<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>dikelola &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/dikelola/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Dec 2025 11:27:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>dikelola &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Perbelanjaan Transmart Dikelola Perguruan Tinggi, APPBI Malang Raya Ingatkan Pengalaman Khusus</title>
		<link>https://memontum.com/perbelanjaan-transmart-dikelola-perguruan-tinggi-appbi-malang-raya-ingatkan-pengalaman-khusus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dikelola]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[khusus]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[perbelanjaan]]></category>
		<category><![CDATA[perguruan]]></category>
		<category><![CDATA[tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Transmart]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229044</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wacana pengelolaan pusat perbelanjaan Transmart, yang berlokasi di Jalan Veteran, Kecamatan Klojen, Kota Malang, oleh salah satu perguruan tinggi Kota Malang, menuai beragam tanggapan. Salah satunya, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang Raya, Suwanto, yang menilai bahwa langkah tersebut sebagai terobosan besar, namun tetap membutuhkan kehati-hatian. Menurut Suwanto, dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wacana pengelolaan pusat perbelanjaan Transmart, yang berlokasi di Jalan Veteran, Kecamatan Klojen, Kota Malang, oleh salah satu perguruan tinggi Kota Malang, menuai beragam tanggapan. Salah satunya, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang Raya, Suwanto, yang menilai bahwa langkah tersebut sebagai terobosan besar, namun tetap membutuhkan kehati-hatian.</p>



<p>Menurut Suwanto, dari sisi persaingan usaha, rencana tersebut justru patut diapresiasi. Dirinya menilai semakin banyak pihak yang terlibat dalam pengelolaan pusat perbelanjaan akan membuat iklim bisnis semakin sehat.</p>



<p>“Kalau dari sisi persaingan, ya saya senang saja. Semakin banyak pemain kan semakin bagus dan persaingannya sehat,” ujar Suwanto, Sabtu (27/12/2025) tadi.</p>



<p>Namun, ditekankan bahwa pengelolaan mal bukan perkara sederhana dan membutuhkan pengalaman serta keahlian khusus. Hingga saat ini, menurutnya belum ada contoh perguruan tinggi yang secara langsung mengelola pusat perbelanjaan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Setahu saya belum ada perguruan tinggi yang mengelola mal. Ini lompatan besar dan harus diapresiasi. Tapi tetap, mengelola mal itu butuh ilmu dan experience. Tidak ada sekolah khususnya, jadi memang harus diisi orang-orang yang paham,” tegasnya.</p>



<p>Suwanto mengingatkan, tanpa pengalaman dan sumber daya yang kompeten, pengelolaan mal justru berpotensi menimbulkan kerugian secara bisnis. Karena itu, menurutnya, pengelola perlu menempatkan tenaga profesional agar proses pembelajaran berjalan dengan baik.</p>



<p>“Kalau tidak punya pengalaman, bisa jadi bukan untung malah buntung. Lebih baik ditaruh orang-orang yang kompeten supaya bisa belajar dari situ. Mengelola mal itu beda sekali. Harus berurusan dengan tenant, pengunjung, pemerintah dan berbagai stakeholder lain. Treatment-nya juga beda-beda. Bahkan pengelola yang pindah dari satu mal ke mal lain pun harus belajar lagi,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229044</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Konsep Besar Pengelolaan Rest Area Punten, 2025 Rampung Akan Dikelola Mandiri dan MoU dengan Wisata</title>
		<link>https://memontum.com/konsep-besar-pengelolaan-rest-area-punten-2025-rampung-akan-dikelola-mandiri-dan-mou-dengan-wisata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Oct 2023 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[dikelola]]></category>
		<category><![CDATA[konsep]]></category>
		<category><![CDATA[Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[punten]]></category>
		<category><![CDATA[rampung,]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199426</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pembangunan rest area milik Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, yang dimulai pada tahun 2021, telah menelan anggaran lebih dari Rp 1 miliar. Sementara tahapan anggaran pembangunan tersebut, selama tiga tahap menggunakan dana desa (DD).  Kepala Desa Punten, Hening Trisunu, mengatakan bahwa rencana pembangunan itu masih akan berlangsung. Karena, prosesnya hingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Pembangunan rest area milik Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, yang dimulai pada tahun 2021, telah menelan anggaran lebih dari Rp 1 miliar. Sementara tahapan anggaran pembangunan tersebut, selama tiga tahap menggunakan dana desa (DD). </p>



<p>Kepala Desa Punten, Hening Trisunu, mengatakan bahwa rencana pembangunan itu masih akan berlangsung. Karena, prosesnya hingga tahun ke tiga ini, diperkirakan masih 50 persen.</p>



<p>&#8220;Jadi, rest area Desa Punten dibangun di atas tanah kas desa (TKD) seluas 9 ribu meter persegi. Dari tahun 2021 sampai sekarang, masih 50 persen pembangunan,&#8221; terangnya di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Minggu (08/10/2023) tadi.</p>



<p>Cukup lamanya pembangunan, tambahnya, karena memang kondisi lapangan yang tidak mudah. Seperti, kontur tanah yang memiliki kemiringan cukup curam. Sehingga, dari ketinggian badan jalan harus disesuaikan supaya tidak membahayakan bagi kendaraan besar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Pembangunannya itu sulit, dari tahun pertama pengerjaan itu melakukan perbaikan tanah yang miring. Kemudian tahun kedua, pemasangan paving di area dan ditambah plengsengan. Dan tahun ini dibangun drainase,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Melalui pembangunan secara mandiri ini, paparnya, diharapkan pengelolaan ke depan kian maksimal. Sehingga, tidak harus di pihak ketigakan.</p>



<p>&#8220;Bila bekerja sama dengan investor, maka pendapatan asli desa (PADes) bakal tak semaksimal bila dibangun sendiri. Maka dari itu, kami memutuskan membangun rest area tersebut secara mandiri dengan dana desa,&#8221; paparnya.</p>



<p>Untuk konsep ke depan, lanjutnya, akan mengutamakan UMKM. Karena diperkirakan, tahun 2025 pembangunan akan sudah rampung.</p>



<p>&#8220;Saat ini, biasanya wisatawan menggunakan balai desa sebagai transit kendaraan. Bila sudah beroperasi, maka akan bekerja sama dengan pengelola wisata terkait penyediaan transportasi ke area wisata. Sehingga, tidak ada lalu-lalang kendaraan besar di desa,&#8221; jelasnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199426</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
