<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>digulirkan, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/digulirkan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Jan 2026 11:07:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>digulirkan, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Tunggu Relokasi Pedagang Rampung Usai Lebaran, Perbaikan Jalan Pasar Gadang Segera Digulirkan</title>
		<link>https://memontum.com/tunggu-relokasi-pedagang-rampung-usai-lebaran-perbaikan-jalan-pasar-gadang-segera-digulirkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2026 05:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[digulirkan,]]></category>
		<category><![CDATA[gadang]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan]]></category>
		<category><![CDATA[rampung,]]></category>
		<category><![CDATA[relokasi]]></category>
		<category><![CDATA[segera]]></category>
		<category><![CDATA[tunggu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229225</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memastikan bahwa perbaikan Jalan Pasar Gadang, akan masuk dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) Jalan tahun 2026. Menurutnya, perencanaan itu sudah mendapatkan persetujuan dari Dirjen Bina Marga dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa proyek tersebut mencakup pembangunan jalan kembar dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memastikan bahwa perbaikan Jalan Pasar Gadang, akan masuk dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) Jalan tahun 2026. Menurutnya, perencanaan itu sudah mendapatkan persetujuan dari Dirjen Bina Marga dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).</p>



<p>Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa proyek tersebut mencakup pembangunan jalan kembar dengan median, serta penataan jalan-jalan sirip di sekitar Pasar Gadang. Itu dilakukan, untuk mengurai kemacetan yang telah berlangsung puluhan tahun.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, bantuan-bantuan yang sudah kita usulkan rata-rata disetujui. Salah satunya DAK jalan yang akan kita laksanakan tahun 2026, termasuk jalan kembar dan sirip-siripnya,” ujar Wali Kota Wahyu, Sabtu (03/01/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Namun, Wali Kota Wahyu juga memastikan bahwa pelaksanaan proyek tersebut sedikit mengalami penyesuaian waktu, lantaran Pemkot Malang masih menunggu proses pemindahan kios-kios pedagang di sepanjang ruas jalan. Para pedagang meminta waktu hingga setelah Hari Raya Idul Fitri, agar tidak mengganggu aktivitas usaha dan pelanggan.</p>



<p>“Sebetulnya bisa segera kita laksanakan, tapi pedagang masih menunggu sampai lebaran. Kita hargai itu karena mereka khawatir pelanggan bingung. Setelah lebaran, mereka akan membongkar sendiri karena lahan penggantinya sudah siap,” jelasnya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu menegaskan, keberadaan kios di kawasan tersebut sepenuhnya dibangun oleh pedagang secara mandiri. Pemerintah hanya memfasilitasi penataan dan pengaturan sewa tanpa mengeluarkan biaya pembangunan.</p>



<p>“Ini bentuk kesadaran masyarakat. Gadang itu sudah puluhan tahun macet. Saya masih jadi Camat Tajinan, kondisinya sudah seperti itu. Alhamdulillah sekarang bisa kita realisasikan penataannya,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229225</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Program Sekardadu Banyuwangi Kembali Digulirkan, Bidikan Diperluas ke Sektor Pariwisata</title>
		<link>https://memontum.com/program-sekardadu-banyuwangi-kembali-digulirkan-bidikan-diperluas-ke-sektor-pariwisata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Mar 2024 09:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[bidikan]]></category>
		<category><![CDATA[digulirkan,]]></category>
		<category><![CDATA[diperluas]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[sekardadu]]></category>
		<category><![CDATA[sektor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206739</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu) yang digeber Kabupaten Banyuwangi sejak 2022, kembali dilanjutkan, Rabu (06/03/2024) tadi. Selain berfungsi menjaga daerah aliran sungai (DAS), program yang masuk Top 30 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur tahun 2023 tersebut, juga diperluas ke sektor wisata. Disampaikan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bahwa Sekardadu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu) yang digeber Kabupaten Banyuwangi sejak 2022, kembali dilanjutkan, Rabu (06/03/2024) tadi. Selain berfungsi menjaga daerah aliran sungai (DAS), program yang masuk Top 30 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur tahun 2023 tersebut, juga diperluas ke sektor wisata.</p>



<p>Disampaikan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bahwa Sekardadu merupakan program kolaboratif yang melibatkan lintas sektoral termasuk pelajar dari semua tingkatan pendidikan. Baik mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi dan pondok pesantren, untuk bersama-sama merawat kebersihan sungai yang ada di sekitar lingkungannya.</p>



