<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>digunakan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/digunakan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Apr 2025 12:33:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>digunakan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Serahkan Bansos Usaha Ekonomi Produktif Situbondo, Mas Rio Minta Agar Digunakan untuk Usaha</title>
		<link>https://memontum.com/serahkan-bansos-usaha-ekonomi-produktif-situbondo-mas-rio-minta-agar-digunakan-untuk-usaha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2025 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[bansos]]></category>
		<category><![CDATA[digunakan]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Produktif]]></category>
		<category><![CDATA[serahkan]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221386</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) Program Kemiskinan Ekstrim Usaha Ekonomi Produktif (UEP), yang berlangsung di Kecamatan Bungatan, Kamis (24/04/2025) tadi. Pelaksanaan penyerahan itu, dilakukan langsung Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wabub, Ulfiyah, kepada 542 penerima yang tersebar se-Kabupaten Situbondo. Sebagai informasi, Bansos UEP ini diberikan untuk masyarakat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) Program Kemiskinan Ekstrim Usaha Ekonomi Produktif (UEP), yang berlangsung di Kecamatan Bungatan, Kamis (24/04/2025) tadi. Pelaksanaan penyerahan itu, dilakukan langsung Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wabub, Ulfiyah, kepada 542 penerima yang tersebar se-Kabupaten Situbondo.</p>



<p>Sebagai informasi, Bansos UEP ini diberikan untuk masyarakat yang terdata. Adapun besarannya, masing-masing menerima Rp 1,5 juta.</p>



<p>Dalam sambutannya, Bupati Rio meminta kepada para penerima Bansos agar benar-benar menggunakan bantuan tersebut untuk berusaha. Salah satunya, seperti untuk berjualan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Pemberian bantuan ini dilakukan, adalah agar masyarakat berdaya. Sehingga, masyarakat bisa memiliki penghasilan dan tidak kekurangan,&#8221; kata Mas Rio-sapaan Bupati Situbondo.</p>



<p>Mas Rio juga meminta kepada penerima bantuan, agar turut menjaga perasaan tetangga dan tidak selalu berharap bantuan. &#8220;Ada yang sampai 15 tahun dapat bantuan, tapi tetap jadi orang miskin. Kenapa? Karena bantuan yang didapat tidak digunakan untuk usaha. Oleh sebab itu, mari sama-sama sadar, bahwa ibarat ingin mendapat ikan, bantuan ini adalah kailnya (pancing, red),&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Mas Rio juga menyampaikan kepada penerima untuk selalu bersemangat menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi. Sebab, pendidikan merupakan salah satu kunci untuk memutus rantai kemiskinan. &#8220;Jangan takut menyekolahkan anak. Kalau kesulitan biaya, kita sediakan beasiswa. Boleh disampaikan ke saya, kalau ada anaknya yang mau kuliah dan kesulitan biaya,&#8221; ungkapnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221386</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Anggaran DBHCHT Dinkes Kota Batu Digunakan untuk Pengadaan Mobil Ambulan Kegawatdaruratan</title>
		<link>https://memontum.com/anggaran-dbhcht-dinkes-kota-batu-digunakan-untuk-pengadaan-mobil-ambulan-kegawatdaruratan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Oct 2023 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Ambulan]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[DBHCHT]]></category>
		<category><![CDATA[digunakan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[Kegawatdaruratan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengadaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200480</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu menambah satu unit ambulan kegawatdaruratan senilai Rp 750 juta yang ditempatkan di PSC Balai Kota Among Tani. Pengadaan satu unit ambulan tersebut, bersumber dari dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT) 2023. Sekedar diketahui, selama ini ambulan transpoter yang ada dan dimiliki masing-masing Puskesmas, fasilitasnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu menambah satu unit ambulan kegawatdaruratan senilai Rp 750 juta yang ditempatkan di PSC Balai Kota Among Tani. Pengadaan satu unit ambulan tersebut, bersumber dari dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT) 2023.</p>



<p>Sekedar diketahui, selama ini ambulan transpoter yang ada dan dimiliki masing-masing Puskesmas, fasilitasnya masih standar. Untuk itu, Kepala Dinkes Kota Batu, Kartika Trisulandari, membeli satu unit ambulan kegawatdaruratan senilai Rp 750 juta dengan fasilitas peralatan kesehatan lebih lengkap.</p>



<p>&#8220;Memang benar, Dinkes membeli mobil ambulan kegawatdaruratan dengan fasilitas lebih lengkap dari ambulan transpoter yang dimiliki masing-masing Puskesmas. Ambulan ini nilainya Rp 750 juta dan ditempatkan di PSC Balai Kota Among Tani,&#8221; terangnya di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Kamis (26/10/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Kartika menambahkan, mengenai DBHCHT yang diperoleh Dinkes di 2023, pihaknya digelontorkan sebesar Rp 28.423.580.194 miliar. Dana itu, dimanfaatkan untuk pembayaran iuran jaminan kesehatan sebanyak 91 ribu orang selama tiga bulan.</p>



