<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>dihajar &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dihajar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Jan 2026 10:19:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>dihajar &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Empat Rumah Warga Kepanjen Dihajar Angin Kencang</title>
		<link>https://memontum.com/empat-rumah-warga-kepanjen-dihajar-angin-kencang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 05:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[dihajar]]></category>
		<category><![CDATA[kencang]]></category>
		<category><![CDATA[kepanjen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229672</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (23/01/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Akibat kejadian itu, sebanyak empat rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan. &#8220;Angin kencang mengakibatkan satu atap rumah warga terlepas dan menimpa rumah lain. Total ada empat rumah warga, yang terdampak dengan kategori rusak ringan,&#8221; [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (23/01/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Akibat kejadian itu, sebanyak empat rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan.</p>



<p>&#8220;Angin kencang mengakibatkan satu atap rumah warga terlepas dan menimpa rumah lain. Total ada empat rumah warga, yang terdampak dengan kategori rusak ringan,&#8221; kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Rumah yang terdampak tersebut, urainya, antara lain adalah rumah milik Siti, yang atapnya terhempas angin. Kemudian, rumah milik Yudi yang mengalami kerusakan pada bagian genting, serta rumah Miko dan Huri yang tertimpa material atap berbahan galvalum.</p>



<p>BPBD Kabupaten Malang bersama unsur terkait, lanjutnya, telah melakukan penanganan di lokasi kejadian. Bantuan berupa tiga lembar terpal untuk menutupi bagian atap yang rusak sudah didistribusikan.</p>



<p>Saat ini, kondisi di lokasi kejadian telah terkendali. Seluruh pemilik rumah memilih tidak mengungsi dan tetap tinggal di rumah masing-masing dengan perlindungan sementara menggunakan terpal. <strong>(had/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229672</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sering Curi Helm di Ciber Mall, Seorang Pelaku Benjut Dihajar Massa</title>
		<link>https://memontum.com/sering-curi-helm-di-ciber-mall-seorang-pelaku-benjut-dihajar-massa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2025 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Benjut]]></category>
		<category><![CDATA[dihajar]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<category><![CDATA[sering]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224549</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kepergok curi helm KYT di Halaman Parkir Cyber Mall, seorang laki-laki berinisial JK (29), warga asal Desa Tegalrejo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, benjut dihajar massa, Selasa (29/07/2025) malam. Beruntung saat kejadian, ada petugas Polsek Sukun yang tengah patroli. Sehingga, bisa segera mengamankan JK untuk mendapatkan perawatan medis di RSSA Malang. Setelah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kepergok curi helm KYT di Halaman Parkir Cyber Mall, seorang laki-laki berinisial JK (29), warga asal Desa Tegalrejo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, benjut dihajar massa, Selasa (29/07/2025) malam. Beruntung saat kejadian, ada petugas Polsek Sukun yang tengah patroli. Sehingga, bisa segera mengamankan JK untuk mendapatkan perawatan medis di RSSA Malang.</p>



<p>Setelah kondisi JK membaik, petugas Polsek Sukun pun segera melakukan pengembangan. Ternyata, petugas menemukan barang bukti lain, yaitu berupa dua helm hasil curian yang disimpan di kamar kos JK di kawasan Jalan Sudimoro, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kapolsek Sukun, Kompol Riyan Wahyuningtiyas, mengatakan bahwa tersangka JK tertangkap tangan saat mencuri helm di Cyber Mall Jalan Raya Langsep, Kecamatan Sukun, Kota Malang. &#8220;Tersangka ditangkap saat mencuri helm di Cyber Mall. Sempat dihajar massa. Selanjutnya kami amankan dan bawa ke RSSA Malang,&#8221; ujar Kompol Riyan, Jumat (01/08/2025) tadi.</p>



<p>Dari sinilah, petugas kemudian melakukan pengembangan hingga mengetahui bahwa JK telah enam kali mencuri helm di Cyber Mall di waktu yang berbeda. Bahkan, sebanyak tiga helm telah dijual melalui Medsos seharga Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu, sedangkan tiga helm lainnya kini menjadi barang bukti.</p>



