<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>diimbau &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/diimbau/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Oct 2025 10:34:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>diimbau &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Warga Lumajang Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan Potensi Cuaca Ektrem</title>
		<link>https://memontum.com/warga-lumajang-diimbau-tingkatkan-kewaspadaan-potensi-cuaca-ektrem</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 06:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[diimbau]]></category>
		<category><![CDATA[ektrem]]></category>
		<category><![CDATA[kewaspadaan]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227247</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan, mengimbau warga Jawa Timur, khususnya Kabupaten Lumajang, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode 30 Oktober hingga 5 November 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda, menyebutkan bahwa cuaca ekstrem berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan, mengimbau warga Jawa Timur, khususnya Kabupaten Lumajang, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode 30 Oktober hingga 5 November 2025.</p>



<p>Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda, menyebutkan bahwa cuaca ekstrem berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga puting beliung.</p>



<p>Beberapa wilayah yang masuk kategori rawan, antara lain Lumajang, Malang, Jember, Sidoarjo, Surabaya, Bondowoso, Probolinggo, Sumenep, Kediri, Bangkalan, Blitar, Pasuruan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Jombang, Madiun, Magetan, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan dan Pamekasan. Taufiq Hermawan menjelaskan, fenomena cuaca ekstrem ini muncul akibat gangguan gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby, ditambah suhu muka laut yang hangat di sekitar Selat Madura. Kondisi ini, mendorong pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat.</p>



<p>“Penting bagi masyarakat untuk memahami fenomena ini bukan sebagai hal yang menakutkan, tetapi sebagai sinyal bagi kita semua agar bersiap. Dengan informasi yang tepat, risiko dapat diminimalkan dan keselamatan terjaga,” tegas Taufiq.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, menekankan kesiapsiagaan sebagai bentuk tanggung jawab bersama. “Kami telah menyiagakan pos pantau banjir dan longsor di titik-titik rawan. Petugas memantau sungai, tanggul dan tebing secara berkala. Masyarakat pun perlu aktif memantau kondisi lingkungan sekitar dan segera melapor bila melihat tanda-tanda potensi bencana,” ujarnya, Kamis (30/10/2025) tadi.</p>



<p>Yudhi menambahkan, edukasi publik menjadi inti strategi antisipasi. “Memahami tanda-tanda alam, mengetahui jalur evakuasi dan menyiapkan kebutuhan darurat bukan sekadar persiapan, tapi investasi keselamatan. Semakin banyak warga yang sadar, semakin aman lingkungan kita,” tambahnya.</p>



<p>BMKG Juanda juga mengajak warga untuk memanfaatkan kanal resmi informasi cuaca Website radar cuaca WOFI, stamet-juanda.bmkg.go.id/radar. Peringatan dini 3 harian dan 2–3 jam ke depan, stamet-juanda.bmkg.go.id. Kemudian media sosial @infobmkgjuanda. Telepon 24 jam (031) 8668989 dan WhatsApp layanan cepat tanggap di nomer 0895-8003-00011.</p>



<p>Dengan edukasi yang jelas dan tindakan antisipatif, masyarakat tidak hanya waspada, tetapi juga lebih memahami proses alam dan cara menjaga keselamatan diri serta lingkungan. “Cuaca ekstrem bisa menjadi pembelajaran bagi kita, menata lingkungan, memanfaatkan informasi, dan menyiapkan diri sejak dini. Kesadaran kolektif inilah yang membuat bencana bisa diminimalkan,” imbuh Yudhi.</p>



<p>Langkah antisipatif ini, diharapkan membuat masyarakat Jawa Timur, khususnya Lumajang, lebih siap, tanggap dan bijak dalam menghadapi cuaca ekstrem, sekaligus membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227247</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Gejolak Demo, ASN di Kota Malang Diimbau Kenakan Pakaian Bebas Rapi dan Tidak Pakai Mobdin</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-gejolak-demo-asn-di-kota-malang-diimbau-kenakan-pakaian-bebas-rapi-dan-tidak-pakai-mobdin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2025 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[diimbau]]></category>
		<category><![CDATA[gejolak]]></category>
		<category><![CDATA[kenakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mobdin]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225583</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Malang, diimbau untuk tidak mengenakan seragam dinas, mulai Senin (01/09/2025) besok hingga Kamis (04/09/2025) lusa. Hal itu dilakukan, menyusul adanya gejolak demonstrasi yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kota Malang. Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Malang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Malang, diimbau untuk tidak mengenakan seragam dinas, mulai Senin (01/09/2025) besok hingga Kamis (04/09/2025) lusa. Hal itu dilakukan, menyusul adanya gejolak demonstrasi yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kota Malang.</p>



<p>Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Malang, Hendru Martono, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari imbauan resmi yang dikeluarkan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim). &#8220;Betul, imbauannya seperti itu, ASN mengenakan pakaian bebas rapi. Namun, tetap melaksanakan tugas dan pelayanan masyarakat dan tidak ada Work From Home (WFH),&#8221; kata Hendru, Minggu (31/08/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, dikatakannya bahwa imbauan tersebut hanya bersifat sementara. Pihaknya berharap, agar kondisi di Kota Malang tetap kondusif.</p>



<p>&#8220;Tidak ada Surat Edaran (SE) resmi dari pusat, sifatnya imbauan. Semoga kondisi di Kota Malang tetap kondusif,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain itu, para ASN juga diimbau untuk tidak menggunakan kendaraan dinas, sementara waktu. &#8220;Iya, termasuk kendaraan dinas juga kami imbau sementara waktu ini,&#8221; imbuh Hendru. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225583</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
