, terlebih dahulu. Selanjutnya, kemudian akan diserahkan ke shelter khusus di Jawa Barat.</p>



<p>Seperti yang diberitakan sebelumnya, Imam Rokhani (49) harus merenggang nyawa setelah digigit ular King Cobra peliharaannya, Minggu (23/10/2022) lalu. Korban digigit ular super berbisa tersebut, saat hendak mengganti air minum di kandangnya sekitar pukul 03.30. Usai digigit, korban sempat dilarikan ke RSUD dr Soedomo, untuk mendapat perawatan. Namun sayang, nyawanya tidak bisa diselamatkan setelah 7,5 jam dipatuk ular yang sudah dipelihara 5 tahun belakangan itu. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">177555</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dipatuk King Cobra Peliharaan, Pria Asal Trenggalek Meregang Nyawa</title>
		<link>https://memontum.com/dipatuk-king-cobra-peliharaan-pria-asal-trenggalek-meregang-nyawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2022 03:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[digigit ular]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Meregang Nyawa]]></category>
		<category><![CDATA[ular kobra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=177385</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Naas menimpa Imam Rokhani (49), warga RT 21/ RW 10, Dusun Winong, Desa Ngrayung, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Korban akhirnya meregang nyawa, setelah digigit ular King Cobra, Minggu (23/10/2022) siang. Tragisnya, dua ekor ular jenis King Cobra yang menggigit korban, adalah ular peliharaan sendiri yang sudah dipelihara selama 5 tahun terakhir. Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Naas menimpa Imam Rokhani (49), warga RT 21/ RW 10, Dusun Winong, Desa Ngrayung, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Korban akhirnya meregang nyawa, setelah digigit ular King Cobra, Minggu (23/10/2022) siang. Tragisnya, dua ekor ular jenis King Cobra yang menggigit korban, adalah ular peliharaan sendiri yang sudah dipelihara selama 5 tahun terakhir.</p>



<p>Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Trenggalek, Triadi Atmono, mengatakan bahwa kejadian tersebut berawal saat korban hendak mengganti air minum hewan peliharaannya. &#8220;Jadi, korban ini memiliki dua ekor ular jenis King Cobra. Kejadiannya, saat itu pemiliknya hendak mengganti air minum ularnya di kandang. Namun naas, korban justru mendapat serangan berupa gigitan di bagian tangannya,&#8221; ungkap Triadi, saat dikonfirmasi, Senin (24/10/2022) pagi.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<p>Pada saat kejadian, tambahnya, korban langsung meminta tolong adiknya untuk membawanya ke rumah sakit, agar segera mendapat pertolongan. &#8220;Akan tetapi, selama diperjalanan menuju rumah sakit, korban sudah tidak sadarkan diri. Sampai akhirnya, sekira pukul 11.00, korban dinyatakan meninggal dunia,&#8221; terang Triadi.</p>



<p>Menurut informasi yang diterima, ular tersebut didapat korban dari daerah Desa Sugihan, Kecamatan Kampak. Akibat kejadian ini, pihak keluarga meminta tim Damkar Satpol PP Trenggalek, untuk segera mengevakuasi dua ekor ular yang memiliki bisa mematikan tersebut.</p>



<p>&#8220;Saat ini, dua ular King Cobra itu sudah diamankan Tim Damkar di Kantor Satpol PP Trenggalek. Rencananya, ular itu akan dilepas liarkan ke habitatnya yang jauh dari permukiman warga,&#8221; jelasnya. Dengan begitu, potensi ular tersebut kembali ke permukiman warga bisa lebih diminimalisir. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">177385</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ular Hijau Masuk Rumah, Gigit Warga Perumahan Permata Alam</title>
		<link>https://memontum.com/ular-hijau-masuk-rumah-gigit-warga-perumahan-permata-alam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Mar 2018 13:53:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[digigit ular]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta sukun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/29755-ular-hijau-masuk-rumah-gigit-warga-perumahan-permata-alam</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8212; Seekor ular hijau berbisa Sabtu (3/3/2018) malam menyelinap masuk di salah satu rumah warga di Perum permata Alam, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Tak hanya menyelinap, si ular hijau kepala pipih itu juga menggigit jemari tangan kiri Murni Tyastuti (43) si pemilik rumah. Akibat dari kejadian tangan kiri Murni [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8212; Seekor ular hijau berbisa Sabtu (3/3/2018) malam menyelinap masuk di salah satu rumah warga di Perum permata Alam,  Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Tak hanya menyelinap, si ular hijau kepala pipih itu juga menggigit jemari tangan kiri  Murni Tyastuti (43) si pemilik rumah. Akibat dari kejadian tangan kiri Murni membengkak hingga segera saja dilarikan ke IGD RSSA Malang.</p>
<p>Informasi Memo X (Grup Memontum.com) menyebutkan bahwa ular hijau yang biasa di pepohonan itu masuk ke dalam rumah milik Murni.  Malam itu sekitar pukul 21.00, saat Murni sedang bersantai duduk di lantai 2 rumah, tiba-tiba dikejutkan gigitan ular hijau di jari tangan kirinya.</p>
<p><div id="attachment_11683" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-11683" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180304-WA0106-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Tangan kiri Murni membengkak akibat gigitan ular. (ist)" width="650" height="366" class="size-full wp-image-29756" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180304-WA0106-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180304-WA0106-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180304-WA0106-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/03/IMG-20180304-WA0106-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-11683" class="wp-caption-text"><em>Tangan kiri Murni membengkak akibat gigitan ular. <strong>(ist)</strong></em></p></div></p>
<p>Tentunya hal itu diluar perkiraaan dan Murni sama sekali tidak menyangka ada ular hijau yang masuk di lantai 2 rumahnya. Namun kejadiannya cukup cepat, jemari tangan kirinya telah tergigit.</p>
<p>Bisa racun ular hijau itu dengan cepat bereaksi hingga Murni langsung menjerit kesakitan. Teriakan itu segera didengar oleh pihak keluarga yang lain hingga segera memberikan pertolongan. Karena cukup membahayakan, ular itu akhirnya dibunuh agar tidak menggigit penghuni rumah lainnya.</p>
<p>“Setelah digigit, korban segera dilarikan ke RSSA Malang supaya bisa ular tidak menyebar. Karena bisa ular semacam ini sangat berbahaya,” ujar AKP Anang Tri Hananta, Kapolsekta Sukun. <strong>(gie/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">29755</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