<p>&#8220;Tersangka mengaku di Kota Malang untuk mencari kerja. Namun belum sempat mendapat kerja, dia sudah tersangka mencuri helm. Dia mengaku mencuri helm karena tidak punya uang. Atas perbuatannya, dia kami kenakan Pasal 362 KUHP,&#8221; ujar imbuhnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224549</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kecamatan Mlandingan Situbondo Dihajar Banjir, Jalur Pantura Lumpuh dan Rumah Warga Terendam</title>
		<link>https://memontum.com/kecamatan-mlandingan-situbondo-dihajar-banjir-jalur-pantura-lumpuh-dan-rumah-warga-terendam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Feb 2025 15:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[dihajar]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[lumpuh]]></category>
		<category><![CDATA[mlandingan]]></category>
		<category><![CDATA[Pantura]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[terendam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218952</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Bencana banjir menghajar wilayah Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo, Senin (03/02/2025) malam. Akibat kejadian itu, Jalan Pantura di Kecamatan Mlandingan, pun sempat dibuat lumpuh. Itu karena, ketinggian banjir hingga mencapai 1 meter. Bahkan, beberapa kendaraan yang berusaha nekad menerobos banjir, dibuat macet karena tingginya air yang masuk ke Jalur Pantura. Dampak kejadian itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Bencana banjir menghajar wilayah Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo, Senin (03/02/2025) malam. Akibat kejadian itu, Jalan Pantura di Kecamatan Mlandingan, pun sempat dibuat lumpuh. Itu karena, ketinggian banjir hingga mencapai 1 meter.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Kecamatan Mlandingan Situbondo Dihajar Banjir, Jalur Pantura Lumpuh dan Rumah Warga Terendam" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/2z_csJBYxYs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Bahkan, beberapa kendaraan yang berusaha nekad menerobos banjir, dibuat macet karena tingginya air yang masuk ke Jalur Pantura. Dampak kejadian itu, juga merendam sejumlah rumah warga, seperti di kawasan Desa Mlandingan Kulon dan Desa Sumberpinang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Sebab bencana banjir karena intensitas hujan deras sejak (Senin, red) sore. Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tapi juga jalan raya dan menghanyutkan ternak warga seperti sapi, kambing dan ayam,” kata Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Sruwi Hartanto.</p>



<p>Dari informasi yang diterima, dampak banjir juga membuat ternak warga turut terdampak. Bahkan, mobil juga diinformasikan turut terseret. <strong>(pjt/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218952</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dihajar Cuaca Ekstrem, Jembatan Putus hingga Longsor yang Menimpa Rumah Terjadi di Trenggalek</title>
		<link>https://memontum.com/dihajar-cuaca-ekstrem-jembatan-putus-hingga-longsor-yang-menimpa-rumah-terjadi-di-trenggalek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Oct 2024 06:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[dihajar]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[menimpa]]></category>
		<category><![CDATA[terjadi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215651</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Hujan deras selama semalaman yang mengguyur wilayah Kabupaten Trenggalek, mengakibatkan sebuah jembatan terputus akibat diterjang banjir. Putusnya jembatan yang berada di Desa Tawing, Kecamatan Munjungan, ini membuat akses menuju Gunung Kembar terkendala. Sementara itu, dampak cuaca ekstrem ini juga menyebabkan sejumlah bencana alam lain seperti tanah longsor di Trenggalek. Bahkan, berdasarkan data [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Hujan deras selama semalaman yang mengguyur wilayah Kabupaten Trenggalek, mengakibatkan sebuah jembatan terputus akibat diterjang banjir. Putusnya jembatan yang berada di Desa Tawing, Kecamatan Munjungan, ini membuat akses menuju Gunung Kembar terkendala.</p>



<p>Sementara itu, dampak cuaca ekstrem ini juga menyebabkan sejumlah bencana alam lain seperti tanah longsor di Trenggalek. Bahkan, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, ada sedikitnya empat rumah tertimpa tanah longsor. Diantaranya, di Desa Jombok dan Desa Pule, Kecamatan Pule, Desa Dukuh di Kecamatan Watulimo dan Desa Bangun di Kecamatan Munjungan.</p>



<p>Kapolsek Munjungan, Iptu Cikini, mengatakan bahwa sejak semalam sekira pukul 21.00, wilayah Kecamatan Munjungan, di guyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras. Kondisi tersebut, menyebabkan aliran sungai yang melintas di tengah Desa Tawing, menjadi tinggi dengan aliran air cukup deras. Diperkirakan, sekira pukul 01.30, jembatan Desa Tawing tersebut dilaporkan rusak dan terputus.</p>



