<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>dihiasi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dihiasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Dec 2024 12:53:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>dihiasi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Peringatan Hari Jadi Banyuwangi Dihiasi Keberagaman Pakaian Adat hingga Penghargaan</title>
		<link>https://memontum.com/peringatan-hari-jadi-banyuwangi-dihiasi-keberagaman-pakaian-adat-hingga-penghargaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Dec 2024 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[dihiasi]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[keberagaman]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217663</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Hari Ulang Tahun (HUT) ke-235 Kabupaten Banyuwangi digelar di Taman Blambangan, dengan penuh nuansa keberagaman, Rabu (18/12/2024) tadi. Pelaksanaan itu, diikuti peserta upacara dengan mengenakan berbagai pakaian adat dari sejumlah suku dan etnis yang tinggal di ujung timur Pulau Jawa. Bahkan, tidak hanya mengenakan pakaian adat Suku Osing, yang berasal dari Banyuwangi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Hari Ulang Tahun (HUT) ke-235 Kabupaten Banyuwangi digelar di Taman Blambangan, dengan penuh nuansa keberagaman, Rabu (18/12/2024) tadi. Pelaksanaan itu, diikuti peserta upacara dengan mengenakan berbagai pakaian adat dari sejumlah suku dan etnis yang tinggal di ujung timur Pulau Jawa.</p>



<p>Bahkan, tidak hanya mengenakan pakaian adat Suku Osing, yang berasal dari Banyuwangi. Tetapi ada juga yang mengenakan pakaian adat dari Suku Bali, Madura, Jawa, Bugis, Melayu hingga Arab dan Tionghoa.</p>



<p>“Banyuwangi adalah Taman Nasional Nusantara. Ada berbagai suku dan etnis. Bersama-sama kita jaga dan kembangkan Kabupaten Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat memimpin upacara. Bupati Ipuk sendiri, dalam peringatan itu mengenakan pakaian etnik Tionghoa, Cheongsam Sangjit. Dengan semangat kebersamaan itu, tambah Bupati Ipuk, menjadi modal penting bagi pembangunan.</p>



<p>“Tanpa adanya kolaborasi, kebersamaan dan kerja sama semua pihak, mustahil Banyuwangi bisa seperti ini,” jelasnya.</p>



<p>Bupati Ipuk merinci, mengenai sejumlah keberhasilan yang diraih Banyuwangi, dalam setahun terakhir. Mulai dari ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark (UGG) untuk Geopark Ijen hingga mendapat penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri sebagai Kabupaten Paling Inovatif.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Prestasi ini berkat kita semua bersama-sama. Mari kita peduli untuk mengembangkan Banyuwangi di tahun-tahun berikutnya,” paparnya.</p>



<p>Bupati Ipuk pun mengajak seluruh pihak, untuk bersinergi menciptakan berbagai inovasi demi menuntaskan pembangunan daerah. Tantangan fiskal yang akan dihadapi, tidak bisa menjadi hambatan untuk terus bergerak.</p>



<p>“Sekali lagi, kita harus bekerja sama,” tegasnya.</p>



<p>Peringatan Hari Jadi Banyuwangi ke-253, ini juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah tokoh yang telah memberikan kontribusi positif bagi daerah. Salah satunya, diberikan kepada Laita Ro&#8217;ati Masykuroh, yang merupakan putri warga Dusun Ringinmulyo, Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, yang mengantarkan Timnas Indonesia menjuarai Piala Wanita AFF 2024 dan meraih penghargaan khusus sebagai penjaga gawang terbaik (Best Goalkeeper).</p>



<p>Dalam acara peringatan tersebut, juga diserahkan santunan kepada 253 anak yatim piatu dan acara ditutup dengan makan tumpeng bersama warga sekitar, Sewu Ankak. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217663</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Percantik Taman Kota, Alun-alun Lumajang Dihiasi Bunga Anggrek Tanduk Rusa</title>
		<link>https://memontum.com/percantik-taman-kota-alun-alun-lumajang-dihiasi-bunga-anggrek-tanduk-rusa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Aug 2024 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[Anggrek]]></category>
		<category><![CDATA[dihiasi]]></category>
		<category><![CDATA[percantik]]></category>
		<category><![CDATA[tanduk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213269</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Tim Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang melakukan penyiraman Bunga Anggrek Tanduk Rusa, yang merupakan salah satu flora yang menghiasi Alun-alun Lumajang. Penyiraman tersebut, merupakan upaya melestarikan dan meningkatkan populasi tanaman di Kabupaten Lumajang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Hertutik, menjelaskan bahwa Anggrek Tanduk Rusa memiliki peran penting [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Tim Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang melakukan penyiraman Bunga Anggrek Tanduk Rusa, yang merupakan salah satu flora yang menghiasi Alun-alun Lumajang. Penyiraman tersebut, merupakan upaya melestarikan dan meningkatkan populasi tanaman di Kabupaten Lumajang.</p>



<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Hertutik, menjelaskan bahwa Anggrek Tanduk Rusa memiliki peran penting dalam ekosistem lokal. Termasuk, dalam fungsi mempercantik taman kota.</p>



<p>“Kami ingin memastikan bahwa tanaman, termasuk Anggrek Tanduk Rusa tetap tumbuh dengan baik. Oleh karena itu, kami melaksanakan penyiraman secara rutin sebagai upaya perawatan,” kata Hertutik, Kamis (22/08/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menambahkan, Dinas Lingkungan Hidup juga akan melakukan pemantauan berkala, tidak hanya kepada tanaman Anggrek Tanduk Rusa. Melainkan, semua jenis tumbuhan yang ada di kawasan ruang terbuka hijau dan taman kota lainnya.</p>



<p>“Harapan kami, Anggrek Tanduk Rusa ini dapat terus tumbuh dan berkembang, untuk itu perlu kita jaga bersama,” tambah Hertutik.</p>



<p>Diketahui, ada beberapa tanaman yang ditanam di pepohonan sekitar Alun-alun Lumajang, yang salah satunya Anggrek Ekor Tupai. Tentu, keberadaan bunga-bunga tersebut menambah estetika keindahan di taman jantung kota tersebut. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213269</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
