<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>diimbau &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/diimbau/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Jun 2026 14:11:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>diimbau &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gunung Semeru Berstatus Siaga, Masyarakat Diimbau Tetap tenang</title>
		<link>https://memontum.com/gunung-semeru-berstatus-siaga-masyarakat-diimbau-tetap-tenang</link>
					<comments>https://memontum.com/gunung-semeru-berstatus-siaga-masyarakat-diimbau-tetap-tenang#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berstatus]]></category>
		<category><![CDATA[diimbau]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[semeru]]></category>
		<category><![CDATA[tenang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=233282</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memantau aktivitas Gunung Semeru, yang masih berada pada Level III (Siaga). Sementara untuk masyarakat, diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi serta mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan. Berdasarkan laporan PVMBG, teramati aktivitas erupsi Gunung Semeru dengan tinggi kolom abu sekitar 1.000 meter di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memantau aktivitas Gunung Semeru, yang masih berada pada Level III (Siaga). Sementara untuk masyarakat, diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi serta mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan laporan PVMBG, teramati aktivitas erupsi Gunung Semeru dengan tinggi kolom abu sekitar 1.000 meter di atas puncak pada pada Jumat (19/06/2026) pukul 07.21. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan teramati mengarah ke utara serta barat laut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PVMBG juga mencatat, aktivitas tersebut disertai awan panas guguran yang mengarah ke Besuk Kobokan dengan jarak luncur sekitar 4,5 kilometer. Aktivitas vulkanik tersebut, merupakan bagian dari perkembangan kondisi Gunung Semeru yang terus dipantau oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan bahwa pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan PVMBG, pemerintah desa, relawan kebencanaan, serta berbagai pihak terkait guna memastikan perkembangan aktivitas Gunung Semeru dapat dipantau secara berkelanjutan. Informasi resmi dari lembaga yang berwenang, menjadi rujukan penting bagi masyarakat dalam memahami kondisi terkini Gunung Semeru, sekaligus sebagai dasar dalam mengambil langkah antisipasi yang diperlukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Masyarakat tidak perlu panik maupun gelisah. Yang terpenting adalah tetap mengikuti informasi resmi dan mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama,&#8221; ujarnya, Jumat (19/06/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Isnugroho menjelaskan, bahwa status Level III (Siaga) menunjukkan aktivitas Gunung Semeru masih memerlukan pemantauan dan kewaspadaan. Namun demikian, status tersebut tidak berarti seluruh wilayah Kabupaten Lumajang berada dalam kondisi berbahaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>



<div class="wp-block-jetpack-related-posts">
<h2 class="wp-block-heading"></h2>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Rekomendasi pembatasan aktivitas hanya berlaku pada kawasan tertentu yang telah ditetapkan berdasarkan hasil pemantauan dan kajian teknis PVMBG. Karena itu, masyarakat yang berada di luar kawasan rawan yang direkomendasikan tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari sebagaimana biasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kesiapsiagaan merupakan bagian dari upaya pengurangan risiko bencana. Dengan memahami informasi yang benar dan mengikuti rekomendasi yang ada, masyarakat dapat menjalankan aktivitas secara lebih aman dan terukur,&#8221; tambah Isnugroho.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ini PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak erupsi. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, masyarakat diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan terhadap potensi awan panas, guguran lava dan lahar pada aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, terutama saat terjadi hujan di kawasan puncak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">BPBD Kabupaten Lumajang bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan, koordinasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui informasi yang akurat, kepatuhan terhadap rekomendasi keselamatan, serta kesiapsiagaan yang terukur, diharapkan masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas dengan tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan sesuai kondisi yang ada. <strong>(kom/lmj/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/gunung-semeru-berstatus-siaga-masyarakat-diimbau-tetap-tenang/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233282</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Lumajang Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan Potensi Cuaca Ektrem</title>
		<link>https://memontum.com/warga-lumajang-diimbau-tingkatkan-kewaspadaan-potensi-cuaca-ektrem</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 06:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[diimbau]]></category>
		<category><![CDATA[ektrem]]></category>