<p>“Tadi kami bersama anggota sudah ke lokasi untuk melihat dan meninjau langsung kondisi jembatan. Kondisinya benar-benar terputus. Tidak bisa dilalui kendaraan apapun,&#8221; kata Iptu Cikini, saat dikonfirmasi, Senin (21/10/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya menambahkan, untuk sementara waktu pihaknya bersama dengan stakeholder terkait telah menutup akses menuju jembatan. Selain itu, pihaknya juga memasang tanda peringatan di kedua sisi agar warga mengetahui dan tidak melintas.</p>



<p>“Untuk tindak lanjut, nanti akan kami koordinasikan dengan tiga pilar kecamatan maupun pemerintah desa, sekaligus menentukan jalur alternatif yang mungkin bisa dilalui warga,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Iptu Cikini memastikan, bahwa dalam kejadian itu tidak ada warga yang terisolasi akibat putusnya jembatan tersebut namun mereka harus berputar lebih jauh. &#8220;Masih ada jembatan lain yang lebih besar, yaitu Jembatan Domerto. Warga masih bisa melintasi jembatan tersebut baik untuk roda 2 maupun roda 4,&#8221; kata Iptu Cikini.</p>



<p>Pihaknya juga mengimbau, agar masyarakat terutama yang berdomisili di dekat daerah aliran sungai untuk lebih hati-hati dan waspada, mengingat cuaca yang tidak menentu. &#8220;Kami juga mengimbau agar masyarakat yang dekat dengan aliran sungai untuk lebih berhati-hati dan waspada, terutama saat turun hujan. Dan kami berpesan, jika mengetahui bencana alam sekecil apapun, agar segera melaporkan kepada kepolisian terdekat atau Bhabinkamtibmas desa setempat,&#8221; tambahnya. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215651</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pelaku Curanmor yang Dihajar Massa di Probolinggo Teridentifikasi sebagai Perangkat Desa</title>
		<link>https://memontum.com/pelaku-curanmor-yang-dihajar-massa-di-probolinggo-teridentifikasi-sebagai-perangkat-desa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2024 10:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Curanmor]]></category>
		<category><![CDATA[dihajar]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[perangkat]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[teridentifikasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204835</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang menjadi sasaran amuk massa di Desa Widoro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Minggu (21/01/2024) dini hari, diketahui ternyata berstatus perangkat desa. Hal itu diketahui, dari pengembangan penyidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Probolinggo. Kasatreskrim Polres Probolinggo, Iptu Fajar Putra Adi Winarsa, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa tersangka Zaini (55), [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Probolinggo</strong> &#8211; Pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang menjadi sasaran amuk massa di Desa Widoro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Minggu (21/01/2024) dini hari, diketahui ternyata berstatus perangkat desa. Hal itu diketahui, dari pengembangan penyidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Probolinggo.</p>



<p>Kasatreskrim Polres Probolinggo, Iptu Fajar Putra Adi Winarsa, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa tersangka Zaini (55), merupakan seorang perangkat desa. Tersangka, menjadi perangkat desa di Desa Seneng, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.</p>



<p>&#8220;Tersangka benar seorang perangkat desa,&#8221; ujarnya, Senin (22/01/2024) tadi.</p>



<p>Tidak hanya itu, dalam pengembangan penyidikan, diketahui bahwa aksi tersangka bukan seorang diri. Namun, bersama dua orang lainnya, yang kini ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Selain tersangka juga ada dua rekan pelaku. Karenanya, sekarang masuk DPO,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dua DPO tersebut, lanjutnya, merupakan warga Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. &#8220;Dari hasil pengembangan, setelah ada salah satu pelaku (Zaini, red) yang tertangkap warga, dua orang lainnya berhasil kabur. Dua orang itu, teridentifikasi warga Kecamatan Gading,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kepala Desa (Kades) Seneng, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Supaidi, saat dikonfirmasi mengenai kabar itu, pun tidak mengelak mengenai status Zaini. &#8220;Benar, dia (Zaini, red) perangkat Desa Seneng. Dan, sekarang masih dirawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan,&#8221; katanya, saat dikonfirmasi terpisah.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Zaini (55) warga Desa Seneng, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, menjadi bulan-bulanan aksi massa setelah kepergok saat hendak membawa kabur sepeda motor di Desa Widoro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. <strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204835</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gagal Bawa Kabur Motor, Pelaku Curanmor di Probolinggo Babak Belur Dihajar Massa</title>
		<link>https://memontum.com/gagal-bawa-kabur-motor-pelaku-curanmor-di-probolinggo-babak-belur-dihajar-massa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2024 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Curanmor]]></category>
		<category><![CDATA[dihajar]]></category>
		<category><![CDATA[motor]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204775</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Zaini warga Desa Seneng, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, menjadi bulan-bulan aksi massa, Minggu (21/01/2024) dini hari. Itu karena, terduga tersangka kepergok saat hendak membawa kabur sepeda motor di Desa Widoro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Informasi yang diperoleh, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, terduga pelaku hendak membawa kabur sepeda [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Zaini warga Desa Seneng, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, menjadi bulan-bulan aksi massa, Minggu (21/01/2024) dini hari. Itu karena, terduga tersangka kepergok saat hendak membawa kabur sepeda motor di Desa Widoro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo.</p>