<p>“Tujuan dari program ini masih sama, menjaga dan merawat kebersihan sungai. Mulai daerah tangkapan air mulai hulu hingga hilir. Sekardadu mendorong kesadaran masyarakat terhadap kelestarian alam, agar ekosistem terjaga dengan baik,” kata Bupati Ipuk Fiestiandani, dalam kick off di Wisata Jopuro, Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah.</p>



<p>Selain merawat aliran sungai melalui Program Sekardadu, paparnya, diharapkan bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Seperti di kawasan aliran Sungai Jopuro yang menjadi destinasi wisata air.</p>



<p>Wisata Jopuro memanfaatkan sumber mata air Sumber Mengarang, yang berfungsi sebagai perairan sawah dan sumber air bersih untuk Hippam. Jopuro sendiri memiliki saluran irigasi yang airnya jernih dan dimanfaatkan masyarakat menjadi destinasi wisata pemandian alami dengan landskap yang sejuk dan asri.</p>



<p>Jopuro juga dijadikan lokasi eduekowisata alam yang dapat memberikan edukasi kepada anak-anak maupun masyarakat sekitar tentang keanekaragaman hayati. Ipuk mengatakan, Jopuro dapat menjadi pilot plan pembangunan destinasi wisata sumber daya air, yang dapat memberikan manfaat ekonomi tanpa merusak kelestarian alam.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Jadi tidak hanya merawat daerah aliran sungai, tapi juga bisa berdampak pada sosial ekonomi masyarakat. Diharapkan dengan Sekardadu akan muncul Jopuro-Jopuro baru di Banyuwangi,&#8221; tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pengairan, Guntur Priambodo, menambahkan jika gelaran ini melibatkan hingga 141 sekolah mulai SD hingga perguruan tinggi, dengan jumlah kader 272.780 siswa. Panjang aliran sungai yang dirawat mencapai 35 ribu meter.</p>



<p>Program ini mengedukasi para pelajar dan mahasiswa secara aktif bagaimana menjaga kebersihan sungai dan lingkungannya. Mereka diangkat sebagai &#8216;Duta Sekardadu&#8217; dan bertugas mengajak teman maupun masyarakat untuk bersama-sama merawat daerah aliran sungai di lingkungannya.</p>



<p>&#8220;Di Program Sekardadu juga melibatkan masyarakat untuk melakukan kerja bakti bersih sungai, menanam tanaman di pinggiran sungai serta penyebaran bibit ikan yang ikut menjaga ekosistem sungai,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kini, tambahnya, Sekardadu menargetkan memperluas radius menjadi 2 km dari sungai atau saluran. Sehingga, lebih banyak lembaga pendidikan terlibat. Bahkan di tahun 2024, Sekardadu juga akan menerapkan mekanisme monitoring melalui sistem aplikasi untuk mempermudah pengawasan dan meningkatkan keaktifan lembaga pendidikan dalam menjalankan program.</p>



<p>&#8220;Dengan demikian, nantinya memudahkan untuk monitoring dan evaluasi pelaksanaan program,&#8221; papar Guntur. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206739</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rencana Pemindahan 1.097 PKL Pasar Pagi Kota Batu ke Pasar Induk Among Tani Segera Digulirkan</title>
		<link>https://memontum.com/rencana-pemindahan-1-097-pkl-pasar-pagi-kota-batu-ke-pasar-induk-among-tani-segera-digulirkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Dec 2023 06:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[digulirkan,]]></category>
		<category><![CDATA[pemindahan]]></category>
		<category><![CDATA[rencana]]></category>
		<category><![CDATA[segera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203198</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Proses pemindahan 1.097 pedagang kaki lima (PKL) Pasar Pagi dari lahan relokasi di Stadion Gelora Brantas ke Pasar Induk Among Tani, Kota Batu, segera digulirkan. Rencana itu, seiring telah rampungnya proses verifikasi data dari ribuan PKL Pasar Pagi, untuk menempati lokasi baru atau permanen. Ketua Paguyuban Pasar Pagi, Rubiyanto, mengatakan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Proses pemindahan 1.097 pedagang kaki lima (PKL) Pasar Pagi dari lahan relokasi di Stadion Gelora Brantas ke Pasar Induk Among Tani, Kota Batu, segera digulirkan. Rencana itu, seiring telah rampungnya proses verifikasi data dari ribuan PKL Pasar Pagi, untuk menempati lokasi baru atau permanen.</p>



<p>Ketua Paguyuban Pasar Pagi, Rubiyanto, mengatakan bahwa sesuai ketentuan Diskumdag Kota Batu dalam proses pemindahan PKL Pasar Pagi ke Pasar Induk Among Tani, rencana pemindahan ini adalah masuk tahap kedua. Itu karena, di tahap awal atau sekitar 2.209 pedagang yang memiliki SK, sudah dipindahkan lebih awal.</p>