<p>&#8220;Juga, pemanfaatan anggaran DBHCHT untuk penyediaan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) pada Puskesmas dan skrining penyakit tidak menular. Saya target di akhir tahun 2023, semua kegiatan sudah 100 persen terserap. Dana DBHCHT tidak dipergunakan untuk keperluan pembiayaan general cek-up,&#8221; jelasnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200480</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mesin Pirolisis di TPA Tlekung Tetiba Dipindahkan, Pegawai Ngaku Kerja Sama Habis, DLH Bilang Digunakan TPS3R</title>
		<link>https://memontum.com/mesin-pirolisis-di-tpa-tlekung-tetiba-dipindahkan-pegawai-ngaku-kerja-sama-habis-dlh-bilang-digunakan-tps3r</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Aug 2023 12:41:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bilang]]></category>
		<category><![CDATA[digunakan]]></category>
		<category><![CDATA[Dipindahkan]]></category>
		<category><![CDATA[habis,]]></category>
		<category><![CDATA[pegawai]]></category>
		<category><![CDATA[pirolisis]]></category>
		<category><![CDATA[tetiba]]></category>
		<category><![CDATA[tlekung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197107</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Mesin pencacah sampah atau mesin pirolisis, yang sebelumnya berada di TPA Tlekung, diketahui telah berpindah tempat di Halaman Kantor Desa Pendem, seiring pelaksanaan penutupan TPA Tlekung, Rabu (30/08/2023) tadi. Mesin pirolisis itu, adalah mesin yang berkapasitas pengolahan kapasitas kecil yaitu 30 sampai 50 ton. Dari pantauan lapangan, di TPA Tlekung saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Mesin pencacah sampah atau mesin pirolisis, yang sebelumnya berada di TPA Tlekung, diketahui telah berpindah tempat di Halaman Kantor Desa Pendem, seiring pelaksanaan penutupan TPA Tlekung, Rabu (30/08/2023) tadi. Mesin pirolisis itu, adalah mesin yang berkapasitas pengolahan kapasitas kecil yaitu 30 sampai 50 ton.</p>



<p>Dari pantauan lapangan, di TPA Tlekung saat ini hanya terdapat satu insenerator ukuran besar yang dimanfaatkan untuk membakar sampah. Kemudian, di sisi tempat lain atau yang juga ada cerobong besar insenerator, masih belum terpakai. Sementara mesin pirolisis yang sebelumnya atau selama ini digunakan selama Juli 2023 di TPA Tlekung, diketahui sudah tidak ada dan diduga sudah pindah ke halaman balai desa.</p>



<p>Kepala Desa Pendem, Tri Wahyono Effendi, mengatakan bahwa mesin pengolah sampah yang berada di kantor desanya sifatnya hanya dititipkan. Di mana, bukan berarti mesin itu bakal digunakan di TPS3R milik desa.</p>



<p>&#8220;Mesin (pirolisis, red) yang ada di halaman kantor desa, itu adalah mesin pengolah sampah yang ada di TPA Tlekung. Tetapi, itu hanya dititipkan,&#8221; terangnya di Kantor Desa Pendem, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Rabu (30/08/2023) sore.</p>



<p>Berpindahnya mesin itu, ujarnya, karena pengurus (pegawai, red) dari mitra yang kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, merupakan warga Desa Pendem. Sementara, warga tersebut menghubunginya guna menitipkan mesin pada Selasa (29/08/2023) kemarin malam.</p>



<p>&#8220;Warga saya itu namanya Pak Imron dan merupakan pengurus dari PT Arta atau pihak yang kerja sama dengan DLH. Terus, yang bersangkutan menghubungi saya untuk titip sementara mesin pirolisis itu di halaman kantor desa. Katanya, mesin itu mau diservis,&#8221; urainya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, pengurus PT Arta, Imron, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa mesin yang berada di halaman kantor Desa Pendem, itu kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu. &#8220;Memang mesin pirolisis yang ada di halaman kantor Desa Pendem, itu kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu. Tetapi, kerja sama itu sebenarnya sudah berakhir Mei 2023 lalu. Dan, dibawa ke halaman kantor Desa Pendem, baru pagi tadi,&#8221; singkatnya.</p>



<p>Disinggung mengenai mesin pirolisis kapasitas besar, Imron mengaku tidak paham. Karena setahunya, mesin itu adalah kapasitas kecil atau untuk pengolahan sampah antara 30 sampai 50 ton. &#8220;Mesin pirolisis hanya itu saja, yakni dengan kapasitas kecil 30 sampai 50 ton. Yang berkapasitas besar atau di atas itu, selama ini saya tidak mengetahui,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Mengenai keberadaan mesin, Imron mengatakan, karena di TPA Tlekung untuk mengolah sampah akan menggunakan insenerator milik Dinas Lingkungan Hidup. &#8220;Mesin itu sudah tidak dipakai di TPA Tlekung. Untuk mengolah sampah di sana (TPA Tlekung), itu menggunakan insenerator milik Dinas Lingkungan Hidup. Untuk selanjutnya, nanti bisa ngobrol saja dengan pimpinan saya,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Aries Setiawan, dikonfirmasi terpisah membenarkan mengenai keberadaan mesin pirolisis kapasitas kecil yang dikeluarkan dari TPA. &#8220;Memang mesin pirolisis yang di TPA Tlekung, itu sudah dikeluarkan dari area TPA. Itu dikeluarkan pagi tadi, Rabu (30/08/2023),&#8221; jelasnya.</p>



<p>Disinggung mengenai tujuan dikeluarkannya mesin, Aries mengaku, bahwa mesin akan digunakan di TPS3R Stadion Brantas Kota Batu untuk mengolah sampah dari pasar dan Alun-alun Kota Batu. Dan, selain itu untuk mengolah sampah di Kelurahan Temas.</p>



<p>Lantas, bagaimana kelanjutan kerja sama dengan PT Arta, atas pengelolaan TPA Tlekung atau habisnya kerja sama, Ares enggan memberikan jawaban. &#8220;Saya tidak mau menjawab,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197107</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