<p>Informasi yang diperoleh, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, terduga pelaku hendak membawa kabur sepeda motor suzuki smash warna merah hitam dengan nopol N 6971 MM. Hanya saja, aksinya itu kepergok korbannya.</p>



<p>&#8220;Saat kejadian itu, saya sedang masak di dalam rumah. Karena kebetulan, di rumah juga ada teman. Sementara motor, ada di luar. Tepat sekitar pukul 03.00, saya mengecek motor ternyata tidak ada. Sehingga, saya panggil teman-teman dan tidak berapa lama terdengar motor saya di starter. Kontan, kami langsung mengejar asal suara,&#8221; ujar pemilik motor, Ahmad Afifuddin, saat diminta keterangan.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Setelah dilakukan pengejaran, tambah korban, terduga pelaku berhasil ditangkap dan hendak dibawa ke Kepala Desa (Kades) setempat. Namun, karena pelaku melakukan perlawanan, sehingga meminta pertolongan warga setempat.</p>



<p>&#8220;Sebelumnya, itu tidak ada pemukulan ke tersangka. Karena, saya dan teman-teman kasihan. Tetapi karena tersangka malah melawan, dengan menendang kaki dan menggigit tangan saya, ya teriak maling terus banyak orang berdatangan sehingga akhirnya diamuk warga,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Krejengan, Aipda Ali Yunus, mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih menindaklanjuti laporan mengenai dugaan Curanmor tersebut. Untuk pelaku, belum bisa diintrogasi karena masih dalam perawatan medis di UGD RSUD Waluyojati Kraksaan, karena bonyok dihajar massa.</p>



<p>&#8220;Untuk pelaku masih menjalani perawatan, setelah mendapat amukan massa. Sementara untuk laporan, sudah kami terima dan saat ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Sepeda motor korban sudah kami amankan di Polsek beserta barang bukti yang dibawa pelaku,&#8221; paparnya. <strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204775</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tarik Kalung Emas Milik Lansia, Pelaku Jambret Asal Kedungkandang Dihajar Massa</title>
		<link>https://memontum.com/tarik-kalung-emas-milik-lansia-pelaku-jambret-asal-kedungkandang-dihajar-massa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Nov 2023 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[dihajar]]></category>
		<category><![CDATA[jambret]]></category>
		<category><![CDATA[kalung]]></category>
		<category><![CDATA[Kedungkandang]]></category>
		<category><![CDATA[Lansia]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200906</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pelaku jambret berinisial ZF (25), warga Jalan Kalisari, Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, dihajar massa saat beraksi di Jalan Sekarputih, Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Jumat (03/11/2023) pagi. Terduga tersangka dihajar massa, seusai menjambret kalung emas seberat 10 gram milik Mutomimah (67), warga Jalan Sekarputih. Beruntung, petugas Polsek Kedungkandang segera tiba [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pelaku jambret berinisial ZF (25), warga Jalan Kalisari, Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, dihajar massa saat beraksi di Jalan Sekarputih, Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Jumat (03/11/2023) pagi. Terduga tersangka dihajar massa, seusai menjambret kalung emas seberat 10 gram milik Mutomimah (67), warga Jalan Sekarputih.</p>



<p>Beruntung, petugas Polsek Kedungkandang segera tiba di lokasi kejadian untuk mengamankan pelaku. Sehingga, tersangka ZF tidak sampai babak belur.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa kejadian itu terjadi sekitar pukul 06.45. Saat itu, korban baru saja pulang dari berbelanja.</p>