<p>&#8220;Untuk rencana pemindahan tahap dua ini, beberapa beberapa waktu lalu baru selesai dilaksanakan verifikasi data,&#8221; terangnya, Selasa (12/12/2023) tadi.</p>



<p>Selesai dilakukan verifikasi data, ujarnya, pedagang nantinya akan menerima kartu. &#8220;Untuk jumlah pedagang tidak ada tambahan. Artinya, sesuai dengan data lama yaitu 1.097 PKL,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Untuk teknis perpindahan, Rubiyanto menambahkan, saat ini masih dilakukan pembahasan dengan Diskumdag Kota Batu. Bahkan, juga dilakukan survei lapangan. &#8220;Tahapan pemindahan sudah kami bicarakan. Teknis penataannya seperti apa, ini kami sedang melakukan pembahasan. Dan, sebenarnya kami juga sudah bertemu dengan Kepala Diskumdag Kota Batu. Tapi, masih belum banyak yang dibahas, karena posisi Kepala Diskumdag Kota Batu diisi pejabat baru,&#8221; urainya.</p>



<p>Terpisah, Kepala Diskumdag Kota Batu, Aries Setiawan, menyampaikan terkait perpindahan PKL Pasar Pagi dari Stadion Gelora Brantas sudah dilakukan koordinasi dengan pihak paguyuban pedagang. &#8220;Karena saya baru (Kadis, red) di Diskumdag, jadi mulai kemarin saya koordinasi dengan paguyuban pedagang. Di sini kita rumuskan bersama proses perpindahan PKL, biar bisa mapping,&#8221; jelasnya.<strong> (put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203198</post-id>	</item>
		<item>
		<title>HPP Tembakau Belum Digulirkan, Gudang Tutup dan Petani Tembakau Probolinggo Jual Panenan Keluar</title>
		<link>https://memontum.com/hpp-tembakau-belum-digulirkan-gudang-tutup-dan-petani-tembakau-probolinggo-jual-panenan-keluar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Aug 2023 09:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[digulirkan,]]></category>
		<category><![CDATA[Gudang]]></category>
		<category><![CDATA[keluar]]></category>
		<category><![CDATA[panenan]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Tembakau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195373</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Beberapa petani tembakau yang ada di Kabupaten Probolinggo, mulai memasuki musim panen tembakau. Salah satunya, seperti di Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo. Namun sayangnya, musim panen yang telah tiba ini, masih terkendala Harga Pokok Produksi (HPP) tembakau. Akibatnya, banyak gudang tembakau di Kabupaten Probolinggo, masih belum buka atau belum memulai pembelian tembakau para [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Beberapa petani tembakau yang ada di Kabupaten Probolinggo, mulai memasuki musim panen tembakau. Salah satunya, seperti di Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo.</p>



<p>Namun sayangnya, musim panen yang telah tiba ini, masih terkendala Harga Pokok Produksi (HPP) tembakau. Akibatnya, banyak gudang tembakau di Kabupaten Probolinggo, masih belum buka atau belum memulai pembelian tembakau para petani.</p>



<p>Seorang petani tembakau asal Desa Sambirampak Kidul, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, Lukmanul Hakim, mengatakan bahwa dirinya telah menanam tembakau sejak awal Mei beberapa waktu lalu. Hingga sekarang, pihaknya sudah empat kali panen tanaman tembakau, sementara gudang penerimaan masih tutup.</p>



<p>&#8220;Sekarang sudah masa panen, tapi gudang di sini belum buka,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Karena belum buka, ujarnya, tembakau hasil panen para petani akhirnya dijual kepada beberapa tengkulak. Karena, para tengkulak mencari tembakau ke pedesaan dan kemudian dipasok ke gudang luar Kabupaten Probolinggo. Seperti wilayah Kota Malang dan Madura.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, ada terus yang beli tembakau. Meskipun, tembakaunya dijual ke Malang dan Madura,&#8221; katanya.</p>



<p>Sementara itu, Kabid Perdagangan pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo, Mahdinsareza, mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih berfokus kepada Harga Pokok Produksi (HPP) tembakau di kalangan petani. Kemudian, hasilnya akan disampaikan kepada pihak gudang agar harga beli tembakau tidak berada di bawah HPP.</p>



<p>&#8220;Tembakau inikan hulunya adalah pertanian. Jadi, kami kerja sama dengan Dinas Pertanian dalam mengumpulkan informasi harga ini. Tentu setelah gudang buka nanti, harganya tidak merugikan petani,&#8221; terangnya. <strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195373</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