		<category><![CDATA[kewaspadaan]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227247</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan, mengimbau warga Jawa Timur, khususnya Kabupaten Lumajang, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode 30 Oktober hingga 5 November 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda, menyebutkan bahwa cuaca ekstrem berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan, mengimbau warga Jawa Timur, khususnya Kabupaten Lumajang, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode 30 Oktober hingga 5 November 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda, menyebutkan bahwa cuaca ekstrem berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga puting beliung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa wilayah yang masuk kategori rawan, antara lain Lumajang, Malang, Jember, Sidoarjo, Surabaya, Bondowoso, Probolinggo, Sumenep, Kediri, Bangkalan, Blitar, Pasuruan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Jombang, Madiun, Magetan, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan dan Pamekasan. Taufiq Hermawan menjelaskan, fenomena cuaca ekstrem ini muncul akibat gangguan gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby, ditambah suhu muka laut yang hangat di sekitar Selat Madura. Kondisi ini, mendorong pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Penting bagi masyarakat untuk memahami fenomena ini bukan sebagai hal yang menakutkan, tetapi sebagai sinyal bagi kita semua agar bersiap. Dengan informasi yang tepat, risiko dapat diminimalkan dan keselamatan terjaga,” tegas Taufiq.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, menekankan kesiapsiagaan sebagai bentuk tanggung jawab bersama. “Kami telah menyiagakan pos pantau banjir dan longsor di titik-titik rawan. Petugas memantau sungai, tanggul dan tebing secara berkala. Masyarakat pun perlu aktif memantau kondisi lingkungan sekitar dan segera melapor bila melihat tanda-tanda potensi bencana,” ujarnya, Kamis (30/10/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yudhi menambahkan, edukasi publik menjadi inti strategi antisipasi. “Memahami tanda-tanda alam, mengetahui jalur evakuasi dan menyiapkan kebutuhan darurat bukan sekadar persiapan, tapi investasi keselamatan. Semakin banyak warga yang sadar, semakin aman lingkungan kita,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">BMKG Juanda juga mengajak warga untuk memanfaatkan kanal resmi informasi cuaca Website radar cuaca WOFI, stamet-juanda.bmkg.go.id/radar. Peringatan dini 3 harian dan 2–3 jam ke depan, stamet-juanda.bmkg.go.id. Kemudian media sosial @infobmkgjuanda. Telepon 24 jam (031) 8668989 dan WhatsApp layanan cepat tanggap di nomer 0895-8003-00011.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan edukasi yang jelas dan tindakan antisipatif, masyarakat tidak hanya waspada, tetapi juga lebih memahami proses alam dan cara menjaga keselamatan diri serta lingkungan. “Cuaca ekstrem bisa menjadi pembelajaran bagi kita, menata lingkungan, memanfaatkan informasi, dan menyiapkan diri sejak dini. Kesadaran kolektif inilah yang membuat bencana bisa diminimalkan,” imbuh Yudhi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah antisipatif ini, diharapkan membuat masyarakat Jawa Timur, khususnya Lumajang, lebih siap, tanggap dan bijak dalam menghadapi cuaca ekstrem, sekaligus membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227247</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Gejolak Demo, ASN di Kota Malang Diimbau Kenakan Pakaian Bebas Rapi dan Tidak Pakai Mobdin</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-gejolak-demo-asn-di-kota-malang-diimbau-kenakan-pakaian-bebas-rapi-dan-tidak-pakai-mobdin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[diimbau]]></category>
		<category><![CDATA[gejolak]]></category>
		<category><![CDATA[kenakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mobdin]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225583</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Malang, diimbau untuk tidak mengenakan seragam dinas, mulai Senin (01/09/2025) besok hingga Kamis (04/09/2025) lusa. Hal itu dilakukan, menyusul adanya gejolak demonstrasi yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kota Malang. Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Malang, diimbau untuk tidak mengenakan seragam dinas, mulai Senin (01/09/2025) besok hingga Kamis (04/09/2025) lusa. Hal itu dilakukan, menyusul adanya gejolak demonstrasi yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kota Malang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Malang, Hendru Martono, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari imbauan resmi yang dikeluarkan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim). &#8220;Betul, imbauannya seperti itu, ASN mengenakan pakaian bebas rapi. Namun, tetap melaksanakan tugas dan pelayanan masyarakat dan tidak ada Work From Home (WFH),&#8221; kata Hendru, Minggu (31/08/2025) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, dikatakannya bahwa imbauan tersebut hanya bersifat sementara. Pihaknya berharap, agar kondisi di Kota Malang tetap kondusif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tidak ada Surat Edaran (SE) resmi dari pusat, sifatnya imbauan. Semoga kondisi di Kota Malang tetap kondusif,&#8221; katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, para ASN juga diimbau untuk tidak menggunakan kendaraan dinas, sementara waktu. &#8220;Iya, termasuk kendaraan dinas juga kami imbau sementara waktu ini,&#8221; imbuh Hendru. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225583</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