<p>&#8220;Saat itu, saya jalan dari arah selatan ke utara, dalam perjalanan pulang ke rumah. Lalu dari arah barat, datang pelaku mengendarai motor. Awalnya, pelaku ini melewati lalu berbalik arah menghampiri saya dan pura-pura tanya alamat,&#8221; ujar Mutomimah.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Saat jaraknya cukup dekat, pelaku yang menaiki sepeda motor Suzuki Spin tanpa Nopol tersebut, langsung menarik kalung emas seberat 10 gram milik korban. Setelah kalungnya ditarik, korban sempat melakukan perlawanan seraya berteriak meminta tolong.</p>



<p>&#8220;Saat tanya itu, pelaku langsung menarik kalung emas saya. Saya pun melawan dengan memegangi dan menarik baju pelaku sambil teriak jambret,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Selanjutnya, paparnya, setelah menguasai barang milik korban, pelaku berencana melarikan diri ke arah selatan dengan mengendarai kendaraan miliknya. Namun tiba-tiba, kendaraan yang pelaku digunakan mogok. Warga yang mendengar teriakan korban, pun segera melakukan pengepungan.</p>



<p>Sehingga, pelakupun meninggalkan sepeda motornya dan mencoba berlari kabur ke arah selatan. Namun, akhirnya berhasil diringkus warga.</p>



<p>&#8220;Pelaku sempat lari kabur ke arah selatan. Namun tidak jauh, sekitar 10 meteran, pelaku berhasil ditangkap dan diamankan,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Kapolsek Kedungkandang, AKBP Agus Siswo Hariyadi, membenarkan kejadian tersebut. &#8220;Pelaku sudah kami amankan. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan pengembangan,&#8221; tegas AKBP Agus Siswo.<strong> (gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200906</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dihajar KA Kertanegara, Mobil Daihatsu Mandor Tebu di Kepanjen Malang Ringsek</title>
		<link>https://memontum.com/dihajar-ka-kertanegara-mobil-daihatsu-mandor-tebu-di-kepanjen-malang-ringsek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Aug 2023 09:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[daihatsu]]></category>
		<category><![CDATA[dihajar]]></category>
		<category><![CDATA[kepanjen]]></category>
		<category><![CDATA[kertanegara,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mandor]]></category>
		<category><![CDATA[ringsek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195364</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Apes menimpa satu unit Mobil Daihatsu Taft GT, yang diketahui milik mandor tebu di wilayah Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (09/08/2023) tadi. Kondisinya ringsek, akibat dihajar Kereta Api (KA) Kartanegara tujuan Malang-Purwokerto, saat kendaraan itu melintas di kawasan persawahan Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Kasatlantas Polres Malang, AKP Agnis Juwita Manurung, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Apes menimpa satu unit Mobil Daihatsu Taft GT, yang diketahui milik mandor tebu di wilayah Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (09/08/2023) tadi. Kondisinya ringsek, akibat dihajar Kereta Api (KA) Kartanegara tujuan Malang-Purwokerto, saat kendaraan itu melintas di kawasan persawahan Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.</p>



<p>Kasatlantas Polres Malang, AKP Agnis Juwita Manurung, mengatakan bahwa peristiwa itu bermula ketika Daihatsu Taft GT Nopol N 41 LN yang dikemudikan Khollif (35), warga Desa Gamping, Kepanjen, Kabupaten Malang, melintas dari arah Utara ke Selatan. Karena diduga tidak mengetahui adanya kereta api yang hendak melintas, sang pemilik pun langsung melintas. Hingga akhirnya, tabrakan tidak terelakkan.</p>



<p>“Kecelakaan terjadi di jalan menuju sawah di Mangunrejo (Desa, red) Kepanjen. Di lokasi kejadian, memang menjadi perlintasan umum yang digunakan pekerja tebu roda dua dan empat,” kata Kasat Lantas, Rabu (09/08/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Beruntung, tambahnya, dalam kejadian itu tidak mengakibatkan korban jiwa. Meskipun, kendaraan Daihatsu Taft GT rusak parah dan pengemudi mengalami luka.</p>



<p>“Pengemudi luka ringan dan rawat jalan. Sementara kendaraan roda empat, mengalami rusak berat karena terseret sejauh kurang lebih 15 meter,” jelasnya.</p>



<p>Setelah kejadian tersebut, pihak Satlantas Polres Malang bersama dengan PT KAI, menutup jalan alternatif sementara itu. Selanjutnya, kata Agnis, PT KAI langsung melakukan pemasangan pembatas jalan untuk meminimalisir kejadian serupa.</p>



<p>“Sementara akan kita tutup. Dari PT KAI sedang memasangkan besi. Sehingga, akan mengurangi orang yang melintas di sini. Harapannya, tidak ada kejadian serupa yang terjadi,”&nbsp;ujarnya.&nbsp;<strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195364</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kawanan Rampok Satroni Rumah Bendahara Desa di Probolinggo, Korban Dihajar Balok dan Ibu Dilempar Batu</title>
		<link>https://memontum.com/kawanan-rampok-satroni-rumah-bendahara-desa-di-probolinggo-korban-dihajar-balok-dan-ibu-dilempar-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jun 2023 09:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[balok]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[bendahara]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[dihajar]]></category>
		<category><![CDATA[dilempar]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[kawanan]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[rampok]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[satroni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191230</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Aksi perampokan menggegerkan wilayah Dusun Klekean, Desa Karangren, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Minggu (18/06/2023) dini hari. Adalah rumah milik Bendahara Desa yakni Abdilla (36), yang menjadi sasaran aksi kawanan pelaku yang diperkirakan sekitar lima orang. Akibat kejadian itu, korban harus menjalani perawatan karena luka serius di bagian lengan kiri dan kepala. Beberapa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com">Memontum </a>Probolinggo</strong> &#8211; Aksi perampokan menggegerkan wilayah Dusun Klekean, Desa Karangren, Kecamatan Krejengan, Kabupaten <a href="https://probolinggo.memontum.com">Probolinggo</a>, Minggu (18/06/2023) dini hari. Adalah rumah milik Bendahara Desa yakni Abdilla (36), yang menjadi sasaran aksi kawanan pelaku yang diperkirakan sekitar lima orang.</p>



<p>Akibat kejadian itu, korban harus menjalani perawatan karena luka serius di bagian lengan kiri dan kepala. Beberapa luka itu, akibat hantaman kayu balok ke arah korban. Sementara ibu korban, pun tidak luput jadi sasaran aksi lekat pelaku, yakni dilempar batu bata.</p>



<p>Diperoleh keterangan dari tetangga korban, Sutrisno, bahwa kejadian itu baru disadari korban, ketika ibu dini hari tiba-tiba terbangun. Saat bangun dan keluar kamar itulah, saksi dibuat terkejut mendapati dua orang tidak dikenal sudah ada di dalam rumahnya dan hendak membawa dua motor anaknya (Abdilla). Kontan saja, saksi langsung berteriak. Sementara di dalam rumah itu, hanya ada saksi, korban dan anaknya.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Rampok Satroni Rumah Bendahara Desa, Korban Dihajar Balok dan Ibu Dilempar Batu" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/E5PuhqzefDQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>&#8220;Ibunya dahulu yang terbangun. Kemudian, dua pelaku yang didalam langsung melemparnya dengan batu,&#8221; kata tetangga korban.</p>



<p>Mendengar teriakan dan suara gaduh, spontan korban pun langsung keluar kamar. Namun, siapa sangka kehadiran korban justru sudah ditunggu dua pelaku yang sudah di dalam hendak membawa kabur motor. Tak ayal, korban pun langsung dihajar dengan balok kayu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Itu Dil (nama panggilan korban Abdillah, red) yang di pukul sama balok oleh pelaku. Sempat berteriak maling, tapi warga tidak ada yang berani keluar membantu, karena di luar rumah korban ada tiga orang (pelaku, red) yang berjaga-jaga,&#8221; terangnya.</p>



<p>Sementara itu, Kapolsek Krejengan, Iptu Marudji, mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan laporan kejadian itu dari Kepala Desa (Kades) setempat bahwa telah terjadi pencurian dengan penganiayaan dan kekerasan. Petugas yang berada di kantor, pun mendatangi lokasi sekaligus mengantarkan korban ke RSUD Waluyojati.</p>



<p>&#8220;Pihak kami menerima laporan awal itu mengenai kekerasan. Jadi, petugas yang di kantor langsung menuju lokasi,&#8221; katanya.</p>



<p>Dari hasil olah TKP sementara, paparnya, untuk sepeda motor korban urung dibawa kabur pelaku. Sebaliknya, hanya HP. &#8220;Paginya itu ke TKP ternyata setelah olah TKP, ditemukan beberapa bukti dan satu HP milik korban dibawa kabur oleh pelaku,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sampai saat ini, kondisi korban dirawat dirumah sakit Waluyojati. Korban dikabarkan mengalami patah tulang dibagian lengan korban. <strong>(nun/pix/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191230</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
